Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 18


__ADS_3

Setelah menghabiskan malam dibar bersama Santi, aku pulang ke apartemanku, untuk kali ini biarpun sudah minum banyak aku belum bisa menghilangkan bayangan Sheila dalam pikiranku, Aku harus mencari cara pergi jauh dari kehidupan mereka atau aku harus segera mencari istri agar Sheila tahu bahwa aku sudah tidak berharap lagi pada cinta yang sudah lalu itu, namun kedua nya benar benar berat untuk dijalani, jika aku pergi bagaimana nasib kafe yang sudah kami rintis ini meski masih baru namun sudah mulai menampakan hasil yang bagus, jika dalam waktu dekat aku harus menikah aku harus menikahi siapa, belum ada sampai saat ini yang benar benar ingin aku ajak ke jenjang pernikahan. Akhirnya aku jatuh tertidur karena terlalu lelah memikirkan jalan keluar dari masalah ini.


Pagi itu aku terbangun aku merasa kepalaku sungguh berat, aku berjalan ke arah dapur dan mengambil air es dari kulkas, ku lihat masih pukul 09 00 pagi, ku cek ponselku beberapa panggilan tak terjawab dari Rayhan dan Ibuku. Segera ku kirim pesan ke Rayhan mengabarkan bahwa hari ini aku tidak masuk kantor, kurang sehat alasanku, setelah itu menghubungi nomor ibuku, tak berapa lama tersambung


"Hallo ma"


"Nathan, dari mana saja dari tadi mama hubungi gak kamu angkat"


"Iya maaf ma, ponsel ku ketinggalan dimeja depan, aku gak dengar mama hubungi, mama papa apa kabar? sehatkan?" ku coba menjelaskan situasiku kepada mama


"Mama Papa sehat nak, kamu baru bangun?"


"Eh iya ma Nathan baru bangun tadi malam lembur, makanya kesiangan bangunnya"ujarku sambil tertawa


"Kamu ini jangan hanya mikiri kerja nak, kalau kamu kerja terus kapan kamu akan menikah, mama papa sudah tua, sudah waktunya menimang cucu nak"


"Iya iya ma nanti kalau sudah saat nya akan Nathan bawa calon istri Nathan ke hadapan mama papa, tadi ada apa mama nelp Nathan ma?"


"Oh itu sebelum lupa, mama mau bilang kalau minggu depan mama papa mau ke Singapore rekan papa mu menikahkan anaknya disana, setelah itu mama papa akan ke Jogja anak budemu akan lamaran, tuh mama papa hanya kebagian undangan saja, ntah kapan mama papa bisa mengundang orang, oiya kamu jangan lupa kalau bisa kamu datang juga ke Jogja ya, hadiri lamaran sepupu kamu"


"Anak bude Dewi ya ma, anaknya yang mana?"


"Iya budemu Dewi, anaknya yang nomor dua si Kinara lamaran, dapet orang Semarang tapi rencananya pesta nya ditempat Bude mu"


"SiKinara yang bakalan lamaran, lah bukannya dia masih baru lulus kuliah ma?"


"Iya baru lulus kuliah, nikah sama seniornya pas kuliah kata budemu, mending begitu Nath dari pada kamu gak nikah nikah"


"Hemn mulai lagi deh mama, ya sudah ntar Nathan atur waktu buat main ke Jogja pas lamaran Kinara, mama papa hati hati ya berangkat ke Singaporenya nanti jumpa diJogja aja kita ma" ucapku memutuskan untuk mengakhiri percakapan kami pagi itu.

