
siang itu frisca dan teman temannya sedang membuat janji untuk bertemubl didepan kafe depan rumah sakit tempat mereka bertugas. karena frisca sedang merayakan ulang tahun nya, dan teman temannya minta ditraktir
"nanti jangan lupa ya, dicafe seberang jam 17 .00 kita ngumpul" ujar nita kepada rekan rekannya
"wahh gue masih tugas disitu nit" sahut gina
"telat juga gapapa kali, paling loe gak kebagian makanan ha..ha..ha" sahut daniel
"tega loe pada " sahut gina lagi
"yang telat gak papa tetap bakalan kebagian tempat dan makanan kok, santai aja" imbuh frisca sambil menengahi
teman teman yang lain ikut bersorak sorak
"hush..kedengaran dokter febrian habis kita semua diceramahi dan bisa bisa gagal nanti kita dalam ujian" grace mencoba menenangkan teman temannya.
frisca hanya tertawa mendengar ocehan teman temannya. dia asik menatap layar ponsel nya. disana didapatinya pesan singkat dari stefan.
"saya tidak diajak gitu"
"ini khusus mahasiswa mas ha...ha..bukan area untuk pembimbing " kubalas pesan dari stefan.
ting... bunyi ponsel frisca menandakan ada pesan masuk, lalu dibuka frisca
"wah... sungguh terlalu, setelah hampir ujian dan mau meninggalkan bangsal anak pembimbingnya tidak diperlukan lagi. baiklah kalau begitu, nanti kamu saya gagalkan dalam presentasi saja"
"ha..ha.. dokter bisa juga memberikan ancaman"
" saya jemput jam 19.00 ya. kita makan malam setelah acara kamu selesai dengan teman teman kamu" frisca terlonjak kaget kegirangan membaca pesan dari stefan dan langsung membalas
"siap bos...asal aman presentasinya nanti" balas frisca cepat.
nita yang melihat frisca senyum senyum sendiri sambil memegang ponselnya menyenggol frisca dan bertanya
" kenapa loe fris senyum senyum sendiri?"
"ah..gak papa kok...siapa juga senyum senyum sendiri..udah ah..gue mau ke poli dulu, mau sito konsul ke dokter prapti" sahut frisca sambil berlalu.
☆☆☆
__ADS_1
ponsel stefan berdering, stefan lihat sekilas panggilan dari lisa. dengan malas akhirnya stefan memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut
"hallo"
"halo sayang, akhirnya kamu angkat juga telpon ku fan, kamu masih marah fan? ribuan telpon dan pesanku tidak ada yang kamu tanggapi semua kamu abaikan begitu saja"
cerca lisa diujung telepon.
"tidak, aku hanya sibuk banyak pasien dan pekerjaan" jawabku
" sayang jangan marah lagi dong, udahan yah marahnya, kita baikkan ya pak dokter" bujuk lisa
"bagaimana kabar kamu di milan?" ku alihkan pembicaraann kami
"aku sudah menandatangani kontrak dengan agency disini paling tidak untuk dua tahun ini mereka mengontrakku sayang" terdengar suara lisa sangat riang
"oh.. selamat ya lis cita cita mu sebagai model internasional tercapai juga"
"fan..please jangan mulai lagi, aku hanya minta waktu dua tahun setelah itu aku akan pulang dan kita akan menikah, enam bulan dari sekarang aku akan mendapat jatah libur dan aku akan berlibur ke indonesia. atau kalau kamu mau kamu bisa ambil cuti dan menjenguk ku disini fan, kita bisa videocallan kapan saja untuk melepas rindu kita fan"
"selalu saja semua gampang buat mu lis, semua kamu anggap mudah"
"semua memang mudah fan kalau saja kamu mau menjalaninya fan tidak ada yang sulit lagi untuk saat ini, penerbangan jakarta italy sekarang sudah ada tiap hari fan, perjalanannya juga nyaman. ayolah fan jarak bukan masalah lagi untuk kita. kita bukan anak abg yang sedang jatuh cinta harus bertemu setiap hari fan"
" kata lila rumah sakitmu menawarkan program study ke italy kenapa kamu gak ambil kesempatan itu fan, untuk bisa kita berkumpul disini fan?"
