Perjalanan Cinta Dokter Frisca

Perjalanan Cinta Dokter Frisca
BAB II


__ADS_3

Sabtu pagi yang cerah buat Frisca, hari ini dia tidak memiliki jadwal jaga dirumah sakit. maka dia berencana memanfaatkan waktu liburnya untuk bersantai. waktu sudah menunjukan pukul 10.00 wib namun Frisca masih bermalas malasan ditempat tidur sambil mendengarkan music. saat itu handphone nya berdering langsung diangkat telp dari sahabatnya Nita.


" Ya..hallo..kenapa Nit?!"


"Loe dimana Fris?"


"Diapartemen gue, kenapa neng?"


"Malam ini loe ada acara gak? temani gue ya"


" Gak sih, emang mau kemana?"


"Hari ini Juan ngadakan konser amal untuk korban bencana banjir bandang, loe tau sendiri gue gak sauka dengar musik klasik begitu, bisa langsung tidur gue, please ya temani gue Fris"


"Lah ntar gue jadi obat nyamuk dong"


"Gak lah kan dia nanti sibuk, makanya gue ajak loe, biar ada teman gue nungguin dia. mau ya fris please"


"Hemnn..okehlah asal ntar loe mau gantiin jadwal gue piket ya"


"Whatttt..tega amat loe non, sama teman sendiri perhitungan"


"Loe mau gak??! kalau gak mau juga gapapa gue lanjut tidur nih"


"Ya ya ya dehh..eh ntar jam 19.00 gue jemput ya"


"Oke gue tunggu ya"


Jam 18.40 wib Frisca sudah bersiap menunggu jemputan Nita, tak lama Nita memberi kabar bahwa dia sudah dilobby apartemennya. maka Frisca segera menuju kebawah menemui Nita.


Sementara dibawah Nita baru saja menelepon Juan, mengatakan bahwa mereka akan segera berangkat menuju tempat konser, tak lama dia melihat Frisca keluar dari lift dan melambai ke arah Nita.


"Wah.. tumben loe dandan Fris"


"Hahaha... ini kan acara amal mana tau nanti ketemu pengusaha muda yang kaya"


" Ada ada aja loe fris, Dokter Stefan mau loe taruh mana?"


"Loh kenapa dengan Dokter Stefan???"


"Bukan nya kalian sedang menjalin hubungan, aku sering melihat mu diantar jemput sama Dokter Stefan?"


"Hahaha siapa bilang? dia hanya sebatas pembimbing saja Nit"


"Ah..sudahlah kalau loe belum mau mengaku loe punya hubungan spesial dengan Dokter ganteng itu, yuk jalan sebelun terlambat nanti" ujar Nita sambil menjalankan mobilnya menuju tempat berlangsungnya konser amal.

__ADS_1


Frisca sudah menguap untuk ketujuh kali nya, ketika tiba tiba bangku disebelah kanannya diisi oleh seseorang, dan Frisca tidak jadi menguap tatkala matanya mengenali siapa laki laki yang baru duduk disebelahnya tersebut


"Dokter ...Stefan?"


Lakilaki itu menoleh kearahnya, dan tersenyum ketika menyadari siapa disampingnya. Dia tertawa sambil memperlihatkan sebaris giginya berwarna putih rata tersebut.


"Hai Fris... ternyata kau suka menonton konser amal juga?"


"Ah..oh.. itu ..eh tidak kok Dok, aku tidak begitu menyukai nya, aku hanya kebetulan menemani Nita saja"


"Nita teman mu koass juga kan? mana dia, kok kamu sendiri?"


"Nita sedang di belakang stage bersama Juan, pacarnya, itu band pengisi acara konser malam ini,jadi saya ditinggal sendirian deh"


" Hahaha..lagian kamu nekad datang sendirian, kenapa tidak ajak pacarmu biar jangan jadi penjaga nyamuk seperti ini"


"ah..Dokter bercanda saja. saya belum punya pacar dok"


" Tidak mungkin calon Dokter seperti kamu tidak ada yang menyukai"


"Saya belum bertemu dengan orang yang cocok saja Dok, eh Dokter datang sendirian?"


"Ya saya sendirian, kenapa???"


"Saya kira datang bersama pacar Dokter"


"Oh.. " Frisca hanya bisa terdiam mendengar jawaban dan tersenyum dalam hatinya


Ketika konser berakhir Dokter Stefan berinisiatif ingin mengantar Frisca pulang. Karena Nita sedang sibuk bersama Juan akhirnya Frisca mengiyakan ajakan Dokter Stefan untuk diantar pulang.


Dalam perjalanan pulang Dokter Stefan mengajak Frisca untuk singgah makan dulu, akhirnya mereka masuk ke restoran cepat saji. Frisca memesan segelas cappucino


dan Dokter Stefan memesan sepiring nasi goreng. Dokter Stefan sepertinya sedang kelaparan pikir frisca, Sambil menunggu pesanan datang, Dokter Stefan memulai pembicaraan, mereka membahas status pasien rumah sakit yang dipegang oleh Frisca. Dokter Stefan banyak memberikan masukan untuk frisca.Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.15 akhirnya mereka memutuskan untuk pulang .Tidak seperti biasa mengantar frisca pulang kali ini Dokter Stefan memarkirkan mobil nya dan mengantarkan frisca hingga kedepan unit apartemennya.Tiba didepan apartemen Frisca, Frisca segera membuka pintu apartemen nya dan ingin mengucapkan terimakasih kepada Dokter Stefan yang telah mengantarkannya hingga ke depan pintu, namun sebelum sempat dia mengucapkan terimakasih Dokter Stefan tiba tiba saja memeluk nya dan mencium bibirnya.


