PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
EPISODE 13 Pertarungan Dengan Kelas "C"


__ADS_3

Setelah guru wanita yang kelihatan lusuh dan pakaian se adanya itu masuk, lalu dia menyapa muridnya, dengan deraian air mata dia angkat bicara. "Perkenalkan nama ibu adalah Mutia Fauziah, kalian boleh memanggil ibu dengan Bu mut. Mulai sekarang ibu yang akan menggantikan pak Zon sebagai walikelas kalian".


"Jika ada yang belum tau, maka akan ibu beritahu kabar duka untuk kalian semua, bahwa pak Zon telah meninggal kemaren malam dipedalaman hutan sihir untuk menyelamatkan teman kalian. dan syukurnya mereka selamat,


tetapi pak Zon telah meninggal karena monster macan tutul yang menyerangnya".


Setelah mendengar itu anak sekelas melihat kearah kelompok refo. dan mereka juga sedih. Karena mereka tahu kalau pak Zon adalah guru yang baik, saat mengajar mereka juga diajarkan dengan benar, meski dia seperti berandalan, tapi mengenai tugas selalau dikerjakan dengan baik, dan dia juga sangat perhatian pada murid muridnya.


Karena melihat reaksi anak anak tersebut yang baik kepada pak Zon, tidak sama halnya dengan guru guru lain dan kepala sekolah yang bahagia melihat pak Zon meninggal, maka ibu mut mulai menceritakan semua masa lalunya. Dia adalah seorang yang miskin dan tidak punya apa apa, juga tidak bekerja, tidak ada yang mau mempekerjakannya karena melihat pakaiannya yang compang camping.


Dia hidup di jalanan, terkadang hanya makan buah buahan dari hutan, terkadang juga mengemis, dan mengumpulkan makanan sisa di tong sampah. Suatu hari pak Zon melihatnya, sedang di tindas oleh orang orang kaya saat mengemis, karena pak Zon kasihan padanya, pak Zon membawanya dan membelanya dari orang kaya tersebut.


Lalu pak Zon membelikannya rumah yang tidak jauh dari sekolah, dan juga dibelikannya pakaian, "meski rumah dan pakaian sederhana, tapi itu sangatlah beharga" kata bu mut. "Tidak ada yang lebih peduli kepada orng lain yang menderita kecuali pak Zon sambungnya".


Pak Zon orang yang baik, karena itu dia jatuh cinta pada pak Zon beberapa bulan yang lalu, dan bu mut juga sosok yang cantik.


Pak Zon juga mencintainya, dan rencananya bulan depan mereka mau menikah, tapi takdir berkata lain, pak Zon telah pergi meninggalkannya selamanya, Bu mut bermandikan air mata saat curhat pada mereka.


Murid kelas tersebut juga bnyak yang sedih dan menangis mendengar cerita tersebut. Lalu Refo, Rozi, Ravit dan Safar berdiri dan pergi kearah Bu mut, se sampainya di depan Bu mut mereka berlutut dan minta maaf, karena mereka pak Zon meninggal. Bu mut adalah orang yang baik. Meski sedikit kesal dalam hatinya, tapi dia memaafkan anak anak itu, dan bilang "tidak apa apa, kalian jngan menyalahkan diri sendiri, ibu yakin pak Zon bertindak sesuai dengan hati nuraninya untuk melindungi kalian, dan syukurlah kalian selamat, kalian adalah peninggalan pak Zon yang harus ibu bimbing" katanya.


"Beberapa hari yang lalu pak Zon sempat cerita sama ibu kalo kelas ini memiliki potensi, dan berbeda dari kelas tahun tahun yang lalu yang pernah didapat pak Zon, karena kami guru miskin dan sering di-bully akan mendapat posisi yang terendah disekolah ini.


Ibu kemaren adalah seorang tukang bersih bersih disekolah ini, itu juga karena jasa pak Zon yang memasukan ibu di sini", katanya.


Syukurlah pak Zon bisa mendapat murid hebat di akhir hayatnya,, karena ibu dengar pak Zon


adalah walikelas di kelas ini, makanya ibu meminta kepala sekolah supaya ibu bisa mendidik kalian, dan karena kepala sekolah acuh tak acuh pada kalian, dan juga pada ibu makanya dia rela mngangkat ibu menjadi seorang guru disini, dan karena itulah ibu bisa jadi walikelas kalian". Meski Bu mut adalah seorang yang miskin tapi dia berbakat, dia berlevel 290, memiliki 3 elemen yaitu elemen air, elemen api, dan elemen angin.


