
Senin pagi yang cerah, secerah hati Frisca. Pagi ini dibangsal anak akan ada penyambutan kepala bedah yang baru yaitu dokter Stefan menggantikan dokter febrian yang akan menjabat jabatan lain. Frisca bergegas bangun dari tempat tidur dan bersiap siap pergi kerumah sakit. dia tentu tidak mau melewatkan moment tersebut dengan datang terlambat.
Setiba di rumahsakit, frisca segera menuju poli anak, disana sudah ada beberapa rekan nya, Nita dan Grace juga sudah hadir
"Pagi tumben nih udah pada datang" kusapa temanteman ku
"Pagi Fris" jawab Nita dan Grace bersamaan
""Eh tau gak Fris pagi ini akan ada acara penyambutan kepala bedah anak yang baru" sambung Nita " Dan loe tau gak siapa gantiin dokter Febrian, Dokter kita yang paling ganteng serumah sakit boo...dokter Stefan"
"Oh ya... wahh..senang dong poli bagian anak, kepala bedahnya ganteng dan ramah" aku berlagak tidak tahu
"Ah..masa loe gak tau si Fris, loe kan dekat sama dokter Stefan?" ujar Grace curiga
"Beneran gue baru dengar pagi ini"ujar ku meyakinkan Grace dan Nita. ku lihat dari ujung koridor rombongan dokter dokter sudah datang, tidak ketinggalan dokter Petrus direktur rumah sakit ini.
kami dikumpulkan diruang rapat dan segera disampaikan bahwa dokter Stefan akan diangkat menjadi kepala bedah anak kami semua bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada dokter Stefan, dan juga menyampaikan terimakash kepada dokter Febrian yang telah mendedikasikan membesarkan poli bedah anak selama menjabat kepala bagian bedah anak.
kami menyalami satu persatu, ketika tiba bersamalan dengan dokter Stefan Adrian berkata "kita rayakan dimana nih dok? dikantin rumah sakit juga kami nerima kok"
"Tadinya saya mau ajak kalian makan di restoran depan tapi karena adrian minta dikantin saya akan kabulkan. kita rayakan dikantin nanti sore, setelah selesai jam kerja"
"Wahh...garagara loe dri jadinya kita cuma dapat jatah dikantin" ujar Thomas
"Masih untung loe ditraktir Thom, dari pada kagak sama sekali"sambung nita sambil tertawa.
"Wahh kalau yang lagi jaga gimana dok?" tanya suster wati
"Bagi yang jaga akan dikirimkan makanannya tenang aja" ujar dokter Stefan sambil tersenyum
"Boleh bawa pasukan kan dok?" sambung Thomas
"Jangan dok, enak aja ini kan acara khusus kita bagian bedah anak, ntar dia bawa pasukan dari bagian lain, dia kan punya kebetan dok di bagian jantung" ujar Grace
"Ah..loe cemburu bilang aja Grace" ledek Nita
__ADS_1
" Silahkan bawa gebetan kalian tapi harus kalian kenalkan kepada saya"kata dokter Stefan
"Asik, terimakasih dok, dokter Stefan emang the best dah" ujar Thomas
"Uh..maunya Thomas itu mah dok" ujar Adrian
ketika acara selesai dan kami kembali ke pos masing masing ada pesan masuk ke ponselku
" Kita akan rayakan berdua nanti malam" pesan dari dokter Stefan
"Maaf dok, saya tidak bisa nanti malam saya jaga" godaku membalas pesan dokter Stefan
"Akan saya rubah jadwal piket kamu, saya tidak mau ada penolakan " balas dokter Stefan.
"Merayakan dengan semua dokter yang choscapp?" balas ku sambil tertawa
"Tidak khusus kita berdua sayang" balasan dokter Stefan sukses membuat wajah memerah.
"Baiklah dok, dari pada saya tidak diluluskan ketika ujian nanti oleh kepala bagian nya " balasku sambil tersenyum.
Siang ini ada dua jadwal operasi satu dipimpin oleh dokter stefan dan satu lagi dipimpin oleh dokter anton.aku akan menjadi asisteb dokter stefan dan Nita akan menjadi asisten dokter anton. wajah Nita terlihat masam karena akan ditugaskan operasi bersama dokter anton.
"Sial deh gue jadi asisten dokter anton, wajahnya booo... seperti kanebo kering" ujar nita
" Huhs gak boleh gitu, ntar dokter anton dengar habis loe pas ujian ntar gak di luluskan" jawabku sambip berbisik.
