
Sebelum pengawas datang, Refo dan team baru saja selesai mengumpulkan semua gulungan yang ada. Yaitu dua gulungan air dan dua gulungan api, setelah itu mereka pergi meninggalkan anak anak unggul yang terkapar tersebut.
Empat orang pengawas yang menyaksikan pertarungan mereka, tidak bisa untuk tidak takjub dan juga ternganga, Karena melihat team Refo bertarung dengan hebat, dan hanya sekejab mata mengalahkan musuh kuat yang tidak bisa dikalahkan dua team sebelumnya. Cara bertarung mereka sangat prefesional, padahal dari tampilan luar, mereka lemah dan kelihatan biasa biasa saja.
Setelah itu pengawas masing masing team tersebut mulai bergerak, satu pengawas menyelamatkan team badan besar, dan dua lagi menyelamatkan team anak unggul dari sekolah Refo. Jika team anak unggul itu tidak berkhianat dan berbuat curang kepada Refo, maka bnyak atau sedikit refo pasti akan membantu mereka, namun karena mereka berkhianat, tidak ada pilihan lagi selain membiarkan mereka tereliminasi di babak kedua ini.
Lalu Refo dan teamnya melanjutkan perjalanan,
mereka masih membawa empat gulungan, dimana gulungan tersebut masih sama seperti sebelumnya, tentu saja masih Loli yang membawa di dalam tas kecilnya, dan formasi mereka juga masih sama seperti diawal tadi, Loli di tengah dan mereka melindungi Loli. Saat semakin jauh mereka berjalan, tak terasa hari sudah siang, cahaya matahari yang terik, terlihat masuk kecelah celah pepohonan di hutan sihir tersebut.
Setelah itu mereka naik keatas pohon besar untuk beristirahat, dan melanjutkan dengan makan siang, tentunya dengan kewaspadaan mereka juga telah menyiapkan jebakan disekitar tempat tersebut.
Setelah selesai makan dan beristirahat, mereka terus berjalan lagi.
Sekarang sudah setengah perjalanan menuju menara tempat tujuan.
Tak terasa karena mereka terus berjalan, malam pun telah tiba, sekarang hari kedua bisa dibilang telah terlewati, dan besok tersisa satu hari lagi untuk ujian babak kedua.
"Besok pasti sudah bnyak yang berkumpul di sekitar menara tempat tujuan, pasti ada yang gulunganya sudah lengkap, dan ada juga yang masih belum mendapatkan sama sekali, maka mereka pasti akan berkumpul dekat menara, lalu memanfaatkan hari terakhir untuk merebut gulungan team lain, dan pastinya akan terjadi pertarungan besar nantinya di sana. Oleh karena itu besok kita harus berhati hati" kata Refo.
Tak lama setelah Refo selesai berbicara, semak belukar tempat persembunyian mereka dilempar sihir air dari jauh oleh seseorang.
Oleh karena itu orang tersebut tidak terkena jebakan Rozi.
Ternyata itu adalah musuh, mereka team yang berpakaian serba hitam yang telah ditandai Rozi kemaren. Pergerakan mereka seperti ninja sangat cepat, tapi sihir mereka masih merapal.
__ADS_1
Refo dan team keluar dan membentuk formasi, terlihat team ninja tersebut membawa enam gulungan api, dan enam gulungan air, mereka juga mempunyai tujuan yang sama seperti team Refo, yaitu mengurangi musuh untuk babak berikutnya, dengan mengambil banyak gulungan.
Lalu dengan cepat salah satu anak tersebut akan merebut tas Loli, saat anak tersebut akan sampai di dekat loli, setengah badan bawahnya lansung tenggelam karena sihir jebakan tanah, yang telah disiapkan Rozi sebelumnya. Setelah itu Refo lansung memukul punggungya dengan tangkai pedang, dan dia pingsan.
Teman temanya yang menyaksikan itu marah, dan karena mereka telah diberi waktu oleh temanya yang pingsan tersebut, maka mereka telah selesai merapal mantra, mereka lansung melontarkan sihir tanah, terlihat beberapa bebatuan dengan cepat menuju kearah team Refo.
Mereka kira dengan mengalihkan perhatian, maka Refo dam team tidak akan sempat merapal mantra pelindung, namun perkiraan mereka salah, dengan cepat pelindung angin Ravit lansung mementalkan sihir batu tersebut kearah mereka lagi, dan beberapa dari mereka terkena sihir mereka sendiri. Lalu mereka kaget, "kenapa kalian bisa menggunakan sihir secepat itu, dan kelihatanya tanpa merapal mantra" tanya salah satu anak tersebut.
Refo tidak menjawab, dan lansung mengintruksikan Safar untuk menyentrum tiga anak lagi yang masih pusing karena terkena sihir mereka sendiri, dan tiga orang lagi yang terkena sihir petir Safar lansung pingsan, satu anak yang tersisa, tiba tiba sangat marah, matanya memerah dan seluruh tubuhnya seperti memancarkan aura kegelapan yang kuat, dan lansung mengeluarkan sihir besar dari kegelapan.
