Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB VI


__ADS_3

Pagi hari diruangannya Stefan sedang membuka jas Dokternya dan segera duduk dimeja untuk memeriksa beberapa berkas kasus pasien yang sedang ditangani nya. didengarnya suara ketokan pintu


Tok...tok..tok..


"Masuk" sahutku


Tak lama munculah wajah rekan sejawatnya Dokter Lila Herawati, sejawat sekaligus sahabatnya dari Sd.


"Masuk la..." kusuruh Lila masuk


"Sibuk Fan?" tanya Dokter Lila


"Gak, baru selesai visite, ada apa La? butuh bantuan?"


"Ah..gak aku baru dari ruang Dokter Febrian menyerahkan beberapa berkas, lewat dari sini makanya aku sekedar mampir menyapamu, sudah lama kita tidak jalan Fan, sekarang kamu punya kesibukan baru, kudengar dengar kamu sedang dekat dengan para Dokter muda itu" sahut Lila


"Sejak kapan kamu suka mengikuti gosip yang beredar La" tanyaku pada Lila


"Aku serius Fan, apa benar kamu sedang menjalin hubungan dengan Frisca?" cerca Dokter Lila


"Lila Herawati sejak kapan kamu jadi suka menggosip?" tatap Stefan pada sahabatnya


"Fan,aku cuma gak mau kamu salah jalan Fan, kamu sahabatku, Lisa sepupu ku Fan, aku gak mau diantara kalian ada yang tersakiti, kalau aku melihat mu mulai salah jalan maka aku wajib mengingatkan mu Fan, sudah ada Lisa yang menunggu mu Fan"


"Lisa menunggu ku??? gak salah kamu La, bukannya aku yang harus menunggu Lisa, menunggu ketidak pastian dari hubungan ini"


"Tidak pasti bagaimana Fan? Dia tetap kekasihmu kan Dia hanya minta waktu untuk meraih impiannya Fan, selama ini kamu sabar menunggu lisa Fan, kenapa untuk kali ini kamu tidak sabar Fan?!"


"Justru itu La, aku sudah bersabar limatahun lebih menunggu dia meraih semua impiannya , aku selalu mendukung dia mensupport dia la, tapi semakin aku bersabar dia semakin jauh la, dia semakin melupakan bahwa untuk berjuang dalam hubungan itu harus dua orang, kalau hanya satu orang yang berjuang maka akan sia sia La"

__ADS_1


" Kamu lihat karirnya diindonesia La, kurang apa lagi la, siapa yang tidak mengenal Lisa Hartawan, model papan dengan segudang prestasi tapi Lisa tidak pernah puas la, selalu saja merasa karirnya kurang"


"Hanya dua tahun Fan, bersabarlah Fan dia akan segera pulang untukmu"


"Setelah dua tahun dan karirnya semakin bagus apakah kamu yakin Lisa akan pulang, atau malah menetap di Italy La, aku gak tau dan aku ragu dia bakalan pulang jika karirnya semakin bagus disana"


"Gak Fan gue yakin lancar atau tidak karirnya di Italy dia bakalan pulang dalam waktu dua tahun Fan, gue kenal banget Lisa seperti apa, dia hanya ingin menunjukan bahwa dia mampu berkarir di Italy itu saja Fan"


"Gue balik dulu Fan, gue mau ketempat praktek gue cuma bisa mengingatkan kalau loe udah punya Lisa Fan, jangan bermain api Fan kalau tidak mau terbakar Fan, gue permisi" pamit Lila sambil berlalu.


Aku menatap kepergian Lila, kembali lagi mengingat kebersamaan kami sedari sd. sekolah yang sama hingga sama sama lulus kedokteran dan diterima dirumah sakit yang sama, ketika masuk sma Lila memperkenalkan sepupunya Lisa, yang baru datang dari Malaysia setelah tinggal di Malaysia karena ayah Lisa adalah Dutabesar untuk Negri Jiran tersebut. Lisa memutuskan untuk melanjutkan sekolah nya di Indonesia sedangkan ayah dan ibunya masih tetap berada di Negri Jiran tersebut, untuk mempermudah adaptasi Lisa tinggal bersama keluarga Lila dan bersekolah disekolah yang sama dengan Lila, sejak itu mereka menjadi tiga sekawan dimana ada Stefan pasti ada Lila dan Lisa. hingga akhirnya seiring waktu Stefan mulai menyukai Lisa dan ternyata Lisa juga menyukai Stefan.


