PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
Episode 27 Munculnya Rival Yang Kuat


__ADS_3

Raja juga memuji team Refo.


"Dengan kekuatan berpedang, kekuatan sihir, kekuatan pertahanan, dan taktik mereka lebih unggul. Pasti guru pembimbing mereka sangat kuat, dan juga berpengalaman", kata raja ke penasehat kerajaan yang berdiri disampingnya.


Penasihat tersebut mengangguk setuju.


"Mereka adalah masa depan kerajaan kita Yang mulia, dan bukan mereka saja, team unggul lainnya juga sangat berbakat, dan mereka tentunya akan menjadi aset kerajaan yang sangat beharga." Jelas penasehat raja itu.


Setelah team Refo dinyatakan menang, lalu Refo yang masih pingsan dibawa keluar arena, setelah itu lansung dibawa keruangan penyembuh, dan dengan cepat di sembuhkan oleh panitia yang bertugas disana dengan sihir penyembuh nya, begitu juga dengan musuh Refo yang terluka tadi.


Saat itu Rozi dan Safar berbisik, "untung saja Refo tadi masih sadar, dan memperingatkan kita, kalau tidak mereka semua akan terbunuh, dan kita sudah di diskualifikasi, bahkan di tangkap dan dipenjara oleh kerajaan" kata Safar.


Rozi juga mengangguk setuju dan minta maaf, "Maafkan aku teman teman, aku tadi lepas kendali, karena melihat Refo terluka setelah diserang dari belakang" Kata Rozi dengan wajah bersalah.


Lalu Bu mut dengan cepat pergi keruangan tersebut. Bu mut memberi selamat pada mereka, karena telah masuk kebabak berikutnya, dan juga menunjukan peforma yang bagus.


Setelah itu, Bu mut juga memperingatkan, "untuk pertandingan berikutnya kalian harus meningkatkan kerja sama team, tadi kalian hanya kurang teliti dan juga kurang tenang, tidak seperti biasanya", kata Bu mut.


"Biarpun musuh kelihatan kuat, dan juga saat salah satu teman kalian terluka, kalian harus tetap tenang, dan memikirkan cara untuk menyelamatkannya, jangan gegabah seperti tadi, dan asal menyerang musuh tanpa memikirkan akibatnya, apalagi sampai lepas kendali", tambah Bu Mut lagi.


Refo yang sudah sadar mengangguk, dan yang lainya juga merasakan, kalau kerjasama team mereka tadi sangat hancur, serta mereka tadi juga kurang tenang, apalagi saat Refo terluka, mereka seperti menjadi iblis yang ingin melenyapkan musuh. Lalu mereka meminta maaf pada Bu Mut, dan berjanji akan lebih tenang lagi kedepannya.


Beberapa saat kemudiaan, mereka meninggalkan ruangan tersebut. Lalu mereka kembali ke arena untuk menonton pertandingan berikutnya.


Sekarang sudah pertandingan yang ke delapan.


Pertandingan empat sampai tujuh biasa biasa saja, tidak ada sorakan terdengar, sama seperti pertandingan kedua tadi.


Saat pertandingan ke delapan itu, Refo dan team sudah sampai di arena, lalu mereka mulai menyaksikan pertarungan tersebut.


Yang menjadi peserta sekarang adalah team utama sekolah menengah kerajaan.


Dimana mereka rata rata belevel 48, dan dua ornag memiliki tiga elemen, dua orang lagi memiliki dua elemen. Namun salah satu juga ada pengguna sihir petir, yaitu elemen terkuat sama seperti Safar.


Mereka berada di team merah.

__ADS_1


Musuh mereka juga kuat kuat, team kuning rata rata berlevel 40, team hijau rata rata berlevel 45


dan team biru rata rata level 35.


Team hijau berasal dari orang orang desa Refo yang mendaftar secara umum. Team kuning berasal dari sekolah menengah sihir desa lain, dan team biru adalah anak anak dari panti asuhan.


Mereka semua terlihat kuat dan berbakat.


Taktik mereka semua hampir sama, dua orang bertahan, dan tiga orang menyerang.


Karena itu ada 12 orang yang bertemu ditengah arena. Siapa yang memiliki sihir terlemah mulai dikalahkan. Team penyerang dari team biru telah dikalahkan, tentu saja karena level mereka paling rendah diantara empat team itu. Karena team bertahanya tidak sanggup untuk mempertahankan daerahnya, makanya bendera mereka dengan mudah dihancurkan team lain. Anak anak panti asuhan tersebut menangis saat ter eliminasi.


Selanjutnya terlihat team kuning juga mulai terdesak, dan pada akhirnya juga tereliminasi.


Yang tersisa adalah team utama sekolah menengah kerajaan, dan team orang biasa dari desa Refo.


Team merah dan team hijau tersebut bertarung sengit, namun karena perbedaan level yang lumayan jauh, sesaat team hijau sempat mengimbangi team merah, namun pada akhirnya mereka mulai melemah, dan tiga orang penyerang mereka dikalahkan. Selanjutnya dua orang bertahan juga dengan mudah dikalahkan. Pada akhirnya team merah, atau team utama dari sekolah sihir kerajaan menang. Terdengar tepuk tangan dan sorakan yang meriah.


Pertandingan terus berlanjut.


Ini adalah team kuat yang semuanya belevel 50, yang bertemu Refo di penginapan waktu itu. Mereka berada di team kuning, sedangkan musuh mereka juga kuat, rata rata team biru berlevel 48, team merah rata rata berlevel 40, dan team hijau rata rata berlevel 45.


Akan tetapi pertarungan ini merupakan pertarungan paling spektakuler dari pada pertarungan team Refo tadi, ataupun pertarungan sekolah sihir kerajaan tadi.


