
Panitia tersebut bertanya pada Loli, "pertandingan berikutnya kamu lagi yang akan bertarung, atau ganti pemain dengan teman dari team mu yang lain" katanya.
"Tentu saja lanjut" kata Loli tegas dan penuh percaya diri.
Lalu pertandingan kedua pun lansung dimulai. Team kakak Loli, mengirim satu orang kakaknya lagi, dan dia lebih kuat dari kakaknya yang telah dikalahkan sebelumnya, dia berlevel 38.
Setelah sampai dilapangan, hal pertama yang ditanyakan adalah, "loli kenapa kamu kuat begitu cepat, level berapa kamu sekarang?" katanya penasaran.
"Sekarang aku berlevel 40, aku lumayan beruntung bisa menaikan level" kata loli santai.
"Apa" kata kakaknya tersebut kaget, dan orangtua Loli yang menyaksikan itu juga kaget, "sejak kapan anak ku ini menjadi begitu berbakat, bahkan levelnya sekarang lebih tinggi dari pada kakak kakaknya" katanya dalam hati.
Saat keluarga Loli masih dalam kebingungan, pembawa acara tersebut lansung memulai pertandingan kedua.
Kakak Loli tersadar dari kebingungannya, dan terlihat kakak beradik itu telah bersiap siap, juga sama sama merapal mantra, namun kali ini mereka merapal mantra sihir elemen angin. Loli pun masih berpura pura, dan mengikuti permainan, dengan merapal mantra seperti tadi.
Tak lama setelah itu, beberapa sihir angin untuk penyerangan keluar. Debu yang ada di arena terlihat beterbangan dan menyebabkan sedikit kabut. Mereka terus melontarkan sihir anginya.
Pada saat sat terakhir, Loli memperingatkan kakaknya untuk menyerah, namun kakaknya malah menghina, "beraninya kamu menyuruh aku menyerah" katanya marah.
Dia lansung melemparkan sihir angin yang besar, sihir tersebut merupakan sihir pamungkas nya. Karena kemarahan nya, dia tidak sadar ingin membunuh Loli, saat sihir angin itu akan mengenai Loli, dalam sekejab Loli melempar sihir sabit anginya, dan lansung memotong sihir kakaknya tersebut.
Dan sihir sabit angin tersebut juga mengenai rambut kakaknya itu, beberapa helai rambut kakaknya beterbangan dibawa angin, kakaknya lansung takut dan seakan tidak percaya dengan kekuatan adiknya itu, padahal dia sudah mengeluarkan sihir pamungkasnya, yang biasanya sihir tersebut dengan mudah membunuh berandalan yang mengganggunya. "Sedikit lagi ke kiri, maka leherku akan terpotong" katanya dalam hati.
"Loli kenapa kamu memiliki sihir begitu hebat,
bagaimana caranya kamu mempelajari itu semua di sekolah dasar sihir", tanya nya penasaran. Saat membalas sihir kakaknya tadi, itu pun Loli masih menahan diri, dan sudah memperhitungkan arah sihir sabit anginya, makanya sihir tersebut hanya memotong beberapa helai rambut kakaknya. Loli menjawab dengan senyuman, "karena aku rajin berlatih bersama dengan teman temanku yang kalian hina tadi" katanya santai.
Lalu kakak Loli menelan ludahnya dan sedikit ngeri, "anak ini beberapa bulan yang lalu masih cacat dan jadi pecundang keluarga, sekarang telah berkembang sejauh ini, dia mungkin mendapat guru yang sangat dermawan dengan ilmunya" gumam kakak loli dalam hati.
Tak lama dia berfikir, Loli melontarkan sihir anginya yang biasa ke kakaknya itu, karena kakaknya sudah kena mental, dia tidak sanggup menahan lagi, pada akhirnya dia juga terjatuh dan terkapar di tanah, tapi dia masih sadar dan bilang sama Loli, "maafkan kakak selama ini Loli.
Karena energi sihirnya juga sudah terkuras, dia lansung melemah. Lalu pembawa acara yang menyaksikan itu lansung bertindak dan menyatakan, "pemenang pertandingan kedua ini adalah, team hanya orang biasa lagi, yaitu Loli. Katanya dengan sedikit kagum.
__ADS_1
Terdengar bisik bisik penonton, "apakah team ini terlalu kuat, sudah dua orang dikalahkan dengan mudah oleh satu orang. Padahal team musuh juga cukup kuat" kata salah satu penonton itu juga sedikit kagum.
Pembawa acara kembali menanyakan, "apakah kamu lanjut atau ganti pemain", "tentunya aku lanjut lagi" kata loli bersemangat.
"Baiklah pertandingan ketiga untuk pertarungan pertama babak ke empat ini dimulai." Sorak pembawa acara itu.
Lalu kakak Loli yang terakhir yang menjadi petarung ke tiga team musuh tersebut.
Kakak Loli yang satu ini sedikit berbeda dari yang lain, dia adalah yang paling bagus dalam hal seni bela diri, meski level sihirnya adalah level 36, tetapi dia sangat cepat dan gesit dalam seni beladirinya.
Saat pertandingan dimulai, Loli yang dari tadi bertarung sudah kelelahan, dan energi sihirnya meski dari tadi di hematnya, tapi sekarang sudah terkuras lebih dari sebagian.
Dia masih memaksakan untuk lanjut kebabak berikutnya, karena tekadnya sudah bulat, untuk menunjukan kalau dia bukanlah anak cacat, dan mampu mengharumkan nama keluarganya seperti kakak kakaknya yang lain.
