Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 15


__ADS_3

Setelah sarapan aku kembali kekamar memeriksa ponselku,kulihat banyak pesan dari Lisa, menanyakan kabarku, satu pesan dari mama menyuruhku pulang jika ada waktu katanya mama papa rindu, dan beberapa panggilan tidak terjawab dari nomor Lisa dan Lila.. hemn..yang sepupuan ini ada apa mencariku bersamaan pikirku, maka segera kutekan panggilan keluar nomor Lila tak lama menunggu panggilanku segera dijawab


"Stefaaaannnn...loe dari planet mana dicariin ditelp di kirimin pesan gak masuk satupun. loe diculik alien Fan" segera kudengar suara cempreng Lila menggema sehingga aku sedikit menjauhkan ponsel dari telingaku agar telingaku aman


"Astaga La apaan sih pagi pagi udah heboh gak menentu, gue baik baik aja dan gak kemana mana apalagi diculik alien, kenapa ada perlu apa loe La?" tanyaku pada Lila


" Kalau loe gak kemana mana kenapa ponsel loe susah benar dihubungi, tu pacar loe sampai nangis nangis nelp gue tengah malam buta nyariin, katanya telp dia loe reject semua, pesan dia tidak loe tanggapi Fan, hampir aja gue gak tidur semalaman karena rengekan dia, Lisa khawatir loe kenapa kenapa"


"Gue baik aja kemarin gue emang sibuk, sampai lupa ngecas batre ponsel gue, akhirnya lowbatt deh, begitu sampai rumah gue udah lelah langsung mandi dan istirahat, ni gue baru bangun" jelasku pada Lila


"Loe sibuk apaan Fan? sibuk sama koas loe itu?"


"Apaan si La,jangan mulai deh ini masih pagi"


"Fan gue gak buta,gue gak tuli Fan, gue lihat dan gue banyak dengar tentang Loe dan koas yang bernama Frisca, Fan loe masih anggap gue sahabat loe kan, gue masih bisa memberikan saran buat loe kan Fan?"


"Udah deh La gue malas banget dengar omongan loe pagi pagi begini udah kayak petasan"


"Ya udah loe hubungin Lisa deh Fan kasian dia tau nyariin loe kayak apa tadi malam"


"Hemn..ya udah gue telp Lisa dulu ya" Aku memutuskan sambungan telp itu.


Lama aku terdiam baru aku memutuskan untuk menghubungi nomor Lisa, pada nada panggilan kedua baru Lisa mengangkat telp ku.


"Sayang..kamu dari mana saja dari kemarin aku coba hubungi kamu, aku kirim pesan satupun gak masuk, kamu baik baik aja kan Fan"

__ADS_1


"Aku baik Sa, cuma kemarin sibuk ada seminar dan aku lupa mengisi batre ponselku hingga akhirnya lowbat, sampai dirumah aku sudah terlalu lelah dan segera istirahat" jelasku pada Lisa


"Astaga honey kamu itu ya kebiasaan deh aku sampai stres mikiri kamu, sampai aku suruh Lisa datang kerumahmu untuk melihat keadaanmu"


"Apaan sih Sa, aku bukan anak kecil lagi yang sampai segitunya harus kamu perhatikan dan harus melaporkan semua aktivitasku sama kamu Sa, aku baik baik aja kok"


"Ya ampun Fan jangan marah gitu dong, aku kan cuma khawatir sama keadaan mu kamu hilang tanpa kabar berita, makin kesini kamu makin susah dihubungi Fan, kalaupun kamu angkat telp ku kamu jawabnya hanya ya tidak ya tidak, kamu berubah sekarang Fan, kamu bukan Stefan ku yang dulu lagi" ujar Lisa yang aku yakin dia disana berbicara sambil menahan tangis terdengar suaranya agak serak


"Bukan gitu Sa, maafkan aku Sa, aku banyak kerjaan belakangan ini, sejak diangkat jadi Kepala bedah tugas ku bertambah banyak, belum lagi seminar seminar yang harus aku ikuti dan prakteku yang tidak pernah sepi" aku mencoba menjelaskan pada Lisa


"Hemn.. aku juga minta maaf Fan, mungkin karena jarak kita yang jauh,membuatku sedikit frustasi kalau tidak mendengar kabar darimu maaf kan aku Fan"


"Ya sudahlah, kan kamu yang memilih untuk jauh dariku Sa, aku baik baik saja kok dijakarta hanya sedikit bertambah sibuk, kabar kamu disana gimana? baik kan" tanyaku pada Lisa


"Hemn..nanti deh Sa kalau waktuku sudah longgar, untuk saat ini aku belum bisa ijin cuti, banyak yang harus aku kerjakan Sa"


"Iya deh sayang aku tunggu kamu diparis ya Fan, aku sangat merindukanmu sayang, kamu gak kerja hari ini sayang?"


"Ini kan hari minggu Sa, aku libur, sudah ya Sa aku mau mandi dulu, baru bangun soalnya, kamu baik baik disana ya Sa jaga diri baik baik" Ujarku mengingatkan Lisa


"Iya sayang mandi yang bersih ya,habis itu kamu istirahat ya sayang Love you sayang"


Aku segera mematikan ponsel ku, dan termenung memikirkan hal ini bagaimana caraku menjelaskan pada Lisa kalau aku sudah bermain hati dijakarta ini.


 

__ADS_1


☆☆☆


 


Senin pagi aku kembali beraktivitas seperti biasa, memasuki rumah sakit yang terasa sunyi karena Frisca dan teman temannya sudah tidak masuk lagi, mereka hanya menunggu waktu untuk diambil sumpah jabatannya dari kampusnya, bangsal anak terasa sepi. Pagi ini aku visite pagi ini hanya bersama perawat ternyata mereka juga merasakan kesepian tidak ada nya koas yang sedikit banyak membantu pekerjaan mereka.


"Sunyi ya Dok, hanya tinggal kita biasanya kita ramai ramai visite pagi" Ujar suster Marta


"Sabar sebentar lagi akan ada rombongan koass yang baru, yang akan membuat suster pusing dengan tingkah pola nya" ujarku sambil tertawa


"Semoga ada yang baik seperti Dokter Nita, yang suka traktir makanan seperti Dokter Grace dan yang cantik dan pinter seperti Dokter Frisca"


"Dan yang ganteng seperti Dokter Adrian atau yang menarik seperti Dokter Thomas" sambungku menggoda suster Martha


"Ah Dokter Stefan bisa aja, mereka hanya membutuhkan saya untuk bocoran soal ujian saja"


"Nah ketauan yah, ternyata suster Martha sering memberikan bocoran soal ujian pada para koass pantasan saja para koass senang dekat dekat dengan suster"Aku menggoda suster Martha


"Tidak loh Dok, saya tidak pernah membocorkan soal ujian karena saya tau mereka hanya ada perlunya saja sama saya, setelah itu mereka akan melupakan saya" ujar suster Martha.


"Ah..suster tidak boleh pesimis seperti itu, saya dengar Dokter Adrian serius ingin menyatakan perasaannya kepada Suster"


"Aih Dokter Stefan bisa aja, dia hanya meminta saya untuk mau menemani nya kedaerah itu saja Dok" ujar suster Martha sambil tersipu.


"Lah itu tandanya Adrian serius Sus, ngapai dia ngajak suster ke daerah kalau bukan untuk mendampanginya sebagai Nyonya Dokter Adrian Pramasta" Ujarku meyakinkan Suster Martha , ku lihat suster Martha hanya tersenyum tersipu malu mendengar perkataanku.

__ADS_1


__ADS_2