PENGUASA DUNIA SIHIR

PENGUASA DUNIA SIHIR
Episode 26 Melawan Musuh Yang Kuat


__ADS_3

Team merah mulai menyerang kedua team lainya, yang hanya tersisa dua orang dari masing masing team, yaitu pihak bertahan mereka, dan akhirnya team kuning dan hijau berhasil dikalahkan, bendera kuning dan hijau tersebut telah di hancurkan team merah.


Lalu sekarang yang tersisa hanya team Refo dan team merah tersebut.


Setelah team kuning dan hijau tereliminasi, Rozi mengeluarkan mereka yang terjebak, dan menutup lubang itu kembali dengan sihir tanah nya.


Semua orang yang menyaksikan hal tersebut kaget, kekuatan sihir Rozi sangat kuat, bisa membuat sihir sebesar itu.


Sekarang Refo mengintruksikan untuk tenang, dan menyuruh Ravit dan Loli bertahan. Sedangkan Refo, Rozi dan Safar yang bertugas jadi team penyerang.


Dan dari team musuh juga dua orang yang bertahan, dan tiga orang juga jadi penyerang. Mereka adalah anak anak yang kuat, ketiganya berlevel 45.


Namun sekarang itu tidak menjadi masalah bagi team Refo. Karena Rozi sudah berlevel 50, Safar berlevel 46, dan Refo tentunya sudah semakin kuat juga dengan kemampuan berpedangnya. Ditambah lagi, pedang nya juga bukan pedang biasa.


Tak lama setelah itu, team Refo bertemu dengan team penyerang musuh tersebut di tengah arena. Mereka mulai merapalkan mantra, Rozi dan Safar juga berpura pura merapal mantra, supaya tidak ada yang curiga.


Dan rahasia mereka pun akan tetap aman.


Saat mereka merapal mantra, Refo dengan sigap maju kearah musuh, dan menyerang musuh dengan tangkai pedangnya, satu orang musuh terkena tepat di pundaknya dan pingsan.


Sedangkan dua lagi juga ahli dalam bela diri dan berpedang, Refo dikeroyok dan akhirnya Refo tergores oleh pedang mereka,


mereka sangat kuat dan sepadan dengan Refo.


Karena mereka menyerang Refo berdua, maka mereka berhasil membuat Refo kelelahan dan terdesak.


Pada saat mereka akan memukul Refo, terlihat sihir petir Safar telah menyerang mereka satu persatu, namun mereka gesit dan bisa mengelak.


Rozi juga melempar sihir petir apinya berturut turut, tanah di arena tersebut meledak seperti bom yang meledak dari dalam tanah.


Saat mereka mengelak, mereka sempat merapal mantra pertahanan, dan dua orang tersisa tersebut terus bertahan.

__ADS_1


Refo yang tanganya berdarah lansung mundur kearah Rozi dan Safar, lalu dia mengintruksikan untuk menjebak mereka terlebih dahulu. Setelah mendengar intruksi Refo, dengan cepat Rozi menyerang dengan sihir air.


Arena tersebut dihujani air, meski musuh sempat mengelak dan juga bertahan dengan sihir pertahananya, air juga berhasil membasahi mereka.


Setalah itu Rozi meninggikan tempat mereka berpijak, dan tanah tersebut kering.


Lalu safar mengalirkan sihir petirnya ketanah yang masih basah oleh genangan air.


Pada akhirnya kedua musuh tersebut terkena sihir petir Safar lalu pingsan.


Saat team Refo sudah melangkah maju, dan akan menyerang dua musuh yang tersisa,


mereka telah membelakangi kedua musuh yang pingsan tadi, akan tetapi mereka melupakan satu hal, yaitu memastikan musuh benar benar pingsan atau tidak.


Tanpa mereka sadari kedua musuh pingsan tadi bangkit, dan lansung melontarkan sihir kuat ke arah mereka bertiga.


Untungnya pedang sihir yang dibawa Refo bergetar, dan seakan menunjuk kearah sihir musuh tersebut, setelah itu Refo melihat ke arah yang di tunjuk pedang itu, dan dia mengetahui asal sihir tersebut.


