
"Kamu mau Kakak kamu bangkrut Davee?",kekeh Juwita.
"Gak juga sih",jawab Daveena meringis kecil.
"Hahaha...kamu gak bakalan bisa belanja sepuas kamu jika Kakak kamu bangkrut",ujar Juwita.
"Kakak benar dan sebelum itu terjadi ayo kita kuras uang Kakakku dengan belanja sepuasnya",jawab Daveena tampak bersemangat.
Juwita hanya tersenyum saja melihat tingkah Daveena yang begitu bersemangat.Dia mengalihkan tatapannya pada jalanan yang mereka lewati yang dipenuhi gedung pencakar langit.
Ini adalah kali pertamanya ia menginjakkan kaki di benua Amerika.Tak pernah ada diangannya untuk kesini walau dia bisa saja datang kesini.Tapi dia memang dasarnya tak suka traveling dan takut pergi sendirian ke negeri orang.
Tak lama mereka sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.Daveena dan Juwita turun dari mobil.
"Terimakasih Kak Mark sudah mengantar kami",ujar Daveena setelah turun dari mobil.
"Ya Nona... berhati-hatilah,aku tak bisa menemanimu karena ada pekerjaan lain.Nanti jika sudah selesai Nona bisa menghubungiku",jawab Mark.
"Baiklah Kak Mark, sampai jumpa nanti",ujar Daveena melambaikan tangannya memasuki sebuah toko pakaian terkenal dengan menarik pergelangan tangan sang Kakak ipar.
Sebelum pergi Mark memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk menjadi bodyguard bayangan untuk kedua wanita itu dan setelahnya ia pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara itu di dalam toko Daveena sangat antusias melihat pakaian yang berjejer rapi.Ingin rasanya ia memborongkan semuanya jika saja ia tak ada Kakaknya di negara ini.Dave akan sangat marah jika Daveena belanja barang yang kadang tak Daveeka butuhkan.
"Ayo Kak, pilih!", bisik Daveena.
Juwita hanya tersenyum tipis, ia bergidik ngeri melihat harga dari pakaian yang di jual.Dia yang notabenenya tak begitu suka berbelanja hanya mengangguk saja.
Juwita menggeleng pelan melihat sang adik ipar yang kalap belanja.Dia hanya diam menyaksikan Daveena yang begitu tampak antusias.
Matanya tak sengaja melihat sebuah gaun di patung manekin yang menarik perhatiannya.Ia mendekati gaun itu dan melihat modelnya dari dekat.Gaun berwana merah yang begitu indah menurut Juwita.Gaun malam yang memiliki belahan di bagian paha itu sungguh menarik perhatiannya.
"Ada yang bisa dibantu Nona?",tanya seorang penjaga toko menghampiri Juwita.
"Aku mau gaun ini",jawab Juwita.
"Ini adalah gaun yang beberapa hari yang lalu launching Nona,dan hanya ada lima diseluruh dunia karena desainernya membatasi produksinya", ujar penjaga toko itu dengan ramah.
__ADS_1
"Saya ambil",jawab Juwita yang sudah jatuh cinta dengan gaun itu.
"Baiklah Nona,akan saya ambilkan",jawab penjaga toko membuka dengan hati hati gaun itu dari patung manekin dan setelahnya memberikannya pada Juwita.
"Mari Nona, silahkan di coba dulu",ujar penjaga toko membawa Juwita menuju fitting room.
Juwita mencoba pakaikan itu dan terlihat begitu sangat pas ditubuh langsingnya.Juwita memiliki tubuh yang tinggi dengan body goals.Perutnya yang sedikit menonjol membuatnya terlihat semakin sexy dengan gaun yang memiliki belahan tinggi di bagian paha sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya.Ditambah bagian punggung yang sedikit terbuka membuat Juwita begitu terlihat cantik.
Juwita keluar dari fitting room untuk mencari Daveena dan menanyakan pendapatnya mengenai gaun itu.
Saat Juwita keluar dari fitting room ia dikejutkan dengan kehadiran Dave di sana.Mereka saling memandang dengan tatapan mengunci.
Dave menatap tak berkedip pada Juwita yang memakai gaun berwarna merah itu.
