
"Ya...Mas Dave itu bisa di bilang si penggila kerja.Tapi karena kegigihannya kita bisa menikmati fasilitas ini semua",jawab Juwita.
"Mas Dave belum menceritakan semua tentang dirinya sama Kak Juwita?",tanya Daveena.
"Belum...mungkin belum sempat",jawab Juwita.
"Gak ada yang menarik dari kehidupan Mas Dave,Kak.Mas Dave itu seperti yang pernah aku katakan tak pernah jatuh cinta seumur hidupnya.Jika ia saat ia saat ini jatuh cinta sama Kak Juwita berarti Kakak cinta pertamanya mungkin bisa jadi cinta terakhirnya",kekeh Deveena.
Juwita hanya tersenyum tipis, benarkah ia wanita pertama yang masuk dalam kehidupan Dave?.Ia akui dirinya memang mencintai Dave semenjak awal pertemuan mereka.Pria itu bahkan sejak dulu selalu saja bersikap dingin padanya.
Apakah karena anak yang ia kandung sehingga Dave memutuskan untuk mencintai dirinya.Tapi apapun itu setidaknya saat ini Dave mencintai dirinya.
***
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Juwita dan Daveena sampai ditanah air.Juwita menoleh pada anak adik ipar yang tertidur dan tersenyum tipis.Daveena dan Dave memiliki kemiripan dibagian bibir dan juga tatapan gadis itu.Juwita menyunggingkan senyumannya.
"Davee...ayo bangun kota sudah sampai",ujar Juwita mengusap lembut kepala Daveena.
Daveena membuka perlahan kedua matanya dan menguap kecil."Kita sudah sampai Kak?",tanya Daveena.
"Ya...ayo!Mark sudah menunggu kita di bawah",jawab Juwita.
"Baiklah Kak",jawab Juwita membuka sabuk pengamannya lalu bangkit dan merenggang tubuhnya yang terasa kaku.
Juwita tersenyum melihat sang adik iparnya itu."Kamu tidurnya sangat lelap semalam",ujar Juwita melangkah meninggalkan sang adik ipar untuk turun dari pesawat.
"Benarkah?.Itu artinya kamu tidak tidur semalaman Kak?",tanya berjalan menghampiri Juwita.
"Ya...karena aku tiba tiba saja tidak mengantuk",jawab Juwita mengangguk pelan saat pramugari menyapanya.
"Pasti memikirkan Kakakku ya",tanya Daveena .
"Tidak juga",jawab Juwita menuruni tangga dengan hati hati.
"Hahaha...jangan mengelak Kakak ipar", gelak Daveena.
"Kakak mau ngapain?",tanya Daveena saat Juwita mengeluarkan ponselnya.
"Mengabari Kakakmu jika kita sudah sampai",jawab Juwita.
"Eits... tunggu dulu,gak perlu Kak.Tunggu dia mengabarimu.Jika dia mencintaimu pasti Kakakku itu mengkuawatirkanmu Kak.Kita lihat apakah dia akan menghubungimu atau tidak",ujar Daveena.
"Tapi--
"Gak apa apa Kak.Bilang saja nanti ponsel kamu mati dan untuk meyakinkan kamu harus mematikan ponselmu Kak",ujar Daveena.
"Kakak tenang saja,Mas Dave pasti menghubungiku atau Kakak Mark", sambung Daveena saat melihat keraguan di mata Juwita.
__ADS_1
"Baiklah...",jawab Juwita mematikan daya ponselnya sesuai permintaan adik iparnya itu.
"Kita tunggu saja.Aku yakin Mas Dave akan kalang kabut saat ini",ujar Daveena tersenyum licik.
"Ayo Kak...mobil jemputan kita sudah datang",ujar Daveena membawa Juwita menuju sebuah mobil yang memang sudah menunggu kedatangan mereka.
Juwita dan Daveena memasuki mobil mewah itu dan duduk di bangku penumpang sementara Mark duduk di sebelah sopir.Juwita menoleh kearah jendela, sudah lama ia meninggalkan negara ini.Andai saja suaminya tak ada keperluan lain ia mungkin belum menginjakkan kakinya ditanah air ini.
"Kak..."
"Ya...", jawab Juwita menoleh pada Daveena.
"Kakak pernah punya mantan kekasih gak?",tanya Daveena.
"Kenapa?",tanya Juwita kembali.
"Aku hanya bertanya saja",bawah Daveena.
