Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
Bab I


__ADS_3

Pagi ini menjadi hari pertama bagi Frisca masuk bangsal anak perasaannya sudah tidak enak. Saat itu dia dan teman-teman nya sedang menjalankan Kuliah Klinik dibagian anak dan salah satunya tugas mereka adalah Visite setiap pagi bersama Dokter pembimbing nya.


"Pagi-pagi sudah harus mendengar teriakan anak-anak, telingaku hampir pecah mendengarkan teriakan mereka" gerutu Frisca, tentu saja sambil berbisik kepada dua sahabatanya, Grace dan Nita.Sedangkan tiga orang lainnya dalam kelompok mereka adalah Thomas, Dian , dan Adrian,yang sedang sibuk melirik kearah suster-suster yang sedang jaga dimeja jaga.


" Belum lagi menghadapi orang tua dari anak-anak yang sedang sakit, terkadang rasanya ingin menerkam kita" balas Nita juga sambil berbisik.


Bisik-bisik mereka segera terhenti ketika Grace memberikan kode dengan lirikan untuk memberitahukan kedatangan Dokter Febrian. Dokter kepala bagian anak yang sudah terkenal diseluruh rumah sakit bahwa Dokter Febrian bukanlah dokter yang ramah apalagi terhadap koassitennya. Frisca dan teman-teman nya tentu tidak mau mendapatkan masalah dihari pertama mereka berada dibagian bangsal anak.


"Perkenalkan dulu koassiten kita" kata Dokter Febrian kepada pria yang melangkah disampingnya. Lalu kepada mahasiswanya,sambungnya singkat" Dokter Stefan Keanu, assisten saya".


Sekejap Frisca tertegun memandang laki-laki dihadapannya ini. Wajah rupawan, senyum menawan, ah dia lebih mirip aktor dari pada seorang Dokter pikir Frisca. Dan senggolan dari Grace menyadarkan nya dari pesona yang memulai tersebut,gelagapan Friska menyambut uluran tangan Dokter Stefan sambil tersenyum. Dia lupa menyebutkan namanya sangking terpesona melihat makhluk ganteng yang sedang tersenyum manis sambil menjabat tangan nya dengan erat dan hangat.


"Mulai hari ini saya akan menjadi pembimbing kalian sampai enam bulan kedepan. Untuk sementara ini saya akan menjadi assisten pertama, namun kalau kalian sudah mahir saya bersedia bertukar tempat dengan senang hati" dengan suara khas nya yang merdu Dokter Stefan mengenalkan dirinya dan memberi sepatahdua kata untuk mahasiswa yang akan berada dibawah bimbingannya selama 6 bulan kedepan.


 


☆☆☆


 


"Berada dibagian anak memang tidak enak, harus lebih banyak bersabar, karena mereka tidak bisa secara gamblang mengatakan sakitnya seperti apa"komentar Dokter Stefan setelah berada didekat Frisca yang sedang mengisi status pasiennya untuk melengkapi data yang ia perlukan.


Frisca terkejut dengan kedatangan Dokter pembimbing nya tersebut tanpa tau harus berkata apa sangkit gugupnya. Heran pikir Frisca dia bukan lagi plonco dalam hal menghadapi laki-laki, tetapi mengapa ketika dihadapan Dokter ini dia selalu salah tingkah.


"Saya Dokter Stefan, tadi kamu belum sempat menyebutkan namamu"sambung Dokter Stefan sembari kembali mengulurkan tangan nya.


Frisca menyambut uluran tangan dari Dokter Stefan sembari menyebut namanya.


"Hemn..nama yang indah seindah pemiliknya, oh ya apakah jadwalmu sudah selesai sore ini?!" kata Dokter Stefan

__ADS_1


Friska melirik jam yang berada dipergelangan tangannya. jam itu sudah menunjukan waktu pukul 17.25 wib. artinya jadwal jaga dia sudab lewat 25 menit yang lalu. Dan Grace yang akan menggantikan nya juga sudah datang.


"Jadwal saya sudah selesai 25 menit yang lalu Dok" jawab Frisca


"Oh..baiklah, kalau begitu bolehkan saya mengantarkan mu pulang?! atau kau membawa kendaraan sendiri?!" sahut Dokter Stefan


"Oh..saya hari ini tidak bawa mobil Dok"jawab Frisca sambil terseyum.