Mungkin karena itu pak Zon menyelamatkannya dari keterpurukan. Dia berbakat dan juga memiliki paras yang cantik,


dan akhirnya juga membuat pak Zon jatuh cinta.


Lalu Bu mut bilang, "sudah sejauh mana pelajaran kalian sama pak Zon, ibu dengar seminggu lagi kalian akan menantang kelas C untuk menaikan level kelas kalian.


Semoga kita bisa membuktikan kalau kita bisa.


Dan saatnya tiba semoga ibu juga bisa membahagiakan dan membimbing Kalian".

__ADS_1


Lalu waktu pun berlalu begitu cepat, setiap hari selama 6 hari, mereka telah dekat dengan Bu mut dan mempelajari berbagai macam sihir.


Hari ini adalah hari dimana mereka akan menantang kelas C level biasa, untuk mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari yang sekarang.


Lalu mereka memilih lima perwakilan kelas mereka. Diantaranya yaitu, loli si anak bangsawan, yang sekarang sudah mulai sopan dan terpelajar semenjak di didik Bu mut yang penyayang. dia sekarang sudah level 16 dengan dua elemen sihir yaitu sihir air, dan sihir angin.


Peserta berikutnya yang terpilih adalah Rozi, yang telah berlevel 25, disusul Ravit berlevel 23, lalu safar belvel 21, dan yang terakhir adalah refo yang tak punya sihir dan level..


Bu mutia merekomendasikan mereka semua setalah melihat perkembangan mereka 6hari ini.. dan refo disuruh sebagai ahli strategi, sedangkan yang lain melindungi dan menyerang.


Setelah tantangan untuk duel antar kelas di ajukan, kelas C pun tak bisa menolak.


Mereka juga telah mempersiapkan perwakilan terkuatnya, namun belum ada yang berlevel 20 keatas. yang paling tinggi berlevel 18.


Rozi, Ravit dan safar belum memperdalam elemen sihirnya yang lain, mereka masih menggunakan sihir api, dan juga telah ada beberapa jurus serangan api lain yang telah mereka pelajari dari refo. Seperti ada serangan hujan api, dan tinju api.


Beberapa jam setelah itu persiapan pun telah selesai. Mereka akan bertarung di arena khusus yang ada di sekolah, dan disaksikan seluruh murid sekolah. Setiap ada duel antar kelas, maka sekolah resmi mengadakan acara, dn memberhentikan pelajaran sementara waktu, jadi semua kelas menonton pertandingan mereka hari ini. Semenjak refo bersekolah disini mereka yang pertama kali menantang kelas lain.


Terlihat disana juga telah tersedia team penyembuh, dan ada beberapa guru hebat yang menjadi wasit juga. Untuk menghindari kecelakaan serius, maka dalam keadaan terdesak dan bahaya, mereka akan memberhentikan pertandingan dan memutuskan pemenang nya. dan itu supaya tidak ada luka fatal pada murid yang ikut berpartisipasi dalam pertandingan tersebut.


Semua telah ada diposisi, sorak sorai murid dan guru mulai terdengar, tentu saja suara meremehkan kelas D dan tatapan jijik kepada mereka lebih menonjol.


Anak-anak dari kelas lain juga sombong dan tak mau kalah dari gurunya, bagaimana tidak, guru yang mengajar mereka sombong, tentu saja muridnya juga sombong. Berbeda dengan kelas refo, mereka semua hanya diam dan tenang.


Cara pengajaran pak Zon dan Bu mut sangat berbeda dengan kelas lain. Mereka mengajar banyak paraktek dari pada teori, dan tidak suka membangga, akan tetapi guru lainya kebanyakan mengajarkan isi buku kepada murid, dan hanya praktek beberapa kali. setelah itu juga sombong angkuh dan suka membangga.


Kelas Refo dan kelas level unggul, guru mereka hampir sama seperti pengajaran pak Zon, bnyak praktek. Sayangya mereka lebih sombong lagi karena muridnya adalah anak anak berbakat.


Tak lama setelah mengambil posisi


guru yang menjadi wasit bertanya pada mereka,, "apa kalian siap"..?


