Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 22


__ADS_3

Setelah Stefan selesai mandi, aku dan Stefan menuju ke ruang makan, disana sudah terhidang menu makanan yang aku masak tadi beserta nasi dan minumnya, namun tak kelihatan mbok Darmi atau Mang Sukri.


"Mana mereka ya, tadi aku suruh makan sama" ujarku pada Stefan


"Paling dibelakang, sebentar aku lihat dulu, kamu duduk dulu"


Akhirnya Stefan berjalan menuju arah dapur, benar ternyata disana mbok Darmi dan mang Sukri berada, lalu Stefan mengajak mereka sarapan bersama tapi mbok Darmi gak mau beralasan mau pulang dulu melihat cucunya yang mau berangkat sekolah, sedangkan mang Sukri bilang harus segera ke pasar untuk bertemu seseorang. akhirnya Stefan kembali kemeja makan sendirian.


"Mana mereka mas?" tanyaku


"Simbok mau pulang dulu katanya, mau lihat cucunya, sedang si mamang ke pasar ada perlu, ayo kita makan aku udah lapar"jelas Stefan


"Oiya mas mungkin minggu kedua bulan depan aku ke Jogja sepupuku lamaran sama orang sana" Jelasku pada Stefan


"Orang tuamu ikut?"


"Aku belum tahu mas, aku belum nerima kabar, tapi nanti aku coba tanya ke mama deh, kenapa mas?"


"Kalau orang tuamu ikut aku juga ikut akan ku bawa orangtuaku seklian juga melamar kamu"


"Hahaha mas bisa aja bercandanya, moso iya kamu nebeng lamarannya"


"Ya enggaklah, aku buat sendiri acara lamaran kita yang spesial lah"


"Hemn..terserah kamu aja lah mas, jangan lupa minggu ini acara perpisahan kami dengan rumahsakit loh" ujarku mengingatkan


Stefan berhenti sejenak dari makannya sepertinya sedang berfikir lalu dia berkata" Fris pulang dari sini kita kerumah mama papa yok, aku pengen memperkenalkan kamu sama mama papa"


Setelah diam sejenak berfikir akhirnya ku iyakan ajakan Stefan, gak ada salahnya aku mulai mengenal keluarganya fikirku.


Siang nya kami siap siap pulang kejakarta, setelah pamit pada simbok dan mamang perlahan kami meninggalkan villa keluarga Stefan. Kulihat Stefan menghubungi mamanya menanyakan apakah mama papa nya ada dirumah, setelah dapat konfirmasi kalau orangtua nya berada dirumah kami segera meluncur kerumah orangtua Stefan


Setibanya dirumah Stefan hari sudah sore, kami disambut oleh tukang kebun keluarga Stefan


"Eh Den Stefan datang, apakabar den?"


"Baik mas, mas Dirman apa kabar? Sehatkan?"


"Sehat den"


"Oiya kenali ini Frisca teman saya, nah Fris ini mas Dirman yang jagain rumah ini" ujar Stefan sambil tersenyum "Mama Papa dimana mas?"

__ADS_1


"Ada den didalam, dari tadi sudah nungguin den Stefan, saya lanjut dulu den mau bersih bersih didepan" pamit mas Dirman


"Monggo mas, Ayo Fris masuk kita temui mama papa" ajak Stefan


"Ma..."panggil Stefan sembari masuk kerumah, tak lama keluar seorang wanita yang masih menampakan sisa sisa kecantikannya disama lalu, berjalan dengan anggun dan penuh persona,


"Stefan akhirnya kamu sampai juga, sudah dari tadi mama tungguin, jarang jarang kamu mau kerumah kalau gak mama paksa pulang" ujar wanita tersebut sambil memeluk Stefan dengan hangat


"Ah mama jangan mulai lagi deh, oia kenalin ma ini teman Stefan Frisca, dia mahasiswi bimbingan Stefan tapi sekarang udah lulus "


Gantian aku mengulurkan tangan untuk menyalam mama Stefan tapi mama nya langsunh meluk aku dengan hangat


"Jarang jarang Stefan mau bawa teman nya kerumah ini, apalagi secantik kamu, pasti ini teman spesial Stefan ya, saya mama nya Stefan panggil tante saja ya" sambut mama Stefan


"Iya tante, apa kabar tante?"


"Sehat nduk, ayo ayo masuk dulu, kita ngobrol kedalam, biar mama panggilkan papa kamu, papa kamu lagi ngurusi burung di gazebo belakang, suka lupq waktu kalau sudah ngurus burung burungnya"ujar mama sambil tertawa


Kami duduk diruang keluarga sambip menunggu mama memanggil papa Stefan, tak lama datanglah mama papa Stefan, ketika melihat Stefan aku sadar dari mana Stefan mendapat wajah ganteng nan menyejukan itu, wajah Stefan benar benar perpaduan wajah ke dua orang tuanya, kami ngobrol panjang lebar dan suasana penuh kehangatan, orangtua Stefan sangat terbuka hangat hingga tak terasa waktu sudah malam, aku hendak pamit pulang,l diantar Stefan


"Fris sering sering main kerumah ya, biar tante ada temannya ngobrol, kamu datang sendiri aja gak usah nunggu Stefan, kalau Stefan mah susah benar tante suruh untuk main kerumah padahal dia gak tau tante kesepian"


"Iya tante nanti Frisca usahakan sering sering main kerumah tante"


"Kamu nanti pulang kerumah papa mama apa kerumah kamu?" tanya mama


"Nanti aku pulang kerumah ini kok ma, malam ini aku nginap disini, kami pergi dulu Ma pa"


"Hati hati bawa mobilnya Fan" ujar papa Stefan


"Iya pa".


