PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
Episode 22 Pertandingan Babak Kedua Part II


__ADS_3

Saat melihat itu refo tidak tega, dan meminta Rozi untuk membantu mereka, Ravit pun juga ikut membantu. Dengan cepat Rozi dan Ravit keluar dari persembunyian, lalu Rozi menenggelamkan tiga ekor ular tersebut kedalam lumpur dengan mudah, dan mengeraskan tanahnya lagi, ular tersebut tewas tertelan tanah. Dan dua ekor lagi terpotong potong sihir angin tingkat menengah Ravit, yaitu serangan sihir sabit angin.


Dalam sekejab mata, mereka berhasil menyingkirkan lima ular yang susah payah dikalahkan dua team tersebut.


Saat mereka menyaksikan itu, mulut mereka kembali ternganga seperti sebelumnya, saat mereka diselamatkan dari bandit.


Lalu mereka berterimakasih, dan memohon untuk tinggal bersama team refo malam ini.


Refo dengan sedikit ragu, namun karena kasihan lalu mengizinkan nya, setelah itu mereka dibawa ketempat persembunyian, setelah sampai, lalu Rozi memperluas tempat persembunyian mereka, "Kalian sembunyi disini"? kata anak unggul tersebut kaget melihat ruangan didalam tempat persembunyian tersebut. "Iya ini adalah sihir tanah Rozi" kata Refo.


Terlihat Loli yang sudah tidur disatu sisi dalam ruangan tersebut, lalu mereka pun diam, dan anak anak tersebut membawa gulungan air seperti gulungan yang team refo mau, tetapi mereka tidak akan mengambil dari mereka, karena itu akan merusak nama mereka Dimata sekolah.


Setelah mereka diselamatkan dan aman, lalu dua team unggul tersebut beristirahat. Yang berjaga hanya team Refo, dengan ketentuan nanti malam mereka akan gantian, dan team anak unggul yang akan berjaga sampai pagi, lalu mereka setuju.


Tak lama setelah itu mereka melihat cahaya minta pertolongan lagi yang menerangi langit dengan sihir api. Kalau dihitung, mungkin hari ini saja sudah ada sekitar 50 team yang menyerah, dan kebanyakan itu adalah team yang lemah, lalu Refo memberi tahu tiga sekawan untuk besok berhati hati, karena musuh yang tersisa otomatis musuh yang kuat, dan ada musuh pintar, sebagian kecil musuh yang beruntung.


Waktu pun berlalu dengan cepat, setelah tengah malam, kelompok Refo tidur dan kelompok anak unggul tersebut berjaga.


Team refo hanya bisa beristirahat sebentar,


karena saat subuh mereka berlima telah bangun lagi, dan bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan saat matahari terbit.


Namun yang membuat mereka terkejut saat bangun adalah, anak-anak unggul yang mereka selamatkan kemaren malam, telah menghilang dan terlihat jejak mereka telah meninggalkan tempat tersebut. Karena Rozi telah memberi tahu mereka jebakan disekitar tadi malam, makanya mereka tidak ada yang terkena jebakan.


Team refo sudah percaya kepada mereka, karena mereka berasal dari sekolah yang sama, dan sudah dua kali mereka selamatkan. Tidak akan mungkin berkhianat, "mungkin saja mereka tidak mau merepotkan kita terlalu lama lagi" kata refo pada rozi dan lainya, dan mereka pun mengangguk setuju.

__ADS_1


Saat refo telah selesai berbicara begitu.


Tiba tiba loli berteriak, karena kaget dan cemas saat melihat tasnya. Barang barangnya telah berserakan, gulungan api mereka juga sudah hilang, untung loli menyimpan 1coin emas gns nya di dalam saku, dan tidak hilang.


Persediaan makanan mereka berserakan,


dan tabung air juga mengelinding disekitar tas Loli.


Lalu mereka tersadar bahwa yang mencuri adalah team dari sekolah mereka, Rozi marah dan mengutuk "anak bangsat, berandalan kecil yang tidak tau terimakasih, berani mencuri gulungan kami", katanya marah.


Ravit dan safar juga kesal, refo juga lebih kesal, karena mereka telah mempercayai anak anak dari sekolah mereka tersebut, "kita sudah berbaik hati dan saling menghargai, tapi itu balasan mereka" kata Refo.


Loli yang tidak tau apa-apa karena tidur tadi malam jadi kebingungan. Ada apa ini tanya loli, dan Refo pun menjelaskan kejadian semalam, lalu loli juga marah dan dan kesal dengan prilaku anak anak tersebut.


Setelah itu Refo mencoba untuk tenang, dan mulai meredam amarah teman temanya.


sambung Refo.


