
Pada saat pertandingan dimulai mereka sama sama berlari ketengah arena, dan saling menunjukan seni bela diri nya, terlihat pergerakan keduanya sangat cepat, namun Refo masih unggul dari dia, dengan cepat salah satu kaki kakak loli ditendang Refo dan dia terjatuh.
Saat dia akan bangkit, tinju Refo telah berada di atas kepalanya untuk memperingatkan jangan bergerak. Akhirnya pertandingan babak tersebut selesai, karena kakak loli itu mau tidak mau menyerah.
Dia sudah lelah juga dalam pertandingan melawan loli sebelumnya, dan juga dia tampak mengawatirkan Loli, karena itu dia tidak konsentrasi lagi dalam pertandingan, makanya dengan mudah dikalahkan oleh Refo.
Setelah itu kakak Loli tersebut lansung berlari ke ruangan tempat Loli dirawat, dan juga untuk menyusul keluarganya yang lain.
Pertandingan di lanjutkan, tersisa dua orang lagi teman kakak Loli yang akan bertarung.
Saat pertandingan dimulai teman kakak Loli ini lansung merapal mantra, akan tetapi pertarungan ini dengan mudah dimenangkan oleh Refo, karena belum sempat musuh selesai merapalkan mantra nya, Refo telah berada dibelakang musuh dan memukul pundaknya hingga pingsan.
Refo pun juga menang, karena dua orang ini sangat lemah dari pada kakak Loli, Dimana artinya, kakak kakak Loli adalah yang terkuat dan menjadi inti dari team mereka.
Pertandingan dilanjutkan, teman kakak loli yang terakhir ini juga lumayan terampil seni berpedang, dan mereka menunjukan pertandingan berpedang di arena,
bunyi pedang yang berbenturan terdengar selama lima menit.
Dia cukup kuat mengimbangi teknik berpedang Refo. Namun pada saat mereka bertarung, pedang yang dibawa Refo sedikit demi sedikit melahap energi sihir lawan, dan akhirnya dia melemah dan tersudutkan oleh Refo, dan dia mengaku kalah lalu pingsan.
Pembawa acara pun mengumumkan, "pemenang pertandingan pertama babak keempat adalah, team hanya orang biasa,
dan selamat kalian masuk ke babak semi final."
Tepuk tangan kembali bergemuruh sangat ramai, dan banyak yang memuji team Refo, "hanya dengan dua orang bisa mengalahkan musuh lima orang, sangat luar biasa, baik sihir ataupun bela diri dan kemampuan berpedang team ini sangat bagus, ini adalah team dukungan saya" kata beberapa orang penonton membanggakan team Refo.
Setelah itu mereka semua lansung pergi keruangan tempat Loli dirawat, sat mereka datang Loli sudah sadar, dan dia terlihat bahagia karena sekarang orangtua dan kakaknya sudah minta maf padanya, dan mereka saling bercerita dan tertawa bersama.
Bu Mut, Refo dan yang lainya yang menyaksikan itu juga sangat bahagia, "akhirnya kebahagiaan loli di dapatkan kembali atas usahanya" gumam Refo dalam hati.
Saat loli melihat teman temanya datang, dia tambah bahagia "apakah kita menang tanyanya", "iya kita menang dan masuk semi final" kata Refo. Lalu Loli mengangguk bahagia sambil sedikit tertawa, dan terlihat sisa air mata kebahagiaan masih melekat di pipinya.
__ADS_1
Saat itu Refo terlihat sedikit bingung, "tadi panitia bilang bahwa besok adalah semi final, setelah babak ini, bukankah masih ada enam team yang tersisa?" kata Refo penuh tanya.
"Benar" kata Bu mut menjelaskan. "Kemaren beberapa team ada yang mengundurkan diri, karena anggotanya ada yang terluka, dan ada juga yang masih kelelahan karena pertandingan kelompok babak ketiga kemaren, makanya sekarang hanya tersisa delapan team yang bertarung dibabak ke empat ini", jelas Bu mut lagi dengan wajah yang kelihatan merahasiakan sesuatu.
"Tentunya pertandingan babak ke empat ini akan menyisakan empat team pemenang sore ini, karena itu panitia tadi menyatakan kalian masuk ke babak semi final, dan pertarungan besok akan menjadi pertarungan team lagi seperti babak pertama" kata Bu Mut.
Refo dan team pun mengangguk paham. "Sangat disayangkan setelah sejauh itu berjuang mereka menyerah." Kata Refo dalam hati.
Ayah Loli juga ikut bicara, "selamat ya Loli dan kalian semua, kalian lolos ke semi final, ayah akan selalu mendukung kalian semua, dan kami akan menyaksikan pertandingan kalian hingga akhir" katanya bahagia.
Kakak kakak Loli pun juga menggangguk dan tersenyum pada semuanya. Setelah itu Loli dan yang lainnya berterimakasih padanya.
Namun demi kebaikan mereka semua, Bu mut yang dari tadi canggung karena menyimpan rahasia, sekarang dia jujur dan angkat bicara lagi. "Sebenarnya di antara empat team yang mengundurkan diri itu, kalau menurut kabar yang ibu dengar dari panitia, mereka semua di serang oleh kelompok misterius malam kemaren."
