
Siang itu setelah jadwal kerja nya selesai Stefan meluncur untuk pulang. hari ini dia menutup praktek sore nya karena ada acara merayakan kenaikan jabatannya bersama Frisca. sebelum pulang dia sudah menelpon kerestoran langganannya untuk reservasi tempat nanti malam. Stefan merencanakan candle light dinner yang romanstis bersama Frisca. pukul 19.00 Stefan sudah sampai di apartemen Frisca.
"Ting...Tong..." Stefan membunyikan bel apartemen Frisca, tidak lama pintu terbuka. Frisca sudah siap dengan gaun yang sederhana namun pas dan indag ditubuhnya Frisca terlihat mempesona dengan sedikit polesan make up diwajahnya. tidak terlalu tebal sehingga membuat wajahnya semakin manis.
"Ah.. cantik sekali kau malam ini sayang" jujur kuucapkan pujian itu terhadap Frisca
Frisca yang mendengar ucapan kekasihnya dan melihat bagaimana tatapan kekasihnya tak berkedip tak urung membuat Frisca tersipu malu.
"Mas juga ganteng malam ini"
"Aku memang ganteng dari sana nya sayang" ujarku sambil tertawa. "Kau sudah siap, ayo kita berangkat, nanti semakin malam akan semakin macet, bisa bisa kita terlambat" sambungku
"Sudah dong mas, sebentar aku ambil tas ku dulu sambil menutup pintu" ujar nya melangkah ke dalam mengambil tas tangan dan menutup serta mengunci pintu apartemannya.
kugandeng tangannya sambil melangkah ke lift menuju parkiran. segera ku pacu mobilku menuju restoran. setiba direstoran kami masuk kedalam. sepanjang perjalanan dari parkiran ke dalam semua orang memandang kearah kami, sampai Frisca sendiri berbisik kepadaku "Mas...sadar gak sih dari tadi semua memandang kita"
"itu karena aku sedang menggandeng ratu kecantikan, mereka pasti terpesona melihat kecantikan mu sayang" ujarku pelan sambil tersenyum
"Ah..mas bisa aja..jangan jangan mereka malah melihat mu,lihat para wanita di meja sana dari tadi gak berkedip memandang ke arahmu" ujarnya lagi
"Biarkan saja mereka memandangku, hanya itu yang bisa mereka lakukan, karena tidak akan mungkin untuk mendekatku karena ada kamu disampingku, sudahlah ngapain repot memikirkan mereka, ayo meja kita sudah disiapkan dilantai dua, dari sana kau akan bisa melihat pemandangan yang indah dimalam hari".
Makan malam kami berjalan dengan lancar dan romantis, hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 22.15 dan hidangan yang tersaji telah kami santap semua. kulihat Frisca tersenyum bahagia. akhirnya kami pulang ku antarkan dia ke apartemennya. ntah kenapa setiap mau berpisah dengan Frisca aku merasa berat. ketika Frisca membuka pintu keinginanku untuk menciumnya begitu kuat, akhirnya kupeluk dan kudorong tubuhnya untuk masuk ke apartemen kututup pintu apartemennya dengan kaki.
Sambil masih kupeluk aku merasakan Frisca sedikit terkejut namun dia tidak menolak. kusentuh pipinya yang mulus dan mulai mencium bibirnya yang ranum, awalnya ciuman itu biasa saja tetapi makin lama ciuman kami makin dalam. tangan Frisca akhirnya bergerak membalas memelukku. ciuman kurasakan semakin dalam. aku mulai mencium leher jenjang nya, mencium setiap jengkal leher hingga ke dada atasnya dan meninggalkan jejak kepemilikan disana. Frisca mulai meremas rambutku sambil mulai mendesah pelan. perlahan tanganku mulai menyusuri bagian paxxxranya yang masih tertutupi gaun malamnya. dengan tangan sebelah kanan aku coba membuka resleting gaunnya sedang tangan sebelah kiri mulai meremas payuxxra sebelah kirinya. tak lama kuturunkan gaun nya bagian atas dan kulihat payuxxranya yang masih tertutup bh begitu indah menantang segera kulepas pengait bh nya. ketika hendak kulepaskan pengait bh nya Frisca menahan tanganku sambil menatapku dan memohon untuk tidak lebih jauh.
__ADS_1
"sebentar saja sayang, hanya sebentar" ujarku kepada Frisca. perlahan ku lepas pengait bhnya dan kulihat buah payuxxxranya dengan sempurna menantang indah dengan ****** berwarna kecoklatan. segera ku remas payuxxxra sebelah kiri dan ku cium dan kuhisap perlahan yang sebelah kanan, kumerasakan Frisca sedikit menegang dan mulai mendesah kembali sambil meremas rambutku. kembali kutinggalkan jejak kepemilikan di buah payuxxxranya.
