
Malam ini adalah malam perpisahan Frisca dengan teman temannya dengan rumah sakit, mereka merayakannya di sebuah restoran dengan sangat meriah, mengundang seluruh Dokter Dokter senior yang telah membimbing mereka.
"Wahh..lihat siapa yang diculik Thomas malam ini" ujar Gina sambil menunjuk kearah pintu masuk. Serentak Nita dan teman temannya berpaling melihat kearah yang Gina tunjuk dan semua tersenyum ketika melihat siapa yang digandeng oleh Thomas, siapa lagi kalau bukan Suster Martha, mereka berjalana menuju kearah Nita dan teman temannya
"Wah akhirnya luluh juga Suster Martha sama loe Thom" ujar Adrian
"Siapa dulu dong Thomas"
"Langkah cepat ya Thom biar ada yang nemani di daerah ntar" sambung Adrian
"Eh..Sus jangan mau diajakin ke daerah sama Thomas menang banyak dianya" sambung Gina sambil berpelukan dengan suster Martha, suster Martha hanya terlihat tersenyum menanggapi gurauan mereka, dia sudah terbiasa dengan tingkah polah para Dokter Muda ini,
"Eh..Frisca kok belum datang ya" tanya Grace
"Iya tadi dia nelp suruh duluan, katanya agak terlambat datangnya, padahal sudah mau dijemput tadi, kayak nya dia menunggu jemputan" jawab Nita
"Ayooo siapa yang beruntung malam ini digandeng sama Frisca"tanya Grace
"Siapa lagi lah, lihat sendiri kan Dokter yang belum hadir juga tinggal satu lagi, Dokter idola poli anak" ujar Nita sambil tertawa
"Emang Frisca seriusan pacaran sama Dokter Stefan???" tanya Thomas
"Lah..maksud nya bercandaan gitu?"sambung Nita
"Pupuslah sudah harapanku, cinta ku bertepuk sebelah tangan" tiba tiba Adrian bernyanyi sambil memelas
"Loe sih kelamaan mikirnya,udah tau idola kampus dan idola poli anak, pakai lambat lagi pdktnya, kesalip Dokter Stefan loe kan" kata Gina
"Ya ampun apalah hamba ini, harus bersaing dengan Dokter Idola seperti Dokter Stefan yah jelas tidak akan dilirik lah" ujar Adrian lagi
Baru saja Grace akan menimpali namun matanya tak sengaja menoleh ke arah pintu masuk
"Ya ampun lihat siapa yang datang, Dokter Stefan sempurna sekali malam ini" teriak tertahan Grace "Dan Frisca astagaa..itu anak ya malam ini perfect serasi sekali dengan Dokter Stefan"
Dokter Stefan dan Frisca yang baru saja datang memang terlihat sangat serasi, satu gagah dan berwibawa yang satu cantik dan anggun. perlahan mereka menuju kumpulan Nita dan teman temannya,
__ADS_1
"Wah sudah pada ngumpul ya, maklum jalanan agak macet malam ini" ujar Stefan sambil menyalami satu persatu mahasiswa nya
"Ah..gak kok Dok acara nya belum mulai" jawab Adiran sambil menyambut jabatan tangan Stefan
"Wah surprise sekali Thomas datang bersama Suster Martha, kapan diresmikan Thom, keburu datang rombongan Koass yang baru ntar kamu di salip lagi" ujar Stefan sambil tertawa.
"Segera mungkin Dok, tinggal nunggu surat ijin saja sedang diurus" jawav Thomas
"Surat ijin praktek ke daerah maksudmu"
"Bukan Dok surat ijin menikah" jawab Adrian sambil tertawa
semua kami yang mendengar jawaban Adrian tertawa, lebih lagi Suster Martha tersipu malu. Tak lama acara segera dimulai.
Frisca duduk disebelah Stefan sebenarnya suatu kebanggaan bisa duduk disebelah Dokter Ganteng itu, namun dia merasakan tatapan tajam dari Dokter Lila, yah sedari tadi Frisca sadar sejak mereka tiba ada sepasang mata yang tak lepas menatap nya dengan tajam, ketika Frisca sengaja menatap ke arah Dokter Lila Dokter tersebut membuang muka, Frisca tidak habis pikir kenapa Dokter Lila menatapnya seperti tidak senang, padahal selama menjadi koass Dokter Lila terkenal Dokter yang ramah terhadap koass nya, dan Frisca rasa dia dan Dokter Lila selama ini bekerja sama dengan baik, dan tidak biasanya sikap Dokter Lila seperti itu.
"Mas..aku permisi ke toilet sebentar" bisikku pada Stefan
Stefan hanya mengangguk tersenyum, lalu aku beranjak menuju toilet. Sebenarnya aku tidak sendang ingin ketoilet namun melihat tatapan tajam Dokter Lila membuatku jengah akhirnya aku memutuskan ketoilet sembari menenangkan pikiranku. ketika sedang merapikam riasan dan bajuku ada seseorang yang masuk, dari sudut mataku memandang aku menangkap bayangan Dokter Lila masuk, kami berdiri bersebelahan didepan wastafel, Dokter Lila sedang mencuci tangannya.