Frisca sangat terkejut dan dia hanya bisa diam terpaku dalam dekapan hangat Dokter Stefan, lama Dokter Stefan mencium bibirnya, ciuman yang awalnya biasa saja berubah jadi panas dan lebih menuntut, Dokter Stefan memanggut bibir Frisca kemudian menjalar keleher Frisca penuh dengan gairah, tanpa sadar Frisca melenguh nikmat menikmati setiap sentuhan Dokter Stefan, mendengar lenguhan Frisca Dokter Stefan tersadar, dia segera minta maaf atas kelancangannya barusan dan segera pamit meninggalkan Frisca yang masih terpukau dengan kejadian barusan.


 


xxx


 


Stefan Keanu, laki laki berusia matang yang tampan adalah seorang Dokter Spesialis anak disebuah Rumah Sakit ternama di kota Jakarta. Pagi ini dia dipanggil oleh Dokter Febrian Dokter Kepala bagian anak. Dokter Stefan ditugaskan untuk membimbing mahasiswa yang sedang melaksanakan kuliah klinik bangsal, ada enam mahasiswa yang akan berada dibawah bimbingannya, pagi ini saat visite bersama Dokter Febrian.


"Perkenalkan dulu, koass kita" kata Dokter Febrian sambil menunjuk kearah mahasiswa kedokteran yang sedang berkumpul di meja perawat. lalu kepada mahasiswanya,sambungnya singkat" Dokter Stefan Keanu, asisten saya" ujar Dokter Febrian.

__ADS_1


lalu Dokter Stefan menyalami satu persatu mahasiswa tersebut sambil mengatakan " h


Hari ini saya akan jadi assiten satu, tapi besok kalau mau kita bisa tukar tempat,kalian yang jadi assiten satu nya".


Pagi itu mereka melakukan visite dibangsal anak, sambil memberi instruksi kepada para mahasiswa nya apa yang harus diperhatikan mereka.


Sore hari ketika bersiap mau pulang, handphone nya berdering panggilan dari Lisa pacarnya yang sedang berada di italy demi mengejar cita cita nya menjadi model internasiona,dengan malas Stefan mengabaikan panggilan tersebut, terakhir mereka bertemu dimalam sebelum keberangkatan Lisa ke italy, mereka bertengkar hebat, Stefan ingin Lisa tidak berangkat, karena mereka sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat, namun Lisa tetap bersikeras untuk berangkat dia berjanji kepada Stefan hanya butuh waktu 2 tahun untuk mengejar cita citanya setelah itu dia akan berjanji untuk pulang dan melangsungkan pernikahan mereka.


Ketika melewati meja suster dia melihat Frisca, dia ingat itu adalah mahasiswa bimbingannya yang sempat mencuri perhatian nya ketika visite tadi pagi, lalu Stefan menawari Frisca untuk pulang bersama. ketika menunggu Frisca diparkiran kembali handphone Stefan berdering panggilan dari Lisa.


 


x x x


 


Senin pagi Stefan tiba dirumah sakit, dia berharap hari ini bisa berbicara dengan Frisca setelah kejadian memalukan sabtu malam ketika dia mengantarkan Frisca keapartemen nya Frisca seperti menjauh menolak semua panggilan telp dari Stefan.


Dari jauh Stefan sudah melihat para mahasiswanya berkumpul siap untuk melakukan visite bersama pagi itu, dia melihat Frisca sedang berbincang dengan s


Suster senior di bagian bangsal anak.


"Selamat pagi semua, sudah siap melakukan visite pagi ini bersama saya" ujar Stefan berusaha tenang dan fokus untuk visite pagi ini, akhirnya mereka berasama sama keliling bangsal anak ,ketika sampai di pasien terakhir setelah melakukan pengecekan Stefan bertanya kepada mahasiswa nya apakah ada yang kurang mengerti.


mereka serentak menjawab tidak. Akhirnya Stefan menyuruh mahasiswa nya menyiapkan sebuah laporan untuk hasil visite mereka pagi itu,dan ketika mahasiswanya mulai berjalan menjauh Stefan memanggil Frisca supaya datang keruangannya. Sampai diruangan s


Stefan duduk menunggu kedatangan Frisca tidak lama ada yang mengetok pintu nya.


"Masuk" ujar Stefan


"Dokter memanggil saya" kata Frisca


"Ya..silahkan duduk, bagaimana keadaanmu? kenapa kamu menghindari saya?"


"Saya sedang tidak ingin membahas masalah itu Dok"


"Frisca saya minta maaf atas kejadian malam itu, saya khilaf".


Terdengar ketukan pintu


"Masuk" kata Dokter Stefan


"Dok.. ini surat dari Dokter Anne, katanya hasil pemeriksaan pasien dikamar nomor 3" kata suster Marta sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Dokter Stefan


" Baik terimakasih Suster" ujar Dokter Stefan.

__ADS_1


" Baiklah Dok, kalau tidak ada lagi yang mau dibicarakan saya juga permisi Dok" sambung Frisca kepada Dokter Stefan.


"Baiklah kamu bisa kembali keruang perawat dan melanjutkan tugasmu"perintah Dokter Stefan.


__ADS_2