PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
Episode 32 Bayangan Kegelapan Mengintai


__ADS_3

Setelah makan mereka lansung membeli bahan bahan makanan mentah, untuk disumbangkan supaya bisa diolah dipanti asuhan tersebut.


Setelah mereka membeli bahan makanan tersebut.


Lalu Loli menyewa beberapa orang untuk mengangkut bahan bahan tersebut ke panti asuhan, dan mereka juga ikut mengantarkan anak anak tersebut.


Saat sampai dipanti asuhan, keadaan disana memang terlihat sangat menyedihkan, anak anak pada kelaparan, baju mereka juga compang camping, dan ada juga yang menangis.


Orangtua mereka sangat kejam dan tega menelantarkan anak anak mereka, bagaimana mungkin setiap bulan nya semakin banyak anak anak yang di tinggalkan di panti asuhan tersebut.


Lalu mereka masuk ke panti asuhan itu, mereka bertemu dengan pengurus panti asuhan yang terlihat kurus dan compang camping juga, mereka merupakan ornag orang baik, demi anak anak, terlihat mereka juga kurus karena kurang makan.


Tak lama setelah itu bahan makanan datang, pengurus tersebut kaget, lalu anak anak tadi menceritakan semua kepada mereka, dan barulah mereka berterimakasih pada Bu mut dan anak anak lainya.


Salah satu guru pembimbing beserta anak anak yang ikut turnamen kemaren juga ada disana, mereka mengenal Bu mut, Refo dan kawan kawan, lalu mereka mendatangi mereka juga untuk berterimakasih.


Saat itulah tangisan seorang ibu ibu tua yang merupakan pemilik panti asuhan tersebut terdengar sangat memilukan, "terimakasih,.. kami memang dalam keadaan Kritis, dalam sebulan ini banyak anak anak yang datang ke panti asuhan ini, sedangkan kami kekurangan sumber daya, yang bisa kami lakukan hanya bertahan setiap harinya, juga menghemat persediaan dan uang hari demi hari." Jelasnya sambil berserakan air mata.


"Akan tetapi itu semua masih belum cukup, oleh karena itu beberapa anak yang sudah berumur lima tahun keatas mengusulkan, bahwa mereka akan membantu kami mencari sisa sisa makanan, mengemis lalu pergi ke jalanan dikota ini. Mereka juga tidak tega melihat adik adik mereka kelaparan."


"Sebenarnya saya tidak tega kepada mereka, namun mau tidak mau kami terpaksa mengizinkan mereka, karena kalau tidak, maka beberapa anak anak ini mungkin akan mati kelaparan, dalam dua minggu terakhir sekali sebulan kami mengandalkan makanan sisa tersebut, dan bantuan dari raja hanya bisa untuk hidup dua minggu dalam sebulan, dua Minggu lagi kami terpaksa mengandalkan mereka seperti yang tadinya ibu dan adik adik temui di kota," jelas ibu itu menangis dan dengan wajah yang bersalah tapi pasrah.


Bu Mut, Refo dan kawan kawan yang mendengar itu juga sedih, karena itu setelah bahan makanan dibawa masuk, petugas panti asuhan lansung memasak beberapa untuk hari ini.


Lalu mereka mengundang Bu mut dan yang lain untuk makan bersama sore itu, namun mereka tentu saja menolak, karena mereka sudah menyumbang makanan tersebut untuk panti itu, tidak mungkin mereka juga ikut makan disana. Itu tidak wajar sama sekali, lagian tadi mereka juga sudah makan di restoran.

__ADS_1


Sebelum mereka pamit pulang, Loli memberikan dua coin emas GNS yang tersisa kepada ibu tersebut. Biar bisa untuk membantu kebutuhan lain anak anak tersebut.


Meskipun sedikit namun kalau dibelikan ke bahan makanan juga bisa untuk mereka nikmati bersama dalam kehangatan.


Ibu tersebut berterimakasih lagi pada Loli, dan mereka semua mendoakan para dermawan tersebut supaya menang di turnamen itu, mereka semua sudah tau kalau Refo dan team masuk kebabak semi final, karena anak anak yang kalah beserta guru pembimbing kemaren sudah menceritakan semuanya saat pulang ke panti asuhan, makanya ibu itu juga tahu.


