Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 24


__ADS_3

"Loe harus pulang, jika masih ingin memiliki Stefan". Ku klik tanda pesan, lalu pesan itu terkirim.


"Maaf kan aku Stefan, aku terpaksa harus memberitahu Lisa, agar dia bisa berjuang untuk mempertahankan hubungan kalian, jika kau bersama Lisa aku akan mengalah dan mengubur rasa yang aku miliki untukmu, namun jika akhirnya kau milik orang lain, aku tidak akan rela Stefan, hanya aku atau Lisa yang boleh memiliki mu, mencintaimu".


☆☆☆


Siang itu Aku menemui Stefan ke rumah sakit, sekalian mengantarkan makan siang nya, kami makan siang bersama diruangannya.


"Mas, besok aku berangkat ke Jogja ya" ucapku pada Stefan sambil makan


"Loh... kok cepat Fris? Bukannya acaranya hari sabtu,besok baru rabu" tanya Stefan


"Iya, aku diminta datang lebih awal sama Kinara buat nemani dia siap siap" jelasku pada Stefan


"Trus kapan kamu balik ke Jakarta?"


"Ya ampun mas berangkat aja aku belum, udah nanya kapan pulang, rencana hari minggu depannya aku balik, Kinara mau ngajak aku jalan jalan sekitaran Jogja, aku kan belum pernah melihat kota Jogja"


"Kalau cuma mau jalan jalan lihat Jogja gak perlu harus sama Kinara, kenapa gak ngajak aku aja"


"Ntar ada waktunya kita pergi berdua"


"Janji ya, Ya sudah semua sudah kamu siapkan?"


"Sudah mas, tinggal berangkat besok naik kereta malam,biar gak terasa perjalanannya, bisa tidur dikereta, paginya dijemput sama Kinara di Stasiun Lempuyungan"


"Ok, besok sore aku antar kamu ke stasiun ya, aku bakalan rindu sama kamu 2minggu nanti gak jumpa" ujar Stefan sambil tertawa


"Kan masih bisa Videocall mas, aku juga gak lama kok di Jogja cuma 10 hari aja"


Setelah selesai menyantap makan siang kami aku pun pamit karena tidak mau mengganggu jam kerja Stefan


"Aku pulang ya mas, gak enak takut ganggu jam kerja kamu"

__ADS_1


"Ya, aku juga ada jadwal operasi kecil jam 2 nanti, kamu bawa mobil atau naik taksi?"


"Aku bawa mobil kok mas, habis dari sini aku mau ke toko buku sebentar, ada beberapa buku yang ingin aku beli"


"Ya sudah hati hati dijalan, kabari kalau sudah sampai diapartemen" ucap Stefan sambil mengelus rambutku lalu mencium pipi dan bibirku " Makasih ya sayang sudah dimasakin makan siang yang lezat"


"Mas, nanti ada yang lihat" ujarku terkejut


"Tidak ada yang berani masuk tanpa mengetuk pintu ruanganku sayang" ujarnya masih saja sambil memeluk tubuhku


Namun tak lama terdengar ketukan pintu, belum sempat Stefan menyahut pintu sudah terbuka, ada Dokter Lila langsung masuk keruangan Stefan, Stefan segera melepas pelukannya.


"Sory Fan gue pikir gak ada tamu" ucap Dokter Lila sambip melihat kearah Stefan


"Hemn..gak papa La, ada apa La? ada yang penting?"


"Oh itu..ada yang mau gue tanya ke Loe Fan, berdua aja" jawab Dokter Lila sambil melirik ke arahku, aku sadar Dokter Lila mengusirku secara halus


"Kalau begitu aku pamit ya mas, nanti aku kabari kalau sudah diapartemen" pamitku pada Stefan " Mari Dokter Lila saya pamit pulang" ucapku pada Dokter Lila yang hanya dibalas anggukan olehnya.lalu aku berjalan keluar dari ruangan Dokter Stefan.


"Dokter Frisca, apa kabar?" begitu aku sampai poli anak langsunh disapa Suster Martha yang sedang duduk dimeja pendaftaran


"Baik Suster. Suster Martha, Suster Wati apa kabar? sepi aja nih?"


