
Di malam hari kedua ini, yang beristirahat seperti biasa hanya Loli, Refo dan tiga sekawan tetap terjaga.
Ada juga beberapa peserta yang tereliminasi malam ini. Karena terlihat dari beberapa sinyal minta tolong untuk menyerah ditengah hutan tersebut.
Karena besok adalah hari terakhir, dan babak kedua ini akan selesai besok sore, maka Refo dan team harus lebih cepat, karena Refo dan team sering menemui banyak masalah dalam perjalanan, makanya mereka masih separoh jalan. Lalu mereka memutuskan untuk berangkat disubuh hari, dan tidak menunggu matahari terbit dulu.
Dan saat sebuh, mereka membangunkan Loli dan melanjutkan perjalanan.
Tak jauh dari tempat itu, Ravit merasakan perasan membunuh yang sama seperti saat mereka tersesat dihutan sihir sebelumnya.
Ternyata filing Ravit memang sangat tajam, tak lama setelah Ravit memberi tahu mereka, mereka lansung dihadang oleh tiga ekor monster serigala berlevel 150.
Pengawas yang menyaksikan itu ingin menolong mereka, karena mereka telah menjadi peserta favorit nya.
Namun tidak bisa, karena saat pengawas membantu berarti ditandai dengan menyerahnya peserta.
Maka dari itu pengawas tersebut mengundurkan niatnya untuk menolong team Refo, dan menunggu Refo dan teamnya melontarkan sinyal minta tolong. Akan tetapi yang terjadi berbeda dengan apa yang di pikirkan pengawas tersebut.
Refo dan tiga sekawan yang kesal karena monster serigala, lansung menyerang dengan sihir kuat. Refo menebas satu ekor monster serigala tersebut dengan pedang nya, saat itu pedang Refo tiba tiba terasa jadi lebih ringan saat di ayunkan. Itu mungkin karena telah menyerap energi sihir hitam musuh yang besar tadi malam.
Kepala monster serigala level 150 tersebut lansung terpenggal oleh Refo, "kekuatan dan kecepatan yang menakjubkan" kata pengawas tersebut dari jauh.
Lalu Ravit melontarkan sihir badai anginya yang begitu dahsyat, dan mencabik cabik kedua serigala yang tersisa, dan kedua serigala tersebut lumpuh tiak bisa bergerak lagi, lalu Safar menyambar dengan sihir petirnya, setelah itu Loli juga membekukan serigala tersebut dengan sihir es nya, dan terakhir Rozi meleburkan tanah dengan sihir combo nya, sehingga terbentuklah magma dan menghanguskan kedua serigala tersebut sekaligus, setelah mereka memastikan gerombolan serigala tersebut benar benar tewas, barulah mereka kelihatan tenang dan kembali santai.
"Apa...?" kata pengawas tersebut kaget lagi,
"mereka juga bisa menggunakan sihir khusus yaitu sihir combo...?", "sekuat apa anak anak ini. Dan juga dari kemaren saya perhatikan mereka tidak merapal mantra, mungkin ada sesuatu yang spesial, yang mereka sembunyikan" pikir pengawas tersebut di dalam hati.
Tapi dia tidak berani bertanya. Karena tugasnya hanya mengawasi dan menyelamatkan saat terdesak. "Anak anak ini adalah masa depan kerajaan perunggu ini", katanya lagi dengan wajah bahagia. Terlihat magma menerangi hutan yang masih gelap, bergelembung dan mengeluarkan asap. Lalu loli menghujani dengan sihir air nya, supaya tidak menarik perhatian lagi.
Mereka beristirahat sebentar untuk memulihkan kekuatan sihir. Dan mereka pun naik level, karna telah mengalahkan tiga monster sihir serigala belevel 150 tersebut.
__ADS_1
Level mereka naik drastis, Rozi sekarang berlevel 50, Ravit berlevel 48, Safar berlevel 46, dan Loli berlevel 42.
Sedangkan Refo masih level 0 seperti biasanya, namun pedangnya seperti hidup, semakin mendapat darah dan energi sihir, maka semakin ringan dan kuat, bahkan semakin tajam juga.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan.
Sekarang matahari telah terbit, dan menara tempat tujuan juga sudah terlihat, namun saat di perjalanan, terdapat banyak jejak pertarungan yang masih baru, mungkin itu terjadi tadi malam.
Di berbagai tempat tidak jauh dari lokasi team Refo sekarang, juga masih terdengar suara pertarungan, namun refo dan kelompoknya mengabaikan suara tersebut, dan terus lurus menuju ke arah menara yang telah ditetapkan.
Tempat tujuan tersebut berbentuk kastil yang dibuat dari sihir tanah tingkat tinggi.
Terlihat kokoh dan tinggi, dari kejauhan terlihat seperti sebuah menara, dan menara tempat tujuan itu berada ditengah hutan, makanya mereka selalu berhati hati dengan musuh beserta jebakan.