"Baiklah, kalau begitu saya antarkan kamu pulang. Saya tunggu kamu diparkiran ya" sahut Dokter Stefan sambil berlalu tanpa menunggu jawaban dari Frisca.


Grace yang baru sajal kembali dari ruangan anak mendengar ajakan Dokter Stefan langsung menggoda Frisca yang masih termanggu.


"Cie..yang dianterin pulang sama Dokter Stefan, Dokter populer dibagian bangsal anak" kata Grace sambil tertawa." Eh..


tumben kamu gak bawa mobil Fris?!" sambung Grace


Sambil tersenyum lebar Frisca menjawab bahwa dia sebenarnya membawa mobil, tapi sengaja bilang gak bawa supaya ada alasan diantar Dokter Stefan.


" Kalau cinta belum, tapi dia terlalu menarik untuk dilewatkan" kata Frisca. "Udah ah..aku duluan ya, takut Dokter Stefan kelamaan menungguku" sambung Frisca sambil berjalan kearah parkiran.


"lalu mobil kamu bagaimana Fris?!" tanya Grace


"Gampanglah itu, biarkan aja dipakiran toh gak bakalan hilang" balas Frisca.


Tiba dipakiran Frisca dapat melihat Dokter Stefan sedang berdiri disebelah sebuah mobil sambil memainkan handphone ditangannya. Frisca terpesona dengan penampilan pembimbing nya itu tanpa menggunakan baju Dokter dan lengan kemeja nya sudah digulung setengah sambil tangan kiri nya berada dikantong celananya.


Ah..betapa gagah nya dia pikir Frisca sambil jalan mendekat kearah Dokter Stefan.


"Maaf Dok, lama menunggu" kata Frisca mengurangi rasa gugup dihatinya.

__ADS_1


Dokter Stefan mengangkat kepala dan melihat Frisca sudah berdiri dihadapannya. "Ah...tidak kok. apakah kamu sudah selesai, mari kita berangkat" kata Dokter Stefan sambil membukakan pintu sebelah kiri mobilnya dan membiarkan Frisca masuk kedalam mobil lalu menutup pintunya, dan dia berputar kesisi kanan mobilnya untuk dapat masum kedalam mobilnya.


" Kemana aku mengantarmu nona?!" tanya Dokter Stefan sambil mulai menjalan kan mobilnya membelah kemacetan jalanan ibukota jakarta.


" Saya tinggal di Aparteman Green Pramuka Dok"jawab Frisca memberitahukan tempat tinggalnya.


"Ditower mana unit apartemenmu?!" tanya Dokter Stefan lagi.


"Tower Magnolia Dok" jawab Frisca.


" Baiklah nona akan saya antarkan dengan senang hati" kata Dokter Stefan sambil tertawa.


" Jangan panggil saya Nona Dok, panggil saja Frisca" kata Frisca


"Baiklah Frisca. Aku akan memanggilmu dengan nama biar lebih enak" jawab Dokter Stefanus.


Tidak terasa mereka telah tiba didepan tower aparteman Frisca. Dan mereka sama-sama merasa waktu berjalan sangat cepat, sangking asiknya mereka ngobrol dalam perjalanan.


"Frisca, kita sudah sampai" kata Dokter Stefanus.


"Ah..iya Dok, berdiskusi dengan anda membuat saya tidak sadar perjalanan kita sudah sampai, apakah Dokter mau singgah dulu kedalam" tawar Frisca.


Frisca masih ingin berbicara, lebih tepat nya memandang wajah ganteng Dokter pembimbing nya itu.


Dokter Stefan melirim jam tangannya. waktu ternyata sudah menunjukan waktu pukul 19.45 wib.


Dokter Stefan sebenarnya sangat ingin berlama-lama menghabiskan waktu dengan Frisca namun, Dia merasa tidak enak untuk singgah keapartemen wanita yang tinggal sendirian dan baru hari ini dia kenal.


"Mungkin lain kali Frisca, aku sudah ada janji bertemu teman malam ini, kamu juga butuh istirahat, bukankah hari ini jadwalnya sangat padat" Dokter Stefan memberikan alasan.

__ADS_1


"Oh..baiklah Dok, terimakasih atas waktunya bersedia mengantarkan saya, hati-hati dijalan Dok"jawab Frisca sambil turun dari mobil Dokter Stefan.


__ADS_2