"Ternyata Papa Mama kamu lucu ya mas" ujarku ketika kami sudah berada dimobil menuju keapartemenku


"Lucu apanya, kamu gak lihat aja kalau papa marah marah dikantor seperti apa galaknya, apalagi kalau bawahannya berbuat salah, habis dah itu diomeli sama papa" kata Stefan sambil tertawa.


"Nama nya pimpinan mas kalau bawahan berbuat salah ya ditegur lah" jawabku sambil tersenyum.


Akhirnya kami sampai diapartemenku


"Aku langsung pulang ya sayang, gak mampir lagi"

__ADS_1


"Iya mas gak papa, mas pasti capek, hati hati dijalan ya, terimakasih buat liburannya"


"Kamu juga baik baik ya, jangan lupa kunci pintu apartemen kamu, nanti aku telp kalau sudah dirumah ya Fris" pamit Stefan sambil berlalu.


☆☆☆


Setelah mengantarkan Frisca pulang, aku bergegas pulang, pasti mama mau bicara tentang Frisca makanya bertanya aku pulang kemana, aku juga ingin menjelaskan hubunganku dengan Frisca, benar saja begitu aku sampai dirumah mama sudah setia menungguku.


"Ma.." sapaku pada mama yang sedang menonton sinetron favoritenya


"Sudah sampai Fan, sini duduk sama mama, mamq mau ngobrol" ajak mama


"Ada apa ma?"


"Itu tadi nak Frisca cantik ya" pancing mama


"Udah langsung to the poin aja ma, gak usah muter muter, mama mau bilang apa? kok jadi ragu gitu" ujarku sambil tertawa


"Hemn kamu itu kalau diajak ngobrol sama orang tua maunya to the point aja, sudah sejauh mana hubunganmu dengan nak Frisca Fan?"


"Ma aku mau jujur sama mama, aku mencintai Frisca ma dan aku ingin dia jadi istriku, aku harap mama papa merestui hubungan kami"jelasku pada mama


Mama terdiam sejenak " Lalu hubunganmu dengan Lisa bagaimana Fan?" tanya mama


"Aku akan memutuskan hubungan kami ma, mama tau sendiri memang sudah lama hubungan kami berjalan ditempat tanpa ada kemajuan"


"Loh jadi kamu belum putus dengan Lisa"


"Belum ma, aku ingin kami bertemu saat membahas masalah itu, aku tidak ingin membahas masalah ini hanya via telepon, aku rasa itu kurang pas ma"


"Hemn... Fan kamu dan Lisa sudah lama sekali berteman, keluarga kita juga sudah saling mengenal satu sama lain, bahkan mama papa pikir kalian akan berlanjut hingga ke jenjang pernikahan, kita sudah pernah membahas hal itu nak, kembali lagi keputusan ada di tangan kamu, tapi kalau lun kamu memutuskan hubungan mu dengan Lisa mama harap bicarakan baik baik ya nak, kalau pun boleh kalian tetap menjaga komunikasi kalian putus bukan berarti putus komunikasi, tetap jaga silahtuhrahmi terhadap Lisa ataupun keluarganya, karena kita sudah dekat juga dengan keluarganya" ujar mama menasehatiku


"Iya ma Stefan akan berusaha bicara baik baik dengan Lisa ma"


"Mama sih tadinya berharap kamu dengan Lisa bisa sampai ke pernikahan, tapi kalau kamu sudah memutuskan demikian mama papa cuma bisa mendukung kamu yang penting kamu bahagia, mama lihat juga Frisca anak baik, semoga dengan Frisca kamu bisa mendapatkan kebahagiaan kamu ya, kamu juga kalau sudah memutuskan memilih Frisca harus bisa membahagiakan Frisca ya nak janga disia siakan"


" Iya ma terimakasih ya ma sudah mau mendukung segala keputusan Stefan ma, Stefan akan berusaha semampu Stefan untuk membahagiakan Frisca nantinya"


"Baiklah, oiya sudah sejauh mana rencanamu terharap hubungan kalian, apa masih menunggu waktu lagi,atau mau langsung mama papa lamar aja Frisca, mama sudah tak sabar melihat kamu menikah"


"Haha mama bisa aja, rencana Stefan segera mungkin mau melamar Frisca ma tapi Stefan mau menyelesaikan masalah Stefan dengan Lisa sembari memperkenalkan diri kepada keluarga Frisca terlebih dahulu"

__ADS_1


" Ya..ya..bagus itu kalau kamu bisa berfikir menyelesaikan dulu hubungan kamu dengan Lisa, mama doakan semuq berjalan denga baik, dan kamu menemukan kebahagiaan kamu, ntah itu bersama Lisa atau bersama Frisca, Ya sudah istirahatlah sudah malam, mama juga mau istirahat ya nak" pamit mama seraya beranjak menuju kamarnya


"Iya ma, selamat istrihata ma" ujarku lalu aku juga beranjak menuju kamarku untuk istirahat.


__ADS_2