
Putri melanjutkan ocehannya tentang rencana masa depan yang akan dia lakukan bersama Refo.
"Tentunya senjata lemah yang kita temui akan kita gunakan untuk menjadi tumbal yang berguna untuk meningkatkan kekuatanku."
"Karena untuk meningkatkan kekuatanku bukan hanya bisa dengan membunuh monster yang ada di labirin saja, tapi juga bisa dengan menyerap energi sihir manusia, energi sihir monster, dan ras lainya yang kuat."
"Akan tetapi lebih cepat lagi jika menyerap kekuatan senjata suci yang tersebar di seluruh dunia ini yang sama denganku, karena mereka dulunya sangat kuat, dan mereka sekarang juga sudah menjadi senjata sakral karena sudah berusia ratusan ribu tahun."
"Selama ratusan ribu tahun tentunya mereka semakin kuat dengan mengumpulkan energi yang berada di alam, kekuatan murni itulah yang akan lebih cepat memulihkan kekuatanku menjdi 100 persen lagi"
"Karena itu saat kamu sudah menjadi petualang dimasa depan, kita juga akan memburu senjata suci itu, baik yang masih tersembunyi dan tersegel, ataupun yang sudah ditemukan" Kata putri serius.
"Baik lah...! tenang saja..., itu bisa kita urus nantinya setelah aku menjadi petualang, dan pada saat itu tiba kita akan berjuang bersama. Karena itu.., mulai dari sekarang kamu harus membantuku untuk menjadi lebih kuat lagi, supaya kita bisa mewujudkan rencana itu" kata Refo pada putri melalui telepati didalam pikiranya.
............
"Wah......! yang mulai...? senjata anda sangat kuat dan terlihat begitu menakjubkan...? Auranya bahkan sampai menggebu-gebu seperti itu...!" kata Refo sambil melirik ke arah belati kecil milik raja itu.
"Kamu pintar sekali menilainya, dia memang sangat kuat, bahkan saya tidak bisa mengendalikan aura kuat yang keluar itu..! " kata raja yang bahagia karena senjata sucinya dipuji Refo.
"Senjata suci yang mulia sepertinya lebih kuat dari milik saya, senjata saya sangat lemah tidak sekuat ini..! " kata Refo sambil tertawa meledek Putri.
Kamu tidak akan bisa membandingkannya dengan senjatamu. Senjatamu itu adalah senjata suci legendaris, sedangkan senjata suci ku adalah senjata suci yang dipakai oleh raja pertama kerajaan ini, memang benar sama sama senjata zaman dahulu, tapi sangat jauh berbeda."
"Namun kalau dinilai dari segi kekuatan..! saat ini sepertinya memang lebih kuat senjata suci milik saya..!, karena kekuatannya sudah terbuka sampai 50 persen, dan itu juga bisa saya kendalikan."
"Sedangkan senjata suci mu itu, meskipun dia sudah memberikan seluruh kekuatannya kepadamu, tapi sekarang kekuatannya masih terbuka sekitar satu persen saja kan..?" kata raja yang mengetahui hal tersebut, dan juga menganggap remeh senjata Refo.
__ADS_1
Raja mengetahui itu karena diberitahu oleh jiwa senjata sucinya, yang bertelepati kedalam pikirannya. Senjata suci sampah raja itu sangat sombong dan merasa lebih kuat, karena itu dia menghina putri;
"Senjata suci anak itu masih sangat lemah...! karena saat ini kekuatannya baru bangkit satu persen saja. Senjata lemah itu tidak ada apa apanya dibandingkan denganku" kata jiwa senjata suci itu meremehkan putri saat memberi tahu pada raja. Makanya raja juga mengetahui hal tersebut, dan juga menganggap remeh senjata suci milik Refo yang tidak lain adalah Putri.
"Wah...! anda bisa mengetahuinya...? anda sangat luar biasa yang mulia..! Untuk saat ini senjata suci ku ini memang baru memiliki kekuatan satu persen saja dari kekuatan penuhnya, makanya lebih lemah dari senjata suci milik anda" kata Refo yang merendah.
Ratu, Bu mut, dan yang lainnya tentu saja terkejut saat mendengar cerita mereka itu. Mereka membicarakan makhluk tidak kasat mata, dan hanya mereka saja yang paham.
Setelah itu mereka tidak terlalu peduli dan tetap mendengarkan perbincangan raja dan Refo itu.
Akan tetapi mereka lebih terkejut lagi setelah mendengar senjata suci milik Refo itu kekuatannya hanya terbuka satu persen saja, sedangkan mereka sudah tahu betapa luar biasanya kekuatan pedang itu, terutama ratu yang juga ikut menonton pertandingan final saat Refo mengalahkan monster iblis dengan pedang tersebut, begitu juga dengan bu Mut dan yang lainnya yang juga sudah mengetahui itu dari cerita kakak Loli.
