
Akhirnya Nathan tiba dengan selamat diJogja dan Dia segera memesan taksi, Nathan memang tidak bilang ke Paman dan Bude nya kalau dia akan datang lebih awal makanya tidak ada yang menjemput Dia dibandara.
Setelah melalui perjalanan sejam lebih Nathan tiba didepan rumah Paman dan Budenya, terlihat tenda untuk acara hari sabtu nanti sudah berdiri, dan sudah ada yang menghias bagian bagian rumah Pamannya tersebut, dari halaman terlihat rumah Pamannya sudah ramai para tetangga yang membantu persiapan acara lamaran hari sabtu. Nathan melihat Pamannya sedang menerima tamu berbicara dengan santai segera Nathan masuk dan menyapa Pamannya tersebut
"Halo Paman apa kabarnya?"
Paman Hadi melihat tamu nya dan segera setelah mengenali bahwa itu keponakannya Dia segera beranjak bangkit dari duduknya dan segera memeluk Nathan
"Oalah Le..kamu datang to, kok gak ngabari biar dijemput, gimana gimana kamu sehat kan Le?"
"Sehat Paman, Paman juga sehatkan?"
"Sehat sehat le.. ayo ayo masuk Bibi mu dan Kinaya ada didalam" ajak paman menarikku untuk masuk ke rumah" Bu bu'e coba lihat siapa yang datang ini, Bu... mana sih ini si ibu..Kin.. Kinaya" teriak Paman
Kulihat Bibi dan Kinaya terpogoh pogoh datang dari dalam namun mataku tertuju pada sosok yang berada dibelakang Kinaya yang ikut berlari kedepan mengikuti Bibi dan Kinaya
"Ada apa to Pak, teriak teriak"ujar Bibi
"Iki lo...Nak Nathan datang"
"Ealah Nathan, kamu datang nak, kapan sampainya kok gak ngabari?" tanya Bibi sambil memelukku
"Iya Bi biar gak merepotkan menjemput ke bandara, kan Paman dan Bibi lagi repot"
"Iki bocah emang gak mau merepotkan orang, padahal apa susah nya menjemput ke bandara iya kan bu, Kin salam karo Mas mu, Bapak mau ke depan dulu masih ada yang mau dibicarakan yo, Kamu Istirahat ya Le, Kin siapin makan buat Mas mu, Mas mu pasti lapar udah menempuh perjalanan jauh" ujar Paman
"Ini ada sedikit oleh oleh buat yang disini Bi" Ujarku menyerahkan bungkusan oleh oleh ke Bibi
"Oalah Nat, repot repot bawain oleh oleh segala, ya uwes yuk masuk, nanti Kinaya nemani kamu makan ya, Bibi masih ada urusan mau liat dekorasi ibu ibu didepan" ujar Bibi "Eh iya Kin kenali nak Nathan sama temanmu ya, kalian ngobrol aja dulu, ibu tinggal dulu ya" sambung ibu sambil berlalu kedepan.
"Mas kenali ini temanku Frisca, Fris ini sepupuku Mas Nathan"
__ADS_1
"Kita sudah saling kenal kok"ucapkku sambil menyalami Frisca, Frisca mengiyakan sambil tersenyum
"Oh iya kenal dimana?"
"Ketemu diRumah Sakit waktu itu aku melihat istri nya Rayhan lahiran"
"Istri Rayhan maksud Mas Sheila?" ujar Kinaya
"Iya Sheila sudah melahirkan"
"Oh..eh ayo masuk Frisca juga baru tiba tadi pagi, Frisca ini sodara nya Aska calon suamiku, kok bisa kebetulan begini ya" ujar Kinaya sambil tertawa " Nanti Mas jangan langsung pulang ya selesai acara, kita jalan jalan dulu, aku sudah janji ke Frisca akan membawa dia jalan jala keliling Jogja bahkan kalau bisa sekalian ke Borobudur, Mas nanti yang jadi supir kami ya"
"Wah gak sopan kamu, masa Mas mu yang ganteng ini kamu jadikan Sopir"
"Gak papalah kalau yang di supiri secantik aku dan Frisca, iya kan Fris?"
