Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Kecurigaan Dave pada Daveena


__ADS_3

"Hmmmm ini sangat enak...",ucap Daveena saat menyuap makanannya ke dalam mulutnya.


Juwita hanya tersenyum,ia tak berselera pada makanannya.Justru ia tertarik dengan makanan milik Dave.Tapi ia takut untuk mengatakannya,takut pria itu marah dan tak mau memberikannya.


"Kak...kamu gak makan?",tanya Daveena menoleh pada piring Juwita.


Dave ikut menoleh dan melihat isi piring Juwita masih utuh."Apakah Juwita tak menyukai makan disini?",batin Dave.


"A-aku-- sudah kenyang",jawab Juwita.


"Makanan kamu masih utuh Kak,kenyang darimana nya?",tanya Daveena.


Juwita tak menjawab,ia hanya tersenyum saja lalu menyilangkan sendok diatas piring.Ia meminum minumannya dengan pelan.


"Kamu ingin makanan yang lain?", tanya Dave pada Juwita.Entah apa yang terjadi pada istrinya itu.Juwita tak menghabiskan makanannya dan itu membuat Dave sedikit kuawatir.Ia tak mau Juwita dan calon anaknya kelaparan.


"Tidak Mas...", geleng Juwita tersenyum tipis.


"Buka mulutmu!",ujar Dave mengiring sendok berisi makanan tepat di depan mulut Juwita.


Perlahan Juwita membuka mulutnya karena makanan itu berasal dari piring Dave.Makanan yang sedang ia inginkan dan ia mengunyah makanannya dan benar saja makanan itu sangat lezat menurutnya.


Daveena yang melihat Kakaknya menyuapi Juwita diam diam mengabadikan momen itu dengan ponselnya.Jarang sekali Kakaknya bersikap manis pada seorang wnaita.


Dave menyuapi Juwita hingga makanan diatas piringnya habis tak tersisa.Dan Dave tak mempedulikan semua itu yang penting Juwita dan calon anaknya tidak kelaparan.


"Langsung pulang atau kalian mau ke suatu tempat?",tanya Dave.


"Pulang...", jawab Juwita.


"Yah...aku ingin jalan jalan dulu Kak", keluh Daveena.


"Eh... tapi--


"Baiklah kita pulang",jawab Dave.


"Yah...kalian gak asyik", sungut Daveena.


"Baiklah...kita akan jalan jalan dulu",ujar Juwita akhirnya.


"Juwita... bukannya kamu ingin pulang.Daveena sudah sering melakukan jalan jalan disini.Mungkin bisa dikatakan hampir bosan", ucap Dave.


"Tapi jalan jalan dengan Kak Juwita belum Mas.Aku ingin jalan jalan bareng Kak Juwita",jawab Daveena.

__ADS_1


"Kalian bisa melakukannya besok, bukankah besok weekend dan kamu libur",ujar Dave.


"Yah baiklah",angguk Daveena.


"Maaf ya Davee....Kakak sebenarnya sangat lelah",ujar Juwita.Entah kenapa akhir-akhir ini tubuhnya mudah lelah dan bawaannya ingin tidur saja.


"Ayo Davee.Kakak kamu sudah sangat lelah,dia butuh istirahat",jawab Dave berdiri dari duduknya dan membayar tagihan makanan mereka.


Ketiganya kembali pulang kerumah,Daveena tampak terenyuh saat melihat Juwita yang duduk di depan disebelah Kakaknya tertidur.Ternyata benar,Kakak iparnya itu sangat lelah.


"Kak Juwita tidur ya Mas?", bisik Juwita.


Dave melirik sekilas pada Juwita yang sudah memejamkan kedua matanya."Ya...", angguk Dave.


Daveena tak lagi bertanya,ia kembali sibuk dengan ponselnya.


Sementara Dave tersenyum tipis melihat sang istri yang tertidur.Tangannya perlahan menyentuh perut Juwita dan mengusapnya dengan lembut.Pria itu tak menyangka sebentar lagi dirinya akan menjadikan seorang ayah.


Selama perjalanan Dave tak mengalihkan tangannya dari perut Juwita.Entah kenapa ia begitu sangat senang meletakkan telapak tangannya disana dan mengusapnya.


Daveena melihat hal itu berpikir Kakaknya tengah mengenggam jemari sang Kakak ipar.Ia tak mempedulikannya malah ia tersenyum senang karena Kakaknya mulai menerima seorang wanita dalam hidupnya.


