
Saat refo sampai disekolah, dia mencari tahu dimana kelasnya. Setelah berkeliling sekolah, akhirnya dia menemukan kelasnya.
Lokasinya berada disekitar lingkungan kumuh dekat pembuangan sampah, juga disamping WC sekolah. Ternyata untuk lokasi kelas, juga terpengaruh oleh level biasa atau level unggul, dan juga kelas D sampai dengan S disekolah tersebut.
Kelas Refo sangat tak layak untuk dihuni, kursi dan meja, semuanya rapuh. Dan yang masuk ke kelas ini, semua adalah anak bandel dan juga anak-anak aneh. Seperti, ada yang level sihir tinggi dan dua elemen sihir, tetapi nilai ilmu pengetahuannya nol besar, alias bodoh.
Ada juga anak aneh berbadan besar dan tinggi, yang baru saja mendaftar sudah berkelahi dengan guru. Ada juga anak yang kelihatan cupu tapi pandangan matanya ada niat membunuh. Dan ada juga anak yang suka mencuri barang beharga milik orang lain.
serta memiliki latar belakang yang terkenal karena kejahatan.
Dan satu lagi yang aneh adalah seorang anak bangsawan yang masuk ke kelas ini, yaitu yang nilai ilmu pengetahuannya diurutan kedua kemaren, dia masuk kesini karena sombong, suka membangkang, dan tidak ada etika sopan santun sedikitpun. level sihirnya level satu dan dia memiliki dua elemen, yaitu elemen air dan angin. Biasanya anak bangsawan di kerajaan ini tidak ada yang cacat seperti dia.
Dan selebihnya anak anak normal lainya, yang memiliki level sihir satu dan dua, dengan satu elemen sihir. Biasanya latar belakang anak-anak seperti ini adalah, anak seorang petani atau rakyat biasa. Akan tetapi ada juga anak orang kaya yang memiliki level sihir rendah, biasanya karena faktor keturunan.
Pada saat refo masuk kelas, semuanya telah datang dan sangat berisik..Tetapi setelah refo menyapa mereka, tak ada satupun yang peduli. Anak bangsawan yang sombong dan angkuh itu telah memiliki bnyak teman, tentu saja anak anak kaya lainya dikelas tersebut..
Lalu anak bangsawan itu mulai menyoraki, dan membuli refo dengan nada jijik. "Lihatlah teman teman, anak langka yang tidak memiliki energi sihir telah datang, pasti masa depannya akan suram. Siapa yang akan mau berteman dengan pecundang seperti dia". soraknya ..
hu..... teriak anak anak dikelas itu.
Akan tetapi ada tiga orang anak yang baru datang dan membela refo, mereka mengajak refo untuk mencari tempat duduk bersama. Refo yang terharupun menurut dan mengikuti mereka, dan juga duduk berkelompok dengan mereka. di kelas itu duduk murid berkelompok, satu meja ada sekitar empat atau lima orang.
Anak bangsawan yang sombong itupun terdiam, lalu keringat dingin mengalir di keningnya. Karena ketiga anak yang baru saja masuk, adalah anak-anak berandalan yang bermasalah. Dan juga, mereka memiliki tatapan kejam dan mengintimidasi. Setelah duduk, refo mulai berkenalan dengan mereka satu persatu , dari cara bicaranya mereka adalah anak yang baik.
__ADS_1
Anak yang pertama bernama Rozi, yang kedua bernama Ravit, dan yang ketiga bernama Safar.
Ketiga anak ini sebenarnya anak yang baik. Tetapi pada saat melihat ketidak Adilan dan pembulian, mereka akan menjadi anak-anak yang mengerikan.
Mereka semua telah biasa ditindas dan dibully orang dewasa, karena mereka aneh dan berbeda dari anak anak pada umumnya. Maka dari itu mereka risih dan tak tega melihat refo yang dibully, karena mereka tau sakitnya di bully dan di diskriminasi.
Rozi adalah anak yang baru pertama masuk sekolah, lansung memukul salah satu guru, itu terjadi kemaren pada saat pendaftaran. Karena, guru tersebut memandang jijik kearahnya, dan menertawainya karena tubuhnya up normal, tubuhnya besar dan tinggi pada usia lima tahun.
Level sihirnya adalah 14, dan memiliki tiga elemen sihir. Elemennya yaitu, api, tanah ,dan air, tetapi karena masalahnya yang kemaren, dan juga nilai ilmu pengetahuannya nol besar makanya dia ditempatkan di kelas paling rendah ini.