Sampai akhirnya mereka lulus sma Lila dan Stefan masuk Fakultas Kedokteran dan Lisa memilih sekolah model. Awalnya semua berjalan baik, begitu lulus menjadi Dokter Stefan langsung melamar Lisa, namun Lisa menolak secara halus dia ingin meniti karirnya dulu Stefan bisa menerima hal itu, dan dia berusaha bersabar menunggu Lisa siap untuk melanjutkan rencana mereka ke jenjang pernikahan, namun semakin lama Stefan merasa Lisa semakin jauh, sampai Stefan selesai mengambil Spesialis Anak Lisa belum mau juga diajak menikah, Stefan mulai ragu, dia merasa hubungannya denga Lisa berjalan ditempat. Puncaknya ketika Lisa memutuskan pergi ke Italy padahal mereka sedang merencanakan pernikahan mereka untuk kesekian kalinya, harapan untuk segera melangkah kepelaminan harus ditunda lagi karena Lisa bersikeras ingin meniti karir internasionalnya.


Stefan hanya bisa menghela nafasnya saat itu, jujur dia sekang bingung, antara perasaannya terhadap Lisa dan Frisca, apakah perasaannya terhadap Frisca hanya pelariannya sementara, dia yakin dia masih mencintai Lisa tapi Stefan juga gak bisa menolak bayang bayang Frisca. yah Lila benar dia harus segera mengambil keputusan tidak baik rasanya berada dalam situasi seperti ini pikir Stefan.


Bersama Lisa tentu dia sudah merencanakan masa depan, kedua orang tua mereka juga sudah akrab dan mendukung hubungan mereka untuk ke jenjang pernikahan. bersama Frisca yang baru dikenalknya Stefan merasa nyaman saat bersama , dia merasa dibutuhkan rasa yang saat bersama Lisa itu tidak dia dapatkan, karena Lisa memang tipe mandiri yang tidak menggantungkan diri terhadap siapapun termasuk Stefan,apa yang harus dilakukan nya saat ini ,apakah Stefan harus memilih dalam waktu dekat ini.


"Masuk" sahut Stefan


Tak lama munculah segurat wajah Suster Marta " Dok... Dokter dicari Dokter Febrian katanya ada yang mau dibicarakan"


"Oh...oke saya segera menuju ke ruangan Dokter Febrian"


"E itu Dok Dokter Febrian lagi diruang perinatologi, Dia minta Dokter Stefan ke perinatologi aja langsung" kata Suster Marta


" Oh oke. terimakasin untuk informasinya Suster " sahutku sambil tersenyum kepada Suster Marta


"Mari Dok, saya permisi"

__ADS_1


Bergegas Stefan menuju ruang perinatologi.


 


☆☆☆


 


Siang itu bangsal anak digeger kan oleh kedatangan Mentari istri Dokter Anton


"Tidak ada lagi?" Mentari mengerutkan keningnya dengan geram " Dia masih bertugas dirumah sakit ini atau tidak?"


"Tadi ada bu," sahut Suster Mirna gugup"Tapi sekarang..."


"Ada apa?" tanya Dokter Kevin yang baru masuk keruang perawat


" Ini Dok ibu Mentari, istrinya Dokter Anton"


"Mencari Dokter Anton ya bu, tadi saya lihat diruang Poli anak"


"Terimakasih Dokter"sahut Mentari sambil berlalu


" Aduh..Dokter kenapa dikasih tau, celakalah saya" keluh Suster Mirna bingung.


"Celaka kenapa? Dokter Anton memang ada diruang poli" sahut Dokter Kevin


Ruang poli anak kebetulan sedang sepi ketika mentari tiba, dan matanya langsung terpaku Melihat Dokter Anton tangannya sedang menggenggam hangat lengan seorang Suster muda yang wajahnya ayu.


Senyum Dokter Anton langsung pudar begitu melihat siapa yang datang, buru buru dilepasnya tangan Suster Nia " Mentari!" sergah Dokter Anton antara kaget dan takut. "A...ada apa..Tari?"

__ADS_1


Tanpa menyahut Mentari langsung berbalik ditinggalkan nya ruang poli dengan wajah merah padam, tak dihiraukannya Dokter Anton terpogoh pogoh mengejarnya.


Grace yang kebetulan sedang berjalan hendak ke UGD yang bersamaan arah ke poli anak sampai memutar kepala dengan bingung ketika menyadi hal yang terhadi Grace tidak mampu menahan tawanya.


__ADS_2