
Ternyata tadinya Refo menyuruh jiwa senjata suci itu untuk tunduk sepenuhnya kepada raja.
Tentu saja jiwa senjata suci raja itu melakukan apa yang diperintahkan oleh Refo, karena syarat supaya putri memaafkannya adalah mematuhi semua perintah Refo.
Kalau dia berani melanggar sedikit saja, jiwa dan kekuatannya akan diserap habis oleh putri, tentu saja kekuatannya itu sangat berguna untuk membangkitkan kekuatan Putri lebih banyak lagi.
Tapi karena dia mengikuti perkataan Refo dan patuh, putri hanya bisa gigit jari melihat kekuatan itu lepas begitu saja.
Sebenarnya tadi jiwa senjata suci raja itu memohon pada Refo untuk menjadikan dia sebagai budak Refo, dan akan bertarung bersama sebagai senjata suci milik Refo. Tapi putri menolak permintaan tersebut, karena dia adalah senjata yang lemah tentunya tidak pantas digunakan oleh tuannya.
Setelah itu putri memberi saran pada Refo; "kalau kamu memang ingin menggunakan dua senjata suci atau lebih, aku juga sangat mendukungnya, tapi senjata tersebut harus sangat kuat dan bisa meluluhkan hati ku, dan juga lulus dari uji coba ku."
"Setidaknya kekuatannya berada sedikit dibawah ku, kalau kekuatannya lebih kuat dariku akan lebih baik lagi, itupun kalau ada. Namun kalau kita hanya menemui senjata suci biasa saja dimasa depan, jangan pernah menjadikannya sebagai senjata mu, karena senjata suci biasa tidak akan berguna untukmu dimasa depan."
"Dengan bakat hebat mu itu, maka dimasa depan aku yakin senjata-senjata lemah itu akan lansung hancur ditangan mu, tentunya setelah hancur kekuatanya tidak akan bisa kita gunakan lagi."
"Lebih baik senjata lemah seperti itu dijadikan sebagai tumbal untuk memperkuat kekuatan ku saja, itu jauh lebih berguna dari pada hancur dan terbuang sia-sia." Kata putri menyarankan.
"Dan juga karena kamu sudah berteman pertama kali dneganku sebagai jiwa senjata suci, jika kamu ingin berteman lagi dengan senjata suci barumu dimasa depan itu tidak akan jadi masalah bagi ku, tapi tolong tinggikan derajtku sedikit saja yaitu sebagai senior mereka." Kata putri lagi yang sudah merencanakan masa depan.
"Tentu saja.. kamu adalah senjata suci pertama yang menjadi temanku, karena itu kamu akan menjadi yang utama dan spesial dihatiku, dan juga kamu akan menjadi senjata andalan ku satu satunya dimasa depan" kata Refo serius menanggapi permintaan putri tadi.
Raja yang sudah membuktikan sendiri bakat hebat Refo itu tentunya sangat bahagia. Bukan hanya karena mendapat anak berbakat dari kerajaannya, tapi kekuatan senjata sucinya juga sudah dibangkitkan sepenuhnya oleh Refo.
Melihat raja yang sangat bahagia Refo lansung mengembalikan belati itu padanya untuk di uji coba.
__ADS_1
Tadinya jika Refo mau, maka dia bisa saja lansung menyerap kekuatan belati itu. Namun itu tidak dilakukanya, karena belati itu adalah aset penting kerajaan perunggu tersebut, dan senjata suci itu juga untuk mempertahankan kerajaan tersebut selama ini, karena itu Refo memutuskan untuk membantu raja menaklukkan senjata itu saja, supaya lebih kuat lagi tentunya bisa dijadikan untuk mendukung kerajaan ini supaya menjadi lebih kuat lagi dimasa depan.
Teman-teman Refo, Bu Mut, ayah Loli dan Ratu yang menyaksikan itu sangat kagum kepada Refo. Apalagi dia berbicara pribadi dengan raja sama dengan berbicara kepada teman saja, tidak ada keraguan dan rasa takut sedikitpun.
Karena yang mereka tahu raja itu sangat kuat dan merupakan tiang dari kerajaan ini. Makanya mereka sangat sopan dan menghargainya, namun kepada Refo malah raja yang begitu baik dan sopan, sedangkan Refo hanya biasa biasa saja.
"Kamu memang sngat luarbiasa nak....! " kata raja yang tak henti hentinya kagum pada Refo.
"Tapi...! aku dengar kamu tidak memiliki energi sihir..? apakah itu benar..? " kata raja sambil memegang belatinya itu.
"Ya...! itu benar yang mulia.., saya belum membangkitkan nya, semoga saja suatu saat saya bisa membangkitkan nya, dan saat itu tiba saya akan berusaha membela kerajaan ini." Kata Refo serius.
Perkataan itu berhasil membuat raja bahagia,
karena mendapat sebuah dukungan kuat dimasa depan. Hal itu sesuai dengan harapannya, tanpa perlu membujuk Refo, Refo pun bersedia membela kerajaan tersebut. Jika tadinya Refo tidak menawarkan diri, maka raja sendiri yang akan memohon pada Refo supaya Refo memihak pada kerajaan tersebut di masa depan.
"Tentu saja boleh..., besok siang kita akan pergi ketempat penyimpanan senjata dan lansung mencobanya." kata raja yang juga bersemangat.
