PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
Episode 42 Lolos Ke babak Final


__ADS_3

Setelah itu Rozi dan Loli lansung berlari kearah teman temannya, tentunya untuk menolong safar dan Ravit yang masih terjebak, Refo juga sudah berada disana, dan bertarung dengan dua orang yang menjebak Safar dan Ravit itu.


Pertarungan itu terlihat imbang, karena musuh juga kuat, baik itu dari segi bela diri, ataupun ilmu berpedang nya. Bela diri mereka hampir sama dengan Refo yang gesit dan mengetahui titik lemah lawan. Pertarungan itu imbang, bukan berarti Refo menahan diri, ataupun tidak memakai jurus pedang spesial nya, itu karena Refo di keroyok oleh dua orang itu, itulah mengapa mereka berhasil menahan jurus jurus pedang Refo yang kuat, dan membuat Refo kesulitan dan pada akhirnya lebih memilih untuk bertahan sampai bantuan dari Rozi dan Loli datang.


Karena sudah terlalu lama menahan dua orang itu, Refo mulai terdesak karena mulai kelelahan. Saat Refo semakin terdesak, tangan Refo sudah berhasil dilukai musuh dan berdarah, untungnya saat musuh akan menjatuhkan Refo, Rozi dan Loli lansung menolong, dan melontarkan beberapa sihir kepada musuh, akhirnya musuh sedikit mundur, dan Refo terbebas lalu dia mendekat ke arah Rozi dengan luka nya itu.


"Kamu tidak apa apa Refo" tanya Loli yang perhatian, "aku baik baik saja, ini hanya luka ringan, tidak perlu khawatir, aku akan menghentikan darahnya dulu", kata Refo yang mulai merobek bajunya, dan mengikat luka yang masih bercucuran darah itu.


Lalu Loli dan Rozi mengangguk paham, dan saat itu mereka berdua terlihat marah, "mereka bermain licik, dan juga tidak berbelas kasih, malah sampai melukai team kita, akan aku balas 10 kali lipat", kata Rozi geram. "Jangan gegabah dan balas dendam, kita sekarang di dalam sebuah pertandingan, jadi wajar saja mereka memainkan strategi, dan melukai musuhnya, tetap tenang dan serang saja mereka secara normal" kata Refo menenangkan Rozi.


Lalu Rozi teringat satu hal penting yang seharusnya ditanyakan dari awal, "bagai mana keadaan Safar dan Ravit" kata Rozi. Refo lansung menepuk jidat karena lupa, "mereka tidak apa apa, sepertinya mereka hanya pingsan karena sesak nafas, mereka tidak bisa bernafas karena tadinya sangat banyak asap di lubang itu, yang terbentuk dari benturan sihir, cepat bantu keluarkan mereka" kata Refo.


Karena Refo sibuk bertarung dari tadi, dan juga sedikit panik karena luka yang di dapat, makanya dia juga lupa. Untungnya Rozi bertanya, dan akhirnya mereka mengingat hal penting yang terlupakan itu.


Rozi lansung menaikkan tanah dalam lubang itu, tepat di tempat Safar dan Ravit pingsan, perlahan naik ke atas dengan kekuatan sihir tanah Rozi. Beberapa detik kemudian mereka pun berhasil di keluarkan, akan tetapi mereka kelihatan compang camping, dan penuh arang.

__ADS_1


Tadi saat terjebak, Ravit dan Safar masih menggunakan perisai sihir mereka, dan tidak mampu sedikit pun di tembus oleh sihir musuh. Akan tetapi mereka tidak bisa keluar, karena lubang itu cukup dalam, dan mereka tidak bisa menggunakan sihir tanah, makanya mereka memilih bertahan di dalam lubang, dan akhirnya asap yang di timbulkan oleh benturan sihir tersebut membuat mereka sulit bernafas, dan mereka pun pingsan.


Namun saat mereka pingsan, mereka masih duduk dan membentuk perisai sihir, saat mereka di keluarkan Rozi tadi, perisai sihir itu masih ada meskipun tipis.


