
"Aku tau semua Fan, aku tau kamu bermain dibelakangku, aku tau kamu sudah menghianati hubungan kita"Ujar Lisa mulai menangis
"Kamu tega Fan, kalau saja aku tidak mendesak Lila untuk menceritakan semuanya, mungkin aku tidak akan pernah tau kalau hatimu sudah terbagi Fan"
"Maaf kan aku Lis, bukan maksudku menyakitimu Lis, aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk membicarakannya samamu, aku gak ingin mengganggu kerjaan kamu Lis"
"Nyatanya kamu menyakitiku Fan, tapi sudahlah aku sudah memaafkan semuanya, aku yakin kamu hanya mencari pelarian saja, maka dari itu segera kita rencanakan pernikahan kita dan putuskam hubungan serta komunikasi kamu dengan Frisca"
"Gak semudah itu Lis, aku sudah bilang, hatiku sudah berubah aku harus jujur kalau aku mencintai Frisca Lis, bukan sekedar pelarianku Lis, dan aku sudah memperkenalkan Frisca kepada Mama Papa"
"Tega kamu Fan, tega kamu menyakiti perasaanku Fan, bahkan kamu sudah memperkenalkan Dia ke Mama Papa, kamu anggap apa aku Fan?!!" teriak Lisa menahan marahnya
"Dengar Lis, aku sudah berusaha bertahan dalam hubungan kita, namun hubungan kita sudah tidak sehat Lis, kamu sudah tidak perduli terhadap hubungan kita, berkali kali aku ajak kamu menikah namun selalu kamu tolak, aku capek berjuang sendiri terhadap hubungan ini Lis"
"Tapi aku tidak pernah MENDUA Fan TIDAK PERNAH MENGHIANATIMU aku hanya meminta waktu untuk aku berkarir, karena setelah menikah dengan Kamu aku ingin benar benar seutuhnya menjadi Istrimu melayanimu, tapi kamu Fan kamu menghianatiku kamu bermain hati" Lisa mulai tidak bisa mengendalikan emosinya, akhirnya aku bangkit dari kursi dan meraih Lisa kepelukanku
"Maafkan aku Lis, maafkan aku, tapi semua sudah berubah Lis, semua sudah terjadi, maafkan aku" ucapku sambil memeluk Lisa, Lisa mulai menangis dalam pelukan ku lalu bertanya "Sudah sejauh mana hubungan kalian Fan? apakah kalian sudah tidur bersama?" tanya Lisa
"Tidak Lis, hubungan kami masih berjalan dalam jalannya, kami belum melakukan apa yang kamu fikirkan Lisa"
"Kalau begitu putuskan Dia Fan, mari kita rajut lagi hubungan kita, mari kita mulai lagi hubungan kita dari awal Fan, aku gak akan kembali ke Italy Fan aku akan berada disisi mu terus Fan, yang penting kamu putuskan hubunganmu dengan nya dan kita segera menikah Fan, kita masih bisa memperbaiki hubungan kita Fan"
"Gak bisa Lis, aku mencintai nya Lis, dan aku sudah berjanji akan menikahinya Lis"
"Kamu jahat Fan, kamu menyakitiku"
"Maaf kan aku Lisa"
"Gak Fan kamu gak boleh menikah dengan Dia, kamu hanya akan menikah dengan ku HANYA DENGANKU ingat itu, akan aku bicarakan ke Mama Papa kamu, aku yakin Mama Papa kamu akan lebih memilih aku yang sudah lama dikenal mereka dari pada Frisca" ucap Lisa sambil melepaskan pelukanku.
__ADS_1
"Kamu ingat Fan aku gak akan semudah itu melepaskan mu, aku akan memperjuangkan hubungan kita agar tetap berjalan, bagaimana pun caranya, kamu hanya milikku dan akan tetap menjadi milikku Stefan" ujar Lisa sambip berlalu berjalan menuju kamarnya dan dengan sekuat tenaga membanting pintu kamarnya, sampai Si Mbok terkejut dan berlari dari dapur untuk melihat apa yang terjadi.
"Den ada apa? Non Lisa kenapa marah marag Den?"
