
"Kenapa aku harus malu, aku malah akan bangga dapat memperistrimu Frisca, mahasiswa yang paling cantik dan pintar"ujarku lagi sambil mulai mengecup bibirnya, dari tadi aku berusaha menahan diriku tapi setiap kali melihat kewajah Frisca dan mendengar dia berbicara aku semakin tidak tahan, aku kecup lembut bibirnya sambil tetap memeluknya sekarang Frisca sudah membalas setiap ciumanku lama kelamaan ciuman kami berubah menjadi ciuman panas, tangan Frisca mulai membuka kancingku kemejaku satu persatu sedangkan bibir kami masih saling berpanggut saling menuntut ciuman kami lakukan semakin dalam
"Frisca kau pintar sekarang, kau sukses membuat juniorku bangkit Frisca" ujarku sambil tetap mengulum bibirnya, Frisca hanya tertawa mendengarnya malah semakin menggodaku sambil memainkan lidahnya dalam mulutku.
Kualihkan ciumanku ke lehernya yang jenjang dan perlahan menurun ke bagian atas dadanya, Frisca mendekapkan kepalaku semakin dalam kedadanya perlahan kubuka resleting belakang gaunnya dan ku mulai menurunkan gaunnya yang tersisa di dadanya hanya sebuah bh berwarna pink itupun tak lama kemudian segera ku lepaskan pengait bhnya. setelah lepas kulempar sembarangan bhnya ku tatap gundukan kembar milik Friska, dia menunduk malu sambil berusaha menyilangkan tangannya didepan gundukan kembar itu.
"Tidak perlu malu sayang, payuxxra mu sempurna indah dan menggairahkan" ujarku sambil menurunkan lengan Frisca dan mulai meremas payuxxranya yang terasa kenyal. Frisca sedikit mendesah ketika ku memilin puxxng nya yang berwana kecoklatan kemerahan. kucium payuxxranya sebelah kanan kuhisap dan gigit puxxng nya Frisca semakin mendesah kencang dan meremas remas rambutku
"Mas..." desahan Frisca membuat gairahku gak terkontrol lagi aku semakin meremas payuxxranya, sambil mengelus punggungnya yang sudah tidak tertutup gaun lagi. gaun Frisca sudah jatuh sampai kepinggang. aku angkat Frisca agar dia duduk dipangkuan ku
ketika kududukan dipangkuan aku merasakan sensasi luar biasa ketika kemaxxannya tepat berada diatas kejantaxxnku yang sudah tegang sempurna hanya terhalang kain aja.
Kuangkat semua gaunnya keatas dan segera kubuang sembarang tempat tidak kuperdulikan itu gaun tercampak kemana yang kupandang hanya tubuh mulus Frisca yang hanya menyisakan cd pink menutupi kemaxxannya yang terlihat montok menenatang, kubuka resleting celanaku dan kuturunkan sedikit celana dan dalamanku, terlihat juniorku sudah siap berperang,Frisca sedikit terkejut dan segera beranjak dari pangkuanku, segera kutahan agar dia tetap berada dipangkuanku.
"Mas tidak ini tidak boleh, kita belum boleh melakukan hal ini"ujarnya panik
"Tenang sayang, tenang kita belum melakukan apa apa, Fris kita sudah sama sama dewasa sayang, pacaran hanya pegangan tangan sudah bukan waktu kita Fris" ujarku sambil mengelus punggung mulusnya.
"Tapi mas..ini tidak boleh kita belum boleh melakukannya mas, lagi pula aku takut mas, aku takut buat malu kedua orangtua kita keluarga kita" ujarnya
__ADS_1
"Apa yang kau takutnya Fris, kita akan segera merencanakan pernikahan kita, kita sama sama Dokter Frisca kita akan memainkannya secara aman Fris, aku begitu mencintaimu Fris aku tidak ingin kehilangan mu Fris biarkan aku memperlihatkan kesungguhanku sayang" rayuku pada Frisca sambil berusaha mencium bibirnya lagi
"Tidak mas..ini belum boleh kita lakukan, aku ingin mempersembahkan kesucianku saat aku sudah sah menjadi istrimu mas, saat kita sudah diikat dalam ikatan pernikahan suci disaksikan semua keluarga kita mas, aku juga mencintaimu mas sangat mencintaimu tapi ini belum waktunya" ujarnya masih berusaha melepaskan ciuman ku dan pelukanku.