Setelah itu empat temannya yang sudah pingsan tadi, lansung bangkit dan mereka terlihat seperti dirasuki iblis, ternyata mereka berasal dari guild hitam pemuja iblis.
Dengan cepat mereka melontarkan sihir kuat keraah team Refo.
Semua sihir pertahanan itu sangat kuat dan merupakan sihir tingkat tinggi.
Lalu satu musuh yang masih tersadar itu kaget, "kenapa kalian begitu kuat, padahal kami telah memakai kekuatan iblis dan kegelapan, tapi masih susah untuk menembus pertahanan kalian, sejauh mana kekuatan kalian?", dengan putus asa mereka melontarkan sihir tingkat tinggi beberapa kali, sihir tingkat tinggi mereka sama dengan sihir tingkat menengah bagi Refo, jadi dihadapan sihir pertahanan team Refo, itu tidak akan me umpan sedikitpun.
Pedang yang dibawa Refo sedikit bergetar, dan terlihat menyerap sedikit demi sedikit kekuatan sihir musuh. Lalu menarik Refo keluar dari pertahanan, untuk mengejar sihir kegelapan tersebut, dan menyerap sihir kegelapan itu sampai tak tersisa.
Apa itu adalah pedang sihir terkuat...? kenapa kamu bisa memilikinya..? kata anak tersebut kaget, dan ketakutan. Sebelum sempat dia mengucapkan kata kata berikutnya, ke empat musuh tersebut dihujani dengan sihir air tingkat tinggi oleh Loli, dan setelah itu di sambut dengan badai angin Ravit, dan ditusuk oleh tanah runcing yang keluar dari bumi oleh Rozi, dan terakhir disambar petir oleh Safar.
Karena mereka adalah pengikut iblis, makanya mereka harus dimusnahkan, karena mereka akan menyusahakan di masa depan.
Guild hitam sering menyerang manusia, dan juga biasa membunuh orang yang tidak berdaya tanpa ampun, karena mereka berteman dengan iblis, makanya sifat iblis dan perintah raja iblis adalah panutan mereka.
__ADS_1
Karena itu, disekolah juga telah dipelajari, saat bertemu dengan guild penyembah iblis, maka petualang wajib membunuhnya, ataupun kalau masyarakat yang bertemu, maka harus lansung melaporkan hal tersebut ke kerajaan ataupun ke guild terdekat, supaya bisa di buru oleh petualang ataupun kesatria kerajaan.
Sekarang mereka sudah tewas karena di serang sihir tingkat tinggi berturut turut. Sejauh ini yang menggunakan sihir combo hanyalah Rozi dan loli, itu pun masih sihir combo biasa seperti sihir es dan lumpur.
Setelah mereka membunuh team dari guild hitam tersebut, lalu mereka mengumpulkan semua gulunganya, sekarang team Refo memiliki delapan gulungan api, dan delapan gulungan air. Setelah itu, pengawas yang dari tadi menyaksikan pertarungan mereka yang dahsyat, lansung menghampiri mereka.
Pengawas dari anak anak guild hitam itu ada dua orang, karena mereka telah mencurigai team tersebut dari awal, dan tiga pengawas yang datang kearah team refo tersebut, lalu memperkenalkan diri. "Kami sudah tau kalau kalian mengikuti kami dan masing masing team dari awal", kata Rozi sambil menunjukan sihir mata penilainya yang bewarna kemerahan seperti api. Lalu pengawas team Refo dari awal mengangguk paham.
Berbeda dengan dua pengawas lain, mereka kaget, "kalian luar biasa" kata mereka. Karena kalian telah mengalahkan team guild kegelapan yang menyusup ke dalam turnamen, maka kami sangat berterimakasih.
"Sudah banyak team yang mereka kalahkan, dan mereka semua terkena sihir kegelapan dan masih pingsan, tapi kami tidak memiliki bukti yang cukup untuk menangkap mereka, karena mereka bermain secara halus. Karena tadi mereka menunjukan jati diri yang sebenarnya saat melawan kalian, makanya kami menunjukan diri, dan akan membawa mayat mereka untuk diselidiki lebih lanjut" kata kedua pengawas tersebut.
"Silahkan lanjutkan turnamen kalian" tambah mereka.
Sesaat sebelum mereka berlalu dan pergi membawa mayat anak anak tersebut. Mereka memberi tahu info yang membahagiakan untuk team Refo, "nanti kami akan menyampaikan pada pihak kerajaan, kalaupun kalian tidak menang dalam turnamen ini, namun akan tetap di beri hadiah oleh kerajaan, karena berhasil mengungkap penyusup dari guild kegelapan ini, dan bahkan membunuh mereka.
Lalu mereka berdua pergi, Refo dan kawan kawan juga senang mendengar itu.
Setelah itu mereka berjalan ditengah malam untuk membuat tempat perlindungan yang baru..
:) (:
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih, jangan lupa like, vote, dan tulis komentar yang membangun.
__ADS_1