"Hati hati loe nit, dokter anton kan lagi dijagain sama istrinya, jangan dekat dekat ntar tiba tiba loe digampar sama istrinya" ujar grace sambil tertawa
"Dijaga istrinya gimana?!" tanyakunpada grace
"Jadi beberapa hari yang lalu, istri dokter anton datang ke bangsal anak, nyari dokter anton, nah kebetulan dokter anton lagi berduaan sama suter nia, kedapetan lagi pegangan tangan, wah marah marah dah tu istri dokter anton lalu menemui dokter febrian dan dokter stefan. akhirnya dokter anton di sidang sama dokter febrian karena ini udah kali keberapa dokter anton kedapetan pacaran sama suster atau perawat. nah mulai tadi pagi istri dokter anton ikut kerumah sakit ini, tu lagi duduk diruangan dokter anton. setiap perawat atau dokter choscap yang datang keruangan dokter anton langsung dikasih tatapan tajam dan menusuk" jelas grace
__ADS_1
"Astaga..sampai separah itu" kata Nita
" Iya makanya ntar gak tau deh istrinya ikut gak keruang operasi juga " sambung grace sambil tertawa.
"Itu sebabnya kali ya dokter Anton marah marah mulu dari pagi. kata Gina pas mereka visite tadi pagi suasananya menyeramkan. semua serba salah, bahkan ketika Gina membacakan status pasien nya dengan benar dokter Anton tetap marah marah"ujarku sambil melihat ke arah Nita
"Wah..loe fris, nambah nambah ketakutan aja, huh... dokter Anton sih wajah pas pasan tapi gaya selangit. padahal istrinya cantik loh, loebmah enak Fris jadi asisten dokter Stefan, gak pernah marah marah diruang OK. mau tukaran gak fris?" sambung Nita
"ohh tidak terimakasih Nit, gue masih mau jantung gue aman"ujarku sambil tertawa " sudah ah.. gue mau siap siap dulu"ujar ku sambil menuju ruang OK.
☆☆☆
"Sikat yang benar seperti ini Fris,bilas sampai kesiku" ujar dokter Stefan sambil mencontohkan cara menyikat tangan " lakukan sampai lima kali lalu angkat tangan keatas biar airnya mengalir turun" jelas dokter Stefan.
" Baik dok" jawabku sambil melakukan instruksi dokter Stefan. selesai mencuci tangan kami menuju ruang OK. dokter stefan membuka pintu dengan bahunya lalu menahan pintu nya dengan ujung kaki nya agar aku bisa masuk. datang lah perawat untuk memasangkan baju bedah. sebelum melakukan tindakan operasi. dokter Stefan mengajak kami untuk sama sama berdoa agar operasi nya berjalan dengan baik.
"Sebelum kita memulai tindakan operasi ini, baiknya kita berdoa masing masing menurut agama dan kepercayaannya masing masing agar operasi ini dapat berjalan dengan baik dan pasien dapat sembuh seperti sediakala lagi" ujar dokter Stefan dan di aminkan oleh kami semua diruangab tersebut.
operasi bersama dokter Stefan memang menyenang kan. sikap nya yang santai dan pembawaannya yang tenang. membuat semua orang yang bertugas bersama dokter Stefan diruang operasi merasa nyaman dan operasi dapat berjalan dengan lancar dan baik. dokter stefan jarang sekali membentak perawat atau asisten nya,jarang sekali ada kegaduhan ketika dokter Stefan sedang memimpin operasi.
Sambil bersenandung dokter Stefan menjalankan operasinya,wajahnya yang tampan dan tenang sama sekali tidak membuat stres bahkan kalau pasiennya sadar barangkali dia juga merasa tentram ditangain oleh dokter stefan,setelah hampir dua jam melakukan operasi akhirnya operasi tersebut berhasil.
"Jait yang rapi Fris, saya tidak mau ada instrumen yang tinggal didalam perut nya" ujar dokter Stefan sambil tertawa.
"siapa yang observasi post-op nya?" sambung dokter Stefan
"Saya dok" jawab Thomas
" Awasi dengan benar ya" kata dokter Stefan.
Selesai operasi dokter Stefan duduk dengan santai dikamar kerjanya sambil mendengarkan musik. Masih mengenakan pakaian operasi. Sesaat aku yang baru masuk untuk mengantarkan status pasien tertegun diambang pintu, menyadari betapa menariknya Dokter Stefan dalam posisi seperti itu. lalu aku menyadari Dokter Stefan juga serdang memandangku sambil tersenyum.
"Kenapa nona, apakah aku terlalu menarik"ujarnya sambil menggoda
"Ah tidak tidak apa apa dok"ujarku sambil malu" ini status pasien tadi dok"sambungku sambil meletakan status pasien dimeja Dokter Stefan. Dokter Stefan lalu menarik tanganku dan menggenggamnya.
__ADS_1
"Jangan lupa nanti malam aku jemput yah, ya sudah kamu balik ke ruang jaga nanti kamu dicariin sama teman temanmu, meski sebenarnya aku tidak keberatan kalau kau menemani ku disini" ujar Dokter Stefan
"Nanti malam aku temani yah, sekarang aku harus tugas dulu, kalau gak nanti malam aku gak bisa ijin untuk menemanimu"ujarku sambil tersenyum serasa beranjak keluar ruangan Dokter Stefan.