"Gak papa Mbok, Mbok bereskan meja makannya kami sudah selesai makan, saya mau istirahat dulu Mbok"
"Baik Den".
Aku berjalan menuju kamarku, dan ketika ku lihat ponsel aku baru sadar ponselku mati habis batrai dan aku belum berhasil menghubungi Frisca sejak semalam. Segera aku cas ponselku dan menghubungi nomor Frisca.
"Halo" Terdengar suara Frisca sedikit parau, mungkin dia baru terbangun dari tidurnya
"Halo Nona, sudah sampai dimana"
"Mas Stefan dari mana saja Mas, aku cemas dari kemarin Mas gak ada kabar, aku hubungi gak bisa"
"Sesibuk itukah dirimu hari ini Mas sampai sampai tidak punya waktu memberi kabar padaku"
"Maafkan aku sayang, aku benar benar minta maaf"
"Ya sudahlah yang penting Mas dalam keadaan sehat sehat saja"
"Kamu sudah sampai dimana? kamu sudah makan?"
"Baru berhenti di Stasiun Cirebon mas, tadi sudah beli makan kok"
"Oh..ya sudah yang penting kamu makan, jangan sampai telat makan nanti masuk angin"
"Hemn...aku boleh bertanya sesuatu gak Mas?"
__ADS_1
"Ya bolehlah sayang, mau nanya apa?"
"Mas kemarin malam kemana? sama siapa?"
Aku tertawa mendengar pertanyaa Frisca "Frisca Frisca aku pikir kamu mau bertanya apa, Kemarin sore pulang kerja aku hendak ke aparteman mu, tapi Dokter Lila mengajaku untuk sekedar minum karena kami sudah lama gak minum bersama, dulu pas kuliah kami sering menghabiskan waktu atau minum bersama" jelasku pada Frisca
"Apakah ada orang lain bersama Mas dan Dokter Lila?"
"Gak kok, cuma kami berdua, tapi kami memang sempat ketemu teman lama, yah kami ketemu Joana dipintu masuk, Kenapa sayang?"
"Kemarin ada yang mengirimkan gambar padaku, gambar Mas sedang memeluk seorang wanita di sebuah bar" kudengar suara Frisca pelan
"Astaga pasti kerjaan Dokter Lila itu, kami ketemu Joana dan memang Joana memelukku karena kami memang dekat dan sudah lama tidak bertemu Fris, itu saja, tidak ada hubungan apappun antara aku dan Joana"
"Bagaimana dengan Dokter Lila, apakah Mas ada hubungan atau Dokter Lila menyukai Mas"
"Ha..ha.. kamu ada ada saja Fris, aku dan Lila hanya sahabat sayang, tidak lebih itu saja"
"Frisca dengar aku, kalau ada yang mengganjal dihatimu, atau ada yang kamu lihat atau kamu dengar tentang aku lebih baik kamu tanya langsung ke aku ga Fris, jangan langsung kamu percaya tanpa bertanya ke aku dulu, masalah tadi malam aku minta maaf, aku memang pergi dengan Lila karena sudah lama kami tidak jalan, dan ntah poto apa yang kamu terima yang jelas aku tidak bersama wanita lain selain Lila sahabatku"
"Iya maafkan Frisca Mas"
"Kamu gak perlu minta maaf sayang, aku tidak marah malah aku senang kamu bertanya dengan begitu aku bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, sudahlah kamu nikmati saja perjalananmu ke Jogja dan menikmati liburan sesaat mu sayang, tapi jangan terlalu lama di Jogja ya sayang aku akan sangat merindukanmu. Ingat kabar apapun yang kamu dengar kamu harus tanyakan langsung padaku Fris"
"Iyq baik Mas, Sudah malam Mas istirahatlah nanti aku kabari lagi kalau aku sudah sampai ya"
"Ok sayang, hati hati selama di Jogja ya sayang, aku merindukanmu" lalu ku tutup ponsel ku.
Lila, apa sebenarnya maksudmu, kenapa kau mau menghancurkan hubunganku dengan Frisca.
__ADS_1