
Sekarang team Refo sudah dipanggil oleh panitia, dan pertandingn semi final kedua akan segera dimulai, yaitu pertandingan team Refo dan team petualang lemah.
"Team hanya orang biasa, dan team petualang lemah, silahkan masuk ke arena pertarungan. Di harap untuk mempercepat langkah", kata panitia tersebut menegaskan berulang kali.
Panitia tidak menganggap penting team yang bertarung kali ini, karena mereka sudah mengaggap team Badas sebagai pemenang turnamen. Mereka sudah melihat kekuatan team badas yang kuat saat bertarung, karena itu mereka menganggap remeh team lain dan menganggap team lain hanya memperlama waktu turnamen. "Kenapa team sampah ini lama sekali, sejauh apapun team sampah ini berusaha, hasilnya juga sudah kelihatan kan, bahwa team Badas yang akan menang" gumam pembawa acara itu kesal.
Saat mendengar pembawa acara tersebut tidak sabaran, dan memanggil kedua team itu berulang kali, penonton juga ikut mengejek dan meremehkan, "dari nama nya saja anak anak ini sudah sangat lemah, pasti mereka berasal dari sekolah pelosok, dan itu juga ada anak anak cacat, yang sudah sekolah di akademi lanjutan, tapi masih saja berlevel rendah, dasar para sampah yang tidak berguna, sekuat apapun kalian berjuang, tidak akan sanggup melawan team Badas favorit kami" kata mereka menghina, lalu mereka tertawa bersama.
"Aku yakin.. walupun salah satu team pecundang ini ada yang menang kali ini, dan bertemu dengan team Badas di babak final, pasti mereka dibantai habis. Team Badas sangat kuat, jangankan team sampah ini, team utama kerajaan yang prestasinya luar biasa saja, dengan mudah di kalahkan. Apalagi saat melawan pecundang ini " kata beberapa orang yang menghina lagi.
"Ayo cepat selesaikan pertandingan hari ini, kenapa kalian lama sekali", sambil bersorak marah, dan melemparkan beberapa sisa makanan ke arena.
Tak lama setelah itu team Refo, dan team petualang lemah itu masuk ke arena, lalu disorakin habis habisan.
Berbeda dengan situasi di tempat perjudian, orang orang masih serius untuk bertaruh, karena meski hanya satu pertandingan kecil, merupakan satu kesempatan besar bagi mereka untuk melipat gandakan uangnya.
Setelah panitia memulai pertandingan, kakak senior dari team petualang lemah itu menyapa team Refo, "apa kabar adik.. salam kenal, sepertinya pertandingan kita sangat meriah ya.. banyak yang menyoraki kita dengan bahagia." kata pemimpin team petualang lemah itu.
"Meriah apanya, jelas jelas mereka sedang meremehkan kita, apa orang ini sinting dan tidak punya akal sehat " gumam Refo dalam hati.
"Sekarang kakak lagi berbaik hati, lebih baik kalian menyerah saja, kakak tidak mau kalian yang masih kecil terluka", katanya sambil tertawa dan meremehkan.
__ADS_1
Refo meyadadari kalau dia mengundur waktu untuk teman nya, terlihat teman temenya yang lain mulai membuat jebakan, dan juga mulai merapal mantra, Refo memberi kode kepada yang lain untuk bersiap siap. "Strategi orang ini sangat licik" gumam Refo lagi.
Lalu Refo menjawab kakak senior itu, "maaf kak, kami akan mencoba sekuat tenaga sampai akhir, kami tidak akan pernah menyerah sebelum bertanding, jadi mohon beri kami pengalaman bertarung yang bagus" kata Refo tegas.
"Berani juga kalian bocah bocah nakal. Serang....", katanya sombong, lalu teman temanya lansung melemparkan sihir ke arah team Refo. Rozi dan yang lain tadi diam kelihatan merapal mantra, sekarang lansung membentuk perisai sihir.
Hanya satu perisai dari Rozi tidak mampu di rusak oleh sihir kakak kakak senior itu.
Mereka terkejut, "apa....? oh, kalian pintar juga ternyata, bisa menyadari strategi kami, hanya kali ini kalian bisa lolos, karena kami tadi masih berbaik hati, makanya bisa kalian tahan" katanya yang masih sombong.
