
Team petualang lemah itu lansung berkeringat karena kepanasan, bukan hanya itu setelah menerima sihir kuat dari Rozi, mereka juga terlihat canggung dan cemas.
Tidak memberi kesempatan pada musuh, Loli juga ikut menyerang dengan sihir angin, telihat sihir api Rozi dan Loli seperti sihir combo, namun mereka buat seolah olah tidak sengaja tergabung, karena itu sihir api Rozi menjadi besar, dan saat di lontarkan ke musuh, dalam sekejab lansung memecahkan perisai sihir musuh. Namun penonton dan panitia tidak ada yang mengomentari hal tersebut, karena memang seperti sihir biasa yang tidak sengaja tergabung.
Setelah team petualang lemah itu terdesak, mereka membuat rencana. "Ayo kita berpencar" kata mereka sambil melangkah mundur dari jangkauan sihir team Refo. Lalu mereka membagi team nya menjadi dua kelompok, dua orang lari ke sisi kanan, dan dua lagi lagi berlari ke sisi kiri, sedangkan ketua team mereka yang sudah pingsan dibiarkan saja tergeletak di tengah arena.
Mereka sama sama berlari, dan mulai melontarkan sihir kearah team Refo, seperti memancing team Refo untuk menyerang dan mengejar mereka. Lalu Refo mengintruksikan untuk mengejar mereka, Refo juga memberi peringatan kepada teman temanya untuk berhati hati, dan harus selalu tenang.
Refo sudah tau, kalau mereka sekarang masuk kedalam pemainan yang di rencanakan musuh, dan berkemungkinan besar itu adalah jebakan untuk team nya. Namun dia percaya kepada teman temanya, bahwa mereka akan bisa mengatasi semua jebakan musuh tersebut, karena teman temanya kuat.
Refo lebih memilih menyerang karena tidak ada lagi pilihan lain, bagaimanapun juga sekarang mereka berada di dalam sebuah pertandingan. Karena itu tidak ada pilihan lain, selain memakan pancingan musuh. Refo juga membagi team nya, Ravit dan Safar mengejar ke sisi kanan, sedangkan Rozi dan loli mengejar ke sisi kiri.
Sambil membentuk perisai sihir, dan juga menyerang musuh dengan sihir dari belakang, mereka terus berlari mengejar musuh, dan mulai mengitari arena yang luas itu. Musuh juga membentuk perisai dan membalas serangan team Refo sambil berlari.
Ekspresi musuh seperti bahagia, karena team Refo terpancing kearah mereka. Ledakan sihir di seluruh arena terlihat sangat menakjubkan, "wah..... pertandingan kali ini ternyata tidak terlalu buruk", sorak penonton yang mulai menyukai meriah nya pertandingan tersebut.
Refo hanya memberi intruksi dari tengah arena, sekalian mengawasi ketua team musuh yang pingsan tadi.
Tak lama setelah itu, Ravit dan Safar terjatuh kedalam jebakan musuh, Refo melupakan satu hal, bahwa anak anak dari team petualang lemah itu sangat ahli dalam membuat jebakan. Tadi musuh sudah membuat beberapa jebakan disekitar arena, mereka begitu berpengalaman dan juga rencana mereka sangat strategis. Meski ketua team mereka sudah pingsan, namun itu tidak mematahkan semangat mereka sama sekali.
__ADS_1
Ravit dan Safar tadi lengah, karena mereka sibuk menyerang musuh dengan sihir nya, dan melupakan jebakan musuh, saat berlari tanah yang mereka injak itu retak, lalu dalam sekejab roboh, dan mereka terjatuh ke dalam lubang yang cukup dalam.
Sadis nya.. saat mereka terjebak di lubang itu, mereka digempur sihir dari atas, akan tetapi mereka hanya bisa bertahan, dan membentuk perisai sihir, Rozi dan Loli yang melihat itu juga ikut cemas, saat Rozi dan Loli tampak kacau dan akan kehilangan kendali, Refo lansung memperingatkan untuk tetap tenang.
"Lawan musuh kalian dulu, dan berhati hati lah dengan jebakan mereka, Ravit dan Safar mereka akan baik baik saja, percaya lah pada kekuatan mereka. Aku juga akan membantu mereka untuk sementara", sorak Refo dari tengah arena.
