Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 25


__ADS_3

Frisca tengah membereskan perlengkapan yang akan dibawanya ke Jogja besok sore, ada sebuah pesan masuk ke ponselnya. pesan dari Stefan, Dia tidak bisa datang sore ini, dan berjanji besok akan mengantarkannya ke stasiun. Tadinya Frisca berpikir Stefan ada urusan pekerjaan, maka dia lanjut membereskan baju bajunya, namun sebuah pesan masuk tak lama kemudian. Sebuah poto menunjukan Stefan berada disebuah pub sedang berpelukan dengan seorang wanita. Frisca tertegun melihat gambar itu, tak lama masuk pesan lagi keponselnya dari nomor yang tidak dikenal Frisca.


"Jangan coba coba merebut Stefan dariku, Dia milikku hanya milikku, segera putuskan hubunganmu dengan Stefan atau kau akan menyesal"


Frisca mencoba menghubungi nomor tersebut namun tidak masuk, sepertinya langsung di nonaktifkan, dan Frisca mencoba hubungi nomor Stefan nyambung namun tidak diangkat. Frisca mulai resah dan tidak sabar untuk bisa berbicara dengan Stefan. akhirnya dia mengirim pesan agar Stefan segera menghubunginya.


Sementara itu di pub Stefan dan Lila secara tidak sengaja bertemu dengan teman SMA mereka dan ketika berbincang Lila meminjam ponsel Stefan dengan alasan ponselnya lowbatt, Stefan tanpa curiga memberikan ponselnya. Lila beralasan Dia ingin menelepon seseorang sebentar dan menyuruh Stefan dan temannya masuk untuk masuk ketempat yang sudah dipesan kian oleh Lila, namun teman mereka pamit karena ada acara ketika berpamitan dan memeluk Stefan dengan cepat Lila memotret mereka, seakan akan Stefan sedang berpelukan. Lalu Lila mencari nomor ponsel Frisca di ponsel Stefan dan mengirimkan poto berserta sebuah pesan untuk Frisca, tak lama dilihatnya ponsel Stefan berdering panggilan dari Frisca, Lila tersenyum puas, Dia mengabaikan panggilan itu, dan ada sebuah pesan masuk dari Frisca, dengan cepat Lila mengahpus pesan itu, lalu dia berjalan masuk untuk menemui Stefan dengan senyum penuh kelicikan, Dia dan Stefan akan menghabiskan malam berdua saja malam ini seperti malam malam mereka dulu sewaktu kuliah dimana ada Stefan disitu ada Lila.


Tak terasa Stefan dan Lila menghabiskan waktu hingga pukul 03.00 pagi di pub, ketika Stefan hendak mengantarkan Lila pulang, Lila ijin untuk tidur di rumah Stefan, Lila beralasan gak enak dengan papa mama nya kalau ketauan pulang dalam keadaab mabuk. Akhirnya Stefan mengijinkan Lila menginap dirumahnya karena Lila memang sering menginap dulu ketika bersama Lisa.


Setelah mereka sampai dirumah Stefan,Lila menuju dapur beralasan ingin minum untuk menghilangkan mabuknya, dan membuatkan Stefan secangkir minuman, mereka minun sebentar namun tak lama Stefan merasa sangat mengantuk dan menyuruh Lila juga untuk istirahat, Lila menuju kamar yang biasa ditempati Lila, dan Stefan menuju kamarnya, tak lama setelah Lila yakin Stefan telah tidur diam diam Lila beranjak masuk kekamar Stefan, benar saja Stefan sudah tidur dengan nyenyak Lila tersenyum karena minuman Stefan sudah dicampurkan obat tidur untuk memudahkan rencana Lila, Lila membuka baju bagian atasnya dan pelan pelan membuka baju Stefan lalu dengan pengaturan sedemikian rupa Lila mengabadikan poto mereka berdua seolah olah Dirinya dan Stefan sedang tidur berdua tanpa sehelai benang. Setelah mendapatkan poto yang dia mau, Lila kembali memakaikan baju Stefan dan bajunya sendiri sembari membelai wajah Stefan dan menciumnya


"Tidak akan kubiarkan siapapun memiliki mu kecuali Lisa atau Aku".


Ketika pagi hari Stefan terbangun, kepala terasa sangat berat, dia keluar dari kamar dan melihat simbok sedang menyiapkan sarapan.


"Eh Den Stefan sudah bangun, mau langsung sarapan apa dibuatin kopi dulu Den?"


