Penyeselanku Datang Ketika Ia Sudah Pergi

Penyeselanku Datang Ketika Ia Sudah Pergi
Ayu masuk penjara


__ADS_3

“Kamu serius mau bunuh bayi ini kamu jangan gila, ini anak kamu loh, dia nggak berdosa, kalau kamu bunuh nanti kamu bisa masuk penjara,” ujar teman Ayu bernama Dinda. Iya kaget ketika Ayu berniat ingin membuang bayi ini ke tepi jurang yang tidak jauh dari tempat dukun beranak ini, karena ia tidak mau merawat anak dari mantan pacarnya.


“Aku udah nggak peduli, kalaupun anak ini mati, aku nggak peduli, aku nggak sanggup untuk urus anak ini. Lebih baik dia mati dari pada hidup bersamaku.” Dinda yang tidak mau ikut campur dalam masalah ini, Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Ayu, karena dia tidak mau berurusan dengan Polisi.


Seminggu setelah melahirkan bayi ini, Ayu berniat pergi ke tempat jauh dari pemukiman warga, karena ia sudah berniat ingin membunuh bayi ini.


“Maafkan Mama ya Nak. Mungkin takdir kamu untuk hidup di dunia ini hanya sampai sini saja. Mamah sudah nggak mau ngerawat kamu. Mama nggak mau kamu hidup menderita di dunia ini, lebih baik kamu mati biar kamu masuk surga.” Ayo menarik nafas dalam-dalam, ia sudah mengumpulkan niat untuk membuang bayi ini ke dalam jurang agar tidak diketahui orang lain.


“Sekali lagi maafkan Mama, Nak. Kalau kamu sudah masuk surga. Semoga kamu ingat sama mama.” perlahan Ayu mengangkat anaknya ke udara, dalam hitungan detik Ayu membuang bayi yang tidak berdosa itu ke dalam jurang pada akhirnya bayi itu tewas seketika.


Melihat anak yang sudah tewas di dalam jurang. Ayu Langsung menangis meraung sekuat mungkin, ia benar-benar merasa bersalah karena ia telah melakukan kesalahan yang besar, tapi ia terpaksa melakukan semua itu, karena ia tidak ingin anaknya menderita di dunia ini.


1 bulan pasca kejadian.


“Loh apa-apaan ini, kalian siapa? Kenapa saya malah diborgol? Salah saya apa.” Ayu terlihat panik ketika ada segerombolan polisi yang datang ke rumah menangkap dirinya dan memborgol kedua tangannya. Ia pun bingung kesalahan apa yang ia perbuat sampai ia ditangkap oleh Polisi


“Ikut kami ke kantor polisi dan jangan melawan kami.”

__ADS_1


“Saya nggak mau ikut. Memangnya saya salah apa? Kenapa saya harus ditangkap? Kalian ini polisi abal-abalan ya? Jangan sampai Kalian salah nangkap orang ya.”


“Jika ingin mengetahui kesalahan Anda, silakan Anda ikut ke kantor polisi.”


"Saya nggak mau ikut ke kantor polisi, karena saya tidak mempunyai kesalahan apapun, jika kalian melakukan hal ini tanpa adanya surat perintah, maka akan saya tuntut kalian."


"Silakan tuntut kami di kantor polisi sebisa anda." Ayu terus saja berontak, ia tidak bisa lepas dari jeratan polisi, Ia terus saja berteriak histeris membuat warga sekitar melihat ke arah ayu, sedang kedua orang tuanya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa ketika anaknya ditangkap polisi, bahkan membiarkan anaknya di tangga polisi.


“Ayah, Bunda tolong Ayu! Kenapa kalian malah diam. Ayu mau dibawa loh ke kantor polisi.” orang tua Ayu hanya diam membisu melihat anaknya yang sudah masuk ke dalam mobil polisi, mereka sudah muak dengan tingkah anaknya, mereka memang sengaja membiarkan anaknya ditangkap polisi, mereka pasti tahu anaknya telah melakukan perbuatan yang sangat fatal.