"Kak...ya ampun gaun ini sangat indah, kamu terlihat sexy Kak",puji Daveena.
"Ah ya...apakah ini cocok untukku Davee?",tanya Juwita memutus tatapannya dengan Dave.
"Sangat",jawab Daveena.
Juwita kembali mengganti pakaiannya,namun saat ia akan membuka tali gaun yang ada di lehernya ia dikejutkan dengan seseorang yang berdiri dibelakangnya dari pantulan cermin.
Orang itu membantu Juwita membukakan tali itu dileher Juwita.Orang itu menatap tajam Juwita dari pantulan cermin.
"Mas... terimakasih,aku mau ganti pakaian dulu",cicit Juwita yang saat ia berdebar kencang.
Pria itu tak bergeming dan terus menatap Juwita.Pria itu mengulurkan tangannya mengusap perut Juwita yang mulai kelihatan itu dengan lembut.Sudah lama ia ingin melakukannya tapi ia takut Juwita tak nyaman.Tapi kini entah setan dari mana membuatnya berani melakukannya.
Dada Juwita menghangat saat tangan pria itu mengusap lembut perutnya.Ia sebenarnya juga menginginkan pria itu melakukannya sejak kemarin kemarin tapi ia tahan karena takut pria itu tak mau melakukannya.
"Mas Dave",lirih Juwita yang menahan gaunnya di bagian dada agar tak melorot karena talinya pengait gaun itu telah dibuka oleh Dave.
"Pakailah gaun ini besok malam", bisik Dave lalu keluar dari ruangan itu.
Juwita masih terdiam mencerna ucapan yang di lontarkan Dave barusan.Ia masih bisa merasakan hangatnya telapak tangan Dave menyentuh perutnya.
Juwita segera berganti pakaian dengan cepat, jantungnya berdegup kencang saat ini.Ia bisa mencium aroma tubuh Dave dari dekat tadi dan itu membuatnya berdebar kencang.
__ADS_1
Juwita membawa gaun itu ke kasir untuk membayarnya bersamaan dengan Daveena yang juga membayar belanjaannya.Juwita mengerutkan keningnya melihat belanjaan Juwita yang hanya beberapa helai pakaian saja dan juga wajah cemberut gadis itu.
"Davee...kamu kenapa?",tanya Juwita setelah memberikan alat pembayaran pada kasir.
"Mas Dave gak asik,masa aku hanya di izinkan belanja segini aja", sungut Daveena.
"Davee...belilah sesuatu barang itu jika kamu butuh.Gak semua orang seberuntung kamu diluaran sana",ujar Juwita dengan pelan.
Daveena merasa tertampar oleh ucapan Juwita.Selama ini ia menghamburkan uang untuk membeli sesuatu barang yang tidak penting.Banyak barang barang yang ia beli hanya menjadi penghuni lemari saja.Tak pernah ia pakai sama sekali.
"Ya Kakak benar", angguk Daveena.
Keduanya membayar belanjaan mereka dan keluar dari toko.Daveena melebarkan kedua matanya melihat mobil sang Kakak sudah ada di hadapan mereka.Ia pikir tadi Kakaknya itu pergi lagi setelah menceramahinya.
"Aku pikir Mas Dave sudah pulang",ujar Daveena.
Dave tak menjawab,ia mengambil paper bag yang ada ditangan Juwita lalu meletakkan dibagasi mobil.
"Davee... letakan belanjaan kamu disini",ujar Dave.
"Ya...Mas",jawab Daveena.
Ketiganya meninggalkan area toko itu dan menuju sebuah restoran untuk makan malam mereka.Ya mereka makan malam lebih awal karena hari masih sore tapi Dave tak tega karena ia tak ingin Juwita kelaparan karena kehamilannya.
"Mas...kita mau kemana?",tanya Juwita yang duduk disebelah Dave yang menyetir mobil.Sementara Daveena duduk di kursi penumpang sembari bermain ponsel.
"Makan,kalian pasti lapar kan?",jawab Dave.
"Aku ingin makanan Indonesia Mas",ujar Daveena tiba tiba.
"Kamu?",tanya Dave pada Juwita.
"Ya samakan saja dengan Daveena Mas",jawab Juwita.
"Baiklah...",jawab Dave.
...****************...
__ADS_1