Karena itu mereka berpikir dan membayangkan betapa mengerikannya kekuatan Refo jika suatu saat kekuatan pedang itu bisa terbuka 100 persen.
"Jika kekuatan sedahsyat itu bisa dikendalikan oleh Refo suatu saat nanti, tentunya itu bisa menimbulkan kekacauan yang sangat besar didunia ini."
"Apakah Refo akan bisa sekuat raja iblis pertama dulu...? jika iya kita masih beruntung, karena dia anak yang baik" gumam mereka dalam hati.
"Refo dimasa depan kamu jangan berubah ya nak...!, tetaplah menjadi manusia yang baik seperti saat ini" kata Bu mut yang tiba tiba memberi saran pada Refo. Ratu dan yang lain juga mengangguk setuju, sedangkan Refo dan raja terlihat bingung, karena tidak ada angin dan hujan tiba tiba Bu Mut memperingatinya dan yang lain juga setuju begitu saja.
Mereka berdua bingung karena tidak mengerti sedikitpun apa yang dipikirkan oleh ibu-ibu itu.
Namun berbeda dengan Putri yang sedari tadi juga mendengar mereka berbincang. Karena itu, setelah mendengar bahwa dia direndahkan oleh raja itu, dalam sekejab putri lansung marah.
Tiba-tiba aura yang sangat kuat dan penuh tekanan keluar dari pedang Refo itu, dan lansung menyebar jauh disekitar kerajaan. Aura kuat itu lansung membuat langit-langit ruangan itu menjadi retak, begitu juga dengan keadaan diluar ruangan, tiba tiba awan hitam berkumpul di atas langit disekitar istana itu.
Hal itu membuat suasana menjadi suram dan gelap, udara juga menjadi sangat dingin, dan orang orang yang berada dalam cangkupan aura itu tentunya mereka lansung ketakutan dan berkeringat dingin.
__ADS_1
Refo yang menyadari itu dengan cepat menekan kekuatan besar tersebut, lalu memasukan pedang itu kedalam sarungnya
sambil tertawa, dan lansung memasang tampang pura pura tidak tahu. Setelah itu Refo terlihat sangat santai, seakan tidak ada rasa bersalah sedikitpun.
"Putri apa yang kamu lakukan...? aku sudah mengetahui sebesar apa kekuatanmu itu, aku juga tahu kekuatanmu itu lebih kuat dari senjata sampah itu, karena aku juga bisa merasakannya."
"Jangan melakukan hal semberono seperti ini lagi. Tapi untuk kali ini akan ku maafkan, karena aku juga sedikit setuju denganmu. Kita juga harus menunjukan pada raja itu, dan juga pada senjata sombongnya itu sedikit dari kekuatan senjata yang mereka anggap lemah itu. Karena aku yakin, yang meremehkan kekuatan mu tadi pasti senjata sampah milik raja itu, raja itu hanya menuruti kata kata sampah itu saja" kata Refo yang sedikit mendukung kegilaan putri barusan.
"Sebenarnya tadi aku hanya memuji raja itu, dan juga becanda denganmu. Untuk kedepannya jangan diulangi lagi, apalagi sampai membuat kekacauan seperti ini. Jika tadi aku terlambat sedikit saja, maka kamu sudah menghancurkan istana ini" kata Refo bertepati pada jiwa putri dalam pikirannya.
Semenjak mereka membentuk kontrak darah tentu saja mereka sudah terhubung, karena itu mereka bisa saling bicara dengan cara bertelepati didalam pikiran.
Raja yang terkena aura itu lansung berkeringat dingin karena tadinya sudah meremehkan pedang Refo itu. Begitu juga dengan senjata suci sampah milik raja itu, dia terkejut dan seakan tunduk saat aura itu. Dalam sekejab aura senjata suci Refo itu lansung melibas dan menyerap habis aura yang tidak bisa dikendalikan oleh raja itu tadi yang dia keluarkan di belatinya itu.
"Ternyata meskipun kekuatan nya hanya satu persen dan terlihat sangat lemah, jiwa senjata suci bocah itu sangat kuat, aku sudah menyinggung kekuatan yang sangat dahsyat, dan itu diluar kemampuan ku" kata jiwa belati itu berbicara pada raja. Setelah mendengar itu raja secara terbata bata meminta maaf pada Refo dan senjata sucinya.
"Refo....? Maafkan sa... saya..! karena tadi sudah menganggap remeh senjata suci mu. dan sampaikan juga pada jiwa pedang mu itu, senjata suci saya juga meminta maaf."
"Yang mulia adalah seorang raja, tidak perlu meminta maaf seperti itu pada saya", kata Refo yang terlihat puas dan tersenyum.
Ratu dan yang lain yang menyaksikan itu sangat kebingungan, karena mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.
........................................................
...:) (:...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Terimakasih.🤗🙏