
Frisca sedang dalam kereta menuju Jogja, sejak kemarin Stefan tidak bisa dihubungi, tadi juga Frisca sudah menunggu Stefan namun tidak juga kunjung datang, akhirnya Frisca berangkat sendiri, Dia takut kejebak macet dan ketinggalan Kereta. Tak lama terdengar ponselnya berbunyi segera Frisca melihat panggilan masuk yang diharapkan dari Stefan ternyata dari mama nya.
"Ya hallo ma"
"Hallo Fris, kamu dimana nak? apakah sudab jalan?"
"Frisca sudah dikereta ma, mungkin besok pagi pukul 06.00 sudah sampai di Jogja"
" Siapa yang menjemputmu nak, rombongan paman mu baru tiba jumat di Jogja, mama dan papa mungkin jumat malam baru tiba"
"Mama tenang aja, aku dijemput Kinaya kok ma"
"Oh ya sudah kalau begitu hati hati ya Fris, jaga barang barang mu selama dikereta"
"Iya mama papa juga hati hati kalau berangkat nanti ya"
"Ya nak, sudah dulu ya, mama masih mau pergi belanja buat keperluan hari jumat"
"Oke ma bye" ucapku mengakhiri sambungan telepon dari mama, ku coba kembali menghubungi nomor Stefan, namun lagi lagi tidak aktif nomornya, kemanakah Stefan tidak biasanya ponselnya tidak aktif seperti ini dan tidak memberi kabar, apa ini ada kaitannya dengan poto yang dikirim ke ponsel Frisca tadi malam.
☆☆☆
Sementara itu Nathan sedang berada diruang kerjanya bersama Rayhan membahas masalah pekerjaan hasil kunjungan Rayhan ke cafe mereka yang di Surabaya, tiba tiba ada ketukan dari pintu, dan tak lama kemudian masuklah Sheila sambil membawa kotak makanan.
" Hai...sudah sore, ni aku bawain cemilan untuk kalian kalian, satu untuk suamiku tercinta, satu untuk sahabatku tersayang" ujar Sheila sembari menyerahkan dua tempat bekal untuk Nathan dan Rayhan
"Wuah terimakasih sayang, sudah dibuatkan cemilan, pasti lezat sekali ini, ini Nat punya loe"
Dengan perlahan Nathan menerima kotak bekal yang disodorkan Rayhan, dan meletakkannya dimeja kerjanya.
"Makasih Sheil, sudah repot repot bawain cemilan untukku"
"Santai aja Nat, kayak orang lain aja. Ayo pada di makan dulu, nanti lagi sambung kerjanya" ujar Sheila
"Hemn..kalian aja dulu makan, aku mau keluar sebentar ada yang mau aku urus, kalian makan disini aja gak papa" ujar Nathan sembari bangkit dari kursinya dan hendak berjalan menuju keluar ruangan.
"Lah mau kemana Nat" ujar Sheila
"Udah biarin aja, mungkin Nathan ada janji makan dengan ceweknya sayang, Ayo kita makan diruanganku saja" ujar Rayhan sambil menarik lengan Sheila "Nat, kami keruanganku aja, lebih enak lebih bebas"Ujarnya sambil mengedipkan sebelah matanya lantas tersenyum
__ADS_1
"Padahal sudah capek capek buatin cemilan buat loe Nat, khusus buat loe Nat" ujar Sheila kecewa
"Makasih Sheila, nanti pasti aku makan kok, aku ada urusan penting banget soalnya"
"Ya sudah kalau begitu,tapi janji ya harus dimakan, jangan buat aku kecewa" ujar Sheila lagi sambil berat langkah keluar dari ruanganku.
"Ohiya Ray, nanti kalau kemalaman mungkin aku langsung pulang ya, gak balik lagi kekantor" ucapku pada Rayhan
"Oh..oke Nat..hati hati ya" sahut Rayhan
Sebenarnya Aku tidak punya janji atau urusan yang hendak Aku selesaikan, namun tidak enak rasanya harus bertiga dengan Sheila dan Rayhan, pasti suasananya tidak nyaman, mending Aku keluar sebentar mencari angin pikirku sambil berlalu menuju parkiran.
☆☆☆
Sementara itu dirumah Stefan, Stefan baru saja selesai mandi, dan segera keluar kamar menuju ruang makan, dimeja makan sudah terlihat Lisa duduk dengan manis, sementara siMbok sedang repot menata meja dengan lauk pauk hidangan untuk disantap makan malam.
"Ayo mbok sekalian makan malam bersama kami" Ucapku pada SiMbok
"Saya makan dibelakang saya Den, tidak apaapa" ujar SiMbok tau diri bawah Lisa tidak menyukai jika dia bergabung dengan mereka dimeja makan yang sama, meski SiMbok sudah terbiasa kadang makan bersama Den Stefan yang sudah menganggap dirinya seperti ibunya.