"untuk saat ini aku belum ada niat melanjut lagi lis, aku ingin membaktikan diriku dulu untuk para pasien dan rumah sakit ini"
"eh.. fan udah dulu ya, aku harus bersiap siap kami akan mulai pagelaran minggu depan jadi harus banyak latihan dan penyesuaian, kamu jaga diri jangan telat telat makan ya sayang, salam buat bapak dan ibu dan mba ditta serta mas gilang,aku mencintaimu " potong lisa langsung mematikan saluran telepon kami tanpa menunggu jawabanku.
selalu seperti ini pikir stefan, semakin hari untuk mengobrol saja waktu mereka sudah tidak ada. ah dari pada pusing lebih baik aku menuju tempat praktekku saja fikir stefan.
sore hari setelah selesai bertugas frisca dan teman temannya segera menuju cafe seberang rumah sakit. frisca sudah memesan beberapa meja untuk dipakai bersama teman temannya.
mereka menikmati waktu sambip bercanda dan membahas waktu untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik mereka tinggal beberapa minggu lagi, setelah mereka ujian mereka akan lulus dan sah menjadi dokter sesuai cita cita mereka
"gak kerasa ya bentar lagi kita kelar dibagian anak" grace mulai membuka pembicaraan
"iya yang awalnya aku tidak menyukai bagian ini sekarang mulai enjoy" sahut reza
" eh ada party gak nanti malam fris?" sambar rino sambil menyeruput kopinya nya "kebetulan aku gak jaga nanti"
" frisca yang jaga nanti malam" sahut nita
__ADS_1
"loh bukannya jadwal jaga malam kamu lusa fris?" sambar dina
" dia jaga diruangan dokter stefan" sambung nita sambil tertawa dan disambut dengan sorakan dari teman temannya
"ahh yang benar lah kau frisca" tanya dikta " berarti kesempatanku sudah tidak ada lagi untuk menaklukkan hatimu"
"jangan kena rayuan dikta fris, kemarin aku dengar dia mencoba merayu suster wati di poli anak" sambung reza cepat
frisca hanya tertawa mendengar celotehan teman temannya.
setelah menghabiskan makanan dan minuman yang dipesan satu persatu teman temannya pamit undur diri mau pulang. tinggal nita dan grace yang menemani frisca, frisca memanggil pelayan hendak meminta nota untuk dibayar dia ingin bergegas pulang agar dapat siap siap nanti stefan akan menjemputnya.
"mba..minta nota nya dong"
" maaf mba.. ini tidak perlu dibayar,kata bapak hari ini khusus buat mba gratis"
"wahh..masa si mba...kok bos nya baik benar" ujar nita
"iya mba itu pesan bapak tadi, sebagai tanda pertemanan kata bapak"
"emang yang punya kafe ini siapa mba? tanya frisca
"namanya bapak nathan"
"bapaknya ada mba? saya mau menyampaikan ucapan terimakasih" ujar frisca
"bapak baru saja keluar mba, katanya tadi mau pulang"
"oh..ya sudah sekali lagi sampaikan terimakasih kami kepada bapak pemilik kafe ini ya mba, terimakasih banyak sudah ditraktir, kami permisi mba" sahut frisca.
sementara diruangan nathan sedang memandang ke arah cctv kafenya,
sore tadi ketika sedang memantau suasana kafe nya nathan menangkap bayangan frisca dan teman temannya sedang berada di kafe, dan dia tau kalau frisca sedang merayakan hari spesial bersama teman temannya itu diketahui dari pemesanan meja dan berbagai menu spesial untuk menjamu temantemanya maka nathan memesankan kepada bagian kasir kalau nota untuk frisca digratiskan. terdengar suara ketokan pintunya
tok..tok..tok
"masuk " sahutku dari dalam
" maaf pak, perintah bapak sudah saya jalankan, dan ada ucapan terimakasih dari nona frisca dan teman temannya tadi. tadinya nona frisca ingin menemui bapak secara langsung menyampaikan ucapan terimakasihnya tapi sesuai pesan bapak saya bilang bapak sudah pulang" lapor dina , pelayan yang melayani frisca tadi
"ya sudah, tidak apa apa terimakasih ya" sahutku
"baik pak. kalau tidak ada perlu lagi saya permisi"
__ADS_1
"silahkan"