"Saya minta secangkir teh saja Mbok, oiya bangunkan juga Lila ya, Dia tidur dikamar biasa"

__ADS_1


"Itu Den Non Lila nya sudah pulang, tadi pagi pagi sekali pamit sama simbok katanya ada urusan mendadak gak sempat nungguin Den bangun"


"Oh sudah pulang, ya sudah mbok buatkan aku secangkir teh antar ke kamar ya, nanti saja agak siang aku sarapan" ujarku sambil berjalan menuju kamar. Tumben Lila pergi pagi sekali tanpa menungguku bangun, ku cari ponselku ternyata batrenya habis segera ku carger, dan aku beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri dan segera berangkat kerumah sakit.


Kesibukan dirumah sakit hari ini membuatku tidak sempat menelepon Frisca bahkan mengecek ponselku pun tak sempat. Aku mencari Lila dirumah sakit namun Dia tidak masuk hari ini tanpa keterangan kemana Lila pikirku gak biasanya Dia bolos kerja tanpa informasi seperti ini. Setelah menyelesaikan semua kerjaan aku segera menuju apartemen Frisca karena berjanji akan mengantarkannya ke stasiun, namun begitu aku sampai ternyata Frisca sudah tidak diapartemen, Aku telp ke ponselnya namun tidak diangkat, ku lihat ada beberapa pesan masuk dari Frisca, dari siang dia menanyakan kabarku dan akhirnya dia memutuskan untuk berangkat sendiri ke stasiun.


Astaga kenapa aku lupa mengecek ponselku, segera aku hubungi nomor Frisca namun tidak aktif, akhirnya aku kirim pesan meminta maaf dan minta dia menghubungiku, ku putuskan untuk pulang karena seharian ini aku sangat lelah.


Sesampainya dirumah ada kejutan menungguku, aku melihat Lisa sedang duduk sambil menonton diruang keluarga.


"Lisa... sedang apa kamu disini?! Kamu pulang?"


Lisa menolah dan melihatku segera beranjak dari tempat lalu dengan segera memelukku dan menciumku.


"Kamu kapan sampai, kok gak bilang bilang kamu mau pulang?" tanyaku kembali sambil berusaha melepaskan pelukannya


"Aku dapet cuti beberapa hari, aku gunakan aja untuk pulang ke Indonesia ketemu kamu, habisnya aku rindu berat sama kamu, dan ingin buat kejutan buat mu makanya aku diam diam tanpa memberi kabar" jelas Lisa sambil bergelayut ditanganku "Kok kayaknya kamu gak senang gitu melihat kepulanganku" tanyanya lagi


"Ah..gak kok mana mungkin aku gak senang, aku hanya terkejut karena kamu gak memberi kabar tiba tiba sudah dirumah, kan bisa aku jemput kamu ke bandara"

__ADS_1


"Gak perlulah dijemput kamu pasti capek, makanya aku pulang diam diam dan segera kerumahmu naik taksi. mama papa aja gak tau aku pulang, oia aku nginap disini ya selama cutiku aku ingin menghabiskan waktu bersamamu melepas rindu"


Aku hanya diam mendengar Lisa berbicara


"Ayo kita makan aku sudah nyuruh si mbok tadi masak yang enak, aku kangen masakan Indonesia" Lisa menarikku kemeja makan


"Aku mandi dulu Lis, baru dari rumah sakit, kotor, kamu tunggu disini sebentar ya" ujarku sambil melepaskan tangan Lisa , aku berjaln menuju kamar dan segera mandi.


Selesai mandi aku terkejut ternyata Lisa ada dikamarku sambil tidur tiduran diranjangku.


"Lisa.. kenapa kamu ada disini?"


"Gak papa dong Fan, kayak orang lain aja"


"Tapi aku mau ganti pakaian Lisa, kamu tunggu diluar" perintahku sambil menarik tangan Lisa


"Ya kalau kamu mau ganti pakaian ya ganti aja sayang tu aku sudah siapkan baju gantimu" ujar Lisa sambil menunjuk kearah pojok ranjangku, ku lihat sudah ada baju dan perlengkapan lainnya yang disiapkan Lisa


"Iya kamu keluar dulu, gak enak kalau dilihat simbok kita berduaan dikamar seperti ini Lis"

__ADS_1


"Gak papa kali Fan, simbok juga udah tau kok kita akan menikah, sebentar lagi kita akan jadi suami istri sudah waktunya aku mulai belajar untuk menjadi istrimu"


"Tapi kita belum menikah Lisa, dan belum waktunya kamu berada dikamarku, udah kamu tunggu aku diruang makan, aku segera menyusulmu" kutarik paksa tangan Lisa dan menyuruhnya keluar kamarku lalu ku kunci kamarku


__ADS_2