
Setelah melompat beberapa kali dan bertarung hebat di udara, hingga menghancurkan satu poggokan tanah untuk pijakan Refo tadi, sekarang mereka masih bertarung dengan hebatnya.
Tak lama setelah itu, iblis tersebut terkena tinju kanan Refo yang sangat kuat, tinju itu tepat memukul titik lemah manusia, namun daya tahan tubuh iblis itu sangat kuat, yang membuat tinju Refo itu tidak berefek sedikitpun pada tubuhnya.
Padahal itu adalah kekuatan fisik Refo yang sangat luar biasa setelah diperkuat oleh kekuatan pedang hitam tersebut, namun iblis itu hanya terlempar saja, dan terpuruk kedalam tumpukan tanah yang hancur tadi, lalu merosot jauh kedalam lubang besar yang dalam itu.
Tak lama setelah itu, iblis tersebut tiba tiba menjadi monster yang sangat mengerikan, dan mengeluarkan aura sihir hitam pekat yang jauh lebih kuat lagi dari aura kuat sebelum nya.
Ternyata dia sudah menjadi iblis sepenuhnya setelah terdesak dan dijatuhkan Refo kedalam lubang gelap itu.
Punggungnya sudah menumbuhkan sayap iblis yang penuh dengan aura kegelapan, sayap itu bisa digunakan untuk mencabik cabik musuh karena sangat tipis dan tajam, yang lebih menakutkan lagi, tentunya sayap tersebut juga bisa digunakan untuk terbang.
Sekarang dia lansung terbang dengan kecepatan luar biasa kearah Refo. Terdengar dari dalam lubang yang gelap itu seperti bunyi pedang yang memotong sesuatu berulang kali. Bunyi itu berasal dari sayap iblis tersebut yang bergesekan dengan udara pada saat terbang dengan kecepatan kilat.
Refo merasakan aura jahat itu semakin kuat dan mendekat kearahnya dengan kecepatan kilat, lalu dia lansung tenang dan mulai serius.
"Putri... pinjamkan aku semua kekuatan yang kamu punya sekarang, jika tidak semua orang yang ada disini akan dimusnahkan tentunya termasuk teman mu ini," kata Refo yang berbisik didalam hati setelah menyadari kekuatan nya saat itu tertinggal jauh dari kekuatan monster iblis yang mendekat itu.
Untuk berhadapan dengan monster yang mengerikan itu, yang terpikir oleh Refo saat itu hanya satu cara, yaitu... dia harus memakai full kekuatan dari satu persen kekuatan pedang hitam nya itu.
Putri yang juga menyadari kekuatan iblis itu tiba tiba meningkat, lalu dia lansung mengeluarkan semua kekuatan nya saat itu, dan mentransfer semua kedalam pedang tersebut.
Refo yang sudah merasakan kekutan pedang itu menjadi lebih kuat dari sebelum nya, lansung menggenggam tangkai pedang itu dengan kedua tangannya.
Dan juga,, setelah dia melihat arai untuk melindungi penonton itu sudah sempurna dia juga menjadi semakin lega dan tidak mengawatirkan penonton lagi saat bertarung.
__ADS_1
Setelah iblis itu terbang dari dasar lubang itu, tak butuh waktu lama dia sudah sampai di atas langit, tepat melayang diatas kepala Refo.
Lalu dia mengeluarkan kuku tajamnya dan membentuk nya seperti pedang.
Ekor iblis nya yang kuat dan beracun itu juga dijadikan sebagai senjata berbahaya, dan itu lansung diposisikan untuk membunuh Refo.
Setelah itu dia terbang sambil membawa senjata alaminya itu, dan semakin dekat dengan Refo. Saat dia akan mengenai Refo, dalam sekejab Refo mengayunkan pedang nya itu secara pelan ke arah monster iblis tersebut.
Dengan tekanan kuat beserta aura luar biasa dari pedang itu, monster iblis tersebut lansung terkena tebasan itu, dia tidak bisa mengelak karena saat itu dia masih melayang di udara dan juga sangat cepat kearah Refo, tepat nya dia di tebas saat satu meter jarak nya didepan Refo.
