
Frisca keluar dari ruangan Dokter Stefan dengan perasaan kacau, dia bingung harus bersikap seperti apa. Ketika berjalan ke meja perawat Nita melihat dan berjalan menghampiri ku.
"Loe kenapa Fris,pucat amat"
"Ah..gak gak papa kok Nit"
"Sini coba gue periksa dulu, Frisca loe demam badan loe panas,loe ijin pulang deh Fris dari pada makin parah,loe istirahat deh di rumah"
"Gak bisa nit, gue jaga hari ini"
"Udah biar gue yang gantiin jadwal loe jaga, atau perlu gue minta ijin ke Dokter Stefan?"
"Bener nih loe mau gantiin jadwal gue?"
"Iya, loe pulang sana istirahat, loe masih sanggup bawa mobil, atau mau gue pesankan taksi?"
"Gak Nit, gue masih sanggup bawa mobil, ya udah gue ijin dulu ke Dokter Stefan ya"
"Oke, ntar selesai jaga gue singgah ke apartemen loe deh, hati hati ya dijalan fris"
"Oke nit makasih ya"
Perlahan Frisca menuju ruang kerja Dokter Stefan dan mengetuk pintu nya
"Tok..tok..tok.."
"Masuk" sahut Dokter Stefan dari dalam.
Perlahan Frisca membuka pintu dan berjalan masuk keruangan.
"Frisca...ada apa???" Dokter Stefan langsung berdiri ketika melihat Frisca yang masuk keruangannya.
"Eh..ini Dok saya mau ijin pulang, saya kurang sehat" jawab Frisca
Stefan langsung memegang tangan Frisca dan menuntunnya agar duduk disofa yang tersedia diruangannya.
"Sini saya periksa dulu"ujar stefan sambil memeriksa keadaan Frisca
__ADS_1
"Kamu pucat sekali, suhu kamu juga tinggi, nanti saya resepkan obat kamu tebus di apotek bawah saja. sekarang kamu saya antar pulang ya" ujar Stefan.
"Jangan Dok.. tidak perlu, saya masih sanggup bawa kendaraan sendiri kok" ujar Frisca tidak enak.
"Tidak tidak saya tidak mengijinkan kamu bawa kendaraan sendiri dalam keadaan seperti ini,kalau dijalan kenapa kenapa bagaimana, lebih baik saya antar kamu pulang"
Ketika Frisca akan menjawab terdengar ketukan dari pintu
"Masuk" sahut Stefan
Ternyata suster Marta yang datang.
"Maaf Dok, dipanggil sama Dokter Febrian, katanya sudah waktunya rapat dengan Direksi rumah sakit"
"Astaga... bagaimana saya bisa lupa siang ini saya ada rapat penting dengan Direksi rumah sakit, baiklah saya akan segera ke ruang rapat" kata Stefan pada Suster Marta.
"Baik Dok, saya permisi Dok" pamit Suster Marta.
"Frisca kamu istirahat diruangan saya saja. nanti setelah selesai rapat saya akan antar kamu pulang" kata Stefan pada Frisca
"Tidak Dok, tidak perlu saya pulang sendiri saja saya tidak apa apa kok Dok"
xxx
Sore hari ketika pekerjaan Stefan sudah selesai dia segera meluncur menuju apartemen Frisca, tidak lupa dia singgah sebentar ke warung bubur mang jaja untuk membelikan Frisca sebungkus bubur ayam. akhirnya Stefan sampai di apartemen Frisca setelah melalui perjalanan yang lumayan macet karena jamnya orang orang pada pulang kerja.
Frisca yang saat itu sedang tiduran dikamar mendengar suara bel nya berbunyi, Ah.. sudah datang si Nita pikir Frisca maka tanpa merapikan rambutnya yang acak acakkan dan melihat siapa yang datang Frisca segera membuka pintu, dan betapa terkejutnya yang dilihat nya adalah Dokter pembimbing nya bukan sahabatnya Nita yang berada didepan pintu apartemen nya.
"Boleh saya masuk" kata Stefan sambil tersenyum melihat penampilan Frisca.
"Ah..ohh iya mari Dok silahkan masuk, maaf d
Dok berantakan" jawab Frisca.
__ADS_1
"Oh tidak apa apa, bagaimana keadaan kamu?"
"Saya sudah mendingan Dok,tadi sudah minum obat dan istirahat" sahut Frisca.
"Ini saya bawakan bubur ayam mang jaja, langganan para koass "
"Duh kenapa repot repot dok, oiya Dokter mau minum apa?"
"Apa saja, tidak usah repot repot"
"Tidak kok Dok, tidak merepotkan. sebentar saya buatkan minumnya" ujar Frisca sambil berlalu ke arah dapur.
Didapur Frisca segera menuju kamar mandi dan merapikan rambutnya agar telihat rapi, betapa malu nya Frisca melihat acak acakannya dirinya di cermin, Duh bagaimana ini kata Frisca, bagaimana bisa dia berpenampilan seperti ini ketika Dokter Stefan datang, dia merutuki dirinya kenapa tadi tidak dilihat dulu siapa yang datang malah langsung dibukakan pintu rutuk Frisca.
Frisca menyeduhkan segelas kopi untuk d
Dokter Stefan dan secangkir teh manis untuk dirinya, sambil berjalan keruang tamu dia melihat Dokter Stefan sedang duduk dengan santai sambil melihat lihat diktat kuliah Frisca.
"Silahkan diminum Dok, seadanya "
"Oh iya terimakasih, maaf sudah merepotkan mu padahal kamu masih sakit"
"Tidak apa apa kok Dok, Dokter juga sudah mau menjenguk saya sampai membawakan bubur ayam lagi"
"Oiya kalau diluar rumah sakit jangan panggul Dokter panggil saja Mas, atau Kakak, sebentar lagi kita akan jadi sejawat"
" Baik Dok, eh baik Mas" ujar Frisca.
Stefan menemani Frisca sampai pukul 21.00 wib lalu dia undur pamit.
"Frisca saya pulang dulu, besok kalau belum pulih benar tidak usah masuk dulu, sampai kamu sehat benar ya"
"Baik dok eh Mas.. terimakasih Mas"
Lalu Stefan berjalan menuju lift untuk turun lalu pulang, sedangkan Frisca menutup pintu apartemennya sambil tersenyum malu malu. dia terlalu senang akan perhatian Dokter pembimbing nya sampai sampai dia melupakan bahwa dia sekarang dalam keadaan sakit dan melupakan bahwa sahabatnya Nita tidak jadi berkunjung. Yang dipikiran nya adalah Dokter Stefan seorang.Yang mulai dari awal perjumpaannya dibangsal anak pagi itu sudah mencuri perhatiannya,
Bolehkah Frisca berharap banyak pada Stefan yang jelas jelas menunjukan perhatian kepada Frisca... Siapapun dibangsal anak tau bagaimana perhatian Dokter Stefan terhadap dirinya, namun hingga saat ini Stefan belum menyatakan apa apa tentang perasaannya terhadap Frisca, sampai Frisca mengingat kejadian malam minggu kemarin ketika Stefan mengantar nya pulang, tiba tiba saja Dia mencium Frisca, membuat Frisca hampir pingsan. Frisca hanya bisa memeluk erat bantal guling nya dan berharap degup detak jantung nya bisa mereda,karena jika mengingat kejadian itu degup jantung Frisca seperti belomba lomba ingin berlari sekencang mungkin.
__ADS_1
oh Dokter Stefan betapa mempesonanya dirimu Dok, eh Mas...