"Kalian pulang tiga hari lagi saja...! Berlatih disini sedikit lebih lama lagi sepertinya tidak akan jadi masalah. Nanti saya akan memerintahkan prajurit untuk mengirim surat izin kalian kesekolah kalian itu, karena itu nikmati dulu keindahan dan fasilitas di istana ini, kalian adalah tamu penting kerajaan ini jadi jangan sungkan." kata raja yang ingin anak anak itu lebih lama lagi di istana.
"Jika kalian ingin pindah ke sekolah kerajaan, maka akan bisa saat ini juga, tentu saja kalian akan belajar di kelas unggul, dan kalian tidak perlu lagi untuk meminta izin. Apakah kalian tertarik..? namun jika tidak tertarik juga tidak apa apa, karena saya hanya menawarkan saja." Kata raja yang menawarkan pada mereka untuk pindah sekolah.
"Maaf yang mulia, sepertinya saat ini kami belum kepikiran untuk pindah sekolah, karena sekolah itu masih membekas dihati kami, dan memiliki bnyak kenangan dengan salah satu guru terbaik kami yang sudah meninggal." kata Refo yang lansung menjawab tawaran raja tersebut.
"Tidak apa apa, saya memahaminya... namun untuk kedepannya, kapan pun itu jika suatu saat kalian ingin sekolah di sekolah kerajaan, dan juga untuk Bu guru kalau mau mengajar dan menjadi guru disekolah elite kerajaan ini, maka gerbang sekolah itu akan selalu terbuka untuk semuanya." kata raja yang paham dengan perasaan mereka, karena raja juga sudah mendapat informasi tentang pak Zon.
__ADS_1
Sebelum raja menemui mereka setelah memenangkan turnamen itu, raja sudah mencari tahu tentang asal usul dan masa lalu mereka semua, karena itulah raja mengetahui tentang pak Zon tersebut.
"Terimakasih yang mulia atas ajakan anda, kalau saya sebagai guru hanya mengikuti kemauan anak anak, jika anak anak mau saya akan ikut, karena anak anak ini sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri. "Kata Bu mut yang juga masih belum bisa melupakan kenangan bersama pak Zon disekolah itu.
"Kami rencana disini cuma dua hari lagi saja, dan izin satu hari lagi akan kami habiskan dipanti asuhan, kami sudah berjanji memberikan mereka beberapa uang dan membuatkan usaha kecil-kecilan untuk mereka."
"Semoga nanti yang mulia memberi izin untuk pembukaan usaha tersebut, dan tidak meminta pajak pada mereka dimasa depan, karena anak-anak disana sangat banyak dan sering kelaparan, mereka sangat butuh pemasukan supaya hidup mereka tidak menderita lagi." Kata Bu Mut menjelaskan rencana mereka.
"Sebenarnya saya setiap bulanya juga membantu mereka, tapi kerajaan juga kekurangan dana untuk membiayai mereka semua, karena itu hanya bisa segitu saja perbulannya. Saya juga kasihan pada anak anak kecil itu, makanya saya juga berusaha untuk meningkatkan pemberian bantuan pada mereka."
"Tapi setelah saya tingkatkan masih tetap kurang dan tidak pernah cukup sama sekali. Karena menurut laporan dari panti asuhan itu, setiap harinya anak anak disana selalu bertambah dengan pesat. Karena itu saya sempat bingung, bagaimana lagi caranya supaya bisa membantu mereka. Orangtua zaman sekarang sudah bnyak yang tidak bertanggung jawab dan menelantarkan anaknya begitu saja." Kata raja sambil geleng geleng kepala.
"Akan tetapi baru saja pikiran saya terbuka dengan ide Bu mut tersebut, jika hanya memberi bantuan berupa uang tentu saja tidak akan pernah cukup, namun berbeda jika kita memberi bantuan seperti membuatkan mereka usaha, tentunya usaha itu akan terus berjalan dan bisa menghidupi mereka."
"Jika Bu mut dan anak anak berkenan, maka saya juga akan ikut membantu dalam pembuatan usaha tersebut. Saya mungkin tidak akan sempat kesana untuk membantu dengan tenaga, tapi saya akan memberi beberapa bantuan kecil seperti uang dan tenaga kerja."
"Nantinya saat membangun tempat usaha tersebut, silahkan bawa beberapa tukang hebat kerajaan ini untuk membantu, dan kerajaan juga akan memberikan bantuan sebesar 300koin emas GNS, untuk saat ini hanya segitu saya bisa membantu." Kata raja yang juga bersemangat untuk membantu panti asuhan tersebut.
"Terimakasih bnyak yang mulia atas dukungan anda, uang sebanyak itu tentunya sudah bisa membuat sebuah usaha, ditambah uang yang juga akan kami berikan pada mereka, itu sudah lebih dari cukup sebagai modal." kata Bu Mut yang bahagia, karena niat baik mereka juga di dukung oleh raja.
"Kalau begitu saya akan membuatkan surat izin sekolah anak-anak ini selama satu minggu saja. Supaya persiapan usaha tersebut juga bisa selesai, dan sudah berjalan saat Bu Mut dan anak-anak tinggalkan nantinya." Kata raja yang sangat mendukung ide Bu mut tersebut.
.................................................
...:) (:...
__ADS_1
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Terimakasih.🙏🤗