Setelah itu Rozi dan Loli mengangguk paham, yang mana artinya mereka harus membereskan musuh mereka dalam sekejab, setelah itu lansung membantu Refo dan yang lainya. Saat Rozi sudah tenang dan dalam mode serius, dia menyadari ada jebakan musuh juga di sekitarnya.
Saat Rozi akan melangkah kedepan, dia menyadari ada lubang yang cukup dalam juga di depan nya, itu juga jebakan yang sudah disediakan musuh, yang hampir sama dengan lubang di sisi lain, yaitu di tempat Safar dan Ravit terjebak.
Ternyata musuh membagi kelompok mereka bukan hanya untuk lari, dan takut dengan sihir kuat team Refo, akan tetapi mereka memang sengaja memancing team Refo ke jebakan yang sudah mereka sediakan, dan juga sengaja membuat team Refo berpencar supaya tidak bisa saling membantu.
Dua orang yang memancing Rozi dan Loli itu lansung terkejut, "apa..? kenapa jebakan kita tidak berfungsi pada mereka, bukan kah mereka sudah tepat berada di tengah tengah lubang yang kita buat, apa kita salah arah?" kata mereka yang kebingungan sambil berbisik.
Melihat mereka kebingungan, Rozi sedikit tersenyum dan memanfaatkan situasi, Rozi membuat lubang yang sama dengan lubang jebakan mereka, lubang baru itu di buat di belakang kedua orang tersebut, namun mereka tidak menyadari nya, karena berada di dalam tanah.
Saat Rozi dan Loli mendekat dan menyerang mereka, mereka ketakutan dan ingin berlari lagi,
tapi sebelum lari mereka membentuk perisai sihir, dan mereka kebingungan karena merasa salah arah saat memancing Rozi tadi, karena itu jebakan mereka tidak berhasil. Lalu mereka melirik ke sekitar untuk mencari jebakan yang mereka buat, namun mereka tidak menemukan tanda jebakan itu, karena sekarang tanda tersebut berada di bawah kaki Rozi, lalu mereka memilih mundur dan dalam sekejab membelakangi Rozi dan Loli untuk lari.
__ADS_1
Setelah beberapa langkah mereka lari, tanah yang mereka injak lansung retak dan mereka terjatuh kedalam lubang, mereka terkejut "apa...? ternyata jebakan kita disini, kenapa tidak ada tandanya" kata mereka bingung saat terjatuh. "Kalian mau perang jebakan dengan aku, boleh saja " kata Rozi di dalam hati, dan setelah itu dia tersenyum.
Penonton lansung tertawa terbahak bahak.
"Lihat anak anak team petualang lemah itu, mereka terkena jebakanya sendiri, mungkin mereka lupa dimana menaruh jebakanya, lihat betapa lucunya mereka saat terjun bebas ke dasar lubang itu, dasar anak anak cacat, hahahaha..." kata mereka ramai.
Setelah itu Rozi dan Loli lansung menggenangi lubang tersebut dengan air, dan Rozi membuat lubang tersebut sepeti sebuah rawa yang berlumpur, anak anak itu tenggelam dan hanya menyisakan kepala mereka untuk bernafas, mereka tidak bisa bergerak lagi.
"Lihat itu, elemen air di gabung dengan elemen tanah, apakah itu sihir combo tingkat khusus" kata beberapa kesatria kerajaan yang penasaran. "Tidak... itu hanya kebetulan saja terbentuk seperti sihir tingkat khusus. Sebenarnya, itu hanya sihir biasa yang tidak sengaja tergabung, karena mereka tadi secara bersamaan melontarkan sihir air dan sihir tanah nya. Sihir combo tingkat khusus itu kata orang sangat kuat dan berbeda" kata salah satu petualang kuat disana.
"Oo... begitu ternyata, lagian mana bisa mereka menggunakan sihir combo, itu adalah sihir langka dan sangat sulit. Jangankan anak anak kecil itu, kita saja yang sudah menjadi petualang hebat, masih belum bisa menggunakan sihir tingkat khusus, apalagi kecebong hanyut itu " kata mereka tertawa.
........................................
:) (:
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih.
__ADS_1