"Sudah berapa lama berhubungan dengan Stefan?" tanya Dokter Lila tanpa basa basi
"Iya aku bertanya sudah berapa lama berhubungan dengan Stefan?"
"Baru beberapa bulan ini Dok"
"Kamu mencintai nya?"
Pertanyaan aneh pikirku mengapa Dokter Lila mempertanyakan hal itu, tiba tiba aku tersadar apakah mungkin Dokter Lila cemburu pada hubunganku dengan Dokter Stefan, apakah dia juga menyukai Dokter Stefan. setahuju dari Stefan mereka adalah teman sedari kecil,namun bukan berarti Dokter Lila tidak menyimpan rasa suka pada Dokter Stefan. "Ya Dok, saya mencintai Dokter Stefan" akhirnya kujawab pertanyaan Dokter Lila
"Sebegitukah kamu mencintai Stefan tanpa mencari tau dulu pribada Stefan apakah dia masih punya hubungan, atau masih sendiri, kamu tidak takut kalau kamu itu bisa merusak hubungan orang lain?"
"Maksud Dokter apa?"
"Lebih baik kamu tanyakan pada Stefan,apakah dia memang benar benar sudah sendiri" tekan Dokter Lila sambil berlalu keluar.
__ADS_1
Aku terdiam mendengar pernyataan Dokter Lila, yah aku baru sadar, aku belum tau masa lalu Stefan apakah dia masih sendiri atau masih berpacaran dengan orang lain ketika kami memulai hubungan kami, karena selama dirumah sakit aku tidak pernah mendengat isu atau gosip tentang pacar Dokter Stefan, ah lebih baik nanti aku tanyakan pada Dokter Stefan pikirku.
Ketika aku kembali kemeja dimana aku dan Stefan duduk, aku melihat Dokter Lila sudah berpindah tempat duduk, sekarang dia bergabung di meja istri istri para Dokter, disana ada istri Dokter Febrian, Dokter Simamora dan lain lain. ketika aku melihat ke arah Dokter Lila bertepatan Dokter Lila juga sedang melihatku dengan tajam.
"Kok lama sayang?" tibatiba Stefan berbisik ketelingan membuatku sedikit terkejut
"Oh..ahh gak mas, tadi antri di toilet nya dan pas kembali ketemu Gina sempat ngobrol dulu sebentar sama Gina" ucapku berbohong
"Oh.. aku pikir kamu diculik aliens tadi sangking cantiknya kamu malam ini, hampir aku susul ke toilet" ucap Stefan sambil tersenyum
"Ah..bisa aja kamu mas"
"Ya sudah ayo nikmati acara ini, ini kan acara untuk kalian" kata Stefan lagi
Acara malam itu berjalan dengan lancar, setalah ramah tamah dan sepatah dua kata disampaikan oleh Dokter Febrian mewakili pada Dokter laim acara dilanjutkan dengan acara hiburan semua bergembira malam itu, merayakan kemenangan sekaligus sedih mengingat mereka akan berpisah.meski hanya beberapa wakti namun kebersamaan mereka sudah menjalin keakraban baik sesama mahasiswa atau ke pada Dokter Dokter rumah sakit yang membimbing mereka.
Ketika acara selesai, Stefan mengantarku kembali keaparteman, dalam perjalanan aku berpikir bagaimana caraku memulai bertanya pada Stefan.hingga Stefan menyadari dari tadi aku hanya diam
"Kenapa Fris??? dari tadi kok diam aja, adakah yang mengganggu pikiranmu?"tanya Stefan
"Ahh..tidak mas, mungkin aku hanya lelah dan terbawa suasana haru ketika perpisahan tadi"ujarku pelan
"Lah kita kan tidak berpisah Fris ngapain ikutan sedih" ujarnya sambil tertawa
"Bukan sama kamu loh mas, tapi sama teman teman yang lain dan dama Dokter Dokter yang lain"
"Oh aku tidak begitu penting sekarang, jadi begitu"
"Bukan gitu loh mas, ih kamu sensi benar malam ini"
"Ha...ha aku hanya bercanda, nah sekarang kita sudah sampai"
"Mas tidak singgah lagi?"
"Ini sudah malam sayang, atau ini ajakan kamu mau menyuruhku menginap gitu?"
__ADS_1
"Ih apaan sih kamu mas, ya sudah pulang gih, sudah malam, hati hati dijalan dan terimakasih sudah menemani dan mengantarku malam ini" ujarku seraya bersiap turun
"Ya sudah hati hati ya, aku pulang dulu" ujarnya sambil mengelus pucuk kepalaku dan memberikan ciuman perpisahan kami malam itu.