Ravit adalah anak yang kelihatan cupu, dia memakai kacamata dan stellan nya juga kebesaran, gaya rambutnya pun juga aneh, sekelilingnya botak, hanya menyisakan lingkaran bulat di kepalanya, dan juga sedikit poni tipis didepan. Tetapi dia memiliki niat membunuh setiap saat, baik itu auranya ataupun tatapannya juga ada niat membunuh..
Dirumorkan dia telah membunuh beberapa orang remaja, yang sering membuli dia diumur empat tahun. Karena keanehannya itu, dan juga memiliki nilai ilmu pengetahuan nol besar seperti Rozi, makanya dia juga di tempatkan di kelas ini. Dia memiliki dua elemen sihir, yaitu api dan angin dengan level 11.
Alasan dia mau berteman dengan refo adalah, karena, dia tau refo adalah anak yang pintar, baik dalam ilmu pengetahuan teori sihir ataupun sejarah. Semua orang juga tahu, bahwa nilai ujian Refo di ujian ilmu pengetahuan sempurna.
Maka dari itu akan bermanfaat baginya suatu saat, seperti mencontek ,menanyakan informasi penting bertanya tentang sihir dan sebagainya. Dan dia juga anak yang tidak suka melihat orang dibully dan direndahkan, sama halnya seperti Rozi dan ravit.
Sebenarnya dia juga anak yang baik, dia tak pernah asal-asalan dalam mencuri. Karena ajaran bandit padanya adalah, hanya mencuri uang dari orang kaya saja, tidak mencuri dari orang biasa, ataupun orang yang miskin yang hidup pas-pasan.
Dan juga dia pernah kedapatan mencuri uang seorang bangsawan, dan tertangkap lalu dipukuli dan dibully, pada akhirnya ada seseorang yang baik menyelamatkannya.
Dia memiliki dua elemen sihir yaitu api dan petir, dan berada dilevel sembilan, Safar memiliki elemen sihir terkuat yaitu petir. Namun karena latar belakang, dan juga nilai ujian ilmu pengetahuannya nol besar sama seperti Rozi dan Ravit maka dia juga ditempatkan di kelas ini.
__ADS_1
Melihat keramahan dan kepintaran Refo serta berwawasan luas, maka mereka semua mau berteman dengan Refo yang malang. Refo yang telah berkenalan dengan mereka mulai berbicara satu sama lain .
Tak lama setelah itu sebuah lonceng besar berbunyi di sekolah tersebut, menandakan pelajaran akan dimulai. Beberapa saat kemudian mulai terdengar langkah kaki mendekat ke kelas mereka, suara tersebut terdengar bersama angin yang masuk dari beberapa jendela kaca yang pecah.
"Selamat pagi anak anak". dengan suara tegas acuh tak acuh. guru itupun angkat bicara,
"saya adalah wali kelas kalian tahun ini.
Perkenalkan nama bapak adalah Atrizon, kalian bisa memanggil bapak dengan nama pendek yaitu pak Zon". Dia adalah guru paruh baya berbadan gemuk, dan kelihatanya agak pemalas dan ganas. juga kasar dari cara bicaranya.
Sambil menyalakan rokok dengan sihir api di telunjuknya, pak Zon mulai menatap murid dikelas itu satu persatu. "Ah... semuanya adalah berandalan kecil dan sampah" katanya dengan lantang.
Lalu sambil menghembuskan asap rokoknya, dia mulai bertanya, "apakah ada pertanyaan?" dengan suaranya yang keras dan tegas. "Yang tidak berani bertanya akan bapak bakar sampai menjadi debu", candanya sambil tertawa seram.
Lalu dia bicara lagi, "bapak berada dilevel 300 dan memiliki tiga elemen sihir, yaitu, sihir api, sihir petir, dan sihir angin,, jadi kalian jngan coba coba ada niat untuk melawan bapak, dasar para kecebong kecil " katanya, sambil menatap kearah Rozi. Dan dengan menunjukan aura sihir yang begitu besar serta mengintimidasi dia bertanya lagi "sekali lagi bapak ulangi, apakah ada dari kalian yang ingin bertanya?"
Namun tidak ada jawaban, jangankan untuk berbicara menatap saja tidak ada yang berani. Dan semuanya ketakutan dan berkeringat dingin sambil menunduk.
kecuali 4 orang yaitu.....
........._________...........
.........______.........
__ADS_1
.................