Pada saat pertandingan dimulai, kakak loli ini tidak merapal mantra, gaya bertarungnya tidak sama seperti kedua kakaknya yang tadi.
Akan tetapi, dia lansung menyerang kearah Loli dan berlari begitu cepat, Loli hanya tenang dan pura pura merapal mantra.
Karena sangat cepat, tak lama setelah itu kakak Loli tersebut mulai mendekat, dan dalam sekejab sudah sampai di belakang Loli, Loli lansung membentuk sihir pertahanan airnya.
Kakak Loli tersebut tidak bisa memukul dengan kekuatan fisik, karena sihir pertahanan air Loli sangat kuat, makanya dia juga merapal mantra sihir anginnya. Karena sihir air sedikit lemah dari sihir angin, maka pertahanan Loli pun tertembus sihir angin kakaknya, itu juga karena Loli sudah terlalu lelah, dan energi sihirnya telah terkuras sebelumnya. Karena itu sihir pertahananya melemah dan dihancurkan.
Saat Loli terdesak, dia hampir pingsan.
Loli mengerahkan semua energi sihirnya yang tersisa, dia menahan kaki kakaknya dengan sihir es, dan kakaknya itu tidak bisa bergerak. Terlihat orang orang yang menonton beserta semua panitia kaget, karena mereka melihat sihir combo tingkat khusus dari Loli yaitu sihir es.
Saat penonton terdiam dan masih ternganga, Loli lansung membentuk sihir air biasa untuk mengakhiri pertandingan, namun sebelum dia sempat melontarkan sihir itu, dia jatuh ketanah dan pingsan karena kehabisan energi sihir.
Pembawa acara pun lansung mengumumkan bahwa pemenang pertandingan itu adalah team kakaknya Loli. "Sungguh pertandingan yang luarbiasa" katanya sambil bertepuk tangan.
Saat loli pingsan, wajahnya terlihat bahagia dan tersenyum, kakaknya pun juga berbisik, "kamu sudah berusaha dengan baik, dan kamu sangat luar biasa adik" katanya sambil tersenyum, dan melepaskan kakinya dari sihir es loli dengan sihir airnya.
Setelah team kakak loli dinyatakan menang, lalu loli dibawa keruangan medis untuk di obati, kedua kakak yang sudah dikalahkannya tadi, beserta ayah Loli lansung mengiringinya.
__ADS_1
Bu mut tentunya juga ikut bersama mereka, akan tetapi Refo dan tiga sekawan tinggal untuk pertandingan berikutnya.
Setelah Loli di obati dan sadar, Ayah dan kakak kakaknya meminta maaf kepadanya,
dan ayah loli menceritakan alasan kenapa dia sangat dibenci dan dikucilkan dalam keluarga.
Ternyata saat melahirkan Loli ibunya meninggal, dan Loli dibesarkan tanpa ibunya.
Setelah mengetahui istri dan ibunya meninggal, ayah beserta kakaknya menyalahkan Loli, karena kehadirannya istri dan ibu mereka meninggal.
Semenjak saat itu, Loli hanya dibesarkan oleh pembantu, apapun yang Loli kerjakan selalu salah dimata mereka.
Loli tidak pernah diperhatikan, yang namanya kasih sayang keluarga itu tidak pernah dia rasakan, makanya saat dia mulai tumbuh, dia mulai nakal untuk mencari perhatian ayah dan kakaknya, yang selalu memandangnya dengan jijik. Tapi mereka masih saja mengabaikannya.
Loli juga terlahir cacat. Saat dia dilahirkan, tidak ada tanda tanda energi sihir di tubuhnya. Pada saat sihirnya dibangkitkan, juga berlevel satu, karena itu semakin memalukan nama kelurganya, dan semakin menambah pundi pundi kebencian mereka pada Loli.
Bukan hanya nakal, tetapi dia juga mulai sombong dan tidak ada sopan santun karena bergaul dengan berandalan, dan pada saat mengetahui itu, ayah dan kakak loli sudah menyerahkan Loli kepada pembantunya, untuk tinggal bersama pembantunya tersebut, akan tetapi biaya untuk kehidupan sehari hari dan sekolahnya masih di berikan. Kesimpulannya Loli sudah dibuang dan tidak dianggap keluarga lagi mulai saat itu.
Dan tadi barulah mereka sadar, saat melihat bakat dan potensi Loli, dia sangat mirip dengan ibunya, pekerja keras dan tidak mudah menyerah. Saat pertarungan terakhir Loli tadi, ayah Loli seperti melihat bayangan istrinya pada Loli, karena itu dia menyadari bahwa Loli adalah anak berbakat yang dititipkan istrinya sebagai kenang kenangan terakhir, dan harus di jaga dengan baik.
Karena itu lah dia meminta maaf pada Loli, dan memeluk anaknya itu untuk yang pertama kali nya. Saat itu Loli juga menangis bahagia, karena telah diakui keluarganya, dan juga sudah mendapat kasih sayang yang dia inginkan selama ini.
Begitu juga kakak kakaknya, mereka dulu saat melihat Loli seperti melihat wajah ibunya, dan karena itu mereka selalu sakit dan sedih saat melihat Loli, karena seperti mengingat kembali saat ibu mereka meninggal. Setelah mendengar penjelasan ayah mereka, mereka juga sedih dan sadar, juga kasihan pada Loli yang sudah menderita selama ini.
Bu Mut juga ikut bahagia menyaksikan kehangatan keluarga tersebut.
Kali ini pertandingan selanjutnya yang maju adalah Refo, tentunya melawan kakak loli yang terakhir tadi.....
.................................
:) (:
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terimakasih.