"Ada...", angguk Juwita.
"Tampanan mana dari Mas Dave?",tanya Daveena.
Juwita tersenyum tipis.Jujur saja Dave jauh lebih tampan mantan kekasihnya dulu.Bahkan semuanya Dave menggungguli.Mantan kekasihnya yang telah ia lupakan, hubungan mereka hanya singkat saat masih sekolah dulu.Setelahnya Juwita tak lagi memiliki kekasih.
"Jawab Kak!",ujar Daveena.
"Apa perlu?", tanya Juwita.
Juwita terkekeh lalu mengangguk pelan sebagai jawabannya.
"Sudah aku duga.Kakakku memang sangat tampan",ujar Deveena.
"Maaf Nyonya, apakah ponsel anda mati?,Tuan katanya tak bisa menghubungi Nyonya",ujar Mark.
"Iya Mark.Ponselku kehabisan daya",jawab Juwita.
"Ini Tuan ingin berbicara",ujar Mark memberikan ponselnya pada Juwita.
"Apa aku bilang Kak", bisik Daveena terkekeh geli.Ia bisa membayangkan bagaimana paniknya sang Kakak saat ini karena ia juga mematikan daya ponselnya sengaja menguji Kakaknya itu.
"Ya Mas..."
"Baby... kenapa tidak menghubungiku kalau kalian sudah sampai?",tanya Dave.
"Maaf Mas, ponselku kehabisan daya",jawab Juwita mencubit gemas adik iparnya yang meledeknya.
"Oh... bagaimana dengan perjalanan kalian.Anak kita baik baik saja kan?",tanya Dave.
__ADS_1
"Baik Mas...",jawab Juwita mengusap lembut perutnya karena anak yang ada didalam kandungannya menendang.
"Bagaimana dengan pekerjaan kamu Mas?",tanya Juwita.
"Aku baru sampai hotel baby, sebentar lagi aku akan ke dermaga",jawab Dave.
"Doakan semua cepat selesai agar kita cepat bertemu", sambung Dave.
"Iya Mas...",jawab Juwita.
"Mas kamu tidak menanyakan kabarku", timpal Daveena dan Juwita melaudspeaker panggilannya.
"Aku akan menghubungimu nanti anak nakal",jawab Dave membuat tawa Daveena pecah seketika.
"Kamu pikir Mas tidak tau dengan apa yang kamu lakukan",ujar Dave.
"Hahahaha...aku tak bisa membayangkan betapa paniknya kamu Mas", gelak Daveena.
"Baby...aktifkan ponselmu,jangan dengarkan anak nakal itu.Aku tau ponselmu dayanya masih penuh sebelum kamu berangkat",ujar Dave.
"Iya Mas...maaf",jawab Juwita tak enak hati dengan suaminya.
"Tak masalah.Aku tutup dulu,jangan lupa sarapan dan juga minum vitamin sama susu kamu yang sudah aku masukkan kedalam koper.Dan satu lagi pulang ke Mansion!",ujar Dave.
"Iya Mas...", angguk Juwita.
"Miss you baby", ucap Dave.
"Me too Mas", jawab Juwita.
Klik
Juwita mengembalikan ponsel Mark dan kembali mencubit gemas sang adik ipar yang dari tadi terus meledeknya.
"Kayaknya Kakakku mulai kemasukan virus bucin sama kamu Kak",kekeh Daveena.
"Gak juga Daveena",jawab Juwita karena simpan Dave terlihat wajar saja menurutnya.
"Mungkin sekarang belum tapi nanti.Dan kamu Kak Mark tunggu saja dengan permintaan tak masuk akal Kakakku yang memintamu untuk melindungi wanitanya ini",ujar Daveena.
Mark mengangguk pelan membenarkan ucapan Daveena.Tadi saja saat Dave menghubungi pria itu terdengar panik karena tak bisa menghubungi sang istri.
Tak lama mobil mereka sampai di Mansion millik Dave.Mereka turun disambut oleh para pelayan yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Daveena membawa sang Kakak ipar memasuki kediaman mewah itu dan mengantarkannya ke kamar sang Kakak.
"Istirahatlah Kak,aku akan meminta Bibi untuk mengantarkan sarapan serta susu hamil dan juga vitamin Kakak kesini",ujar Daveena saat di depan kamar sang Kakak.
__ADS_1
"Iya...", angguk Juwita tersenyum tipis.
...****************...