Sesampainya di kediaman Daveena,Dave meminta adiknya itu untuk membawakan belanjaan Juwita.Sementara dirinya menggendong Juwita karena tak tega membangunkan sang istri yang sudah tertidur dengan pulas.


Dave meninggalkan Juwita dan kembali keluar kamar dan mendapati sang adik sedang membongkar belanjaannya.


"Eh Mas...Kak Juwita gak bangun?",tanya Daveena.


"Tidak...",geleng Dave.


"Mas aku mau nanya sesuatu?",tanya Daveena.


"Apa?",tanya Dave menatap layar ponselnya.


"Mas mencintai Kak Juwita?",tanya Daveena membuat Dave menoleh pada sang adik yang menunggu jawabannya.


Dave tak menjawab,dia kembali fokus pada ponselnya membuat Daveena mencebik kesal.


"Jika Mas tidak mencintai Kak Juwita, kenapa tiba-tiba Mas mau menikahi Kak Juwita?", pancing Daveena.


"Bukan urusanmu Davee",jawab Dave.


"Ck...apakah karena kejadian malam itu Kak?",tanya Daveena.

__ADS_1


Dave menoleh pada sang adik.Dari mana Juwita tau kejadian malam itu?."Apa Maksudmu Davee?",tanya Dave dengan wajah datarnya.


"Huffhhh...maafkan aku Mas,aku tau semuanya.Aku mengecek cctv mansion


karena aku ingin tau kenapa Kak Juwita pergi begitu saja hari itu.Dan aku juga menemui Kak Juwita di rumah Neneknya di kampung hari itu juga.Tapi aku senang,Mas mau bertanggungjawab sebelum Kak Juwita hamil",aku Daveena.


Dave mengembuskan nafas beratnya."Darimana kamu tau jika Juwita pernah kerumah Neneknya?",tanya Dave penuh selidik.


"Aku meretas cctv jalan",jawab Daveena enteng.


"Davee kamu?--


"Eh Mas...aku hanya iseng-iseng saja mencoba kemampuanku dalam dunia IT dan aku bisa",elak Daveena.


"Kamu menyembunyikan sesuatu dari Mas, Davee?",tanya Dave.


"Ah tidak...",jawab Daveena.


"Mas...aku ke kamar dulu,dan itu belanjaan Kak Juwita",ujar Daveena segera pergi dari hadapan Kakaknya itu sebelum Dave menanyainya macam macam.


Dave menghembuskan nafasnya panjang.Ia tau adiknya itu tengah menyembunyikan sesuatu padanya.Dari mana adiknya itu belajar IT karena selama itu ia tak pernah mengajari Daveena tentang cara meretas situs web.Dia akan menanyakannya langsung nantinya pada Daveena.


Dave melirik paper bag milik Juwita yang ia yakin gaun yang tadi siang sore di pakai Juwita di toko pakaian.Pria itu menyunggingkan senyuman saat mengingat Juwita memakai gaun malam itu.Dia akan meminta Juwita memakainya besok malam untuk menemaninya makan malam bersama relasi bisnisnya.Meski gaun itu cukup terbuka di bagian paha tapi tak masalah baginya.Gaun itu cukup mahal dan Dave tau itu dari notifikasi bank yang masuk kedalam ponselnya.Ia tak mempermasalahkannya karena uangnya juga uang Juwita sekarang.


Dave meraih paper bag itu dan melangkah masuk kedalam kamar.Ia meletakkan paper bag itu diatas meja rias.Pria itu melangkah mengambil pakaian ganti di kopernya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Dave duduk dibibir tempat tidur karena ponselnya yang berdering.Tampak panggilan masuk dari kepala pelayan yang ada di Mansionnya.


"Hallo Tuan..."


"Iya Bik...ada apa?",tanya Dave.


"Tuan ada sepasang suami istri yang mengaku kedua orangtua Tuan,ia mendesak ingin masuk kedalam Mansion dan bertemu dengan Tuan.Saya sudah mengatakan jika Tuan tidak tinggal disini tapi mereka tidak percaya",jawab kepala pelayan.


"Usir saja mereka Bik",ujar Dave.


"Baik Tuan...",jawab kepala pelayan patuh.


Klik


Dave mematikan sambungan teleponnya,pria itu tampak mengeraskan rahangnya.


...***********...

__ADS_1


__ADS_2