
Hari sabtu yang cerah, Aku sedang bersiap siap untuk pergi kerumah sakit untuk menjemput Reyhan,Sheila dan bayi mereka, Aku telah berjanji menjemput mereka dari rumah sakit dan ikut mengantar pulang ke apartemen. setelah mandi dan berberes Aku segera meluncur ke rumah sakit.setiba nya dirumah sakit aku segera menuju ruang rawat inap tempat Sheila dirawat.
"hey bro..sudah sampai" sambut reyhan sambil membereskan barang barang pribadi Sheila.
"iya nih lumayan pagi ini gak kena macet, gimana sudah beres semua rey? oiya ..mana ibu sama bapa?"
"barang barang sudah dibereskan sebagian sudah dibawa pulang ke aparteman sama ibu ibu dan bapak tadi sudah duluan ke aparteman kata ibu mau beres beres dulu diapartemen sebelum kita tiba. oiya gue ke bagian administrasi dulu ya, mau ngurus kepulangan Sheila, gue titip Sheila bentar ya dia masih tidur" ujar reyhan
"oh..oke santai aja" jawabku
sepeninggal reyhan gue mengawasi setiap sudut ruangan kulihat semua barang barang pribadi mereka sudah dibereskan. dan kulihat Sheila masih tertidur diranjangnya. aku memilih duduk di sofa yang ada di sebelah ranjang Sheila sambil memainkan ponsel sembari menunggu Reyhan mengurus surat administrasi kepulangan mereka.
"Nat...apa kabarnya? sudah lama?" tanya Sheila yanh ternyata sudah bangun
"Sehat Shel.. baru sampai kok, Reyhan sedang keruang administrasi" jelasku pada Sheila yang sepertinya mencari keberadaan Reyhan
"oh... iya" ujar Sheila
kami terdiam dalam keheningan dengan pikiran masing masing.
"Nat, gue rindu sama loe" ujar Sheila pelan
aku masih diam tanpa tahu harus bicara apa
"Nat, gue tau loe masih suka sama gue kan, makanya sampai sekarang loe belum bisa mencari pengganti gue" sambung Sheila
"Sheil please... jangan seperti ini, loe udah bahagia dengan Reyhan dan loe punya bayi sekarang, jangan lagi membahas hal hal yang gak berguna seperti ini Shel"
"Nat, gue gak pernah bisa bohongin diri gue Nat, kalau gue masih suka sama loe, meski kelihatan nya gue bahagia dengan Reyhan tapi gue kesepian Nat, gue gak bisa menikmati sepenuhnya menjadi istri Reyhan, gue masih sayang loe Nat"
__ADS_1
"Sudah lah Shel, semua sudah berlalu dan ketika loe udah mutusin untuk menikah dengan Reyhan harusnya disitu loe udah membuang semua rasa loe terhadap gue Shel dan gue gak mau garagara ini persahabatab kita rusak Shel..tolonglah Reyhan itu begitu mencintai loe shel"
"Andai aja gue dulu gak seceroboh itu dengan menerima pernyataan cinta Reyhan mungkin kita yang akan bersama Nat, dan loe yang akan menjadi ayah dari bayi gue, bukan Reyhan" Sheila mulai terisak
"Cukup Shel... gak ada yang perlu disesali Shel. kalaupun dulu loe gak nerima Reyhan gue juga gak bakalan bisa menjalin hubungan denga loe gue gak bisa menyakiti perasaan Reyhan Shel..Dia udah gue anggap sodara gue Shel"ujarku menjelaskan pada Sheila
"Emang loe gak sakit Nat, liat gue sama Reyhan? jangan bohong Nat gue bisa merasakan tatapan loe tiap liat gue loe masih sayang masih cinta sama gue kan Nat?!"
"Shel jangan salah paham, awal dulu iya gue akui kalau gue sering cemburu melihat kalian Sheil, tapi makin kesini gue udah biasa Shel, apalagi sejak Loe dan Reyhan mutuskan untuk menikah, gue udah berjanji untuk membuang rasa cinta gue Shel. Sekarang gue hanya menganggap kalian itu sodara gue Shel gak lebih Shel, jadi tolong jangan seperti ini Shel, kalau sikap loe seperti ini loe akan menyakiti Reyhan dan keluarga loe Shel. gue gak mau keluarga loe dan persahabatn kita hancur Shel"
"salah gue Nat, ini semua salah gue, dari awal gue udah suka sama loe Nat, tapi karena melihat sikap loe biasa biasa aja gue niatnya mancing emosi loe dengan purapura menerima Reyhan, gue pikir loe bakalan berjuang untuk mendapatkan gue nyatanya gue salah, loe malah pergi Nat, loe pergi jauh dari gue, semakin gue mengejar loe semakin Reyhan juga mengejar gue, gue jadi gak bisa lepas lagi dari Reyhan dan dia langsung melemar gue ke orangtua gue, dan orangtua gue terlanjur menerima Reyhan karena mereka berpikir kami pacaran"jelas Sheila, aku masih tetap diam mendengar Sheila.