Sesampainya di kantor polisi Ayu hanya bisa duduk pasrah ketika polisi menjelaskan bahwa ia telah melakukan suatu tindakan pembunuhan kepada anak kandungnya sendiri.


“Mohon kerjasamanya ya. Tolong berkata dengan jujur dan mengakui bahwa anda telah membunuh anak kandung anda sendiri di tepi jurang.”


“Pak Saya ini sudah bicara dengan jujur, saya tidak pernah membunuh anak kandung saya sendiri saya tidak pernah hamil Pak.”


“Jika anda terus berbohong dan tidak mengakui kesalahan, bisa dipastikan hukuman yang anda terima akan semakin berat, anda jangan berbohong kepada polisi, karena kami mempunyai bukti yang cukup kuat dan ada saksi mata.” Mendengar penuturan polisi, Ayu tidak bisa berkutik lagi, bahkan untuk berbicara pun dia sulit, jika polisi mempunyai bukti-bukti, maka nasibnya akan Bagaimana? Sedangkan dia tidak mau masuk penjara.

__ADS_1


Setelah dilakukan penyelidikan atas penemuan mayat bayi laki-laki berusia 1 minggu, maka dinyatakan bahwa Ayu telah bersalah. setelah melakukan otopsi terhadap bayi mungil ini. Hasil dari tes DNA bayi dan Ayu sangat cocok, dan itu membuktikan, bahwa bayi laki-laki berusia 1 minggu ini memang benar-benar anak kandung dari Ayu, bahkan terdapat bukti ia habis melahirkan masih ada.


Atas perbuatan Ayu Mengenai perbuatan pidana pembunuhanbayi yang disebabkan dari orang tua kadungnya, dapat digolongkan dalam beberapa jenis tindak pidana diantaranya pembunuhan yang diatur pada pasal 338 KUHP; pasal 340 KUHP; pasal 341 KUHP; pasal 342 dan pasal 346 KUHP.


Sanksi pidana tindak pembunuhan oleh ibu terhadap bayinya setelah dilahirkan menurut Undang-undang, berdasarkan KUHP diatur dalam Pasal 341 dengan pidana kurungan paling lama tujuh tahun, Pasal 342 dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.


Kini seluruh hidup Ayu akan dihabiskan di dalam penjara selama 9 Tahun Lamanya, dan ia harus menerima hukuman atas perbuatannya karena telah membunuh bayi tidak berdosa ke dalam jurang.


Sedangkan Gibran masih hidup berdua bersama ibunya sampai sekarang, karena sudah tidak ada lagi wanita yang mau menikah dengan Gibran. Apalagi setelah tahu masalah Gibran sebelum-sebelumnya terhadap mantan istrinya yang pertama, bahkan videonya saat dia di labrak oleh mantan istrinya 3 tahun lalu sempat viral dan ramai di berbincangkan. Maka tidak ada yang mau mendekati Gibran untuk menjadi istrinya.


Begitu juga dengan Bella dan juga keluarga barunya, setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Bella memiliki seorang anak lagi dari suami yang baru dan Arka mempunyai adik baru, pada akhirnya mereka hidup bahagia tanpa adanya gangguan orang ketiga dari manapun.


Alhamdulillah setelah melalui proses yang panjang, akhirnya novel ini bisa saya tamatkan dengan sempurna, jika ada kata-kata yang salah atau tulisan di dalam novel ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua karena saya hanyalah manusia biasa


Dan terima kasih juga untuk kalian semua, karena kalian telah membaca novel saya sampai habis sampai tamat. Dengan ini saya menyatakan bahwa novel saya dengan judul Penyesalan datang ketika dia pergi sudah tamat dan berakhir.


untuk kalian yang beranggapan bahwa griban itu seperti anak kecil dan bocah yang selalu nempel di Ketek emaknya. Memang benar, pada kenyataannya dia memang seperti anak kecil, walaupun umur tua tapi sikapnya memang seperti anak kecil dan tidak mempunyai pendirian. Bahkan ia selalu diperalat oleh orang tuanya sendiri dan tidak bisa lepas dari ketek emaknya.

__ADS_1


"SEKALI LAGI TERIMA KASIH"


__ADS_2