"Baik Dok, iya nih belum ada koas baru yang masuk, jadinya sepi cuma kita kita aja" ujar Suster Wati


"Dokter tumben main ke poli anak, ada perlu Dok??? Atau Dokter mau ketemu Dokter Stefan ya?" tanya Suster Martha sambil tersenyum


"Saya tadi dari ruangan Dokter Stefan , ini mau pulang, singgah sebentar mau menyapa Perawat perawat, kangen juga berada diruang poli anak"


" Emang Dokter belum mau ke Daerah Dok?" tanya Suster Wati


"Ngapain Dokter Frisca repot repot ke daerah, mana mungkin dikasih ijin sama Dokter Stefan, iya kan Dok?" tanya Suster Martha

__ADS_1


"Kapan lagi Dok diresmikan, segera terima aja lamaran Dokter Stefan Dok?" sambung Suster Martha


"Hahahaha...bisa aja Suster ini, udah ah..saya mau pulang, ini ada sedikit makanan untuk para perawat disini biar makim semangat jaga pasiennya" ujarku sambil menyerahkan sekotak kue yang tadi sempat aku beli.


"Wah terimakasih banyak Dokter Frisca, memang cuma Dokter Frisca yang masih ingat sama kita kita disini" ujar Suster Watinpenuh semangat


"Saya permisi pulang ya Sus" pamitku sambil berjalan menuju keparkiran Rumah Sakit.


☆☆☆


Stefan baru selesai beres beres laporan yang sedang dipriksanya, sudah pukul 17.45 ada beberapa berkas yang harus segera dipriksa dan dilaporakan ke Direksi Rumah sakit berkaitan dengan beberapa operasi yang dilakukan beberapa waktu terakhir ini, saat itu Stefan mendengar ponselnya berdering, panggilan dari Lisa, panggilan itu diacuhkan oleh Stefan dia ingin bergegas pulang menuju aparteman Frisca karena Frisca akan berangkat besok ke Jogja untuk sepuluh hari kedepan, maka Stefan ingin menghabiskan waktu sebentar bersama Frisca sebelum mereka berpisah.


Pintu ruangannya terbuka, terlihat Dokter Lila


"Fan pulang sama ya, aku gak bawa mobil, anterin aku ya"pinta Lila


"Loh ko tumben gak bawa mobil La?"


"Iya tadi pagi mobilku mogok, ku bawa kebengkel aja, anterin aku ya Fan kita searah kan?"


"Aku gak langsung pulang La, aku mau ke arah Jakarta pusat dulu, ada perlu"


"Aku ikut ya ,sekalian kita jalan Fan udah lama gak jalan sama, kita minum dulu di tempat biasa kita dulu ngumpul" paksa Lila


"Hemn..beneran La sore ini aku gak bisa ada urusan La"


"Ah..loe sekarang susah diajak jalan Fan, udah gak inget sama teman lagi semenjak punya kesibukan baru, Ayolah Fan sesekali jalan sama aku, kapan lagi kamu punya waktu sama sahabat sendiri"


"Ya udah lah, sore ini kita jalan gue temani, loe mau kemana?" akhirnya Stefan mengalah


"Kita nongkrong ditempat biasa sambil minum, belakangan ini gue banyak fikiran butuh sedikit minuman agar kepala gue bisa ringan seperti dulu" ujar Lila semangat


"Ok baiklah" ujar Stefan sambil berjalan keluar ruangan, sembari berjalan menuju parkiran Stefan mengirim pesan ke Frisca dia tidak bisa singgah sore ini ke tempat Frisca karena ada urusan.

__ADS_1


Melihat Stefan memenuhi permintaannya Lila sangat senang, sudah lama dia tidak punya waktu berdua dengan Stefan, ketika Stefan berjalan sambil mengetik pesan, Lila tersenyum penuh kemenangan, dia yakin Stefan mengirim pesan untuk Frisca, Stefan tidak akan datang ketempatmu Frisca, dia akan menghabiskan waktu bersamaku ujar Lila dalam hati.


__ADS_2