"gue terpaksa menikah dengqn Reyhan keran gak mau buat malu keluarga gue yang sudah terlanjur menerima lamaran keluarga Reyhan"
"Sudah cukup Shel..apapun yang loe bilang sudah gak bisa merubah,loe usahakan aja menjalakankan hidup loe saat ini ya, loe belajar mencintai Reyhan dan bayi loe viar keluarga loe bahagia sheil" pintaku pada Sheila
"loe sendiri aja belum bisa melupakan gue Nat, buktinya loe masih sendiri, jangankan menikah pacar aja loe belum punya Nath" cerca Sheila
akhirnya kami terdiam hingga Reyhan datang selesai mengurus administrasi dan tinggal menunggu bayi mereka diantarkan dari ruang bayi.
"sorry lama Nat, tadi antri pas pembayaran nya. mana jaringannya tadi gak loading loading lengkap deh" jelas Reyhan
"gak papa.. udah kelar semua urusan loe" tanyaku
"surat kepulangan udah kelar nih tinggal nunggu bayi nya dianterin suster ke ruangan"jelas Reyhan
"sayang ayo bangun, sebentar lagi kita pulang" ujar Reyhan berusahan membangunkan Sheila. rupanya Sheila berpura pura tidur ketika Reyhan datang pikirku.
"eh sayang, maaf aku ketiduran"
__ADS_1
"iya gak papa sayang, kamu pasti masih belum fit benar, sebentar lagi kita pulang kamu bisa istirahat dirumah dengan tenang, ibu dan bapak sudah duluan pulang, lusa rencana mami dan papi akan datang dari surabaya juga kan. ni Nathan juga udah datang buat jemput kita"
"eh ada lie Nat, maaf gue gak liat loe dari tadi disitu" ujar sheila sambil berusahan bangun dari posisi tidurnya
"iya gak papa sheil namanya loe butuh istirahat, ya udah kalau gitu gue angkat barang barang nya ke mobil dulu ya biar nanti enak turun kebawah tinggal bawa dedek bayinya aja" sambungku
"maaf ya bro jadi merepotkan begini" kata Reyhan
"repot apaan sih reh kayak orang lain aja ,ya udah gue turun dulu ya"
"loe tunggu dibawah aja Nat gak usah naik lagi, ntar kami turun kita jumpa dilobby aja Nat, kasian loe capek bolak balik naik turun" sambung Reyhan
"ohh okeh ntar chatt aja ya kalau udah turun biar gue standbyin mobilnya didepan" aku akhirnya pamit kedapa reyhan dan sheila untuk turun duluan sekalian membawa barang barang mereka.
saat turun aku melihat dokter frisca sedang berjalan menuju parkiran segera ku kejar dan ku sapa
"siang dok"
"selamat siang pak, maaf ada perlu apa ya pak?"
" ah..gak kok dok, cuma mau nenyapa saja, dokter baru datang?"
"ohh.. gak saya lagi off kebetulan tadi mampir sebentar menyerahkan beberapa berkas, kalau tidak salah kita pernah ketemu diruangan ibu reyhan ya?"
rupanya dia masih ingat aku " iya dok, kemarin kita ketemu diruangan sheila istri reyhan waktu saya menjenguk mereka"
" sekarang menjenguk juga, sepertinya ibu reyhan sudah boleh pulang "
" iya dok, ini saya menjemput mereka dok,kasian reyhan kalau bawa mobil sendiri bawabawa bayi " jelasku
__ADS_1
"oh... hemnn saya duluan ya pak, masih ada perlu lagi" sahut frisca
"ok dok,,hatihati dijalan" ujarku sambil mentap kepergian frisca. tak lama ponselku berdering Reyhan Sheila dan bayinya sudah menuju kebawah akhirnya aku ambil mobil dan menunggu mereke di parkiran lobby rumah sakit untuk menuju apartemen mereka.