PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
Episode 81 Batu Sihir


__ADS_3

Lalu raja melihat ke arah team Refo dan masih saja terkagum kagum; "Kelompok ini sungguh berhati mulia, meskipun mereka memiliki kelebihan, tapi tetap baik dan rendah hati."


"Dan untuk anak ini...! belum membangkitkan kekutan sihir saja sudah sangat kuat, bahkan lebih kuat daripada aku, apalagi jika dia membangkitkan kekuatan sihir dimasa depan.? mungkin kekuatannya sangat luar biasa dan bisa menguasai dunia ini."


"Jika dipikir pikir lagi, dia sangat cocok dengan Dina, kalau suatu saat mereka menikah tentu saja dia adalah kandidat yang sempurna untuk mengantikan ku menjadi raja dimasa depan." gumam raja yang berangan-angan terlalu tinggi.


Raja yang sudah paham akan kekutan dahsyat Refo itu menjadi lega. Lalu dia memutuskan untuk tidak menganggu waktu istirahat mereka lagi.


Bersama dengan ratu, raja tersebut lansung pamit dan menyuruh mereka untuk bersenang senang dan beristirahat.


"Semuanya saya bersama istri saya akan beristirahat dulu, jika membutuhkan sesuatu minta saja kepada pelayan."


"Untuk keamanan semuanya tidak perlu khawatir saya sudah menyiapkan beberapa pengawal kuat untuk menjaga ruangan ini.


Selamat beristirahat, sampai jumpa besok" kata raja tersenyum puas.


Ratu juga tersenyum dan pamit pada mereka semua.


Tadi raja juga sudah bercerita panjang lebar dan memastikan sekali lagi tentang asal sekolah mereka, tentu semuanya dijawab jujur oleh mereka.


Karena itu raja mengatakan akan memberi bantuan kepada sekolah mereka tersebut, dan menjadikan sebagai sekolah elite, serta memberi beberapa sumber daya yang berguna untuk berlatih, dan meningkatkan kekuatan anak anak tersebut.


Mereka bahagia mendengar itu, karena sekolah kenang kenangan mereka bersama pak Zon tersebut akan direnovasi, tentunya akan menjadi lebih bagus lagi. Jika pak Zon masih hidup dan menyaksikan perjuangan mereka untuk mencapai itu semua, mungkin saja pak Zon akan sangat bangga pada mereka.


Akan tetapi untuk sekarang mereka sudah membuktikan, bahwa murid didik dari guru yang di anggap tidak berguna, dan sering di anggap remeh oleh sekolah tersebut, sudah berhasil mengharumkan nama sekolah, tentunya juga membersihkan nama pak Zon.


Hal tersebut mungkin sudah membuat arwah pak Zon yang menyaksikan itu menjadi tenang di alam sana.


Setelah raja pergi Refo dan anak anak lain bertanya pada Bu mut;


"Bu...? kami belum terlalu mengerti apa itu cincin ruang dan batu sihir..! sebelum tidur bisakah ibu menjelaskanya.?" kata Rozi yang mewakili semua teman temanya untuk bertanya.


"Tentu saja... Malam masih panjang, dan kita masih mempunyai banyak waktu untuk bercerita." Kata Bu Mut sambil tersenyum.


Memang benar pada saat itu masih jam sembilan malam. Karena tadinya Raja dan ratu hanya setengah jam saja menganggu waktu mereka, di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Baiklah. Kalian mau tahu tentang batu sihir dulu atau tentang cincin ruang.?" kata Bu mut seperti seorang ibu yang akan membacakan sebuah buku dongeng kepada anak anaknya sebelum tidur.


Mereka semua telah berkumpul mengelilingi Bu Mut ditengah ruangan tersebut. Tentunya dengan beberapa cemilan dan minuman hangat.


Sedangkan ayah Loli hanya melihat dari balik jendela. Sambil minum kopi dia berbincang-bincang dengan beberapa orang penjaga yang sudah disiapkan raja tadi.


"Batu sihir dulu Bu....!" Kata Loli manja. Kakak-kakak Loli mengangguk setuju dengan pendapat adiknya itu.


"Lebih baik tentang cincin ruang dulu bu.! Kami sangat penasaran tentang itu...! " kata Rozi yang sedikit tidak sabar. Yang lain juga mengangguk setuju dengan pendapat Rozi tersebut.


Refo hanya diam saja, dan tidak memihak kepada kubu mana pun, dalam pikirannya yang manapun terlebih dahulu tidaklah penting, karena nantinya juga akan di ceritakan Bu mut semuanya.


Tak lama setelah itu mereka ribut seperti dua orang anak kecil, yang berebut untuk meminta bacakan buku dongengnya terlebih dahulu kepada ibunya.


