Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
#52


__ADS_3

Setelah melewati rangkaian pemeriksaan oleh Dokter kini Juwita hanya buruh waktu pemulihan selama satu minggu kedepannya.Dokter masih akan memantau kondisi Juwita karena benturan di kepala yang membuat koma cukup lama takutnya nantinya akan ada efek di kemudian hari.


Juwita saat ini sedang beristirahat setelah meminum obatnya.Fira dan Zavier akan berangkat nanti sore ke tanah air karena sudah satu minggu mereka disini menggantikan Dave menunggui Juwita.


"Dave... kamu sudah mengabari Papa mertuamu?",tanya Fira.


"Belum Aunty, aku lupa.Bisa Aunty saja yang menghubunginya?",tanya Dave.Dave sangat malas berbicara dengan papa mertuanya semenjak Papa mertuanya bersikap keras dan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Juwita.Padahal Matteo adalah musik pria itu juga yang sudah sangat lama mengincar Juwita.


"Kamu saja Mas",ujar Fira pada sang suami.


"Kalian ini kenapa malah saling tunjuk begini", gerutu Zavier namun tetap mengeluarkan ponselnya menghubungi adik sepupunya itu.


"Dave...jika kamu melakukan perjalanan bisnis lagi, titipkan saja Juwita ke rumah Aunty.Biar kejadian seperti ini tak terulang lagi Dave",ujar Fira.


"Ya Aunty...", angguk Dave.


Fira kembali diam karena anak angkatnya itu sudah beberapa bulan ini sangat irit bicara dari pada biasanya.Bahkan sifatnya lebih dingin dari anaknya,Zaki.


"Besok mertua kamu akan kesini ",ujar Zavier pada Dave mengakhiri teleponnya.


"Ya..", angguk Dave yang sebenarnya sudah tau jika mertuanya itu akan datang menjenguk sang istri.


"Bagaimana dengan perusahaanmu Dave?",tanya Zavier.


"Baik baik saja Uncle",jawab Dave.


Zavier hanya mengangguk pelan, bicara dengan Dave membuatnya sedikit ikut kaku.Dave makin susah untuk di dekati meski dulu Dave sangat banyaknya bicara apalagi menyangkut bisnis pria itu akan sangat ambisius.Tapi semenjak keponakannya koma Dave seakan menutup diri.Hanya saat bersama Juwita saja pria itu berubah hangat.


"Bagaimana dengan rencana Daveena untuk pindah kuliah ke tanah air Dave?",tanya Zavier karena beberapa waktu yang lalu Dave meminta Daveena untuk pindah kuliah ke tanah air dan gadis itu masih memikirkannya.Dulu saja gadis itu ingin kuliah di tanah air tapi entah kenapa Daveena kembali berubah pikiran untuk tetap kuliah di Amerika.


"Katanya semester berikutnya Uncle.Tapi jika dia tidak mau aku tidak akan memaksa",jawab Dave.


"Berikan saja dia keamanan yang ketat Dave, Aunty rasa tak ada yang mengenali adikkmu karena Daveena ikut KK Aunty",ujar Fira.


Ya Daveena memang masuk dalam kartu keluarga Zavier dan Fira.Karena mereka mengadopsi Daveena secara hukum.Berbeda dengan Dave yang ikut kartu keluarga ayah dari Zavier.


"Kamu tidak ada rencana untuk meninggalkan dunia hitam ini Dave?",tanya Zavier.

__ADS_1


"Ingat...kamu memiliki istri dan sebentar lagi anak kalian akan lahir.Jangan membuat mereka dalam bahaya lagi Dave", sambung Zavier.


"Uncle kamu benar Dave.Jika tidak meninggalkan sepenuhnya serahkan pimpinan pada orang kepercayaan kamu", timpal Fira yang sangat tau jika kelompok mafia itu merupakan bentukan dari almarhum ayah mertuanya.


"Pikirkan ucapan kami baik baik Dave.Kamu punya tanggungjawab sekarang.Jangan sampai apa yang menimpa Juwita kembali terjadi.Sekarang Tuhan masih memberikan kesembuhan pada Juwita",ujar Zavier.


Dave menatap Juwita yang tertidur pulas diatas ranjang rumah sakit."Akan aku pikirkan Uncle",jawab Dave.


"Uncle percaya kamu bisa menjaga Juwita.Hanya dia yang kamu punya Dave,Papaanya tidak ia percaya begitu juga dengan Mamanya",ujar Zavier.