"Iya memang tempatnya Mbok itu dibelakang, mana pantas makan sama majikan satu meja lagi" ucap Lisa
"Lis..jaga ucapanmu, kamu tidak berubah sama sekali ya, sudah berapa kali aku bilanb siMbok bukan hanya sekedar pembantu buatku Dia sudah seperti Ibuku sendiri, jadi tolong kamu sopan dan jaga bicaramu didepan Mbok"
"Apaan sih sayang, garagara pembantu tua ini kamu jadi marah samaku"
"Den jangan marah, Mbok gak papa kok, yang dikatakan Non Lisa itu benar kok Den, Mbok permisi kebelakang ya Den" ucap Mbok sambil berjalan ke arah dapur
"Aaalah cari muka aja nenek tua ini, sudah sana kebelakang, jangan ganggu kami" ucap Lisa
Aku hanya terdiam melihat sikap Lisa yang tidak berubah, memandang rendah orang lain yang dianggapnya tidak selevel denga Dia.
"Sini sayang kita makan dulu, aku udah minta siMbok masak yang enak" ujar Lisa
Kami makan malam bersama, namun aku lebih banyak diam, memikirkan bagaimana menyelesaikan masalahku dengan Lisa agar segera selesai hubungan kami.
__ADS_1
"Sayang kok kamu diam aja, kenapa sih?! masih marah garagara tadi, iya aku minta maaf sayang jangan marah lagi dong" ujar Lisa
"Kamu itu ya dari dulu gak berubah Lis, kamu taukan aku mengganggap siMbok itu seperti apa, bisa bisanya kamu berkata sekasar itu pasa SiMbok"
"Iya maaf deh sayang, oiya besok anterin aku kerumah mama ya, aku pengen ketemu mama, sudah lama gak ngobrol"
"Aku besok gak bisa, ada jadwal operasi besok"
"Loh kata Lila besok kamu Off Fan"
"Iya mendadak tadi baru ketemu orangtua pasiean, orang tua nya minta operasi anaknya dimajukan"
"Ya sudah aku tunggu saja sampai kamu selesai, baru setelah itu kamu anterim aku ya"
"Emang gak bisa kamu berangkat sendiri apa, biasanya juga sendiri kemana mana Lis bahkan sampai ke Italy kamu berani sendiri"
"Kok kamu jadi sinis begitu Fan, aku kan pengen ketemu mama papa berdua sama kamu, biar mama papa yakin kalau kita masih pacaran, oiya sabtu aku jadwalkan janji untik ketemu EO yang akan menangani pesta pernikahan kita nanti ya, aku juga akan memilih gaun kebaya yang nantinya akan ku pakai saat pemberkatan pernikahan kita"
Aku hampir tersedak mendengar ucapan Lisa, apa dia tidak salah berbicara "Apa kamu bilang Lis, EO?"
"Iya sayang kita kan akan merencanakan pernikahan kita, lebih baik dari sekarang biar dibicarakan biar nanti matang perencanaannya"
"Kenapa kamu berubah secepat ini, kemarin kamu yang mohon mohon tunggu dua tahun, sekarang seenaknya kamu memutuskan untuk segera merencanakan pernikahan"
"Aku pikir gak ada salahnya kita menikah, setelah itu aku tetap meniti karirku di Italy, dan sesekali pulang ke Indonesia melihat kamu atau kamu sesekali datang mengunjungiku"
"Kamu terbiasa mengambil keputusan sendiri ya Lis, tanpa bertanya dulu ke orang lain, keluarga kamu apakah mereka setuju"
"Mama Papa ku pasti akan setuju Fan, Mama Papa kamu juga aku pikir akan merestui hubungan kita, toh selama ini semua sudah direncanakan kan?"
"Tapi semua sudah berubah Lis"
"Gak ada yang barubah Fan, gak ada. Kita sudah saling mencintai bertahu-tahun dan hubungan kita sudah dapat restu dari kedua keluarga kita Fan"
"Aku yang sudah berubah Lis, Aku sudah mencintai orang lain" jawabku pelan
"Gak Fan, kamu gak berubah kamu tetap mencintaiku, perasaanmu terhadap Frisca hanya karena aku sedang jauh dari mu, kamu sedang butuh orang untuk menjadi pelarianmu, kita akan tetap menikah, itu makanya aku pulang untukmu Fan, untuk berada disisimu menemanimu"
"Tau dari mana kamu tentang Frisca Lis?"
__ADS_1
"Aku tau semua Fan, aku tau dari Lila, aku tau kenapa kamu berubah dan kenapa kamu jarang sekali menghubungiku lagi atau mengangkat telepon dariku" ujar Lisa mulai menangis.