Ayah Loli yang menyaksikan itu hanya tersenyum bahagia sambil menatap Bu mut dari kejauhan.


"Hmz.....! ". Bu Mut berdehem kecil untuk menenangkan mereka.


"Semuanya jangan ribut....! karena untuk menceritakan tentang cincin ruang membutuhkan waktu lama, maka akan ibu ceritakan terakhir. Sekarang ibu akan memberitahu kalian tentang batu sihir terlebih dahulu." kata Bu mut sambil tersenyum.


Loli tersenyum puas akan kemenangan besarnya itu.


"Baik Bu...! " kata mereka serentak menurut saja dengan keputusan Bu Mut. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk mendengar penjelasan Bu Mut tersebut.


"Batu sihir adalah sebuah batu yang berbentuk seperti batu beharga lainya, tetapi didalamnya terdapat berbagai macam energi sihir."


"Energi sihir dari yang lemah sampai yang kuat bisa ditemukan di dalam batu-batu sihir tersebut. Itu juga tergantung dari kelangkaan, dan dari pohon tingkat berapa batu tersebut didapatkan." Kata Bu mut yang mulai serius menjelaskan.


"Pohon.....?" Kata mereka bingung.


Bu Mut yang melihat mereka kebingungan melanjutkan penjelasanya;


"Batu sihir itu di dapat dari sebuah pohon suci yang sangat besar yang berada didalam dungeon level terdalam"


"Dipohon tersebut juga ada beberapa monster kuat yang juga mengkonsumsi batu batu tersebut."

__ADS_1


"Pohon Besar itu memiliki 100 tingkatan, setiap ranting ditingkat tersebut sangat luas seperti tanah yang berada di dalam hutan, sangat gelap dan lembek, karena disana dipenuhi oleh daun pohon besar tersebut yang menutup cahaya. Bahkan saat kita berdiri, daun tersebut bisa dijangkau dengan mudah."


"Apakah Bu Mut sudah pernah kesana..? kenapa Bu Mut bisa mengetahui rahasia petualang tersebut...?" kata Ravit bertanya yang mewakili semua teman temanya yang juga ingin tahu itu.


"Benar....! Dulu ibu adalah seorang petualang.


Pada saat ibu sudah kenal dengan pak Zon, pak Zon kalian itu sudah kuat juga, dan sudah berani untuk berburu didalam dungeon."


"Kami membentuk team lima orang, Ibu bersama dengan pak Zon, dan tiga teman lainnya yang bisa di sebut sebagai senior kami, yang merupakan petualang berpengalaman.


Pada saat itu team kami masuk ke dalam salah satu dungeon dan pergi ke pohon tersebut."


Tiba-tiba Refo bertanya; "Tunggu sebentar Bu..! Apakah disetiap dungeon juga tumbuh pohon suci seperti itu Bu....?"


"Dari pengalaman para petualang yang sudah masuk ke berbagai dungeon, ada beberapa yang mereka temui memiliki pohon suci tersebut, dan ada juga yang tidak ditemukan itu karena faktor level dungeon juga" Kata Bu mut menjelaskan.


"Ternyata begitu ya Bu..! saya kira itu hanya di dalam satu dungeon saja.!" kata Refo.


Setelah itu Bu mut mengangguk pada Refo, dan melanjutkan penjelasannya.;


"Pada saat itu kami sudah sampai di Level 65 tingkatan pohon tersebut, tentunya kami sudah menghasilkan bnyak batu sihir."


"Tapi kejadian yang tidak kami inginkan terjadi. Ditingkat itu monster monster pemakan batu sihir itu sangat kuat..! mereka mengejar kami sampai sampai kami semua sudah pasrah akan mati disana saat itu."


Tapi ketiga kakak baik itu yang merupakan senior petualang kami itu, mereka mengorbankan diri mereka untuk melindungi kami. Pada saat itu mereka menyuruh kami untuk keluar dari sana, sedangkan mereka terus bertarung dan menghadang semua monster yang mengejar kami."


"Ibu dan pak Zon yang baru pertama kali kesana dengan bimbingan mereka, tentunya mereka sudah menganggap kami seperti adik mereka yang beharga, saat itu mereka menyayangi kami dan bertanggung jawab menjaga kami."


"Karena mereka menahan monster-monster tersebut, makanya ibu bersama pak Zon bisa lari dari tingkat tersebut. Setelah itu kami tidak pernah lagi memasuki tingkat 65 atau tingkat tertinggi yang bisa kami capai itu."


"Itu....? pada saat itu ibu pasti sangat sedih karena tidak memiliki jalan lain lagi selain meninggalkan mereka orang orang baik itu disana." kata Loli yang sudah berlinang air mata.


........................................................


...:) (:...

__ADS_1


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Terimakasih.🙏🤗


__ADS_2