Aku masih bermain main disekitar payuxxra Frisca kulihat Frisca mulai menikmati permainan kami, bagian bawahku sudah menegang dengan sempurna, perlahan kutekan ke bagian bawah Frisca yang masih tertutup gaunnya, sambil mengelus bagian punggung Frisca. gairahku mulai tak tertahan sambil tetap meremas dan mengisap payuxxra Frisca aku mulai meraba bagian kemaxxan Frisca, aku merasa Frisca menegang dan menahan tanganku sambil berkata "Jangan mas, jangan disitu, kita belum boleh" ujarnya sambil berusaha memohon dan menahan desahan nafasnya aku yakin dia juga sudah sangat bergairah namun dia tetap menahan tanganku agar tidak masuk ke area kemaxxannya. akhirnya aku mengalah dan segera menyudahi ciuman panas kami. aku lepas pelukan kami dan aku benarkan gaun malamnya yang setengah sudah terbuka. "Maafkan aku sayang, aku terbawa suasana dan pengaruh wine yang kita minum tadi. maafkan aku" ujarku sambil mengelus kepalanya "lebih baik sekarang aku pulang dari pada nanti lepas kendali lagi, kamu istirahat ya" ujarku sambil mengecup pucuk kepalanya dan berlalu keluar meninggalkan apartemen nya.
☆☆☆
Waktu berjalan tak terasa, Frisca dan teman temannya akan menempuh ujian akhir. hubungannya dengan Stefan berjalan lancar dan berharap ujian nya dan teman temannya juga lancar.
"Gak terasa ya,minggu depan kita ujian, mudah mudahan gue dapat penguji nya Dokter Stefan" ujar Grace
" Ah itu mah kalau sama koas cowok, kalau sama cewek cewek mah Dokter Stefan gak bakalan galak kok, itu kata suster wati" sambung Nita
Aku hanya tertawa mendengar ocehan mereka, meski aku berharap nantinya Dokter Pengujiku bukan Dokter Stefan, bisa dua kali keringat dingin nantinya pikirku.
"Eh Fris kok diam aja?" tanya Nita
"Ah gak kok lagi mikir study kasus yang akan aku bawakan dalam presentasi ujian minggu depan seperti apa. bahanku masih kurang. nanti temani aku ke perpusatakaan dulu ya Nit, Grace" ujarku
"Iya nih aku juga mau ke perpustakaan melengkapi data data, masih ada yang kurang" sambung Grace.
"Okelah nanti kita singgah ke perpustakaan sebelum pulang" kata Nita.
__ADS_1
Waktu berjalan dengan cepat, gak terasa kami sudah memasuki minggu ujian presentasi kasus. dan akhirnya kami dinyatakan lulus semua.
Aku berjalan kearah ruangan Dokter Stefan. tak terlihat suster marta mungkin sedang ada urusan pikirku. perlahan ku ketuk pintu ruangan Dokter Stefan
"Masuk" terdengar suara Dokter Stefan
"Siang Dok, boleh saya menggangu waktu Dokter sebentar" ujarku sambil tersenyum
"Ah... masuklah kita sekarang adalah rekan sejawat, ada apa Fris apa mau sito konsul?" ujar Dokter Stefan sambil tertawa dan berjalan menuju tempat Frisca berdiri lalu menggenggam tangan Frisca dengan erat
"Saya mau mengucapkan terimakasih atas bimbingan Dokter selama ini, sehingga saya berhasil menyelesaikan presentasi dan berhasil lulus" ujarku
Belum sempar Dokter Stefan menjawab terdengar suara ketukan dari pintu tak berapa lama munculah wajah teman teman yang lain
"Dokter Stefan maaf mengganggu kami mau mengucapkan terimakasih atas semua bimbingan dokter selama ini kepada kami" ujar Nita mewakili teman teman yang lain, sedangkan Grace menatapku sambil tersenyum menggoda
"Ya ya ya gak usah basa basi tinggal bilang kapan pesta nya diadakan, masa cuma ucapan terimakasih saja" ujar Dokter Stefan sambil tersenyum menyalami mereka satu persatu mengucapkan selamat
"Nanti pasti kita bilang kok Dok kapan pesta perpisahannya akan diadakan" sambung Thomas.
setelah menyalami Dokter Stefan kami keliling menghampiri semua Dokter dan perawat dibagian bedah anak untuk mengucapkan terimakasih.
Aku merasa ponselku bergetar, ada pemberitahuan pesan masuk dari Dokter Stefan. "Nanti malam kita rayakan ya sayang"
aku tersenyum membaca pesan itu lalu membalasnya "Siap pak Dokter".
__ADS_1