
Stefan berjalan dari parkiran menuju apartemen Frisca, sambil menenteng sebotol wine. Dia dan Frisca malam ini akan merayakan kelulusan Frisca diapartemen karena Frisca bilang dia akan memasak hidangan jadi Stefan tidak memesan tempat direstoran gantinya dia membawa minuman untuk mereka. sampai didepan apartemen Frisca Stefan membunyikan bel, agak lama dia menunggu baru Frisca membukakan pintu.
"Maaf mas tadi tanggung masakannya takutnya kalau ditinggal gosong, ayo masuk" ujar Frisca
"Hemn.. wangi sekali aroma masakanmu sayang"ujarku , begitu masuk ke apartemennya disambut wangi aroma masakan yang mengundang selera makan "tapi kamu kok masih bau ya?" sambung ku menggoda Frisca sambil tertawa
Frisca terlihat mayun mendengar ucapan Stefan lalu berkata " Aku belum sempat mandi lah pulang dari rumah sakit belanja dulu lalu masak ini baru selesai, jadi wajar masih bau"
"Tapi aku suka loh baumu sayang" ujar Stefan sambil memeluk Frisca dan mencium bibirnya dengan perlahan
"Mas aku masih belum mandi, aku bersih bersih dulu, sambil nyiapkan meja kamu duduk dulu"ujar Frisca sambil berusaha melepas pelukan Stefan
"Tidak usah mandi juga gak papa sayang, kamu tetap cantik dan wangi buatku, dan selalu membuatku merindukan mu" aku masih tetap tidak melepaskan pelukanku malah mempererat pelukanku " Selamat ya Dokter Frisca Devira Atmaja sudah sah menjadi seorang Dokter, semoga kamu bisa sukses mengemban tugas mulia ini" sambungku mengucapkan selamat lalu mencium bibir ranum Frisca yang selalu bisa membuatku panas dingin, ntahlah setiap melihat bibirnya aku selalu bergairah.
Masih dalam pelukanku Frisca membalas ciumanku, ciuman yang awalnya biasa jadi semakin dalam dan Frisca lidah Frisca mulai masuk kedalam mulutku.perlahan ku hisap lidahnya sambil mengelus punggung Frisca.kudengar nafas Frisca mulai memburu. tak lama dia mulai berusaha melepas ciumanku " Mas aku mandi dulu, baru kita makan mas pasti sudah lapar kan, biar aku siapkan hidangan nya" ujar Frisca
"Baiklah Nona, kamu mandi saja biar aku yang menata meja makan nya, kamu benar aku sudah sangat lapar" ujarku sambil mendorong Frisca menujur kamarnya, sedangkan aku segera menuju ruang makan untuk menata meja, ku nyalakan lilin dan ku tata sedemikian hidangan yang telah dimasak Frisca, sembari ku cicip sedikit masakan nya, hemn..enak bumbunya pas, kematangan daging nya pas, ternyata pinter juga Frisca masak pikirku. sembari menunggu Frisca aku cari gelas kedapur untuk kutuangkan minuman yang aku bawa tadi lalu ketika semua sudah rapi Frisca juga sudah selesai mandi. terlihat Frisca menjadi lebih segar dan cantik setelah mandi dan sedikit berdandan. dia hanya mengenakan gaun sederhana tapi sangat indah ditubuhnya.
"Sudah selesai mas? apa lagi yang kurang?"
"Sudah,yang kurang hanya dirimu, nah kamu sudah disini mari kita rayakan kelulusan mu sayang" ujarku
__ADS_1
Kami makan malam dengan tenang dan romantis, masakan Frisca sungguh sedap dan nikmat. setelah makan Frisca membereskan piring dan gelas kotor dimeja dan mengangkutnya ke wastafel untuk dicuci. ketika mencuci piring dan gelas kotor Frisca menggulung rambut panjang nya ke atas dan menampakan leher jenjangnya yang putih, aku menghampirinya dari belakang dan mulai mencium lehernya. Frisca terkejut dengan pelukan Stefan yang tiba tiba
"Mas... biarkan aku mencuci piring ini dulu, kamu duduk didepan saja"
"Gak ah..aku suka melihatmu mencuci piring kamu kelihatan sangat seksi" jawabku sambil tetap memeluk Frisca dari belakang
"Tapi kalau ada kamu aku gak akan bisa konsentrasi mas, gak bakalan selesai cuci piringnya" jawab Frisca sambil mencubit lenganku
"Baiklah nona segera selesaikan itu aku tunggu kamu didepan tidak pakai lama" akhirnya aku putuskan untuk menunggu Frisca didepan saja.