Lalu mereka mengambil formasi, ini merupakan pertarungan bebas, tetapi tidak boleh memakai senjata tajam, hanya boleh memakai kekutan fisik seperti tinju dan tendangan, dan yang utama tentunya kekuatan sihir.


Lalu pertarungan pun dimulai. Terdengar sorakan dari kelas C begitu keras, ayo bantai kelas D dan kita perbudak mereka.


Tatapan tajam walikelas kelas C juga mengintimidasi muridnya yang ikut tersebut, Seakan mengatakan "kalau kalian kalah lihat saja nanti akan ibu hukum"..

__ADS_1


Lima anak perwakilan kelas C adalah yang terkuat dan paling berbakat di sana.


Mereka ada 3laki laki dan 2 perempuan sebagai perwakilan, 3laki laki tersebut berlevel 18, dan dua wanita itu berlevel 16 dan 17, rata rata hanya memiliki 2elemen sihir. Tetapi pandangan sombong dan aoragan mereka seakan mau memakan refo dan teamnya.


Berbeda dengan kelompok Refo yang berlevel jauh lebih tinggi dari mereka, tapi mereka hanya diam saja dan tenang.


Lalu Refo mulai meyuruh kawan kawanya membentuk formasi, dimana refo ditengah, 3sekawan ada di bagian depan, dan loli berada di samping refo yang bertindak sebagai pelindung.


Beberapa saat kemudian pertarungan dimulai. Anak anak dari kelas C mulai merapal beberapa mantra sihir lalu melempar satu persatu kearah formasi refo, namun itu hanya sihir lemah dimata mereka, sama dengan sihir yang ada di dalam buku, akan tetapi penonton terus berteriak, "hanguslah kelas d .. rasakan itu"...


Dengan sigap refo menyuruh untuk membentuk sihir pelindung api, dan loli juga merapal mantra lalu membentuk sihir pelindung air, dan mwngelilingi dirinya dan refo.


Rozi, Ravit, dan safar dalam sekejap membentuk seihir pelindung api, setelah itu refo mengintruksikn balas dengan cepat dengan sihir petir api bertubi tubi, safar kamu lanjutkan dengan sihir hujan api, kita kalahkan mereka dalam sekali serang.


Mereka pun melakukan dalam sekejap tanpa merapal mantra sedikitpun, selagi musuh merapal mantra untuk sihir pelindung, sihir api 2sekawan telah mengenai mereka, tentunya itu berasal dari sihir petir api bertubi dari Rozi dan Ravit. lalu pada saat sihir hujan api Safar akan jatuh tepat mengenai mereka yang telah terkapar, wasit segera menyelamatkan mereka, jika tidak mereka akan terluka, lalu wasit angkat bicara, "selamat kelas D adalah pemenang, dengan rekor terbaik disekolah ini hanya dalam 2menit.


Semua yang menyaksikan itu terdiam seperti beku di dalam gumpalan es, guru yang sombong tadi juga ternganga seakan tak percaya. Dan guru dari kelas unggul juga sedikit takut dan iri dengan kemampuan murid murid berbakat tersebut, mereka bingung "kenapa kelihatanya anak anak tersebut tidak merapal mantra, apa mungkin telah mereka rapal didalam hati", duganya.


Bu mut pun bersorak bahagia pada mereka.


Lalu mereka mendapat kelas dan fasilitas kelas C, yang lumayan bagus dari kelas mereka sebelumnya, sedangkan anak kelas C turun ke kelas D dan menghuni kelas lama refo.


"Lihatlah kami pak Zon, kami akan memberikan wajah kepada wanita yang pak Zon cintai, dan kami juga akan menjadi anak anak yang bisa kamu banggakan, dan semoga nama pak Zon tidak jelek lagi dimata guru guru, setelah kami mengalahkan semua sampai kelas S level unggul", tekad refo dalam hati, begitu juga tiga sekawan lainya, "dan kami berjanji akan menjadikan wanita yang kamu cintai mendapat posisi yang layak disekolah ini, dan membuat guru guru berlangsung kawa atas meninggalnya pak Zon" gumamnya lagi.


Setelah mereka mendapat kelas C tujuan mereka bulan berikutnya adalah mengalahkan kelas B level biasa....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terimakasih, tunggu up berikutnya ya,,


seperti biasa jngan lupa like, vote, dan kirimkan komentar.


:)


........\_\_\_\_\_\_.........


.......\_\_\_.......

__ADS_1


..........


__ADS_2