Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 31


__ADS_3

Tak terasa hampir seminggu Frisca dan Nathan berada di Jogja, rencana nya nanti malam mereka akan pulang ke Jakarta, sedangkan Aska masih akan tinggal di Jogja masih ada beberapa hal yang berkaitan dengan acara pernikahannya yang belum tuntas. Nathan akhirnya memilih pulang bersama Frisca menggunakan kereta api, biarlah biar bisa lebih lama bersama Frisca pikir Nathan. Pagi ini mereka mulai beres beres perlatan dan perlengkapan yang akan mereka bawa pulang, Bude menitipkan banyak oleh oleh untuk Frisca dan Nathan, padahal mereka sudah berusaha menolak tapi karena Bude sedikit memaksa akhirnya mereka menerima oleh oleh tersebut.


"Fris tiket dan pakaian kamu sudah beres semua?" tanya Kinaya


"Sudah Kin, womg cuma baju beberapa helai"


"Iya nih yang buat banyak oleh oleh dari ibu ya, maaf ya Fris ibuku memang suka begitu"


"Gak papa lagi Kin aku senang banget diterima sama Ibu dan Bapak seminggu ini aku diperlakukan seperti anak mereka"


"Iya kan sebentar lagi kita jadi saudara, apalagi kalau kamu punya dan Mas Nathan jadian"ujar Kinaya tertawa


"Apaan sih Kin aku dan Nathan hanya sahabat, baru juga kenal"


"Gak papa lagi Fris, pendekatan dulu"


"Aku sudah punya pacar Kin diJakarta, Dokter juga, rencananya kami akan segera menikah juga" jelasku pada Kinaya


"Wah sayang sekali, berarti Mas Nathan sudah tidak punya kesempatan lagi dong,padahal sudah lama loh aku tidak melihat Mas Nathan jatuh cinta, pertama dan terakhir Dia menyukai wanita ya itu Mba Sheila tapi ditikung sama sahabatnya sendiri akhirnya sampai sekarang belum ada yang berhasil masuk membuka hati Mas Nathan"


"Ditikung bagaimana Kin?"


"Iya jadi ceritanya Mas Nathan punya sahabat Rayhan dan Sheila, Mas Nathan dan Rayhan sama sama suka sama Sheila tapi Sheila menyukai Rayhan akhirnya Mas Nathan ngalah dan memilih kuliah diluar negri biar bisa melupakan Sheila eh pulang ke Indonesia Rayhan malah ngajak kerja sama buka Cafe, ntah kenapa Mas Nathan malah setuju kerja sama,katanya biar bagaimanapun mereka itu sahabatnya"


"Nathan punya Cafe?"


"Iya sudah ada beberapa cabang di Jakarta Bekasi malah sampai keluar kota Surabaya, Medan "


"Hebat dong masih muda tapi sudah sukses"


"Sesekali kamu singgah aja ke cafe nya mereka, itu satu ada didepan Rumah Sakit tempat kamu Praktek"


"Oh cafe itu milik Nathan? Aku dan teman temanku suka sekali singgah ke Cafe itu selain dekorasinya anak muda banget menu yang ditawarkan juga enak enak" Seketika Frisca ingat bahwa waktu Ulang tahunnya kemarin Dia dan teman temannya digratiskan, ternyata itu Nathan pikir Frisca.


"Lah kamu belum tau itu cafe Dia? Emang belum pernah ketemu disitu?"


"Belum Kin kami ketemu pas dirumah sakit"

__ADS_1


"Oh.."


Terdengar suara ibu memanggil kami dari dapur, ibu menyuruh kami untuk memanggil Aska dan Nathan yang sedang berada di depan untuk sarapan bersama pagi ini. Selesai sarapan kami berbincang bincang menunggu jam keberangkatan kami ke stasiun, kami akan diantar Aska dan Kinaya ke Stasiun Lempuyungan. Tak terasa hari sudah siang dan kami bersiap siap hendak berangkat menuju Stasiun agar tidak tergesa gesa dijalan.


"Sudah dibawa semua, tidak ada yang ketinggalan to nak Frisca, Nathan?"