"Kelihatan nya perisai sihir kalian sangat kuat dan berlevel tinggi, apa team kalian spesialis bertahan, dasar pengecut, ayo bertarung secara adil" kata ketua team petualang lemah itu lagi, yang memancing emosi team Refo. "Apakah mereka tidak tahu malu, padahal mereka yang pengecut, bertanding menggunakan mulut, dasar kakak senior sinting", kata Loli kesal berbisik kepada yang lain, tiga sekawan hanya tersenyum saja, dan masih tetap tenang.
"Apa...?" Kata orang orang di tempat perjudian, mereka bertaruh untuk anak anak dari team petualang lemah itu, karena mereka kelihatan lebih unggul, badan mereka lebih besar, dan juga sudah sekolah di akademi sihir lanjutan.
Tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, baru di mulai saja pertandingan tersebut, ketua teamnya sudah gugur.
"Memang team sampah, perkumpulan anak anak cacat sialan, kami sudah bertaruh banyak untuk team kalian, ternyata team kalian hanya team lemah, aku sangat menyesal memilih kalian", sorak beberapa orang dari tempat perjudian itu yang kesal.
"Sepertinya badan dan umur mereka saja yang besar, tapi mereka sangat lemah. Lihat saja, masa sekali pukul oleh anak kecil, lansung pingsan dan terkapar begitu" kata salah satu penjudi itu menghibur temanya yang marah.
Sebenar nya Refo memukul tepat di titik kelemahan manusia. Seperti yang telah diajarkan ayah nya saat latihan bela diri dulu. Sekali saja terkena di titik itu, maka akan lansung menumbangkan musuh. Pukulan itu terlihat seperti pukulan sederhana, tapi dampak yang di timbulkan sangat besar, membuat pusing, dan pingsan seseorang dalam sekejab.
__ADS_1
Saat mendengar ocehan penjudi itu, teman teman dari team petualang lemah yang lain marah besar, "dasar orang orang terkutuk, mereka tidak tau betapa sulitnya di dalam arena, mereka hanya memanfaatkan kita untuk mendapat uang, masih saja menghina kita. Dan juga ada apa dengan ketua, biasanya dia tidak selemah ini, kenapa dia lansung pingsan saat terkena pukulan ringan itu", kata salah satu anak itu kesal.
Muka mereka lansung merah, dan formasi mereka menjadi kacau, dua orng melontarkan sihir api yang besar kearah Refo, tapi refo dengan mudah menghindar, bahkan sihir tersebut sedikit diserap oleh pedangya. Namun tidak ada yang menyadari itu, karena saat pedang itu menyerap sihir, hanya bisa dilihat dengan mata sihir penilai.
Setelah itu Refo mundur ke tempat teman temanya, "bagus sekali Refo", kata Loli bahagia, dia bahagia karena Refo sudah menyingkirkan lalat yang membuatnya emosi dari tadi.
"Seandainya kita tidak menahan diri, pasti akan sangat mudah kita memenangkan pertandingan ini", bisik Loli pada teman temanya. Namun yang lain hanya tersenyum pada Loli, "tetap fokus" kata Rozi mengingatkan Loli.
Tak lama setelah itu Refo lansung memberi instruksi. "Ayo serang balik mereka" kata Refo memberi intruksi.
Lalu dengan cepat Rozi melontarkan sihir api petir kearah musuh, tiga kali berturut turut bola api besar terbang kearah musuh, akan tetapi masih berhasil ditahan musuh dengan perisai sihir mereka, mereka berempat tadi menggunakan perisai sihir bersamaan, makanya tidak bisa ditembus Rozi dalam sekali serang.
Akan tetapi sihir biasa Rozi itu, berhasil membuat empat orang itu terkejut, akan kekuatan sihir itu. Bagai mana tidak saat mereka menahan sihir Rozi tadi, posisi mereka sedikit tertolak kebelakang, masih terlihat jejak sepatu mereka bergesekan dengan tanah sejauh satu meter.
...............................................
:) (:
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih.
__ADS_1