Pengantin Untuk Mafia Dingin

Pengantin Untuk Mafia Dingin
Jalan jalan


__ADS_3

Dave menerima telepon dari Dokter neurologi yang memantau kesehatan Juwita setelah kecelakaan itu terjadi.Dokter mengatakan jika tak ada lagi yang perlu di kuawatirkan tentang benturan kepala yang di alami Juwita.Wanita itu di nyatakan sembuh membuat Dave bernafas lega.


Ia melirik sang istri yang masih bergelung dibalik selimut.Wanita itu terlihat menggeliat pelan dan Dave pun mengakhiri panggilannya.


"Baby, sudah bangun?",tanya Dave duduk di sisi sebelah Juwita tidur.


"Mas...jam berapa ini?",jawab Juwita dengan suara serak khas bangun tidur.


"Jam 10:00 waktu Inggris",jawab Dave.


"Ha?,kamu kenapa tidak membangunkanku Mas?", pekik Juwita.


"Kenapa?,aku gak tega membangunkanmu",kekeh Dave melihat wajah panik sang istri.


"Mama sama Papa?",tanya Juwita yang teringat kedua orangtuanya akan pulang hari ini.


"Mereka sudah berangkat pagi sekali dan mereka titip salam buat kamu",jawab Dave.


"Huffhhh...kita ke rumah sakit jam berapa Mas untuk mengambil hasil cek up aku kemarin?",tanya Juwita.


"Tidak perlu.Dokter Teddy sudah menghubungiku dan hasilnya kamu sembuh",jawab Dave.


"Sungguh?Aakhh...aku tak sabar pulang ke Indo", pekik Juwita.


"No baby,tak secepat itu.Kita akan honeymoon di sini untuk satu minggu ke depannya",jawab Dave.


"Ha?"


"Kenapa?,kamu tidak suka atau kamu ingin kita pindah negara lain yang kamu inginkan?",tanya Dave tersenyum tipis melihat keterkejutan sang istri.


"Ka-kamu yakin Mas?,bukannya kamu gak akan menyentuh aku?",tanya Juwita pelan.


"Hehehe...itu karena diawal aku belum memiliki perasaan apapun padamu",kekeh Dave.


"Jadi?"


"Ya kalau kamu mengizinkan,jika tidak ya aku akan menunggu sampai kamu siap",jawab Dave.


"Gak punya rasa tapi kamu pernah menyentuh aku hingga tekdung begini Mas", sungut Juwita mengusap perut buncitnya.


"Itu karena aku dalam pengaruh obat hingga aku tak sadar melakukannya denganmu",jawab Dave.


"Tapi aku bersyukur malam itu kamu yang aku sentuh.Aku gak bisa membayangkan jika aku menyentuh wanita lain yang tak tau latar belakangnya",ujar Dave.


"Alasan kamu kebanyakan Mas",jawab Juwita menyibak selimut berniat untuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Jadi kamu setuju kan kita honeymoon disini?",tanya Dave menahan pergerakan Juwita.


"Ya...",angguk Juwita pelan lalu turun dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dave tersenyum tipis melihat sang istri yang hilang dibalik pintu kamar mandi.Pria itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit kamar dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya.


Ia tak menyangka akan benar benar menjalani rumah tangganya dengan Juwita.Ia yang selama ini kaku pada wanita akhirnya menikah juga dan lebih mirisnya membuat hamil seorang gadis yang kini menjadi istrinya.


Meski mendapatkan bogeman dari Zaki beberapa minggu setelah Juwita di rawat dinegara ini karena telah menghamili Juwita sebelum pernikahan terjadi pria itu tidak marah atau dendam pada Zaki.


Apa yang dilakukan Zaki memang pantas ia dapatkan.Jika ia menjadi Zaki pasti akan melakukan hal yang sama mungkin lebih.


Tak lama Juwita keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe yang membalut tubuh polosnya.


Dave menoleh dan tersenyum tipis melihat sang istri mengambil pakaian ganti lemari.Ia mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang.


"Kamu mau kita jalan jalan atau di ka--


"Jalan jalan",jawab Juwita cepat.


"Baiklah... bersiaplah!,aku tunggu diluar", bisik Dave lalu mengecup pipi sang istri sebelum melepaskan pelukannya.


