Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB 28


__ADS_3

Pagi pagi sekali Lisa sudah bangun, Dia bersiap siap hendak pergi kerumah Papa Mama Stefan, Dia sudah merencanakan akan berbicara langsung ke Mama Stefan agar pernikahan mereka segera dilangsungkan. Setiba dirumah Stefan pintu dibukakan satpam yang sudah mengenal Lisa


"Mas, Mama ada?"


"Ada Mbak silahkan masuk saja" sahut satpam tersebut.


Lisa memarkirkan mobilnya dan membunyikan bel rumah tidak lama keluarlah pembantu rumah Stefan.


"Mama ada bik?"


"Ada Non, lagi didapur"


Lisa langsung menuju dapur dan menyapa mama


"Ma...apa kabar?" sapa Lisa kepada Mama Stefan yang lagi memasak didapur


"Eh..Lisa... apa kabar? kapan sampai? Mama baik kok" sambut Mama segera memeluk Lisa dengan hangat


"Lisa baik ma, kemarin malam sampai ma"


"Aduhh makin cantik saja kamu, ayo kita duduk didepan" ajak mama "Bi..tolong lanjutkan masakan saya ya" sambung mama menginstruksi ke bibi


"Baik Bu"


"Ini sedikit oleh oleh untuk Mama dan Papa Lisa bawa dari Italy Ma" Lisa menyerahkan beberapa bungkusan untuk Mama yang sudah disiapkannya


"Aduh repot repot kamu Lis, makasih ya, kamu tau aja kesukaan Mama dan Papa"ujar mama sambil melihat oleh oleh yang dibawa Lisa


" Iya dong Ma, namanya calon mantu, harus perhatian ke Mama Papa, Papa mana Ma?"


"Papa sedang ke luar kota, biasa melihat project yang diluar kota, sabtu baru pulang"


"Oh iya Mama ada acara gak hari ini Ma, temani aku bertemu dengan EO ya ma"


"EO??? gak sih mama hari ini gak ada acara, untuk apa bertemu dengan EO sayang?"


"Kok untuk apa sih Ma.. ya untuk merencanakan pernikahan Aku dan Stefan lah Ma, Mama setuju kan kalau kami melangsungkan pernikahan kami dalam waktu dekat ini?"


Mama terkejut mendengar penjelasan Lisa namun dengan cepat Mama bersikap seperti biasa " Kalau mama setuju setuju aja Lis, tergantung Kamu dan Stefan nya bagaimana"

__ADS_1


"Stefan juga setuju kok Ma, makanya Stefan nyuruh Lisa segera pulang, dan menyerahkan semua urusan pernikahan kami ke Lisa, Mama tau sendiri kan Stefan orang nya sibuk seperti apa Ma"


"Stefan menyerahkan semuanya ke kamu?" tanya Mama bingung


"Iya ma, tadi malam sudah kami bicarakan, makanya Stefan nyuruh aku pagi pagi sekali kerumah Mama biar ditemani sama Mama, kemapa Ma?"


"Eh..oh gak papa Lis, cumakan ini yang mau menikah kalian, harusnya Stefan tidak boleh melepas semua urusan kamu urus sendiri sesibuk sibuknya Dia Dia juga harus ikut andil menyusun perencanaan pernikahan kalian, gimana sih... yang mau menikah kan kalian bukan Mama"


"Iya gak papa Ma, kita lihat lihat aja dulu, nanti kalau cocok sama Lisa baru Lisa info ke Stefan nanya pendapat Stefan, Mama mau kan nemani Lisa?"


"Iya iya nanti mama temani, orangtua kamu bagaimana Lis?"


"Mama Papa setuju setuju saja kok ma, Stefan adalah menantu idaman Mama dan Papa, sejak lama Papa sudah menginginkan agar Stefan segera melamar Lisa Ma"


"Oh syukurlah kalau semua berjalan dengab baik, hemn..Mama mandi dulu ya habis itu kita sarapan baru kita berangkat ya, kamu tunggu sebentar ya Lis"


"Ok Ma"


☆☆☆


Sementara itu dirumah Stefan, Stefan baru selesai mandi dan hendak bersiap siap berangkat kerja.


"Non Lisa sudah berangkat pagi pagi sekali Den, katanya maubl kerumah Mama Stefan"


"Sudah berangkat? mau kerumah Mama?"