Semakin dekat Refo dengan menara, terlihat semakin banyak juga musuh yang menanti, dan beberapa jebakan telah berserakan dimana mana. Lalu terdengar suara panitia dari kejauhan, tentu saja menggunakan sihir pengeras suara, yang memberi pengumuman bahwa, yang sudah lulus ada sekitar 10 team. "Mereka sangat cepat." pikir Refo, begitu juga teman temanya yang lain.
Masing masing dari team yang sudah lulus, rata rata mereka hanya membawa dua gulungan. Akan tetapi di dalam peraturan, tidak ada larangan untuk membawa lebih dari dua gulungan.
Seperti anak anak kuat yang semuanya berlevel 50 kemaren, mereka membawa 12 gulungan. Yaitu enam gulungan air dan enam gulungan api, tapi panitia tidak mempermasalahkan hal tersebut, malahan panitia sedikit bangga dan bahagia. Tetapi beberapa team lain yang menyaksikan itu sedikit ngeri dan takut pada team kuat tersebut.
Bu mut juga masih menunggu team Refo.
Kalau seandainya murid mereka telah kalah, atau tereliminasi maka gurunya akan dipanggil, dan pergi dari ruangan tersebut untuk membawa muridnya pulang, begitu juga dengan guru pembimbing guild hitam tadi, dia telah ditangkap oleh pihak kerajaan.
Dua guru dari sekolah refo juga telah pergi menemui muridnya, dan saat babak kedua berakhir, maka yang gagal akan pulang ketempat asal masing masing.
Dua hari telah berlalu, dan pertandingan babak kedua ini hanya tersisa kurang lebih tiga jam lagi, Refo dan team juga mempercepat langkah menuju menara tersebut.
Setelah dekat menara, mereka bertemu beberapa musuh, dan mereka mengalahkan musuh tersebut, sayang nya beberapa musuh dekat menara tersebut sudah tidak memiliki gulungan sama sekali. Sekarang gulungan team Refo masih sama seperti sebelumnya, yaitu ada 16 buah gulungan, delapan gulungan api dan delapan gulungan air.
Mereka juga melewati jebakan musuh dengan mudah, karena mereka memiliki sihir mata penilai untuk melihat situasi disekitar.
__ADS_1
Terakhir mereka bertemu dengan enam team sekaligus yang sudah mengepung mereka, keenam team tersebut tidak memiliki gulungan satupun.
Tadi sebelum mendekat ke menara, Refo telah membuat strategi, makanya sekarang dia akan menjalankan strategi tersebut.
Saat terkepung Refo menunjukan dua gulungan, yaitu satu gulungan api dan air, seakan akan mereka hanya memiliki dua gulungan tersebut, dan gulungan lainnya ditumpuk dengan botol air minum didalam tas Loli.
Lalu dengan santai Refo melemparkan dua gulungan tersebut ketengah tengah enam team tersebut, "baiklah akan kami berikan gulungan kami ini, kami sudah lelah, dan tidak akan sanggup lagi bertarung, silahkan ambil, kata Refo.
Dan seketika keenam kelompok itu berlari kearah gulungan yang dilempar Refo, dan mereka bertarung untuk memperebutkannya.
Lalu team Refo dengan santai mulai masuk kedalam menara tersebut.
Setelah sampai disana hari sudah siang, dan hanya sampai sore ini waktu babak kedua.
Terlihat sudah ada 40 team yang lolos dan berkumpul. Lalu Refo dan team memberikan gulungan yang mereka dapat ke panitia, panitia juga ngeri dan terkejut bangga lagi, mereka membawa 14 gulungan, yaitu 7 gulungan air dan 7 gulungan api.
Team mereka menjadi posisi nomor satu di papan pengumuman, sedangkan posisi nomor dua adalah team yang semua anggotanya berlevel 50 tadi.
Bu Mut bahagia melihat mereka baik baik saja. Meski mata Refo dan tiga sekawan memerah karena kurang istirahat. Akan tetapi anak anak lain yang telah lolos juga sama.
Tak lama setelah itu, masuk beberapa team lagi,bdan hari pun sudah sore, sudah ada 47 team yang lolos dari 250 team.
Saat saat terakhir ada satu team terakhir yang masuk, yaitu salah satu team yang memperebutkan gulungan yang dilempar Refo tadi, mereka kelihatan lemas dan compang camping setelah bertarung.
Setelah itu babak kedua ditutup. Semua yang lolos berjumlah 48 team. Tadi saat bertemu Bu Mut, dia kaget melihat perkembangan level mereka, yang tadinya sebelum masuk hutan mereka baru berlevel 30 han, sekarang Rozi sudah level 50, Ravit level 48, Safar level 46 dan loli level 42, "bagus... bagus.." kata Bu mut, "mari kita pulang ke penginapan, dan istirahat dulu, karena dua hari lagi akan dilanjutkan dengan babak ke tiga."
Lalu mereka semu balik ke penginapan..
...............................................
:) (:
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih, jangan lupa like, vote, komentar, dan klik tombol favorit ya..