Juwita menahan debaran jantungnya saat Dave memeluknya tadi.Mereka akan honeymoon dinegara ini.Memikirkannya saja sudah membuat Juwita berdebar.Ia tak bisa membayangkan jika Dave akan menyentuhnya lagi setelah malam panas itu.


Juwita segera berpakaian dan merias diri senatural mungkin karena ia tak suka berdandan dengan makeup tebal.


"Capek?", tanya Dave saat mereka duduk di salah satu tempat wisata.


"Sedikit",jawab Juwita tersenyum tipis.


"Kita pulang setelah ini dan lanjut besok ya",ujar Dave diangguki Juwita.


Wanita itu juga lelah,jika tak ingat sedang hamil mungkin ia masih bisa memaksakan diri.Tapi ia gak mau egois,ia tak mau terjadi hal buruk pada kehamilannya jika ia tetap memaksa.


"Tidak kram kan?",tanya Dave perhatian mengusap perut Juwita yang sudah menjadi kebiasaannya saat Juwita koma.


"Tidak Mas...", geleng Juwita.


"Kita makan dulu ya sebelum pulang",ujar Dave.


"Iya Mas",jawab Juwita.


Mereka memasuki sebuah restoran khas Indonesia yang ada disana.Dave sengaja mengajak Juwita kesana karena tak sengaja mendengar percakapan Juwita dan Kinar ditelepon yang menginginkan makan masakan Indonesia.


Dan disinilah mereka sekarang menikmati makan khas negara mereka dengan begitu lahap terutama Juwita yang sejak lama ingin makan masakan Indonesia.

__ADS_1


Dave menggeleng pelan melihat sang istri yang begitu menikmati makan sore mereka."Pelan pelan baby,nanti kamu tersedak",ujar Dave mengingatkan sang istri.


Juwita memang berbeda dengan kebanyakan wanita yang makan dengan jaim dan elegan tapi wanita yang ada di hadapan pria itu makan dengan lahapnya tanpa memikirkan Dave yang akan memandangnya aneh.


Tapi itu menjadi daya tarik sendiri bagi Dave.Juwita terlihat menggemaskan dan juga apa adanya membuatnya makin menyukai wanita yang akan menjadi ibu dari calon anaknya.


"Kenyang?",tanya Dave.


"Iya...sangat kenyang",jawab Juwita membuat Dave terkekeh.


Dave mengajak Juwita pergi dari restoran itu dan memasuki mobil mereka untuk lanjut pulang.


Dave melajukan mobilnya membela jalanan kota London yang mulai gelap.Pria itu menghentikan mobilnya didepan sebuah hotel mewah dan memarkirkannya.


"Mas...kami mau bertanya klien?",tanya Juwita.


"Tidak.Ayo turun!",jawab Dave.


Dave membawa Juwita memasuki hotel dan langsung disambut oleh salah satu pelayan hotel dan memberikan kunci kamar kepada Dave.


"Mas..."


"Ya...baby,ada apa?",tanya Dave membawa Juwita masuk kedalam lift.


"Kenapa--


"Kita akan menginap disini malam ini",ujar Dave.


"Ha?"


Dave terkekeh melihat keterkejutan sang istri.Pria itu menggengam tangan sang istri saat pintu lift terbuka dan membawanya memasuki kamar hotel itu.


Juwita tampak terkejut saat melihat kamar hotel yang dihiasi dengan begitu indah.Aroma terapi menusuk hidungnya dan juga tampak ranjang yang di taburi kelopak mawar segar.


Ia tau arti semua ini,akankah dia dan Dave malam ini akan melakukan malam pertama mereka yang tertunda.Bukan malam pertama tapi malam kedua lebih tepatnya.


Dia juga menatap sebuah gaun malam yang terletak di atas ranjang.Ia bergidik melihat gaun yang lebih mirip saringan tahu bahkan lebih parah dari itu.


"Kamu atau aku yang duluan mandi?",tanya Dave memeluk Juwita dari belakang.


"Kamu aja Mas",jawab Juwita gugup.


"Baiklah...",jawab Dave lalu berjalan menuju kamar mandi.


...****************...

__ADS_1


tunda dulu ya...


__ADS_2