Frisca hanya tertawa mendengar pembicaraan kami, kami masuk dan menikmati sajian makanan yang telah disiapkan oleh tuan rumah, sepanjang waktu pembicaraan kami di dominasi oleh Kinaya yang memang pada dasarnya sedikit bawel, aku lihat Frisca hanya tersenyum mendengar pembicaraan kami, sesekali dia menimpali pembicaraan kami, Aku senang sekali bisa ketemu Frisca disini tanpa diduga, aku harus segera mengabari Rayhan memberitahu bahwa aku akan tinggal sedikit lebih lama di Jogja demi bisa melihat Frisca setiap hari, dan membatalkan tiket pesawat untuk pulang yang sudah aku siapkan. Ya rencana awalku aku hanya tiga hari saja di Jogja, minggu sore rencanaku akan kembali ke Jakarta karena hari senin pagi aku harus bertemu dengan orang yang hendak merenovasi cafe kami yang di Bekasi, namun bila harus memundurkan hingga waktu yang lebih lama hanya untuk seorang Frisca itu tidak apa apa pikirku Rayhan akan bisa menghandel kerjaan di Jakarta pikirku tersenyum.
Frisca menyelesaikan makannya dan pamit hendak ke kamar dengan alasan ingin istrirahat sebentar ditinggalkannya Kinaya dan Nathan diruang tamu. Sesampainya dikamar Frisca segera mengambil ponselnya dan menghubungi Stefan
"Halo Nona, sudah sampaikah diJogja?"
"Sudah Mas, tadi jam 11.00 sudah dijemput sama Kinaya, maaf baru sempat ngabari tadi masih ramai dirumah, sikenali ke keluarga yang hadir"
"Iya gak papa Mas ngerti, kamu sudah makan sayang?"
"Sudah Mas baru selesai. Mas sendiri sudah makan? Masih di Rumah Sakit atau sudah pulang?"
"Masih diRumah Sakit tapi sudah mau pulang, ya sudah kamu istirahat dulu ya, nanti malam kita ngobrol lagi"
"Oh ya sudah Mas, Mas hati hati ya kalau pulang"
__ADS_1
"Siap Nona, miss you"
"Miss you too pak Dokter"
Lalu Frisca mematikan ponselnya dan mulai merebahkan dirinya, melepas lelah semalaman duduk dikereta, tanpa sadar Frisca mulai terlelap.
Sedangkan diruang tengah Nathan dan Kinaya sedang berbincang
"Mas masih komunikasi dengan Mba Sheila?"
"Hanya sesekali ketemu kalau Sheila lagi datang menjumpai Rayhan, kenapa Kin?"
"Ah gak...lagian Mas sih kok kerja sama sama Mas Rayhan akhirnya ketemu terus dengan Mba Sheila kan jadinya"
"Ya gak papalah namanya Rayhan dan Sheila itu sahabat aku, masa mau menghindar terus sampai kapan aku harus menghindar"
"Ya sudah, aku doakan Mas segera bertemu dengan wanita yang lebih baik lagi yang akan menjadi istri Mas nantinya"
"Oh iya kamu kenal Frisca sejak kapan?"
"Wah... ada apa nih nanyain Frisca?"
"Hush...pelan pelan nanti orangnya dengar"
"Udah lumayan lama sih kenal sama Frisca waktu itu aku ke Jakarta, trus dikenali deh sama Aska, akhirnya jadi komunikasi dan dekat sama Frisca, kenapa mas nanya nanya, Mas naksir Frisca ya?"
"Ntahlah Kin, Mas sudah beberapa kali ketemu dengan Dia, kok rasa nya ada sesuatu yang selalu membuat Mas ingin terus melihat dan mengenalnya lebih jauh"
"Ciee... Mas jatuh cinta sama Frisca ya, kalau begitu ya pas Mas tinggal disini dulu barang semingguan, nanti kita jalan jalan bareng Frisca, biar Mas bisa lebih mengenalnya"
"Hemn..liat nanti ya, soalnya Mas banuak kerjaan diJakarta"
__ADS_1
"Huhh..sombong sekali Mas ini, awas aja nanti Mas menyesal karena gak bisa ketemu dengan Frisca lagi kalau Mas menolak ajakanku, kapan lago coba punya waktu bersama bisa jalan bersama, dan Mas bisa mengenal Dia lebih dekat lagi"
"Hahahah oke oke oke Mas akan tinggal disini sampai Frisca juga pulang ke Jakarta, bahkan nanti sama kami pulang nya ke Jakarta"ujarku sambil tertawa.