Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 14


__ADS_3

Aku mengemudikan mobilku dengan santai mengarahkannya pulang kerumah, aku baru ingat ponselku yang tadi sengaja aku matikan. lalu aku hidupkan tidak lama muncul notif panggilan tidak terjawab dari nomor Lisa dan beberapa pesan masuk dari Lisa. kuputuskan untuk membuka pesannya besok saja. Aku merasa sangat lelah hari ini ingin segera sampai dirumah dan mandi lalu istirahat. Sesampainya dirumah aku segera menuju kamar, dirumah ini ada pembantu setiaku mulai dari aku kecil hingga sekarang khusus ikut denganku. aku selalu membawa kunci sendiri agar dia tidak mengganggu simbok kalau aku pulang tengah malam.


Sesampainya dikamar aku segera mandi lalu istirahat. ketika ditempat tidur aku merenung hal yang baru terjadi, aku tidak habis pikir mengapa dengan Frisca aku tidak bisa mengendalikan gairahku. padahal bertahun tahun pacaran dengan Lisa aku selalu bisa menjaga dan mengendalikan diriku. Besok aku harus kerumah papa dan mama aku ingin segera mengenalkan Frisca kepada papa terutama mama, aku yakin mama akan merestui dan menyukai Frisca. Tinggal urusan menyelesaikan hubunganku dengan Lisa. Lisa maafkan aku namun aku sudah mencoba berjuang untuk berusaha mempertahankan hubungan kita namun sekarang aku sudah merasa di titik akhir kemampuan ku Lisa, maafkan aku Lisa.


 


☆☆☆


 


Sepeninggal Stefan Frisca malah tidak bisa tidur, baru kali ini dia pacaran terlalu jauh, dulu hanya sekedar ciuman saja namun bersama Stefan dia tidak bisa mengontrol pikirannya, pikiran,hatinya badannya berlawanan. pikiriannya mengatakan harus berhenti namun badannya malah mengkhianati dengan menikmati setiap sentuhan Stefan. Frisca masih bersyukur disaat terakhir dia masih bisa mengalahkan gairahnya dan Stefan mengerti, Frisca ingin melakukan hubungan itu saat sudah resmi menjadi suamiistri karena bagi Frisca itu adalah sesuatu yang sakral.


Masih bisa dirasakan ciuman ciuman Stefan yang sangat membara dan sangat menuntut, Frisca tidak habis fikir seorang Stefan Dokter yang sangat berwibawa dan dikagumi dibangsal anak bisa sampai semenggebu gebubu seperti itu, tapi Frisca senang mendengar niat Stefan akan memperkenalkan dirinya kepada orang tuanya, siapa yang tidak ingin menjadi istri Dokter Stefan yang gagah dan terkenal itu senyum Frisca sambil memeluk bantal guling membayangkan dia akan segera menikah dengan Stefan dan membayangkan malam malam yang akan dilewatinya saat menjadi istri Stefan.Frisca semakin erat memeluk bantal gulingnya.


Pikiran Frisca terus mengembara kemana mana, besok ada baiknya aku menghubungi mama, aku ingin bercerita banyak pada mama, perlahan Frisca mulai terlelap ke alam mimpi.


Frisca terbangun saat ponselnya berdering, dilihatnya panggilan dari mamanya


"Hallo ma" Frisca menyapa ibunya


"Hallo nak, apa kabarmu?" sahut ibunya dari seberang

__ADS_1


"Frisca sehat ma, mama papa juga sehat kan?"


"Kami sehat nak, kata mas mu kamu sudah selesai ujian bagaimana hasilnya nak?" tanya ibu


Astaga aku lupa memberi kabar pada mama dan papa "Maaf ma Frisca lupa memberi kabar, Frisca sudah lulus ma, Frisca sudah sah menjadi Dokter tinggal mengambil sumpah jabatan nanti sekitar bulan september ma" ujarku cepat sambil meminta maaf pada mama


"Syukurlah nak kamu sudah lulus, mama papa bangga sama kamu bisa meraih cita cita mu"