"Lihat anak anak itu sudah pingsan, tapi perisai sihirnya masih terbentuk, apakah itu mungkin? Biasanya kesadaran lah yang akan mengendalikan sihir, namun berbeda dengan anak anak itu, setelah mereka pingsan masih saja ada perisai yang aktif. Anak anak ini sangat luar biasa, seolah olah saat mereka pingsan masih bisa mengendalikan sihir nya. Mereka bisa melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan, meski sudah kita latih selama bertahun tahun tetap tidak bisa."


"Namun mereka bisa melakukan itu. Meskipun di lakukan tanpa sengaja, tetap saja bakat anak anak itu tidak bisa di anggap remeh, apalagi di umur mereka yang masih lima tahun, atau terbilang masih kecil, mereka sudah memiliki bakat sehebat itu, tentunya masa depan mereka pasti akan cerah, dan tidak akan terbatas" kata kesatria kerajaan, dan beberapa petualang kuat lainya yang kagum.


"Bagai mana pendapatmu tentang anak anak ini", tanya raja kepada penasihat kerajaan yang berdiri di sampingnya. "Menurut pendapat hamba, itu mungkin hanya reflek dari tubuh anak anak itu, untuk melindungi diri mereka dari bahaya. Meskipun dilakukan tanpa sengaja, anak anak ini memang sangat berbakat" kata penasehat kerajaan itu menjelaskan kepada raja. Raja pun mengangguk sambil merapikan jenggotnya.


"Aku juga sudah terluka, sepertinya tidak bisa bertarung lagi, Rozi tolong bantu Loli, sisanya akan aku serahkan pada kalian berdua" kata Refo. "Baiklah, tenang saja, akan kami selesaikan dengan cepat" kata Rozi yang sedikit emosi atas perbuatan dua musuh itu.


Tadi saat Rozi mengeluarkan Ravit dan Safar dari lubang, Loli maju dan menghadang kedua musuh itu. Pertarungan sihir juga kelihatan imbang, meski 2 vs 1, tapi Loli berhasil mengimbangi sihir mereka.


"Adik kalian sekarang sudah jauh berubah, dan dia semakin kuat, tidak seperti yang dulu lagi. Kalian juga harus berlatih dengan serius, tentu saja berlatih bersama mereka dan Bu mut akan lebih bagus lagi, ayah akan berusaha membujuk Bu mut untuk melatih kalian juga, supaya kalian tidak terlalu jauh ketinggalan oleh adik kalian."

__ADS_1


"Dan pada saat itu, kalian juga harus bersemangat" kata ayah Loli memberi nasihat, serta menyemangati kakak kakak nya, yang dari tadi menonton pertandingan tersebut dari kursi VIP. "Baik ayah, kami akan berusaha lebih keras lagi" kata mereka kompak dan bahagia.


Lalu saat Rozi akan membantu Loli, Refo mengingatkan Rozi supaya tidak terbawa emosi. "Ini hanya pertandingan biasa, dan lawan kita tidak terlalu kuat, sepertinya kita tidak perlu menggunakan sihir tingkat tinggi, apalagi tingkat khusus kepada mereka, serang mereka dengan sihir biasa saja" kata Refo yang duduk disamping Ravit dan Safar, sambil menahan rasa sakit di tangannya.


"Baik lah.. akan kami atasi" kata Rozi yang penuh semangat. Dia lansung maju dan membantu Loli, lalu Rozi menyerang dengan sihir api beruntun nya, saat terkena sihir api dari Rozi, perisai sihir musuh mulai retak. Loli juga menyerang dengan sihir angin nya, dan perisai musuh hancur seketika, untuk mengakhiri pertandingan, Rozi dan Loli sama sama menyerang dengan sihir air, dan akhirnya dua orang itu terpental, tentunya juga basah kuyup oleh air.


Karena mereka sudah kehabisan energi sihir, dan juga sudah lelah setelah menghadapi Refo, dan juga menghadapi Loli tadi, mereka tidak bisa bangkit lagi, dan mereka menyerah, "wasit kami menyerah.." kata mereka lemas.


..........................................


:) (:


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2