Lalu Refo menyampaikan idenya kepada teman satu teamnya. "Mereka yang mencuri gulungan kita tidak akan terlalu jauh sekarang, kita akan bisa mengejar, dan bahkan akan menemui mereka, lalu merebut gulungan kita, atau bahkan saat bertemu musuh lain, ambil sebanyak banyaknya gulungan, supaya lebih sedikit yang lolos dan memudahkan kita di babak ketiga" kata Refo.


Setelah itu terlihat matahari sudah terbit, dan mereka melanjutkan perjalanan.


Tak jauh dari sana, mereka mendengar ada suara pertarungan, dan ternyata yang bertarung adalah dua team anak unggul tadi, mereka melawan musuh yang kuat, yang badanya besar dan kelihatan ganas. Mereka rata-rata level 35. Dan terlihat mereka mulai menyerang anak unggul sekolah mereka tersebut satu persatu.


Sudah ada beberapa yang terpental dan pingsan, tersisa enam orang yang masih bertarung, tapi mereka sedang terdesak oleh team berbadan besar tersebut.

__ADS_1


Lalu Refo dan team pun mendekat.


Menyaksikan pertarungan tersebut dari atas pohon, dan mereka yang bertarung menyadari kehadiran Refo, lalu melihat kearah Refo dan kawan kawan.


Dengan wajah bahagia, team anak unggul tersebut bilang, "kakak selamatkan kami", dengan wajahnya yang tidak bersalah sedikitpun. Refo hanya mengangguk dan mengabaikan mereka.


Refo pun terus menyaksikan mereka dikalahkan satu persatu. Team berbadan besar tersebut membawa gulungan api, mereka mengincar gulungan air milik anak unggul itu, sedangkan anak unggul tersebut sekarang memiliki dua gulungan air, dan satu gulungan api curian dari team Refo.


Saat bertemu dengan team badan besar tadi, mereka dengn sombong memperlihatkan gulungan mereka, karena mereka pikir mereka unggul dengan dua team dalam satu kelompok. Namun mereka dikalahkan dengan mudah,


dan saat team berbadan besar tersebut telah mengalahkan team level unggul itu, terlihat team mereka tidak berdaya untuk melontarkan sinyal menyerah.


Saat team besar itu akan mengambil tas bawan team unggul itu, Refo angkat bicara, "berhenti disana, gulungan itu adalah milik kami, jika kalian tak ingin terluka pergilah dengan damai, dan membawa satu gulungan air. Dan kalian akan lolos kebabak berikutnya" kata Refo yang masih berbelas kasihan dan baik hati.


Karena anak anak berbadan besar itu sombong dan serakah, yang tujuan mereka juga sama seperti rencana baru Refo, yaitu mengambil sebanyak banyaknya gulungan untuk mengurangi musuh di babak ketiga, maka mereka menolak dan mengajak bertarung, lalu menghina team Refo, "kalian para pecundang lemah ingin mengancam kami..? jangan terlalu banyak bermimpi kalian pecundang" kata musuh tersebut.


"Lihat pakaian dan gaya kalian seperti pengemis dan berandalan, dasar kumpulan tikus kecil, kalian masih bertahan sampai sekarang saja itu adalah keajaiban dan keberuntungan, jangan sesekali memerintah kami, kata anak berbadan besar tersebut kepada Refo dengan suara hinaan dan marah.


Refo dan kawan kawan yang sedari tadi meredam amarah, sekarang tidak ada belas kasihan lagi, sebelum musuh sempat mengeluarkan sihir, dalam sekejab mereka lansung di sentrum listrik petir oleh Safar, dan empat orang yang ditarget Safar pingsan, dia sengaja menyisakan satu orang untuk memberi sinyal menyerah, dan satu orang tersisa lansung dikubur Rozi separoh badan bawahnya kedalam tanah, dan menyisakan satu tangan kirinya diatas, karena tangan kanannya terkubur bersama badan bawahnya di tanah, dan dia tidak bisa bergerak.


Lalu loli memberi sihir es disekeliling tubuh atas anak itu, hanya menyisakan kepala dan satu tangan kiri yang disisakan Rozi tadi di atas, "jika kamu ingin team mu selamat, dan juga jika kamu tidak ingin mati kedinginan, maka lontarkan sinyal api untuk menyerah cepat" tegas Rozi mengintimidasi.


Lalu sambil menangis dia meminta maaf dan mengangguk, lalu dengn cepat melontarkan sinyal menyerah.


:) (:

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terimakasih, jangan lupa like, vote, kirim komentar yang membangun, jika berkenan beri sedikit hadiah. Jika ingin berteman follow aja author, dan lihat karya author lainya, pasti akan author follow back. Semoga semua pembaca terhibur.


__ADS_2