
"A-apa?",pekik Dave saat menerima telepon dari asisten kepercayaannya yaitu Marvel.
"Maaf Tuan,ada yang menyabotase pengiriman barang kita dengan menyelundupkan barang terlarang hingga pihak bea cukai Thailand menahan barang kiriman kita",ujar Marvel.
"Shitt... telusuri siapa yang sedang bermain-main denganku, Marvel!",jawab Dave dengan suara menggelegar.
"Baiklah Tuan.Anda bisa mempercayakan semuanya pada saya",ujar Marvel.
"Tidak.Saya sendiri yang akan ke Thailand,kamu telusuri saja siapa yang sedang mencari masalah denganku",jawab Dave.
"Baik Tuan",jawab Marvel.
Klik
Dave mematikan panggilannya secara sepihak.Pria itu memejamkan kedua matanya, rencananya mengajak sang istri untuk berlibur sekaligus berbulan madu harus tertunda.
Dave berusaha menghubungi orang orangnya yang ikut dalam pengiriman barang itu.Mereka mengatakan jika barang yang mereka naikan ke kapal bersih dan tak ada yang mencurigakan.Entah dari mana datangnya barang terlarang itu.Bisa saja ada yang berkhianat saat ini padanya.Jika sampai itu terjadi ia tak akan memaafkan orang itu.
"Mas..."
"Baby, kemarilah!",ujar Dave saat Juwita menghampirinya.
"Ada apa Mas?",tanya Juwita.
"Jika honeymoon kita ditunda,kamu marah?",tanya Dave.
Juwita mengerutkan keningnya."Terjadi sesuatu Mas?",tanya Juwita karena Dave terlihat kacau.
"Ya.Kapal yang membawa barang-barang ekspor kita ditahan pihak imigrasi Thailand karena sesuatu hal.Dan aku harus ke sana,tapi bagaimana denganmu baby?.Aku tidak bisa mengajakmu kesana",ujar Dave.
Ting tong
Dave menghentikan pembicaraannya saat mendengar suara bel yang menandakan ada tamu.
"Sebentar baby",ujar Dave melangkah menuju pintu kamar dan langsung membuka pintu apartemennya.
Ceklek.
"Surprise...",ujar seseorang.
"Davee... kamu--
"Kejutan,mana Kakak iparku Mas",ujar Daveena menyeret kopernya masuk kedalam apartemen.
"Davee...kamu kesini dengan siap--
"Kak Theo Mas.Saat Aunty mengabarkan Kak Juiwita sadar dari komanya aku tak sabar cepat-cepat menyelesaikan ujianku dan berangkat ke sini",jawab Daveena.
__ADS_1
"Mana Kak Juwita Mas?",tanya Daveena.
"Ada di--
"Daveena...",ujar Juwita saat keluar dari kamar.
"Kak Juwita...aku rindu", pekik gadis itu langsung berhamburan memeluk Kakak iparnya itu.
Dave hanya menggeleng melihat kelakuan adik satu-satunya itu.Sebuah senyuman terbit dibibirnya.
"Baby..."
Juwita mengurai pelukannya pada Daveena dan menatap lurus Dave yang berdiri dihadapannya.
"Ya Mas",jawab Juwita.
"Begini aku harus berangkat ke Thailand hari ini juga.Bagaimana kalau kalian pulang ke Indo di temani oleh Theo.Maafkan aku harus membatalkan rencana kita tapi ini juga sangat penting demi kelangsungan hidup kita kedepannya",ujar Dave penuh penyesalan karena harus membatalkan bulan madu mereka.
"Ya Mas... gak apa-apa.Masih banyak waktu kok",jawab Juwita.
"Oh syukurlah.Ayo bersiap-siap!,kita akan ke Bandara sekarang juga",ujar Dave.
"Ya...",angguk Juwita lalu melangkah masuk kedalam kamar.
"Mas apa yang terjadi?",tanya Daveena menatap Kakaknya itu.
"Oh....",jawab Daveena yang juga tak ingin tau masalah apa yang menimpa perusahaaan Kakaknya itu karena ia juga tak akan mengerti.
Dave kembali menghubungi Vans yang membatalkan pemesanan penginapan di Maladewa.Dan untungnya Vans belum sempat menghubungi sepupunya itu.Dan juga ia meminta Theo untuk mengurus tiket penerbangannya ke Thailand.Apapun caranya ia harus terbang ke sana malam ini juga.