Setelah selesai mencuci piring Frisca menuju kedepan dan duduk berdampingan dengan Stefan. diatas meja masih ada 2 gelas minuman yang belum habis mereka minum
"Fris, kapan kamu siap aku ajak kerumah mama papa" ujarku pada Frisca. kulihat Frisca terdiam menatapku
"Ya kamu mau aku kenali ke mama papa Fris, sayang kita bukan anak abg lagi yang pacaran tidak ada tujuan, aku ingin hubungan kita serius Fris, aku ingin mengenalkanmu pada papa mama dan kamu mengenalkan ku pada orangtuamu Fris, gak ada lagi yang mau ditunggu kan, kamu sudah lulus aku juga sudah mapan. apakah kamu tidak serius menjalin hubungan denganku Fris?" jelasku pada Frisca.
"Bukan bukan begitu mas, maksudku apa tidak terlalu cepat mas?"
"Terlalu cepat bagaimana?"
"Yah kita kan baru beberapa bulan saling mengenal dan menjalin hubungan. aku takut orangtua mas kurang menyukaiku"
__ADS_1
"Ha..ha.. kamu ini bisa aja, biarpun baru beberapa bulan mengenalmu dan menjalin hubungan namun aku merasa kamu lah jodohku Fris, aku merasa sangat nyaman ketika bersamamu. dan tidak mungkin orang tua ku tidak menyukaimu sayang, dari segi mana pun kami tidak ada jeleknya. kamu pintar, cantik, baik dan masakan mu enak..mustahil mama akan menolak calon mantu idaman seperti mu" ujarku
"Hemn.. baiklah kapan kira kira waktu yang tepat mas, ke orangtuamu dulu baru nanti kita atur pertemuan dengan orangtuaku" pintanya
"Bagaimana sehabis acara pelepasan kalian saja Fris"ujarku
" Baiklah mas. nanti kamu ketemu orang tuaku pas acara pengambilan sumpah jabatan saja, bagaimna mas?" tanya Frisca
"Ide bagus itu, biar calon mertuaku tau bahwa calon mantunya ini adalah Dokter Kepala hahahaha jadi tidak ada alasan untuk menolak pinanganku nantinya" ujarku sambil bercanda
"Huh sombong kamu mas" ujar Frisca sambil berusaha mencubit pinggangku
"Eh..sudah mulai berani ya main cubit cubit segala"ujarku sambil menarik tubuhnya kedalam pelukanku.
"Mas..apakah kamu yakin untuk memilihku menjadi istrimu?" tanya Frisca masih dalam pelukanku
"Kenapa kau masih ragu sayang?"
"Tidak mas aku hanya takut mengecewakanmu dan orangtua kita nantinya jika aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu"
"Kewajibanku nantinya untuk membimbingmu menjadi istri yang baik dan menantu yang diidamkan orangtuaku, apapun kekuranganmu aku akan selalu berusaha menerimanya, jika nanti aku melihatmu salah aku akan berusaha untuk mengarahkanmu kembali sayang. dan begitu juga jika nanti aku salah kamu juga wajib mengingatkanku dan menegurku" ucapku sambil mengelus pucuk kepalanya.
__ADS_1
"Semoga saja mas tidak akan menjadi malu jika aku menjadi istrimu kelak" ujarnya pelan
"Tidak Fris aku tidak akan menyesal mempersuntingmu, percayalah aku akan menajadi suami yang paling bahagia ketika bisa memperistrimu. akan ku tunjuka pada dunia Dokter Frisca Devira adalah istri ku" ujarku sambil tertawa. aku tidak bohong akan menjadi kebanggan bisa memperistri seorang Frisca yang sejak tingkat persiapan saja sudah menjadi rebutan kalangan mahasiswa dan senior.