Penyeselanku Datang Ketika Ia Sudah Pergi

Penyeselanku Datang Ketika Ia Sudah Pergi
Bella mengetahui rahasia Ayu


__ADS_3

“Apa! Kamu samakkan aku dengan sampah? Jangan sembarangan kamu bicara!” Terlihat Ayu bersiap ingin menampar wajah Bella. Dengan cepat ia menahan tangan Ayu.


“Jangan sentuh saya dengan tangan kotor kamu!” Bella langsung membuang tangan Ayu. Ia juga membersihkan tangannya dengan tisu basah. “Mohon maaf, tangan saya bisa alergi jika tersentuh oleh kamu. Jadinya saya bersihkan dengan tisu basah.” Ia  juga melempar tisu basah ke wajah Ayu.


"Ups, sory. Aku kira kamu tong sampah. Makanya aku buang tisu basah ini ke wajah kamu." Bella terlihat begitu senang saat merendahkan Ayu di depan matanya. iya seperti sengaja memancing emosi Ayu, buktinya Ayu tersulut emosi.


“Maju kamu! Dasar janda gatal! Jangan coba-coba rebut suami aku ya! Aku ini wanita terhormat, wanita berpendidikan tinggi. Tidak seperti kamu, wanita kampung!”


“Yu, sudah lah. Jangan diteruskan masalah ini.” Aku mencoba menarik tubuh Ayu untuk menjauh. Aku tidak ingin lagi ada keributan di acara pernikahan ini.


“Kenapa kamu diam saja, Mas? Apa kamu tidak dengar perkataan dia barusan? Dia sudah merendahkan diriku. Dia sudah samakkan aku aku dengan sampah! Kenapa kamu diam, Mas.” Aku pun bingung, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa jika seperti ini.


“Gimana rasanya ketika kamu tidak mendapatkan pembelaan dari suami kamu, Yu?” ujar Bella.


“Apa maksud kamu?”


“Sekarang kamu bisa merasakan ketika kamu tidak mendapatkan pembelaan dari suami kamu kan? Itu lah yang aku rasakan ketika kamu merebut milikku dan tidak mendapatkan pembelaan dari seorang suami. Yang ada aku malah dibuang bagai bak sampah tak berharga. Itu lah sebabnya aku meninggalkan milikku bersama sampah tak berguna.”


“Bella,” lirihku, jujur saja. Hatiku sakit saat Bella berkata seperti itu. Kenapa ia malah membahas masa laluku?


“Asal kamu tahu, ya. Biar pun aku seorang janda. Aku tidak tertarik dengan suami orang. Aku bukan kamu, Yu. Yang bisa merampas milik orang. Dan dengan bangganya kamu berzina dengan laki-laki sampah seperti dia!” Dengan tegasnya ia menunjukku dengan jarinya.

__ADS_1


“Bell, kenapa kamu bicara seperti itu sama aku? Kata-kata kamu cukup membuat aku hancur, Bel.”


“Baguslah, memang itu yang aku harapkan. Aku senang ketika melihat kamu hancur, Mas. Aku senang ketika melihat hidup kamu berantakan bersama istri kamu. Aku  senang ketika kamu belum mengetahui siapa istri kamu sebenarnya.”


“Maksud kamu apa, Bel?” Di saat Bella ingin menjawab pertanyaanku. Dengan cepat, Ayu menyerang Bella.


“HENTIKAN OMONG KOSONG KAMU! KAMU JANGAN MACAM-MACAM SAMA AKU YA. AKAN KUBUAT HIDUP KAMU HANCUR!” Dengan bringasnya Ayu menarik baju Bella dan juga kerudungnya. Aku mencoba melerainya tapi gagal.


“Kamu pikir, hanya kamu yang bisa membuat keributan. Aku juga bisa!” dengan cepat Bella membalikkan keadaan, ia mengunci tubuh Ayu dengan kedua tangannya, dan sedikit membuatnya merasakan sakit. bahkan rambut panjang Ayu langsung ditarik olehnya.


“Aaaaa .... Sakit ... Sakit ...! Lepas, dasar wanita sialan!”


“Sudah aku bilang kan, jangan sentuh aku dengan tangan kotor kamu, tubuh saya itu alergi kalau disentuh sama wanita murahan kayak kamu. Jangan kira aku nggak bisa ngebales perlakuan kamu ke aku.”


“Kamu jangan coba-coba macam-macam sama saya, asal kamu tahu ya. Saya tahu rahasia terbesar kamu,  apa yang kamu sembunyikan saya juga tahu. Saat ini kamu Tengah berbadan dua kan Jangan kira saya tidak tahu ya.” bisiknya. Dalam sekejap mata Ayu terbelalak mendengar penuturan bella barusan, ia begitu terkejut, dari mana ia tahu bahwa dirinya Tengah berbadan dua? Ayo menatap wajahnya dengan rasa takut sedangkan Bella terus saja tersenyum ke arah Ayu. Iya seperti mendapatkan kemenangan di depan Ayu.


“Kenapa kamu memperlihatkan wajah panik seperti itu? Kamu terkejut ya kalau aku bisa tahu rahasia kamu? Jangan kira kamu bisa mempermainkan aku.” Tenggorokan Ayu terasa tercekik, ia ingin bicara namun sangat sulit untuk ia utarakan ditambah lagi ia masih bisa merasakan sakit di area kepalanya, karena Bella masih mencakram kuat rambut panjangnya.


Bella mengangkat sudut bibirnya menatap wajah ayu dengan tatapan beringas. “ Aku suka ekspresi kamu Ayu. Aku suka melihat kamu panik, dan aku suka ketika melihat kamu hancur di depan suami kamu sendiri.” perlahan ia melepaskan tangannya dari rambut Ayu, ia kembali tersenyum senang melihat wajah Ayu masih terlihat sangat ketakutan.


"Keluarkan saja rasa takut kamu Yu. Keluarkan saja rasa bersalahmu."

__ADS_1


“Wanita sialan! Akan ku balas kamu suatu saat nanti, akan kubuat kamu menderita dan akan  aku buat kamu berlutut di kakiku.”


“Silakan coba saja, itu juga kalau kamu bisa.  Sebelum kamu menghancurkan aku, aku yang bakal Hancurkan kamu dan juga keluarga kamu, bahkan orang-orang terdekat sekalipun akan aku hancurkan.” Setelah merapikan bajunya, Bella berjalan ke arahku. Entah kenapa, tatapan Bella sungguh menakutkan. Membuat nyalinya ini sedikit ciut.


“Mas, Gibran?”


“I-iya, Bell. Kenapa?” jawabku gugup.


“Jangan pernah lagi muncul di hadapan aku, Mas. Kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun. Apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan pernah kembali kepadamu selamanya.” tiba-tiba saja Mulutku terasa kaku, tenggorokanku terasa kering, mulutmu susah sekali untuk terbuka.


“Satu lagi Mas. Dan untuk anakmu Arka, anak semata wayang kita, kamu nggak perlu khawatir tentang keadaannya, aku bisa menjaganya. Sebentar lagi Arka akan mempunyai Ayah baru, jika waktunya sudah tiba aku bakal Undang kamu dan juga keluarga kamu di hari pernikahan aku. "


"Kamu serius bel mau menikah lagi? Tidakkah kamu mau kembali kepadaku? Aku sudah berubah, aku sudah bertobat. Aku berjanji aku tidak akan melakukan hal yang sama seperti dahulu, tapi tolonglah kembali padaku."


"Jangan terlalu berharap banyak kepadaku, Mas. Aku sudah tidak sudi lagi kembali kepadamu, Mas.*


"Bella, tolong beri Mas satu kesempatan lagi, Mas akan memperbaiki semuanya. Mas janji sama kamu, Mas akan memperlakukan kamu seperti Ratu di hidupmu."


"jangan seperti pengemis, Mas. Apakah kamu tidak mempunyai harga diri mengemis cinta kepada diriku yang sudah janda ini? Uruslah istrimu itu, karena sebentar lagi kamu akan mempunyai keluarga baru."


keluarga baru? Maksudnya?"

__ADS_1


"Sepulang dari acara pernikahan ini, kamu akan mendapatkan jawabannya di rumah nanti, bahkan ibumu saja sudah mendapatkan jawabannya, bersiap-siaplah menghadapi kehancuranmu sendiri, Mas. Begitu juga dengan istrimu." Ia meninggalkan diriku, aku tak menyangka jika sebentar lagi Bella akan segera menikah, dan akan memiliki Ayah untuk Arka, entah kenapa aku tidak terima Jika ia dimiliki oleh laki-laki lain. Seharusnya ia kembali padaku bukan kepada laki-laki lain.


yang paling tidak bisa membuatku mengerti adalah. Apa maksud dari perkataan Bella. Kenapa jawabannya harus di rumahku nanti, kenapa tidak sekarang?


__ADS_2