
" Tidak usah malu sayang, kau sangat sangat cantik" ujarnya sambil merebahkan tubuhku dipinggir kolam dan dia masih berada didalam kolam diangkatnya kedua kakiku dan dilebarkan kan,aku berusahan menutup kedua kakiku" Jangan sayang, biarkan aku melihat dan menikmati keindahan tubuhmu" ujar Stefan sambil kembali membuka kedua kakiku, kali ini dia langsung mencium **** * ku dengan buas, sembari sesekali mengisap biji klixxrisku perbuatannya membuatku menggelinjang gak karuan, dia sangat pintar memainkan area vagxnaku hingga membuatky serasa terbang tinggi
"Ahh..mas ahh..terus mas ahh.." akhirnya aku gak kuasa menahan gempuran gempuran dari sentuhan dan hisapan Stefan aku mencapai klimaks surga dunia hanya dengan hisapan Stefan di vagxnaku. badanku lemas namun Stefan tidak memberiku waktu isirahat, dia lalu mengarahkan tanganku untuk memegang juniornya "sayang dia membutuhkanmu" bisik Stefan ditelingaku, bisikan serta ciuman ditelinga membuat gairahku kembali naik, perlahan kuremas kejantanannya yang sudah berdiri tegak sempurna masih tertutup boxernya tangan Stefan mulai melepaskan boxernya terlihat dengan jelas kejantanan Stefan dengan urat yang menonjol aku sedikit terkejut ketika Stefan mulai mengarahkan juniornya ke mulutku dan berusaha memasukannya kemulutku
"Mas aku tidak bisa, aku belum pernah" ujarku
"Ayolah Fris, puaskan aku seperti aku memuaskan mu tadi, hanya dimulut saja Fris, aku tidak akan memasukannya ke vagxnamu, puaskan aku sayang" ujar Stefan kembali berusaha memasukan juniornya kemulutku. setelah sukses masuk kemulut dia mulai menggoyangnya maju mundur sambil tetap meremas payuxxraku
"Ah..Frisca sayang,nikmat sekali goyangan mulut mu sayang ahh..mulutmu saja sudah senikmat ini sayang bagaimana lagi dengan Vagxnamu Fris, terus Fris puaskna juniorku Fris ahh" Stefan mulai meracau sambil tetap meremas remas setiap tubuhku
Lalu dia naik ketepi dari dalam kolam dibaringkannya aku ditepi kolam dan dia berputar mengarah ke **** * ku sedangkan juniornya diarahkan kemulutku.kami menggunakan gaya enxm semxxlan dia mulai menciumin vagxnaku dan sambil menggoyang juniornya didalam mulutku, kami sama sama mendesah dan melenguh menikmati. setelah beberapa lama aku merasa goyangan Stefan semakin kencang juga hisapan nya dibiji klitxxisku membuatku mencapai puncak kenikmatan yang kesekian kali, namun kali ini aku merasa Stefan akan menuntaskan gairahnya goyangannya semakin kencang dan gak berapa lama aku merasakan ada cairan kenikmatan keluar dari juniornya memenuhi mulutku bahkan sedkit merembes keluar sangking banyaknya cairan itu keluar kudengar Stefan melenguh dengan kencang melepaskan sampainya dipuncak kenikmatan kami.
Paginya aku tersadar, aku sudah ditempat tidur masih dengan tubuh tanpa sehelai benang disampingku Stefan tertidur dengan pulas sama dengan keadaanku hanya tertutupi selimut, aku mencoba mengingat kejadian tadi malam, kami berenang bersama dan akhirnya kami melakukan hubungan panas, walau Stefan belum memasuki vagxnaku tapi kami sama sama berhasil mencapai puncak kenikmatan setelag itu aku tidak ingat apa apa lagi. aku melihat jam dinakkas sebelah tempat tidurku masih menunjukan pukul 06.00 pagi, perlahan aku bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihakan diri dan mengenakan pakaian, lalu ketika aku keluar kamar mandi aku melihat Stefan masih tertidur. aku segera menuju kebawah, tenyata mbok Darmi sudah beres beres dibawah, melihat aku turun dari atas, dia menyapaku
"Pagi non, pagi sekali sudah bangun, mbok belum sempat masak sarapan pagi non" ujarnya sedikit ketakutan
"Pagi mbok, iyq mbok gak papq biar aku nanti yang masak, mbok lanjut aja beres beresnya" ujarku seraya menuju dapur
"Aduh non jangan, biar simbok yang masak, nanti den Stefan bisa marah membiarkan tamu nya masak" sambung Mbok Darmi
"Tenang aja mbok, mas Stefan masih tidur kok, dan dia tidak akan marah kalau aku yang masak, mbok tenang saja, sudah lanjut lagi beres beresnya mbok urusan sarapan serahkan sama saya" ujarku sambil melihat isi kulkas. hemn lumayan lengkap baiklah aku akan masak capcay seafood kesukaan Stefan.