Ketiganya menunju Bandara di sopiri Theo.Sepanjang perjalanan Dave dan Juwita yang duduk di kursi penumpang mengenggam erat jemari sang istri.Pria itu merebahkan kepalanya Juwita di dada bidangnya.
"Maafkan aku harus membatalkan semuanya", bisik Dave.
"Tidak apa Mas.Jangan meminta maaf terus, pekerjaan kamu jauh lebih penting",jawab Juwita.
"Terimakasih sudah mengerti",gumam Dave mengecup pucuk kepala Juwita.
"Ya Mas",jawab Juwita.
Dikursi depan,Daveena dan Theo saling tatap saat mendengar samar-samar percakapan suami istri itu dan tersenyum tipis.
Daveena sangat bersyukur Kakaknya mulai menerima Juwita sebagai istrinya.Dia sangat salut pada Juwita yang bisa meluluhkan dinding es hati sang Kakak.Dan kini Juwita bisa melihat Kakaknya yang begitu sangat mencintai sang istri.
Tak lama mereka sampai di Bandara.Dave turun dari mobil melakukan cek ini untuk penerbangannya ke Thailand menggunakan pesawat kemersial.Sedangkan sang istri dan adiknya akan menggunakan pesawat pribadinya.
"Kabari aku jika sudah sampai tanah air baby",bisik Dave memeluk sang istri sebelum masuk ke kabin pesawat karena pesawatnya berangkat lebih dulu.
__ADS_1
"Iya Mas...",jawab Juwita menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami menghirup aroma tubuh Dave yang nanti akan ia rindukan.
Dave mengurai pelukannya lalu mengecup kening Juwita kucup lama."Aku mencintaimu",ujar Dave.
"Me too",jawab Juwita.
"Mas... pesawat kamu mau berangkat itu",ujar Daveena pada sang Kakak.
"Ya...kamu jaga Juwita ya.Mas percayakan istri Mas sama kamu selama Mas pergi",ucap Dave.
"Siap komandan",jawab Daveena membuat Juwita terkekeh lain dengan Dave yang hanya terlihat mengggeleng pelan.
"Theo titip mereka",ujar Dave.
"Ya Tuan",jawab Theo yang berdiri tak jauh dari mereka.
Dave mamasuki kabin pesawat dengan langkah berat tapi ia harus menyelesaikan semuanya.Beruntung malam ini ada penerbangan menuju Thailand meski ia harus membayar rugi salah pada salah satu penumpang untuk sebuah tiket.
Juwita dan Daveena beserta Theo menuju pesawat mereka yang sebentar lagi juga akan mengudara.Ketiga langsung masuk ke dalam pesawat dan duduk di kursi penumpang.
Tak lama pesawat itu akhirnya mengudara juga meninggalkan kota Landon.Juwita menatap kearah jendela menatap dari ketinggian kelap-kelip lampu kota.
"Kak...Mas Dave sepertinya sangat mencintaimu",ujar Daveena yang duduk disebelah Juwita sedangkan Theo duduk tai jauh dari mereka.
"Apakah terlihat seperti itu Daveena?",tanya Juwita.
"Ya...kamu tau gak Kak,selama kamu koma Mas Dave itu semakin pendiam dan juga dingin.Dia hanya bicara ala kadarnya termasuk aku adiknya",jawab Juwita.
"Benarkah?",tanya Juwita.
"Ya Mas Dave rela bolak balik Jakarta-London demi Kakak.Karena sekarang Mas Dave fokus pada perusahaan miliknya.Kak Zaki udah ambil alih perusahaan cabang yang dipegang Mas Dave semenjak Kakak koma", jawab Daveena.
"Daveena aku mau tanya sesuatu, boleh?",tanya Juwita.
"Silahkan!",jawab Daveena.
"Apakah Mas Dave sebelumnya memiliki kekasih?",tanya Juwita.
Daveena tersenyum tipis lalu menggeleng."Tidak.Mas Dave itu sangat dingin dan kaku Kak.Kamu wanita pertama yang ia sentuh dan juga naik ranjang Kakakku",jawab Daveena.
"Mas Dave pasti sudah mengatakannya kan?",tanya Daveena.
"Ya...tapi aku merasa kurang percaya saja karena pria seperti Kakak kamu masa iya tak pernah memiliki kekasih",jawab Juwita.
"Hahaha...Kakak benar.Tapi Mas Dave tak pernah berpikir untuk memiliki kekasih karena hanya fokus bekerja dan mengabdikan dirinya pada keluarga Iskandar yang sudah sangat berjasa pada kami",ujar Daveena.
"Oh ya ..?"
__ADS_1
...****************...