"Sudah pak" jawab Frisca


"Sudah Paman, semua sudah dipacking dengan rapi" sambung Nathan


"Sering sering main kesini ya Nak Frisca, Nathan kalau libur datang lagi ya, jangan lupa pesta Kinaya dan Aska nanti kalian harus hadir " pesan Bapak


"Baik Pak saya permisi dulu ya Pak, terimakasih telah menerima saya penuh kekeluargaan" ucap Frisca sambil menyalami Bapak "Bu saya permisi ya, terimakasih oleh oleh nya ya bu"sambung Frisca memeluk Ibu


"Iya hati hati dijalan ya nak" balas Ibu


"Paman Bude saya juga pamit pulang ya" ucap Nathan sambil memeluk Paman dan Bude . Lalu kami berjalan ke arah mobil yang mana Aska dan Kinaya sudah menunggu. Aska mengemudikan mobil Kinaya duduk disebelahnya Frisca san Nathan duduk dibelakang lalu perlahan mobil bergerak pergi meninggalkan rumah Kinaya.


Setibanya di Stasiun Aska dan Kinaya pamit pulang, Aku dan Nathan segera masuk menunggu kereta kami tiba.


"Kamu mau beli makan gak Fris?"


"Minum mau? kopi atau teh?"


"Boleh deh, Capucino aja Nat"


"Oke sebentar ya aku belikan" ucap Nathan sambil berlalu


Segera aku ambil ponselku dan mencari nomor Dokter Stefan, aku hubungi tidak ada jawaban, aku kirim pesan kalau aku sudah di stasiun dan hendak pulang ke Jakarta, pesanku masih centang satu,mungkin Stefan lagi sibuk pikirku menyimpan ponselku ditas.


Tak lama Nathan datang dengan dua gelas Capucino ditanganya dan mengasurkan segelas untukku, tak lama terdengar pemberitahuan bahwa kereta yang hendak membawa kami ke Jakarta sudah tiba, kami ikut mengantri masuk ke kereta.


"Kamu tidak tidur?" tanya Nathan


"Belum ngantuk, Kamu sendiri tidak tidur?"


"Sama aku juga belum ngantuk"

__ADS_1


"Oiya aku belum sempat mengucapkan terimakasih atas traktiran kamu di Cafe sewaktu aku merayakan ulangtahun bersama teman teman beberapa waktu lalu" Ucapku pada Nathan, Dia sedikit terkejut mendengar ucapanku


"Dari mana kamu tau kalau itu aku?"


"Tadi pagi Kinaya cerita kalau kamu itu pengusaha cafe itu"


"Dasar Kinaya, untuk apa coba cerita hal seperti itu"


"Kenapa tidak itu suatu kebanggaan dong, dengan usia kamu yang masih muda tapi sudah menjadi pengusaha, bahkan kata Kinaya sudah memiliki beberapa cabang bahkan sampai diluarkota, kamu hebat Nat"


"Hebat apanya Fris, buktinya sampai sekarang aku masih sendiri belum punya pacar"


"Aku tidak percaya kamu jomblo, mana mungkin ada wanita yang menolakmu Nath"


"Kalau kamu, apakah kamu juga akan menolakku, seandainya aku menyukaimu"


"Seandainya kamu menyukaiku pasti aku terima mana mungkin bisa menolak pria semenarik kamu Nath"


"Kalau aku benarn menyukai mu Fris, maukah kamu menerimaku?"


"Kamu bercandanya kelewatan Nath, membuatku terbang tinggi"


"Nah kamu sendiri menolakku bukan?"


"Untuk saat ini aku menolakmu karena aku sudah punya pacar, tapi kalau tadinya aku sendiri mungkin aku akan langsung menerimamu Nath" ucapku sambil tersenyum


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu Fris sampai kamu sendiri"


"Hahahaha kamu terlalu serius Nath, maafkan aku tapi aku akan segera menikah Nath"


"Kalau begitu aku harus menunggu waktu lama lagi untuk jatuh cinta lagi Fris, tapi kita bisa menjadi teman kan Fris?"


"Tentu Nathan kita akan menjadi sahabat"


"Aku bisa menghubungimu menelepon mu?"


"Ya tentu saja Nathan kamu juga bisa mengajakku makan siang jika waktuku ada hahahaha" ujarku sambil tertawa

__ADS_1


"Janji ya Fris" ucap Nathan.


__ADS_2