"Baiklah baiklah kita tidak akan melakukan nya, tapi biarkan aku menikmati ini sebentar sayang sebentar saja" ujarku sambil memilin dan meremas buah dadanya " jangan siksa aku Frisca, kau sungguh membangkitkan gairahku malam ini jangan buat aku sakit menahan nya sayang" Ujarku sambil mencium dan menggigit buas payuxxranya yang ranum dan kenyal.
Frisca diam saja ketika aku melakukan itu, juniorku masih tegang dengan sempurna mulai ku gesekkan ke arah kemaxxannya yang masih tertutup cdnya..
"Mas...ouh...jangan mas...ah" rintih Frisca sambil meracau kenikmatan, kurasakan cd nya mulai basah tandanya Frisca juga mulai menikmati gesekan gesekan antara kami, semakin kencang ku gesekkan juniorku semakim kencang ku kulum dan ku remas buah dadanya semakin kencang rintihan Frisca dan semakin basah ku rasa cdnya.
"Mas tolong aku ah...jangan lakukan ini mas ah..mas" rintih Friska semakin keras
" Sebentar sayang sedikit lagi kita akan selesai" ucapku sambil terus menggesekan juniorku dan meremas buahdadanya. Rasanya sedikit lagi aku mencapai klimaks meskipun aku tidak bisa memasuki nya namun gesekan diluar kemaxxannya yang kenyal serta payuxxranya sukses membuatku hampir mencapai klimaks ditambah suara rintihan dan desahannya membuatku semakin semangat menuju puncak kenikmatan.
Kubiarkan Frisca tertidur sesaat dipelukanku kubelai kepalanya dengan rasa sayang, aku harus segera menemui orangtuaku untuk mengenalkan Frisca, aku sudah memantapkan pilihanku pada Frisca, aku percaya dia akan menjadi istri yang baik nantinya. kulihat ponselku bergetar ada panggilan masuk ya ponselku sengaja ku setting bergetar dan ku lihat panggilan masuk dari Lisa. Ku raih ponselku yang berada dimeja disampingku,ku lihat Frisca masih tertidur lalu reject panggilan itu lalu kumatikan ponselku.
Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari ku bangunkan Frisca yang masih tertidur dipelukanku.
"Sayang bangun, sudah pagi aku harus pulang" ujarku sambil mencium keningnya
__ADS_1
Frisca terbangun dan segera sadar dia sedang berada dalam pelukan ku tanpa busana, dia segera menarik diri dari pelukanku "Mas..." ujarnya pelan
"Tenang sayang kita belum melakukannya, pakai pakaianmu aku mau pulang.kalau aku terus berada disini maka nanti aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi"ujarku sambil menuju kamar mandi Frisca. dikamar mandi ku basuh wajahku dan kubenarkan pakaianku. aku segera beranjak pulang.ketika aku keluar dari kamar mandi kulihat Frisca sudah berpakain lengkap. dia sudah tidak menggunakan gaun lagi, berganti dengan baju tidur biasa. ku lihat dia melamun ntah apa yang dipikirkannya.
" Aku pulang dulu sayang, kamu istirahat ya" ujarlu sambil mengelus rambutnya. dia tersadar dari lamunan nya dan menatapku
"Mas..." ujarnya sambil menatapku dengan mata berkaca kaca
"Kenapa sayang, kenapa menangis?" ujarku terkejut melihat matanya berkaca kaca, kembali aku duduk disampignya dan memeluknya berusaha menenangkannya
"Mas aku takut, kita sudah terlalu jauh" ujarnya hampir terisak
"Frisca sayang tidak ada yang perlu ditakutkan, aku akan bertanggung jawab Fris, aku akan segera melamarmu kita akan segera merencanakan pernikahan kita"
"Ini pertama kalinya untukku mas, aku benar benar takut" ujarnya dalam pelukan ku, kurasa Frisca mulai menangis
"Frisca apa perlu besok juga aku menghadap orangtuamu untuk melamarmu? Kalau kau tidak percaya aku akan bertanggungjawab terhadapmu"
"Tidak mas,bukan begitu"
__ADS_1
"Sudah sudah jangan menangis lagi, percayalah samaku Fris, sekarang aku pulang dulu, aku takut semakin lama aku disini semakin aku tidak bisa mengendalikan diriku" ujarku sambil melepaskan pelukanku.
Lalu aku beranjak pulang, didepan pintu aku masih sempat mengusap sisa sisa air matanya " Udah dong sayang kalau mayun gitu nanti jadi jelek, jangan berfikir kemana mana semua akan baik baik saja Fris, aku pulang dulu, kunci pintunya dan beristirahatlah" ucapku sambil berlalu meninggalkan aparteman Frisca menuju parkiran.