Mungkin saja kelompok misterius itu adalah pihak musuh yang bermain curang untuk mengurangi peserta, supaya team dukungan nya bisa juara. Karena itu semua yang menghalangi mereka akan disingkirkan begitu saja, dan itulah penyebab sebenarnya empat team tersebut mengalami luka luka, dan tidak bisa bertanding lagi hari ini." Jelas Bu mut.
"Oleh sebab itu kita semua harus berhati hati mulai dari sekarang" kata Bu mut. Tadinya Bu mut mau merahasiakan hal ini, supaya tidak menjadi beban pikiran oleh murid nya. Tapi demi kebaikan mereka, dan juga supaya mereka lebih berhati hati, makanya Bu mut bertindak jujur dan menyampaikannya.
Ayah Loli yang mendengar itu angkat bicara, "nanti team kalian bagaimana kalau pindah ke penginapan keluarga kami" di sana penjagaan sangat ketat, karena disana adalah penginapan bangsawan" katanya murah hati.
Loli yang mendengar kebaikan ayahnya tersebut, lansung membujuk Bu mut dan teman temanya, "tidak apa apa Bu, teman teman, karena ayah berniat melindungi kita semua maka terima saja, dan ini juga untuk kebaikan kita semua." Katanya yang penuh kepercayaan kepada ayahnya.
Bu mut yang sedikit ragu karena mendengar penginapan mewah milik bangsawan, terpaksa menerima. "Baiklah pak, karena atas kebaikan bapak dan juga untuk kebaikan anak anak, kami akan ikut." Kata Bu mut kepada ayah Loli sambil tersenyum, ayah Loli pun tersenyum bahagia, begitu juga dengan kakak kakak Loli yang sudah mulai mendekati Bu Mut dan teman teman Loli yang lain nya.
Tak lama setelah itu loli sudah bisa berdiri, dan mereka keluar dari ruangan tersebut untuk menyaksikan pertandingan berikutnya. Dimana ada tiga pertandingan lagi hari ini.
Setelah sampai diarena, mereka sudah melewatkan satu pertandingan, itu adalah pertandingan team yang semuanya level 50 kemaren. Terdengar penonton masih berbincang bincang dan kagum setelah menyaksikan pertandingan tersebut.
Nama team tersebut adalah team Badas.
Terdengar penonton tersebut lagi membahas pertandingan tadi. "Team Badas ini sangat kuat, kalau dilihat mereka akan menjadi pemenang turnamen kali ini, jika dibandingkan dengan team orang biasa yang bertanding di pertandingan pertama tadi, sangat jauh berbeda, dari segi kekutan team Badas ini jauh lebih unggul" katanya.
__ADS_1
"Iya team badas ini sangat luar biasa, mengalahkan lima orang team musuh hanya dengan satu orang tanpa tergores sedikitpun, padahal musuh mereka juga kuat, dan rata rata berlevel 48" jawab salah satu temanya.
Refo dan teman teman yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak kaget, "kita sudah melewatkan satu pertandingan yang bagus" kata Refo.
Bu Mut menyemangati mereka, "kalian tenang saja, sekuat apapun mereka ibu yakin kalian pasti bisa memenangkan turnamen kali ini."
Refo dan team juga jadi bersemangat dan mengangguk.
Saat Bu Mut berbicara untuk menyemangati muridnya tadi, terdengar oleh beberapa penonton yang ada disekitar mereka, dan mereka lansung menghina, sepertinya mereka adalah pendukung team Badas tadi.
"Apanya yang akan menang, tidak ada kesempatan untuk team kalian, untungnya kalian tadi ketinggalan untuk menonton pertandingan itu, kalau tidak aku yakin anak anak ini akan ketakutan dengan mereka.
Mereka sangat luar biasa, team lemah, cupu, miskin dan hina seperti kalian jangan terlalu berharap" katanya dengan penuh hinaan.
"Itu benar..." kata temanya yang lain.
"menjauh kalian dari sini, team lemah yang hanya omong kosong seperti kalian hanya merusak pemandangan" kata mereka lagi,
Bu Mut dan yang lain hanya bisa sabar dan tidak mau mencari masalah, oleh karena itu mereka pergi dari sana. Niat mereka tadi mau menonton pertandingan dari kursi penonton biasa, tetapi sepertinya tidak akan semudah itu.
Karena itu mereka kembali ke tempat duduk peserta dan menonton dari sana.
"Tenang saja teman teman, akan kita buktikan dengan kekutan kita kepada mereka yang menghina tadi, dan buat mereka tersadar supaya tidak menilai orang lain dari sampulnya saja. Ayo semangat dan kita jadikan hinaan itu sebagai penyemangat kita" kata Refo menyemangati yang lain.
Yang lain juga lansung bersemangat dan mengangguk setuju.
Sekarang hanya tersisa dua pertandingan lagi, dan pertandingan ketiga babak ke empat pun dimulai....................
............................................
:) (:
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih.