Penyeselanku Datang Ketika Ia Sudah Pergi

Penyeselanku Datang Ketika Ia Sudah Pergi
Melahirkan di dukun beranak


__ADS_3

“Ini bayaran kamu, terima kasih sudah mau membantu saya menghancurkan wanita itu. Berkat kamu, rencana saya berjalan mulus.”


“Saya terima uang dari Bu Bella. Saya merasa senang bisa membantu bu Bella. Apalagi bayaran yang saya terima sebanding dengan pekerjaan saya.”


“Sama-sama, dengan ini misi kita berhasil. Saya juga kagum dengan pekerjaan kamu, dari mana kamu bisa mendapatkan foto Ayu dengan mantan pacarnya di dalam kamar hote?”


“Hoh, itu mudah kok. Kebetulan sekali, mantan pacarnya Ayu adalah teman satu sekolah saya, saat Ayu tengah berduaan di hotel bersama teman saya. Ayu sempat mengupload fotonya di akun sosmed pacarnya.”


“Serius kamu? Kenapa Ayu begitu bodoh ya. Bisa-bisanya dia mengubar aibnya di media sosial.” Bella menggelengkan kepalanya, ia tidak menyangka. Bahwa istri dari mas Gibran begitu bodoh.


“Saya juga tidak tahu, kenapa ia memarkan Kemesraan Ini. Padahal hal itu dapat menimbulkan resiko besar. Tapi dengan kebodohan istri dari mas Gibran. Saya bisa menggorek informasi lebih dalam.” Bella memberikan 2 jempol.


“Enggak sia-sia saya keluarkan uang yang banyak untuk kamu.”


“Satu lagi, saya juga punya video ketika mantu bu Ratih di seret keluar rumah dan diusir.”


Bella melihat video saat Ayu diusir dari rumahnya, bahkan seluruh barang miliknya dilempar keluar oleh mertuanya sendiri. Ia terlihat puas saat melihat wanita yang ia benci terhina di depan semua orang.


“Inilah, akibatnya kalau kamu merebut milikku. Itulah yang kamu dapat dari perbuatan kamu sendiri,” batinya.


Di dalam video tersebut. Orang-orang hanya bisa menonton tanpa mau membantu Ayu dari ke terpurukkan. Bahkan banyak juga yang ikut mencaci maki kelakuan Ayu yang sudah kelewatan ke mertuanya.


Selesai melihat video ini Bella menyerahkan ponselnya kepada temannya yang bertugas untuk memata-matai Ayu dan juga keluarganya. Begitu juga dengan mantan suaminya dan juga mertuanya.


“Sekali lagi terima kasih atas bantuan kamu, kalau begitu saya pamit undur diri. Karena suami dan juga anak saya sudah menunggu di mobil.”

__ADS_1


“Sama-sama, Bu Bella. Jika ibu butuh bantuan saya lagi, saya siap membantu.”


Selesai dengan urusannya, Bella memutuskan untuk pergi jalan-jalan dengan suami baru dan juga anaknya. Kini kehidupan Bella berbuah manis. Ia hidup bahagia dengan suami barunya. Begitu juga dengan Arka karena memiliki ayah sambung yang baik. Inilah kehidupan manis yang bella dapatkan dari rasa keterpurukan, kehancuran kecewaan sedih, marah ya lalui dengan sabar sampai selesai.


....


“KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB! GARA-GARA KAMU, AKU JADI HAMIL ANAK INI. POKOKNYA KAMU HARUS MENIKAH DENGANKU!” ujar Ayu. Ia begitu marah dengan mantan pacarnya karena tidak mau bertanggung jawab. Gara-gara dia, ia sampai hamil dan perutnya sudah membesar.


“Itu salah kamu sendiri, kenapa kamu bodoh! Sudah tahu punya suami, bisa-bisanya kamu tergoda dengan rayuanku.”


“Aku memang bodoh karena aku terbujuk rayuan gila mu, tapi aku nggak peduli. Yang jelas kamu harus tanggung jawab aku nggak mau anak ini hidup tanpa Ayah.” mantan pacar Ayu langsung mengangkat kedua tangannya tanda ia menyerah dan tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Ayu .


“Sorry, Yu. Aku nggak mau tanggung jawab, silakan urus sendiri anak yang ada di dalam kandunganmu. Bila perlu minta saja sama mantan suamimu untung tanggung jawab.”


“Ya sudah kalau nggak mau, lagi juga itu bukan urusanku. Dengar ya sampai kapanpun aku nggak mau bertanggung jawab atas kehamilan kamu, itu semua karena kecerobohan kamu sendiri dan bodohnya lagi kamu malah menyebarkan postingan kita berdua ketika berada di hotel. Di media sosial.” Karena malas berurusan dengan Ayu, mantan pacar Ayu yang bernama Rio memutuskan untuk pergi dari sini karena ia sudah ada janji dengan pacar barunya.


“Kamu mau ke mana? Kalau kamu pergi, terus aku bagaimana? Kamu nggak kasihan sama aku? Aku menderita kayak gini karena kamu loh, tolonglah aku, nikah siri juga nggak apa-apa kok. Asalkan anak ini mempunyai ayah yang jelas.” Rio tetap pada pendiriannya, ia tidak mau menikah dengan Ayu walaupun hanya nikah siri, karena bagi Rio, Ayu dan juga anak yang ada dalam kandungan itu hanyalah beban bagi hidupnya, untuk apa dia capek-capek urus Ayu dan juga anaknya. Dari pada capek-capek lebih baik dia bersenang-senang dengan para wanita di luar sana.”


“Rio please jangan pergi aku mohon sama kamu tolong.” Ayu terus aja menarik tubuh Rio untuk tidak pergi, sayangnya Rio merasa Jengah dengan tingkah Ayu yang seperti orang gila, karena tak tahan Rio mendorong tubuh Ayu hingga dia terjungkal ke tanah membuat ia meringis kesakitan.


“Jangan coba-coba ganggu aku lagi, kalau memang kamu nggak mau ngerawat anak itu. Kenapa nggak kamu Bunuh saja mumpung perutmu belum terlalu besar.” Mata Ayu membulat sempurna ketika mantan pacarnya dengan tega menyuruh membunuh anaknya sendiri. Padahal anak ini tidak berdosa.


“Aku memang berniat ingin membunuh anak ini, tapi aku nggak mau, aku mau kamu harus bertanggung jawab Rio.”


"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu, aku nggak bisa nikah sama kamu aku nggak bisa tanggung jawab atas kehamilan kamu. Sekali lagi aku mohon maaf dan aku mohon pamit." Akhirnya Ayu menyerah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Rio, sudah pergi dan dia tidak mau bertanggung jawab. Ayu merasa sangat frustasi, pikirannya sudah kacau. Ia sudah bingung apa yang harus ia lakukan ke depannya, ia tidak mau merawat anak ini.

__ADS_1


Tak terasa kehamilan Ayu sudah menginjak 9 bulan, beberapa hari lagi Ayu akan segera melahirkan, ditambah lagi orang tua Ayu sudah tidak lagi peduli dengan dirinya.


Orang tua Ayu merasa malu karena Ayu hamil bukan dengan mantan suaminya, tapi dengan orang lain, gara-gara kelakuan Ayu. Pak Rahmat gagal mencalonkan diri sebagai kepala desa, padahal Ia sudah mengeluarkan seluruh hartanya untuk mencalonkan diri jadi kepala desa. Seluruh hartanya ludes untuk biaya menjadi calon kepala desa.


Tapi semua itu gagal, karena tidak ada warga yang mau memilih dia satu orang pun.


“Yu, Ayah udah tidak sanggup lagi untuk membiayai kamu, harta Ayah sudah habis, uang Ayah sudah habis. Ayah sudah tidak lagi memiliki apapun untuk kamu dan juga calon anak kamu nanti, bahkan untuk biaya lahiran pun Ayah sudah tidak sanggup lagi untuk membayar bersalinan.” Hati Ayu begitu sakit ketika ayahnya sudah tidak peduli lagi dengan dirinya. Jangankan untuk dia makan. Ia saja masih bingung uang dari mana untuk biaya persalinan nanti.


“Terus aku harus bagaimana Yah? Aku benar-benar bingung. Aku nggak tahu lagi harus kayak gimana, dua hari lagi aku bakal melahirkan Yah.” orang tua Ayu hanya dia membisu, ia sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Andai anaknya tidak berulah mungkin nasibnya tidak akan seperti ini.


"Ayah sama bunda apa nggak kasihan sama anak yang ada di dalam perutku ini biar bagaimanapun ini cucu kalian berdua seharusnya kalian senang karena sebentar lagi kalian punya cucu."


"Kami berdua memang ingin mempunyai cucu. Tapi Bukan cara seperti ini."


"Tapi kenapa, Yah? Bukankah itu sama saja? Biar bagaimanapun ini tetap cucu kalian berdua, walaupun aku melakukan kesalahan yang besar." Air mata Ayu sudah tidak bisa terbendung lagi, Ia amat kecewa dengan kedua orang tuanya yang tidak mau membantu dirinya, bahkan mengakui cucunya sendiri.


Karena Ayu tidak mempunyai uang untuk bersalin, mau tidak mau ia harus meminta tolong kepada temannya untuk melahirkan di dukun beranak, walaupun yang ia terima resikonya tinggi, ia sudah tidak peduli lagi yang penting anak ini bisa lahir ke dunia dan akan diserahkan ke panti asuhan.


"Kamu yakin mau lahiran di dukun beranak? walaupun lahiran didukun beranak ini cukup murah, tapi resikonya tinggi loh Yu," ujar temannya.


"Enggak apa-apa, yang penting anak ini lahir dulu. Masalah lain, bisa aku atur belakang." Sempat ada keraguan di dalam diri temannya, tapi karena Ayu ngotot ingin melahirkan di dukun beranak, mau tidak mau ia harus membiarkannya.


Saat melalui proses melahirkan temannya hanya bisa melihat Ayu dengan tatapan ngeri, apalagi proses melahirkan di dukun beranak prosedurnya benar-benar tidak bisa ia bayangkan, temannya hanya bisa berdoa semoga Ayu dan juga anaknya selamat.


Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Ayu bisa melahirkan seorang anak di tempat dukun beranak, ketika ia melihat wajah bayi mungilnya, bukan rasa kasih sayang dan cinta yang ia dapatkan, melainkan rasa benci rasa marah rasa kecewa. Karena ia melahirkan seorang anak dari mantan pacarnya.

__ADS_1


__ADS_2