
"Nah ini kamarmu Fris" Stefan menunjukan sebuah kamar untukku" kamarku ada disebelah sana" sambungnya sembari menunjuk kamar yang berada diujung" kamu tidak takutkan tidur sendirian" goda Stefan
"Lah di apartemen juga aku sendirian kok mas, ada ada saja kamu"ujarku sambil masuk kekamar dan memperhatikan sekeliling kamar itu besih dan wangi pikirku
"Eh mumpung belum terlalu malam, kita berenang dulu yok, kolam renangnya bisa distel air hangat kok, biar segar" ajak Stefan
"Yah mas gak bilang, aku gak bawa baju renang mas"
"Hemn sebentar kayaknya punya mama ada deh dikamar, sebentar aku cariin" katanya seraya masuk ke sebuah kamar disebelah kamarku, tak lama Stefan keluar lagi membawa sebuah baju renang yang menurutku sangat seksi hanya terdiri dari bh dan cd
sambil tertawa aku goda Stefan" Astaga mas itu seksi sekali, Itu baju renang mama kamu, apa pacar kamu dulu mas, masa iya tante menggunakan baju renang seperti ini"
"Serius sayang ini baju renang mama, mama sama papa memang suka berduaan di villa ini, kamu ngerti sendirilah" ujar Stefan sambil tertawa "Yok segera ganti bajumu, aku tunggu dibawah, handuk nya ada di kamar mandi sepertinya sudah disiapkan mbok Darmi tadi" ujarnya Stefan pun berlalu dari kamarku menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Aku tutup pintu dan memperhatikan pakaian renang yang baru diberikan Stefan, baju ini terlalu seksi pikirku, sebenarnya aku rada malu jika harus menggunakannya didepan Stefan, namun aku tidak punya pilihan aku tidak membawa baju renang, akhirnya aku ganti juga pakaianku dengan baju renang yang diberikan Stefan tadi, aku kelihatan semakin seksi, atasan bh nya ini tidak mampu menampung gundukan kembarku sehingga gundukan kembarku seperti ingin tumpah, sedangkan bagian bawahnya hampir hampir tidak menutupi seluruh area kewanitaanku, aku sedikit ragu menggunakannya, aku ambil handuk model baju yang ada kamar mandi dan aku segera turun, pasti Stefan sudah menunggu dibawah.
Benar saja dia sudah dibawah dan melakukan pemanasan, dia hanya menggunakan boxer sehingga mempertontonkan badannya yang atletis, ditepi kolam aku lihat sudah banyak berbagai cemilan Stefan tersadar aku dibelakangnya mengamati dia.
"Gak usah terpesona seperti itu sayang, aku memang ganteng kok, sini kita berenang, biar hangat, udara mulai dingin ni" katanya sambil tertawa.
Aku belum melepas handukku, aku hanya duduk dipinggir kolam sedangkan Stefan sudah mulai berenang, melihatku belum masuk dia berteriak dari tengah tengah kolam
"Ayo sayang ngapain melamun dipinggir kolam seperti itu, sini hangat loh" ujaarnya
Akhirnya aku melepaskan handukku dan mulai berjalan masuk kedalam kolam, aku lihat Stefan tak berkedip memandangku gantian ku goda "Biasa aja mas melihatnya, aku memang cantik dan seksi kok, masak baru sadar"
__ADS_1
Stefan menghampiriku dalam kolam dan langsung memelukku sambil berkata
"Kamu luar biasa cantik dan seksi sayang" sambil berujar seperti itu Stefan mulai mencium pipiku
"Sudah sudah ayo berenang dulu" aku tolak tubuh Stefan sambil berenang dari ujung ke ujung kolam, kami berlomba bolak balik mengintari kolam renang ini karena airnya hangat kami tidak merasakan dinginnya udara puncak yang mulai menggigit.
Hampir sejam kami berlomba akhirnya aku menyerah, aku mulai lelah dan kakiku sedikit kram karena aku tadi tidak sempat pemanasan melonggarkan otot dulu, sudah lama aku tidak berenang.
"Kenapa berhenti sayang?"