Akan tetapi mereka masih belum memberi tahu pihak panti asuhan tersebut, tentang rencana mereka memberikan sumbangan kepada panti tersebut.


Karena hari sudah sore, mereka pulang dan kembali ke penginapan untuk mengambil barang mereka disana, karena mereka akan pindah ke penginapan bangsawan malam ini.


Saat mereka berangkat sudah malam, di perjalanan mereka di ikuti oleh bayang bayang kegelapan. Tentu saja Bu mut menyadarinya.


Ravit yang memiliki insting yang tajam juga menyadari niat membunuh dari musuh.


Setelah Rozi menilai level mereka dengan sihir mata penilai ternyata mereka berlevel 250.


"Sepertinya mereka dari guild kegelapan yang diutus untuk menyingkirkan kita" kata Bu mut yang juga sudah melihat level musuh.


Level mereka dibawah Bu mut, karena itu Bu mut kelihatan tenang, dan mengintruksikan anak anak untuk tetap tenang dan mempersiapkan sihir.


Sekarang level Bu mut sudah level 305. Saat melatih muridnya, Bu mut juga bekerja keras untuk menaikan levelnya, karena Bu mut sudah tau dengan kelakuan penyihir saat di turnamen, pastinya akan ada kecurangan di belakang layar, tentunya untuk mempermudah team nya menang. Karena itu mereka akan menyingkirkan musuh yang berpotensi menyaingi mereka.


Meskipun level Bu mut lebih tinggi, namun Bu mut tidak bisa bertindak gegabah, karna musuh menang jumblah, mereka ada lima orang, dari aura sihir mereka terpancar aura sihir kegelapan.


Refo berbisik kepada teman temanya, untuk membuat jebakan dan lansung menghabisi musuh tanpa memberi mereka kesempatan untuk menyerang balik, kalau diberi kesempatan maka akan sangat berbahaya bagi mereka. Karena itu Refo membuat strategi penyerangan cepat dan tuntas.

__ADS_1


Lalu musuh tersebut mulai mendekat dan mengepung mereka. Tiga orang dari arah belakang, dan dua orang dari arah depan.


Mereka seperti mengulangi kejadian saat mereka dikepung bandit waktu pergi ke ibu kota sebelum turnamen dimulai.


"Apakah ini de Javu, sepertinya kejadian seperti ini juga sudah terlewati dan terulang lagi," pikir Refo dalam hati.


Musuh tersebut angkat bicara, "jika kalian menyerah baik baik besok maka kami hanya akan melukai kalian, namun jika kalian tidak menyerah maka malam ini terpaksa kalian semua akan kami lenyap kan" kata pembunuh tersebut sombong dan tertawa sadis.


"Jangan mimpi kalian" kata Bu mut yang mulai serius, dan mengeluarkan aura sihirnya yang kuat dan terasa mencengkam. Musuh tersebut sedikit takut dan kaget, "ternyata level guru ini lumayan tinggi dari kita, dia bisa menyembunyikan level sihirnya", bisik salah satu musuh tersebut yang mulai berkeringat dingin, setelah melihat aura dan level sihir Bu mut.


Namun salah satu musuh itu angkat bicara, "jangan takut, jarak antara kita dan dia tidak terlalu jauh, dan sekarang kita ada lima orang, tidak akan mungkin dia mengalahkan kita" katanya tertawa menindas, dan yang berbicara itu merupakan pemimpin kelompok tersebut.


Lalu mereka semua juga ikut tertawa meremehkan. "Anak anak ini hanyalah kecubung hanyut, ayo kita urus gurunya dulu, nanti baru kita bunuh mereka semua" perintah pemimpin musuh yang tadi lagi.


Bu Mut berbisik kepada Refo dan team untuk mengurus dua orang yang ada didepan, sedangkan Bu mut akan menghadapi tiga orang di belakang, karena kalau untuk tiga orang berlevel 250, masih bisa dikalahkan Bu mut meski terluka dan berusaha sekuat tenaga, beserta mengeluarkan sihir sampai batas.


Refo dan team mengangguk setuju....


...................


:) (:


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2