Setalah bunyi pedang Refo berbenturan dengan batu, barulah Rozi dan Safar menyadari kalau musuh bangkit lagi.


Refo lansung tak berdaya karena beberapa batu membentur tubuhnya, dan akhirnya Refo terkapar ditanah. Rozi dan Safar yang melihat itu, lansung marah besar, dan Rozi lansung menggunakan sihir kuatnya, dia menghujani musuh dengan sihir air tingkat tingginya, dan membuat musuh tercabik cabik, saat Rozi akan mengakiri musuh, Refo lansung berteriak untuk memberhentikan nya. " Jangan lakukan itu, kalau tidak kita akan di diskualifikasi karena membunuh " kata Refo cemas.


Rozi yang sadar saat mendengar teriakan Refo, lansung memberhentikan sihir air kuatnya itu, dan untung nya musuh hanya luka luka, tetapi terlihat tidak berdaya lagi. Semua yang menyaksikan itu sangat ketakutan dan ngeri.


" A.... apa... sihir tingkat tinggi " kata salah satu petualang yang menjadi orangtua anak anak tersebut. " Ini sudah diluar jangkauan anak anak kita " bisiknya lagi.


Untung Refo sempat memberhentikan Rozi, kalau tidak, Safar juga telah bersiap menyambar mereka dengan sihir petir tingkat tingginya.


Lalu Refo meredam amarah mereka, " aku tidak apa apa... kalian cepat hancurkan bendera musuh ", kata Refo yang masih terkapar di tanah.


Setelah Refo memberi instruksi nya, akhirnya Refo pingsan. Rozi dan Safar ingin mengakhiri dengan cepat, supaya Refo bisa diselamatkan secepat mungkin setelah itu.

__ADS_1


Namun saat sampai didekat musuh, musuh telah membentuk sihir pertahanan yang kuat,


terlihat sihir pertahanan berlapis.


Loli dan Ravit yang menyaksikan itu lansung maju, dan Loli mulai membalut luka Refo, Sedangkan Ravit maju ketempat Rozi dan safar.


Lalu loli membawa Refo ke pojok dekat bendera mereka untuk berjaga jaga.


Setelah itu, Rozi, Safar, dan Ravit yang baru saja bergabung terus menyerang sihir pertahanan musuh tersebut. Namun tidak memakai sihir tingkat tinggi, karena cukup sedikit saja terungkap sihir tingkat tinggi mereka, karena musuh juga masih bnyak, dan akan ada babak berikutnya, karena itu mereka berpikir untuk menyimpan sihir tingkat menengah mereka, atau sihir tingkat tinggi bagi orang lain, sebagai kartu AS jika terdesak. Dan itu juga untuk menghindari terjadinya korban.


Tadi saat Rozi memakai sihir tingkat tinggi tersebut, karena mereka melihat Refo terluka dan terkapar di tanah, makanya mereka lepas kendali.


Dari awal tadi, musuh yang bertahan membentuk sihir pertahan kuat dari berbagai elemen yang mereka punya, dan membuat berlapis lapis, tentunya dengan semua kekuatan sihir yang mereka punya, saat melihat teman team nya terdesak, mereka terus memperkuat sihir pertahananya.


Makanya saat team Refo mendekat sihir pertahanan mereka sudah kokoh.


Tak lama setelah itu musuh mulai kehabisan energi sihir untuk bertahan. Sihir pertahanan berlapis mereka mulai pecah satu persatu.


Rozi dan Ravit terus menyerang, sedangkan Safar mencari celah, Saat pertahanan terakhir musuh telah hilang, musuh masih berjuang sekuat tenaga, dengn melontarkan berbagai macam sihir penyerang. Ravit dengan cepat membentuk sihir pertahanan angin, dan mementalkan semua serangan sihir musuh tersebut, dan mereka terkena sihir mereka sendiri.


Sedangkan bendera musuh lansung dibakar oleh Safar dengan sihir api setelah mendapatkan celah.


Setelah itu mereka resmi di umumkan menang dan maju kebabak berikutnya.


Semua penonton tercengang dan seketika bertepuk tangan, " pertarungan yang sangat luar biasa " kata mereka.......


...............................................


:) (:


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2