"Istirahat dulu mas, kaki ku mulai kram"jelasku
Stefan langsung menghentikan aktifitas berenang nya dan menghampiriku ditepi kolam
"Gak kok mas cuma sedikit aja kok kram nya diistirahatkan sebentar juga baik"
akhirnya kami bercerita di pinggir kolam, tanpa sengaja aku memandang kearah langit dan kebetulan ada bintang jatuh
"Mas lihat ada bintang jatuh, ayo segera ucapkan doamu agar terkabul" ujarku sembari menutup mata dan mengucapkan keinginanku berharap apa yang kuinginkan dikabul kan oleh Tuhan yang Kuasa.
Ketika membuka mataku ku lihat Stefan malah sedang memandangku.
"Ih..apa apaan si mas bukannya mengucapkan permohonan malah melihatin aku sampai seperti itu"
"Keinginanku sudah terkabul Fris, aku sudah mendapatkan apa yang aku cari selama ini"
__ADS_1
"Hemn..apaan itu mas?"
"Kamu, kamu yang selama ini aku doakan dan aku cari, akhirnya kamu datang kedalam hidupku dan sebentar lagi aku akan memilikimu selamanya"
"Apaan sih mas, rayuanmu gak mempan loh, kayak rayuan anak abg aja"
"Aku serius Frisca, aku selalu berdoa agar dipertemukan dengan wanita cantik, seksi, baik dan pintar, yanh bisa mempunyai waktu untuk memperhatikan aku dan mempunyai visi yang sama denganku tentang kehidupan rumah tangga"
Aku terdiam mendengat omongan Stefan, lalu Stefan meraihku kedalam pelukannya dan mulai menciumku dengan lembut, antara senang dan takut aku takut kami terbawa suasana lagi dan tidak terkendali
"Mas.."Aku berusaha menyadarkan Stefan
"Kenapa sayang kamu masih takut dan ragu samaku?"
"Jangan mas, nanti kita lupa diri" kucoba melepas pelukannya
"Frisca pulang dari Villa akan aku ajak kamu kerumah dan ku kenalkan ke mama papa, agar kami yakin, setelah itu kita ketemu dengan orang tuamu, aku akan melamarmu langsung dan secepatnya kita melangsungkan pernikahan kita kalau perlu" ucap Stefan masih terus memelukku
Aku hanya bisa terdiam, aku gak tau lagi harus bagaimana kalau Stefan sudah bicara seperti itu, aku mulai menikmati ciuman dari Stefan yang mulai memanas, tangannya segera membuka tali pengikat dipundakku sebentar saja penutup gunung kembarku sudah dilepaskannya, perlahan Stefan mulai menyusuri leherku hingga turun ke payuxxraku kiriku,aku merasa seperti tersengat ketika Stefan mulai menghisap putxxngku sambil menggigitnya perlahan, tangannya tak ketinggalan mulai meremas payuxxra kananku.
"Ah...mas" Akhirnya lolos juga lenguhan yang sedari tadi aku tahan agar tidak sampai mendesah tapi aku tidak kuat lagi, nikmat yang kurasakan waktu Stefan bermain di payuxxraku membuatku seperti mencapai puncak surga dunia.
Stefan masih terus bermain ditubuhku, perlahan diangkatnya aku ketepi dan didudukan dianak tangga kolam sambil ciumannya mulai turun menyusuri perutku dan berhenti tepat dibawah pusarku, tangan Stefan mulai berpindah mengelus vaxxnaku yang masih berbalut cd renang tersebut, remasan demi remasan dilakukan Stefan diarea sensitifku, membuatku semakin mendesah kencang
"Mas.. jangan mas.. ahh..gak mas" aku mulai meracau gak karuan nikmat yang kurasakan mengalahkan logikaku berpikir, pikiranku dan tubuhku sudah tidak sejalan, tubuhku menikmati setiap sentuhan dari Stefan, akhirnya aku hanya bisa meremas rambut Stefan untuk mengurangi rasa nikmat yang sedang melanda tubuhku, aku merasa Stefan mulai mencium area vaxxnaku sambil tangannya kembali meremas payuxxraku. tak ku rasa tangan Stefan mulai membuka tali pengikat cd renang yang kupakai dan akhirnya dia mencampakan cd itu hingga aku benar benar tidak tertutupi sehelai benang pun dihadapan Stefan, Stefan memandangku dengan nanar dan tersenyum membuatku malu.
__ADS_1