"Iya den, pukul 06.00 tadi Non Lisa sudah jalan"


"Hemn..ya sudah kah Mbok, nanti siapkan saja makan siang mana tau dia makan siang dirumah ini, saya berangkat kerja dulu ya Mbok"


"Loh kok gak jadi sarapan Den?"


"Nanti saja di Rumah Sakit Mbok, saya ada operasi pagi ini"


"Oh sebentar Den, Mbok buatkan aja ditempat bekal, biar nanti Den makannya dirumah sakit, kalau beli lagi pasti Den Stefan gak sarapan, nanti siang baru makan"ujar SiMbok.


"Ha..ha.. si Mbok bisa aja,ya Mbok, makasih ya Mbok" ujar Stefan sambil menunggu Mbok menyiapkan bekal sarapan nya pagi itu.


Setiba diRumah Sakit, Stefan segera mencari Lila keruangannya. Tanpa mengetok pintu Stefan langsung masuk keruangan Lila, Lila yang sedang menerima telepon sedikit terlejut dan menyudahi sambungan teleponnya

__ADS_1


"Ada apa Fan,kayak nya buru buru sekali sampai lupa mengetuk pintu" ujar Lisa


"Maksud kamu apa La, kenapa kamu mau merusak hubunganku dengan Frisca?"


"Karena kamu membangun hubungan itu diatas hubungan Kamu dengan Lisa Fan, Aku tidak mau kamu menyakiti Lisa Fan,dengan membohongi Lisa terus menerus"


"Aku sudah bilang hubunganku dengan Lisa akan ku selesaikan dengan baik ketika kami bisa bertemu"


"Maka dari itu aku segera mempertemukan Kalian Fan agar masalah itu bisa segera kamu selesaikan Fan"


"Lalu apa maksud kamu mengirim poto ke Frisca, poto aku berpelukan dengan wanita, seolah olah aku sedang kencan dengan wanita lain, padahal kamu tau itu Joana sahabat kita?"


"Aku hanya ingin menyadarkan Frisca bahwa kamu itu sudah ada yang punya Fan kamu punya Lisa Fan, jadi lebih baik Frisca jangan mengganggu kamu lagi"


"Aku dan Lisa akan putus La, kami hanya pacaran La, belum menikah, aku masih bisa memutuskan hubugan ini dan memilih wanita lain untuk jadi istriku La"


"Gak Fan kamu milik Lisa hanya milik Lisa"


"Gila kamu La, jangan ikut campur urusan pribadi ku terlalu jauh La, dan jangan ganggu Frisca lagi,ingat itu La" Ujar Stefan sambil berlalu.


"Gak Fan kalau Aku atau Lisa tidak bisa memilikimu maka Frisca juga tidak boleh memilikimu Fan, kamu hanya milik Lisa atau milikku"bisik Lila sambil melihat kepergian Stefan.


☆☆☆


Nathan sedang menyiapkan beberapa perlengkapan yang akan dibawanya ke Jogja dan beberapa oleh oleh untuk keluarga pamannya diJogja, siang nanti Dia akan terbang ke Jogja untuk menghadiri acara lamaran sepupunya Kinaya pada hari Sabtu, Nathan sengaja berangkat lebih dulu selain untuk melepas rindu terhadap keluarga nya Dia juga ingin menenangkan pikirannya sejenak, semakin lama Sheila semakin membuatnya tidak nyaman. Sheila akan lebih sering berkunjung ke kantor tepat pada saat Rayhan tidak berada di kantor atau sedang keluar kota.Jika Sheila datang Nathan terpaksa harus mencari alasan untuk keluar dari kantor dan berusaha segala cara agar Sheila tidak mengikutinya. Ponsel Nathan berdering, panggilan dari Rayhan


"Iya Ray, ada apa?"


"Loe jadi siang ini berangkat ke Jogja?"


"Iya jadi Ray, mungkin pagi ini gue gak kekantor lagi ya, ada beberapa hal yang harus gue urus dulu sebelum ntar siang terbang ke Jogja"


"Oh ya sudah, gakpapa kan ada gue loe tenang aja, take care ya, dan gue doain loe ketemu jodoh loe diJogja Nat"


"Ha..ha..ha..Amin amin amin semoga doa dari Loe kali ini manjur ya Ray, semoga gue ketemu pujaan hati gue disana"


"Okehlah Nat, hati hati ya, kalau ada apa apa kabari aja ya"


"Okeh makasih Ray".

__ADS_1


__ADS_2