__ADS_1
hampir dua jam aku berjibaku didapur sesekali mbom darmi datang ingin membantu namun aku larang, aku benar benar ingin memasak sendiri masakan untuk Stefan. setelah selsai aku panggil mbok Darmi dan minta untuk menyicipi masakanku
"Hemn enak banget non, kalah masakan restoran" ujar mbok Darmi
"Ah simbok bisa aja, mbok tolong hidangka di meja makan ya, oiya sekalian aku masak untuk mbok dan mamang tolong disajikan kita makan bersama dimeja makan ya mbok. aku mau bangunkan mas Stefan dulu"
"Baik Non" ucap mbok Darmi
"Makasih Mbok" ujarku sambip bergegas naik kelantai dua, menuju kamar ku, ya Stefan tadi malam tidur dikamarku ntah bagaimana bisa dia ikut tidur bersamaku. kulihat dia masih bergulung dengan selimutnya. aku segera membangunkan nya
"Mas..mas bangun sudah siang" kugoyang badannya agar dia terbangun. namun sepertinya usahaku sia sia, badannya tidak bergerak sama sekali. kucobq lagi lebih kencang memanggil dan menggoyangkan badannya, tiba tiba tangganya memeluk tubuhku dan menarik ku kedalam pelukaanya aku akhir nya terjatuh diatas tubuhnya
"Menggoda apa, aku hanya sedang membangunkanmu, lepaskan mas, dibawah sudah menunggu mbok Darmi dan mamang menunggu kita untuk sarapan bersama, aku sudah masak capcay seafood kesukaanmu, segeralah bangun dan mandi sana" aku berusaha melepaskan pelukan Stefan dan bangkit dari tempat tidur, tapi bukannya melepaskan ku malah Stefan semakim erat memelukku
"Kau selalu bisa memancing gairahku Frisca"
"Apa apaan sih mas ini masih pagi" ujarku
"Kau begitu menikmati tadi malam Frisca kenapa pagi ini kau menolakku" ujar Stefan sambil terus memeluku
"Mas ini masih pagi, dan kau baru bangun"
__ADS_1
"Artinya nanti siang kita bisa kembali saling menikmati sayang, kau selalu membuatku kecanduan Frisca"
"Tidak ada siang tidak ada sore, sekarang bangun dan segera mandi biar kita bisa sarapan" ujarku berusaha melepas pelukan Stefan
"Tidak aku mau sekali lagi Frisca jangan siksa aku"
"Mas kasian mbok dan mamang dibawah nungguin kita"
"Tidak apa apa mereka tidak akan menunggu kita Fris, mereka tidak akan berani mengganggu acara kita" ujar Stefan sambil berusaha menciumku lagi dan tangannya langsung turun untuk meraba vagxnaku
"Mas jangan lakukan ini samaku, sama aja kau menganggap aku gampangan dan murahan mas"
"Frisca janga pernah berpikir aku menilaimu wanità seperti itu tidak pernah sedikitpun aku berpikir kau seperti itu, aku benar benar menyayanginu Fris aku tidak tau setiap dekatmu aku tidak bisa mengendalikan gairahku Fris, kau terlalu menggoda buatku"
"Tapi kita belum boleh melakukan ini mas"
"Aku tidak akan mengambil kesucian mu sayang sampai kita menikah, kita hanya melakukan seperti tadi malam saja itu aja " ujar Stefa sambil kembali meremas payuxxraku.
"Tidak pagi ini, kita sudah ditunggu Simbok dibawah untuk sarapan, ayo mas mandi biar aku bereskan kasur ini"
"Hemn baiklah Nona, kau ingin menyiksa Juniorku baiklah. nanti ada waktunya juniorku yang akan membalasmu" ujar Stefan sambil beranjak kekamar mandi.
__ADS_1