Saat itu terjadi, sama halnya seperti sebuah apel yang dilemparkan kearah mata pedang yang tajam.
Kekuatan asli dari pedang itu berhasil digunakan Refo, namun dia tidak mengayunkan pedang itu dengan cepat, karena itu iblis tersebut tidak ter tebas lansung oleh pedang tersenut, namun monster iblis itu terhempas karena tekanan udara yang disebabkan oleh tebasan dahsyat pedang tersebut.
Karena itu Refo tadi lansung mengangkat pedangnya itu supaya tidak ada yang terkena dampak kekuatan dahsyat pedang itu, lalu dia memasuk kan kembali kekuatan dahsyat itu kedalam pedang tersebut.
Untung nya Refo cepat menyadari dan mengangkat pedang itu, karena memang benar pelindung itu tidak pecah, dan penonton sudah aman, namun pada saat Refo mengangkat pedang nya itu keatas terlihat awan di atas langit sana tiba tiba terbelah.
"Apakah ini kekutan asli pedang ini, ini baru satu persen kekuatannya, bahkan juga baru sedikit ayunan saja, tapi efeknya sangat dahsyat dan sejauh ini."
"Jika tadinya aku tidak menyadarinya dan terlambat menghentikan nya, mungkin saja penonton dan arena yang ada depan mata pedang ini sudah rata dengan tanah." Gumam Refo yang terkagum kagum setelah mengetahui kehebatan kekuatan pedang itu.
Lalu monster iblis yang terkena dampak lansung dari tekanan udara pedang itu, sekarang terkapar di dalam lubang gelap itu, bahkan tubuhnya terpuruk jauh kedalam tanah di dasar lubang itu.
Setelah Refo merasa lega karena sudah menang, tiba tiba sihir tanah kuat menutup lubang besar itu seketika, yang membuat pijakan diarena itu menjadi sangat banyak, namun penuh dengan tanah runcing seperti duri besar yang bergantian keluar masuk menusuk dari arena itu.
__ADS_1
Panitia dan semua yang menyaksikan itu tidak bisa berkata kata sedikit pun, dan hanya bisa pasrah saat menyaksikan kekuatan diluar nalar manusia tersebut. Pada saat itu mereka sudah pasrah, dan hanya mengandalkan Refo untuk bertahan hidup.
Jika Refo kalah mereka akan tewas semuanya. Mereka bergantung kepada Refo karena tadi mereka melihat Refo masih sadar, dan dalam bentuk manusia, bahkan Refo selalu melindungi mereka dari serangan sihir api kuat musuh tadi.
Karena itu dengan wajah cemas yang penuh harapan, mereka terus menatap Refo yang masih bertarung dan mengelak dari serangan sihir tanah musuh tersebut.
Refo yang mulai kelelahan karena terus berlari dan menghindari serangan sihir tanah yang sangat bnyak dan tajam itu, dalam seketika menjadi marah.
Lalu dia menghentakkan pangkal pedang nya yang sudah full kekuatan satu persen lagi ketanah, dan membuat tanah runcing sepeti duri itu berhenti dalam sekejab, dan tanah itu kembali rata lagi seperti pada awal nya.
Namun efek yang dirasakan penonton sangat mengerikan, sama seperti mereka sudah terkena gempa besar yang baru saja melanda mereka di sana.
Setelah melihat itu, Refo menyadari dia tidak akan bisa bertarung dengan bebas, karena dampak dari kekuatan pedang itu sangat besar dan luas, yang bisa melukai semua orang bahkan akan bisa menghancurkan kota itu jika dia tidak berhati hati.
Makana Refo terus menahan diri dan bertarung normal sambil mencari celah.
Pada saat dia menyerang Refo dengan sihir tanahnya, monster iblis itu tadinya bersembunyi didalam tanah. Akan tetapi sihirnya itu baru saja dihentikan oleh Refo, bahkan dia terkena hentakan kuat dari pedang Refo itu, makanya dia keluar dari tanah tempat persembunyianya itu, Lalu menyerang Refo lagi.
...........................................
:) (:
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih. jangan lupa like.
__ADS_1