__ADS_1


 


☆☆☆


 


Hari ini Frisca tidak ada kegiatan segala urusannya dikampus berkaitan dengan berlangsungnya acara sumpah jabatannya nanti semua persyaratannya sudah diselesaikan dengan baik oleh Frisca dan teman temannya, tinggal menunggu hari H diambil sumpah jabatan, setelah itu Frisca belum memutuskan apakah langsung penempatan ke daerah atau masih mengambil spesialis lagi. maka dia berencana membereskan ruangan apartemennya Frisca ingin merubah sedikit tata letak ruangan tersebut ingin dapat suasana baru, ketika itu ponselnya berdering, dilihat nya panggilan dari Kinara yang tak lain calon istri dari Aska sepupunya. Aska sudah memperkenalkan Kinara dan mereka sudah beberapa kali bertemu, Frisca menyukai Kinara menurutnya Aska sangat cocok bersama Kinara. Kuangkat panggilan dari Kinara itu


"Hallo Na"


"Hay Fris apa kabar? aku ganggu gak?"


"Baik Na, kamu apa kabar? Gak kok aku lagi santai aja dikamar"


"Aku baik Fris, loh kamu gak kerumah sakit?"


"Sudah gak Na, sudah selesai kuliah klinik ku. tinggal nunggu ambil sumpah jabatan aja ntar"


"Hahaha kamu bisa aja, makasih ya, oiya ada Na? ada yang bisa aku bantu?"


"Ah gak aku cuma mau ngabari, minggu kedua bulan depan aku lamaran, apa Aska belum ngasi kabar ke kamu?"


"Wahhh selamat ya Na, wah parah si Aska masa hal sepenting ini gak dikabari ke aku, awas aja dia kalau ketemu" ujarku sambil tertawa


"Kamu datangkan kamu ikut rombongan Aska kan Fris, pokoknya kamu harus datang Fris awas kalau gak, nanti aku ajak kamu keliling Jogja menikmati malam dimalioboro atau nanti kita ke candi borobudur"


"Wah rencana yang asik itu, iya ntar aku datang ikut pas lamaran, biar aku bisa lihat bagaimana Aska meminta mu pada keluarga besarmu, pasti nanti dia akan tegang dan keringat sebesar biji jagung"


"Hahaha kamu bisa aja Fris, eh udah dulu ya, ada panggilan masuk dari Aska soalnya, sampai ketemu diJogja ya Fris"

__ADS_1


"Oh iya, salam buat Aska ya, bilang aku marah dia enggak ngabari ke aku kalau kalian mau lamaran"


"Haha iya iya nanti aku sampaikan ke Aska,Sudah ya Fris "


Kuletakkan kembali ponselku dinakas dekat tempat tidur dan aku mulai berberes dari area kamarku dulu, baru bereskan ruang depan dan dapur pikirku, ketika asik mengganti sprey tempat tidurku lagi lagi ponselku berdering kali ini panggilan dari Stefan segera ku angkat


"Halo mas"


"Halo sayang, udah bangun?"


"Ya sudah lah kan sudah siang, mas lagi apa?"


"Kirain karena libur bangunnya rada siangan hahaha.. ini baru sampai rumah sakit, oiya nanti sore kamu ada acara gak Fris?"


"Hemn..ntar sore gak ada sih mas, ada apa mas?"


"Kamu siap siap ya nanti aku jemput pukul 16 00"


"Kita mau kemana mas?"


"Kita jalan ke puncak, sudah lama gak jalan berdua, Kamu mau kan?"


"Kepuncak??? mau sih mas, tapi apa besok mas gak kecapean?"


"Gak lah kita nginap aja di sana ada villa papa dipuncak kok, besokkan libur sayang, tanggal merah"


"Astaga lupa aku mas, besok libur .. hem okehlah kita nginap ya ntar aku bawa baju ganti, perlu dimasakin gak mas?"


"Gak usah, disana ada yang jaga vila sekalian bisa masak kalau kita pas lagi di vila. kamu siap siap aja ntar aku jemput ya "

__ADS_1


"Okeh deh mas..hati hati ya " ku akhiri sambungan telepon tersebut sambil tersenyum. aku segera membereskan ruangan apartemenku agar tidak kesorean selesai nya dan pas nanti dijemput aku sudah selesai berberes.


__ADS_2