"Oia papa mana ma?"tanyaku pada mama


"Papa sedang keluar, biasa acara sama teman teman nya main golf kalau hari minggu seperti ini" jawab mama " Mungkin awal bulan kami ke jakarta nak, papa mu ada urusan bisnis nya , mama ingin main ke apartemenmu dan ketempat mas mu, sudah rindu, sudah lama kita tidak bertemu, kalian juga sudah lama tidak pulang" sambung mama sambil tertawa


"Masa cuma sama masakan mama saja kau rindu nak, berarti sama mama papa gak rindu lagi"


"Gak dong ma, Frisca sangat rindu sama mama papa, cuma belakangan ini mempersiapkan ujian sedikit menyita waktu dan pikiran Frisca ma"


"Iya iya mama tau, mama cuma bercanda, ya sudah mama mau beres beres dulu, mau masak sebentar lagi papa kamu pulang pasti papa lapar,sudah ya nak, baik baik ya disana" sambung mama lalu memutuskan panggilan telepon kami.


Hemnn.. mama papa mau kejakarta, akan ku kasih kabar ke mas Stefan , seperti nya waktu yang pas nanti mereka ku pertemukan disitu saja, terlalu lama jika menunggu ku mengambil sumpah jabatan. kulihat jam bekker dinakasku masih menunjukan pukul 07.00 pagi, lebih baik kusambung lah lagi tidur sebentar karena aku baru tidur sekitar jam 03.00 pagi. mataku sungguh berat , nanti sore aja aku beribadah pikirku akan mengajak Stefan beribadah bersama nanti sore, aku kembali menarik selimut dan kembali terlelap ke alam mimpi.


Sedangkan pagi itu dirumah, Stefan baru bangun, segera bergegas sikat gigi dan mencuci muka, lalu Stefan turun kebawah, begitu sampai dibawah sudah tercium aroma masakan si mbok. benar saja Stefan berjalan ke dapur dan melihat siMbok sedang berjibaku di dapur bersama penggoreangan dan tak lama seporsi nasi goreng kesukaan Stefan sudah berpindah ke piring.

__ADS_1


"Pagi mbok, wihh..sudah wangi aroma nasi goreng saja pagi pagi"


"Eh den Stefan sudah bangun, ini sudah mbok siapkan sarapan kesukaan den, ayo ke meja makan"


"Eh kok cuma sepiring, mbok gak ikutan sarapan?" tanyaku pada simbok yang hanya membawa sepiring nasi goreng ke meja makan


"Mbok makan dibelakang saja den"


"Ah..simbok kayak orang lain saja, aku tidak mau tau pokoknya simbok harus nemani aku makan dimeja sarapan pagi, kalau tidak aku tidak akan sarapan, biar saja kelaparan"Ujarku pada simbok


"Ya ya den baiklah ntar mbok ambil kebelakang dulu ya sarapan buat simbok"


"Tidak tidak mbok duduk saja dimeja makan, aku yang akan mengambilkan nya untuk simbok"


"Jangan den, biar si mbok saja"


"Sudah mbok duduk manis disitu biar aku yang ambil" setengah memaksa simbok agar duduk dimeja makan aku segera menuju dapur untuk mengambil seporsi nasi goreng lagi untuk sarapan simbok.


Buatku simbok bukan hanya sekedar pembantu, tapi sudah menjadi ibu kedua buatku makanya aku sangat menghormati simbok.Mulai dari aku kecil simbok yang merawatku, bahkan ketika mama papa sangat sibuk dengan urusan mereka hanya ada simbok yang selalu menemaniku. maka ketika aku memilih untuk membeli rumah sendiri aku minta ijin ke mama supaya simbok bisa ikut denganku. seperti nya mama mengerti kedekatanku dengan simbok dan membiarkan orang kepercayaannya itu ikut aku. sedangkan dirumah masih tinggal anak dan mantu simbok yang menjadi teman mama dirumah.


Pagi itu kami sarapan bersama, simbok cerita kemarin Lila mencariku kerumah katanya ada hal penting yang harus disampaikannya, aku mulai bercerita ke simbok tentang Frisca karena aku yakin simbok akan bisa memberiku masukan yang baik, simbok juga tau hubunganku selama ini dengan Lisa karena Lisa sudah sering menginap dirumahku dan bertemu dengan simbok.

__ADS_1


__ADS_2