"Adik Uncle itu begitu sibuk mengejar kekuasaan dan kekayaan sehingga ia melupakan putrinya yang juga membutuhkan kasih sayangnya.Kenapa Uncle percayakan Juwita pada kamu karena Uncle tau kamu pasti bisa menjaganya.Jangan kecewakan Uncle,Dave.Jika belum ada cinta, belajarlah!. Juwita anak yang cukup cantik dan juga lembut serta keibuan.Dia pasti bisa mengimbangi kamu", papar Zavier.


Dave hanya mengangguk pelan dengan tatapan lurus pada Juwita.Wanita yang menjadi ibu dari anaknya.


"Oh ya... Uncle dan Auntymu harus kembali ke hotel sekarang untuk mengemasi barang barang kami.Ingat jaga Juwita",ujar Zavier menepuk pundak Dave dengan pelan sebelum berdiri dsir duduknya di ikuti sang istri.


"Ya Uncle.Chris akan mengantarkan Uncle ke Bandara",jawab Dave mengantarkan kedua orangtua angkatnya itu ke depan pintu ruang rawat Juwita.


"Ya...", angguk Zavier.


"Aunty pamit ya",ujar Fira memeluk Dave.


Dave kembali masuk ke dalam ruang rawat Juwita dan duduk di kursi disebelah ranjang tempat tidur Juwita.Pria itu menatap wajah polos Juwita yang tertidur lelap.


Dave mengusap perut buncitnya Juwita dengan gerakan memutar."Sehat sehat sayang",ujar Dave dengan tersenyum tipis.


Gerakkan tangan Dave membuat tidur wanita hamil itu terganggu.Juwita membuka perlahan menatap Dave yang tersenyum padanya.


"Maaf membangunkanmu", ucap Dave.


Juwita menggeleng pelan dan masih canggung dengan perubahan sikap Dave padanya."Mas...kita di New York?",tanya Juwita yang sedari tadi ingin bertanya tapi ia masih bingung dengan keadaan yang ada.


"Tidak.Kita di Inggris",jawab Dave.


"Ha?, kenapa bisa?",tanya Juwita.


"Bisa Juwita,kamu koma selama 3 bulan dan hanya rumah sakit yang ada disini yang bisa menangani kondisi kamu",jawab Dave.

__ADS_1


"3 bu-lan?",tanya Juwita.Pantas saja perutnya sudah membuncit sekarang.


"Iya...selama itu kamu menghukumku",jawab Dave.


"Maksud kamu apa Mas,kapan aku menghukummu?",tanya Juwita.


"Saat kamu koma",jawab Dave menatap dalam Juwita sehingga wanita itu salah tingkah.


"Apakah kepala kamu terasa sakit?",tanya Dave menyentuh kepala Juwita yang diperban.


"Hanya sesekali terasa pusing Mas.Kapan aku boleh pulang Mas?, maksudku pulang ke Indo",tanya Juwita.


"Dokter masih belum mengizinkan kamu pulang karena harus memeriksa keadaan kamu terutama kepala kamu yang mengalami benturan cukup keras.Beruntung kamu tidak amnesia",jawab Dave yang berbicara panjang lebar.


"Besok kamu harus kembali diperiksa untuk memastikan tidak ada pembengkakan di kepala kamu", sambung Dave yang sebelumnya sudah mendapat penjelasan tentang kondisi Juwita.


"Mas..."


"Ya... ada apa?",tanya Dave.


"Kecelakaan saat ini aku melihat dari spion ada mobil yang mengikuti kita.Salah satu dari mereka menodongkan senjata api kearah mobil kita",jawab Juwita.


"Apakah mereka masuh kamu Mas?",tanya Juwita.


Dave menghela nafas beratnya."Ya...", angguk Dave.


"Apakah kamu akan meninggalkanku?",tanya Dave.


"Apa alasanku meninggalkan kamu Mas?",tanya Juwita.


"Gara gara aku nyawa kamu terancam",jawab Dave.


"Bukankah aku sudah mengatakan jika aku menerima kamu dengan semua latar belakang kamu Mas",ujar Juwita.


"Apakah kamu masih mencintaiku?",tanya Dave menatap dalam Juwita.


"Aku--

__ADS_1


...****************...


Dua bab untuk kalian ya.tapi jangan lupa bunganya ya


__ADS_2