Saat pertandingan di mulai, yang menjadi penjaga bendera mereka cuma satu orang, dan empat lainya adalah team penyerang.


Satu orang lansung mengalahkan team lain yang berjumblah lima orang, biarpun satu vs lima, tetapi dengan mudah dimenangkan. Mereka sangat kuat dan tidak menahan diri sedikitpun.


Anak anak tersebut berbadan besar dan lincah, terlihat bela diri mereka sangat terampil, dan kekuatan sihir mereka juga kuat.


Karena itu tadi saat pertandingn dimulai, mereka lansung menyerang kemasing masing musuh. Lalu mereka mengalahkannya hanya dalam beberapa menit, ada yang dikalahkan dengan sihir, dan ada juga yang dikalahkan dengan bela diri. Mereka sangat berpengalaman, dan membuat semua orang yang menyaksikan pertandingan tersebut terkejut.


Refo juga kaget, "mereka terlalu semberono dan tidak memikirkan dampaknya. Mereka menyerang membabi buta, dan akhirnya dengan mudah menang. Ini adalah musuh terkuat kita di turnamen ini", kata Refo pada teman temanya. Semua mengangguk setuju, lalu Bu Mut memberi saran, "jika kalian bekerja sama, dan memakai sihir tingkat menengah atau sihir tingkat tinggi bagi kami, maka ibu yakin kalian akan bisa mengimbangi mereka", kata Bu mut memberi semangat.


"Tapi ingat, sihir combo tingkat tinggi tidak boleh digunakan, seperti sihir magma, sihir badai petir, dan sihir api petir. Yang boleh hanya sihir lumpur Rozi, dan sihir es Loli, dan itu juga jangan terlalu berlebihan, karena kalau kalian memakai sihir combo dengan kekuatan sebenarnya, maka akan berdampak lebih menakutkan, seperti sihir es Loli akan bisa menusuk musuh, dan juga membekukan musuh, bahkan setelah beku bisa dengan mudah melenyapkan dengan menghancurkan pecahan es tersebut, begitu juga dengan sihir lumpur Rozi. Karena itu kalian harus berhati hati dan mempertimbangkan saat menggunakan sihir tersebut dalam pertandingan". Kata Bu Mut.

__ADS_1


"Juga untuk sihir tingkat tinggi kalian, harus bisa menahan diri juga, kalau tidak musuh akan bisa dengan mudah kalian bunuh, seperti Rozi yang menggunakan sihir air tingkat tinggi tadi", kata Bu mut memberi intruksi lagi. Lalu semua menagngguk paham, "dan yang paling penting adalah, pertajam kerjasama team kalian".


tambah Bu Mut.


Babak berikutnya akan dilaksankan besok.


Yang tersisa hanya 12 team. Setelah babak ketiga tadi berakhir, lalu panitia menjelaskan untuk babak berikutnya, bahwa pertandingan besok adalah pertandingan satu lawan satu didalam team. Contohnya saat team Refo dan team lain bertemu, dan diurutkan siapa yang akan bertarung satu vs satu dari kedua belah pihak.


Yang menang di pertandingan pertama, akan melanjutkan bertarung kepertandingan berikutnya, bahkan jika satu orang yang mengalahkan semua musuh itu lebih bagus.


Sore itu mereka kembali ke penginapan, saat sampai di penginapan, Refo dan teamnya bertemu dengan team dari panti asuhan tadi. Mereka terlihat sedih, dan mulai berkemas, ternyata mereka juga menginap di tempat penginapan yang sama dengan Refo.


Refo dan kawan kawan yang menyaksikan itu juga kelihatan sedih, "sepertinya mereka ikut turnamen ini dengan tujuan memenangkan pertarungan, dan membantu keuangan panti asuhan nya" kata Bu mut. "Bagaimana kalau uang yang diberikan raja sebagai kompensasi kalian meanangkap guild kegelapan itu, nanti akan kita sumbangkan sebagian untuk mereka". kata Bu mut. Bu Mut tau hal tersebut karena Refo telah menceritakan semua kejadian di babak kedua waktu itu.


Mereka semua setuju dengan pendapat Bu Mut, karena itu Bu mut menanyakan alamat panti asuhan tersebut pada guru pembimbingnya, namun dia belum memberi tau, kalau mereka akan menyumbang kesana. Ternyata panti asuhan itu berada di ibu kota kerajaan ini, tidak jauh dari tempat mereka menginap.


Panti asuhan tersebut sedang kritis, karena banyak anak yatim piatu yang bertambah setiap harinya. Namun pemasukan mereka masih kurang, sedangkan pengeluaran sangat banyak, makanya mereka mengikuti turnamen ini untuk mendapatkan uang, "ternyata ada yang lebih susah lagi dari kita" pikir Refo dan team dalam hati.


Bantuan dari kerajaan hanya memberikan uang untuk biaya hidup 100 orang setiap bulan nya, sedangkan anak anak panti berjumblah 200 orang, makanya mereka hidup dengn hemat dan memakai pakaian seadanya.


Setelah itu mereka pergi, Bu mut beserta rombongan mengadakan rapat dadakan.


"Nanti kita akan sumbangkan uang kepada mereka, dan kita akan membantu mereka dengan membuatkan sebuah tempat usaha, supaya mereka bisa mendapat penghasilan, dan juga bisa makan yang cukup dan bersekolah" kata Bu mut memberi saran. mereka semua setuju dan juga mendukung saran Bu Mut tersebut.


"Bu Mut memang orang yang baik, dan mengerti kesulitan orang lain, sama seperti pak Zon" gumam Refo dalam hati.


Setelah itu mereka beristirahat.


Karena besok adalah pertandingan babak ke empat.


.................................................


:) (:


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2